Share

Bab 855

Author: Camelia
Lulu menghela napas. "Aku dengar kematian Jose ada hubungannya dengan anggota Keluarga Alatas."

Aura langsung menegaskan, "Dia nggak akan mati."

Lulu yang berada di seberang telepon pun cemberut. "Kami juga nggak mau dia mati. Sekarang Deddy juga sedang mencarinya ke mana-mana."

Mendengar Deddy juga sedang mencari Jose, Aura secara refleks menggigit bibirnya. Selama ini, Deddy dan Jose sangat dekat. Jika Deddy juga sedang mencari Jose, berarti kabar menghilangnya Jose ini memang nyata.

"Rara."

Lulu masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Aura sudah menutup teleponnya.

Setelah itu, Aura kembali menelepon nomor lainnya. Tak lama kemudian, telepon itu tersambung dan terdengar suara seorang pria yang familier.

"Nyonya Aura," panggil Philip. Dia biasanya selalu santai dan sudah bercanda, tetapi kali ini nada bicaranya terdengar agar muram dan tertekan.

Begitu mendengar suara Philip, Aura perlahan-lahan menjadi muram. "Philip, tolong beri tahu Jose. Aku nggak peduli dia di mana sekarang, aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (20)
goodnovel comment avatar
Helga Toumahuw
dari semua novel yg ku baca ini yg pling bagus ceritanya tidak bertele tele......
goodnovel comment avatar
Veni Erlinasari
tiba2 bgt aja ada berita jose mati.. jangankan aura... aku aja kaget bgt dan aku jg percaya kalo jose nggak akan mati. pokoknya jose jangan sampe mati yaa thorrr... aku fans diaaa .........
goodnovel comment avatar
Abigael Joostensz
panjangin babnya ya thor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1089

    Hati Aura bergetar.Kepala pelayan menatap mata Aura yang memerah. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berbalik dan berjalan ke depan."Eee ... apa tadi kamu mendengar pertengkaranku dengan Jose?" Aura mengikuti langkah kepala pelayan itu, tidak bisa menahan diri untuk bertanya.Kepala pelayan adalah orang kepercayaan Parviz. Jika tahu sesuatu, dia pasti akan segera melapor pada Parviz. Kalau begitu, soal menyembunyikan hal ini pun jadi tidak ada artinya.Langkah kepala pelayan terhenti. Dia menoleh menatap Aura, lalu menjawab, "Memang terdengar sedikit."Kepala pelayan adalah orang yang cukup serius. Nada bicaranya pun kaku.Mendengar itu, Aura menunduk. Setelah terdiam sejenak, dia mengangkat kepala dan menatap si kepala pelayan. "Bisa tolong jangan beri tahu Kakek apa yang terjadi tadi?"Ekspresi kepala pelayan berubah sedikit. Kemudian, dia mengangguk. "Bisa."Aura pun tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, terima kasih banyak."Kepala pelayan mengangguk, lalu kembali berbalik da

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1088

    Aura mengatupkan bibirnya.Sejak dulu, dia bukan tipe orang yang bisa menelan ketidakadilan begitu saja. Jika sejak awal Jose selalu berdiri teguh di pihaknya, mungkin dia tidak akan sekeras dan setegas sekarang. Namun, kenyataannya tidak.Begitu mendengar Aura menyebut nama Sherly, wajah tampan Jose yang tajam menjadi suram.Aura melihatnya dengan jelas. Sudut bibirnya terangkat. Senyuman di wajahnya penuh ejekan. "Lihat? Begitu nama Sherly disebut, kamu langsung keberatan.""Jose, kalau sepanjang sisa hidup kita harus terus menghadapi duri yang menghalangi di antara kita ini, aku lebih memilih kita berpisah sekarang juga.""Kalau kamu nggak setuju cerai juga nggak masalah. Nanti aku bisa langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan.""Satu kali nggak berhasil, bisa dua kali. Dua kali nggak berhasil, bisa tiga kali!" Aura mendongak menatap Jose, mengucapkannya kata demi kata. Tatapannya tegas dan sungguh-sungguh.Seiring kata-kata Aura, pandangan Jose semakin suram. Jarak mereka te

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1087

    Aura merasa tidak nyaman, jadi menggeser tubuhnya sedikit ke samping."Giliranmu." Parviz terkekeh-kekeh sambil mengingatkan Jose, "Kamu harus hati-hati. Kalau salah melangkahkan satu bidak lagi, situasinya nggak akan bisa diselamatkan."Ucapan itu terdengar seolah-olah mengandung makna ganda.Jose mengangkat sudut bibirnya, tersenyum tipis, lalu meletakkan bidak di papan catur.Parviz menatapnya dengan saksama, lalu tertawa terbahak-bahak. "Kamu ini memang sengaja menyembunyikan kemampuan. Satu langkah ini langsung menghidupkan seluruh papan. Bagus, bagus.""Terima kasih atas pujian Kakek. Semua berkat ajaran Kakek," jawab Jose, menunduk sambil tersenyum ringan. Di hadapan Parviz, dia tampak patuh seperti murid SD, sama sekali tidak menunjukkan sisi brutal dan menakutkan seperti semalam.Aura duduk di samping, sesekali mengerutkan kening melirik Jose. Melihat sikap Parviz, sepertinya Jose memang tidak mengatakan apa pun di hadapannya."Tuan, makanan sudah siap."Permainan catur belum

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1086

    "Kalau di saat genting seperti ini kamu cerai dengan Jose, lalu Kakek sampai tahu ...." Roy menatapnya dengan sorot mata serius. "Kamu tahu konsekuensinya."Jari Aura yang sempat mengendur kembali mengerat. Di dalam hatinya, tiba-tiba muncul rasa tidak berdaya."Dulu Ibu memang nggak seharusnya sampai memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez," gumam Aura.Roy menoleh menatapnya. "Anrez? Kamu pikir dulu Bibi memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez?"Aura tertegun. "Bukankah memang begitu?"Roy menatap Aura dalam diam beberapa saat, lalu mengangkat tangan dan mengusap ujung hidungnya. "Sudahlah, urusan orang tua nggak usah dibahas. Aku harap kamu pikirkan baik-baik yang kukatakan."Aura dengan tajam menangkap beberapa makna tersembunyi dalam ucapan Roy. Jadi, dulu ibunya bukan pergi dari rumah karena Anrez? Berarti Anrez juga bukan cinta sejati Ibu yang disebut-sebut tak tergantikan itu?Hal-hal ini tidak pernah diceritakan padanya sebelumnya. Lalu sebenarnya, dulu i

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1085

    Jose menggertakkan giginya menatap Roy.Melihat sorot matanya semakin kelam, Aura mengangkat tangan dan menarik lengan baju Roy pelan. "Aku nggak apa-apa. Ayo, kita pergi dulu."Melihat kondisi Jose yang sudah berada di ambang amarah, Aura sendiri tidak masalah, tetapi dia tidak ingin menyeret Roy ke dalam urusannya.Terlebih lagi, di belakang Roy ada Keluarga Kusuma. Aura tidak ingin masalah pribadinya menyeret Keluarga Kusuma.Roy mengerutkan kening, menoleh melirik Jose. Sorot matanya penuh kewaspadaan.Aura menggigit bibirnya. Saat melangkah pergi, dia tidak menoleh lagi ke arah Jose.Di dalam mobil, Roy mengerutkan kening dan menatap ke Aura. "Kenapa nggak bawa lebih banyak orang waktu keluar?"Aura menunduk seperti orang yang merasa bersalah. "Aku ...."Roy menyalakan mobil dan berkemudi. Matanya menatap lurus ke depan. Dia berulang kali berpesan, "Untuk sementara waktu, tinggal baik-baik di rumah Keluarga Kusuma. Jangan pergi ke mana-mana.""Sekuat apa pun Jose, selama di Kota M

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1084

    "Katakan sekali lagi!"Jose menggertakkan giginya. Bahkan sepasang mata yang biasanya selalu dingin itu kini samar-samar memerah. Itu adalah tanda sebelum dia benar-benar marah.Aura merasa sedikit gentar. Bagaimanapun juga, dia pernah menyaksikan betapa kejamnya metode Jose dengan mata kepala sendiri.Aura menggigit bibirnya ringan, menatap Jose sambil berucap, "Aku hanya merasa, nggak ada artinya kalau kita terus seperti ini.""Jose, kamu mengerti maksudku, 'kan?" Suara Aura sedikit melunak. Namun, makna di balik ucapannya sama sekali tidak melunak. "Cukup sampai di sini saja. Kalau bertemu lagi nanti, kita masih bisa berteman."Begitu mendengarnya, Jose meledak marah. Dia melepaskan Aura, berbalik, dan menendang meja kopi dengan keras. Meja kopi yang berat itu terlempar jauh oleh satu tendangannya."Teman? Siapa yang mau jadi temanmu?" Jose menggertakkan giginya saat mengucapkan kalimat itu. Suaranya yang penuh amarah terdengar menakutkan di ruang yang luas itu.Sebagai orang yang d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status