Share

Bab 64

Author: Pixie
last update Last Updated: 2025-10-28 12:51:00

"Akan kuberikan kalau kau mengizinkan Briony duduk di sampingku," pancing Brandon.

Bibir Andrew mengerucut. "Mana bisa begitu? Kata Nyonya Powell, itu namanya menyogok. Tidak baik. Ayo ... berikan saja hadiahnya kepadaku," Andrew mengulurkan tangannya. Ia tidak sadar bahwa sang ayah menyoroti tingkahnya dengan wajah tak senang.

"Andrew, untuk apa meminta hadiah darinya? Apakah mainan yang Papa berikan kepadamu masih kurang?" tegur Alex, pelan.

Andrew memasang raut tanpa dosa. "Tidak, Papa. Tapi semakin banyak mainan yang kupunya, semakin asyik," ia mengedikkan bahu, lalu kembali menatap Brandon. "Jadi, apa yang kau belikan untukku? Apakah kacamata VR? Pedang laser? Drone yang keren?"

"Nanti kau akan tahu. Makan saja dulu," tutur Brandon seraya melirik Alex. Ia puas melihat laki-laki itu berang.

"Ya, makanlah dulu. Setelah itu, kau bisa bermain bersama Brandon sepuasnya," Briony menyodorkan sepotong lasagna ke mulut Andrew.

Tak sabar ingin melihat hadiahnya, Andrew pun makan denga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 149

    Sorot mata Briony seketika berubah makna. Hatinya dipenuhi rasa syukur dan keharuan. "Aku pasti melakukan banyak kebaikan di kehidupan sebelumnya. Kalau tidak, rasanya mustahil aku bisa mendapatkan laki-laki sebaik dirimu," tutur Briony, tulus. Senyum Brandon tersungging mendengar itu. "Akulah yang beruntung mendapatkanmu." "Tidak. Aku yang lebih beruntung. Karena itu," Briony meraih tangan Brandon, "mulai detik ini, aku bersumpah untuk selalu setia padamu. Aku akan menjadi pasangan terbaik untukmu, yang tidak memalukan ataupun merugikan. Aku janji akan lebih kuat dan tegar sehingga tidak perlu merepotkan." Merasa tersentuh, Brandon mengusap pipi Briony. "Kau tidak pernah merugikan ataupun membuatku malu, Bri. Aku justru selalu bangga padamu. Sekarang, kamu mau kugendong kembali ke mobil? Kamu sudah menggunakan kakimu terlalu banyak hari ini. Jangan sampai bengkak lagi." Briony melirik ke arah pintu. "Sekarang?Bagaimana kalau Alex masih ada di luar?"Brandon mengintip sekilas. "D

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 148

    "Apakah ini cukup? Ini kan yang kau mau? Permintaan maaf dariku sambil berlutut. Kau menulisnya di bukumu," ujar Alex, penuh harap. "Tolong maafkan aku, Briony. Aku sadar bahwa ucapanmu benar. Aku memang laki-laki bodoh. Saking bodohnya, aku sampai mengesampingkan cintaku sendiri. Aku memilih wanita yang salah, dan malah membuat gadis yang kucinta menderita. Tapi sekarang aku sudah sadar, Bri. Aku sudah tidak bodoh. Aku tidak akan mengulang kesalahan-kesalahan itu lagi. Tolong—"Briony menarik kakinya mundur dari Alex. Rautnya tegas. "Kau lupa? Kau menyebutnya kutukan, Alex. Kau mau aku menghilang dari hidupmu supaya kau dan keluargamu yang sempurna itu bisa bahagia. Sekarang kukabulkan.""Tidak! Jangan!" Alex merapatkan tangan di depan dada. Wajahnya yang mendongak menampakkan penyesalan. "Kumohon jangan pergi. Aku butuh kamu, Bri. Hidupku bersama Caro tidaklah sempurna. Sejujurnya, aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku bahagia. Saat aku memaksakan diri untuk mengingatnya, ya

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 147

    Alex menggertakkan geraham. Ia tahu ke mana arah pernyataan Briony itu. Brandon. "Tidak apa-apa kalau kau masih marah kepadaku, Briony. Aku terima. Tapi tolong jangan mengambil keputusan sembarangan. Pernikahan itu bukan main-main. Jangan membuat kesalahan yang sama denganku. Pasangan yang tidak tulus hanya akan membuatmu menderita.""Kata siapa Brandon tidak tulus kepadaku?" Briony menggandeng lengan Brandon lalu mendongakkan dagu. "Aku justru bisa merasakan cinta yang tulus berkat dirinya. Kalau tidak ada Brandon, aku mungkin masih terpuruk dalam kesendirian dan kesedihan. Pikiranku yang telah kau racuni, dia yang memulihkannya. Perasaanku yang kau sakiti, dia yang menyembuhkannya. Bersama Brandon, aku yakin hidupku tidak akan menderita."Darah Alex mendidih mendengar perbandingan tersebut. Ia tidak terima posisinya di hati Briony tergeser oleh orang lain, dan ia tidak tahu apa jadinya kalau sampai Brandon menikahi Briony. "Itu hanyalah ilusi yang kau ciptakan untuk menyenangkan d

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 146

    Alis Briony tertaut. Kepalanya tertekan mundur. Dulu, setelah mereka putus, ia selalu berharap Alex mengucapkan itu lagi—bahwa ia mencintainya. Namun, itu terkesan mustahil dan selalu membuatnya putus asa. Sekarang, setelah ia berhasil move on, Alex malah mengatakannya? "Apakah kau sedang mabuk? Kau sadar apa yang baru saja kau katakan?" Ia menggeleng bingung."Aku sangat sadar, Bri. Aku memang mencintaimu. Sampai kapan pun akan selalu begitu," angguk Alex, meyakinkan. Briony mendengus samar. Ia tidak pernah menduga bahwa pernyataan yang dulu sangat ia nantikan sekarang malah membuatnya muak. "Sejam yang lalu, kau baru saja menghinaku. Kau jijik padaku, dan tidak mau lagi melihatku. Sekarang kau malah menyatakan cinta? Trik apa yang sedang kau mainkan, Alex?""Ini bukan trik. Aku baru tahu kalau selama ini, Caro menipuku. Dia menghasutku agar membencimu. Kupikir kau sudah tidur dengan banyak laki-laki karena videomu mabuk di klub malam itu. Aku merasa dikhianati dan sangat terluka.

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 145

    Alex menggeleng tak terima. "Tidak, tidak, tidak. Aku bukan laki-laki berengsek, Bri. Aku hanyalah laki-laki yang terlalu mencintaimu. Karena itu aku merasa sangat sakit saat melihat video dari Caroline itu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya berusaha untuk melindungi hatiku," bisiknya seakan-akan Briony bisa mendengar.Dengan raut gelisah, ia memeriksa halaman selanjutnya. Ia berharap masih ada tulisan lain yang bisa ia baca. Namun ternyata, keputusan tadi adalah finalnya. Sadar bahwa dirinya bisa tergantikan, air matanya mulai menebal. "Aku harus segera meluruskan semua ini. Briony tidak boleh menikah dengan laki-laki lain," desah Alex, panik. Saat itulah, Alex teringat akan perkataan Briony tentang rencana pernikahannya hari ini. Sadar bahwa ia bisa saja terlambat, mata Alex membola. "Mungkinkah mereka sedang mengurus pernikahan di catatan sipil?" simpulnya, tegang. Keringat dingin telah menusuk tengkuknya. "Tidak," gelengnya kaku. "Itu tidak boleh terjadi. Aku harus seg

  • Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik   Bab 144

    "Itu ...." Alex masih ingat buku bergambar beruang itu. Dulu, Briony sering mencurahkan perasaan ke dalamnya. Setiap ia ingin membacanya, Briony selalu melarang. Katanya, semua yang tertulis di dalam situ adalah rahasia. Hanya dirinya dan Tuhan yang boleh tahu. Dalam keheningan, jantung Alex berdetak kencang. Ia gugup, tetapi penasaran. Alhasil, tangannya memungut buku itu dengan perlahan. Saat membuka halaman pertama, jantungnya berhenti berdetak. Ia seperti tertarik ke masa lalu karena di situ, tertempel foto Briony dan dirinya. "Me and my forever love" tertulis di bagian bawah foto. Meskipun sudah dicoret, itu tetap terbaca. Sama seperti wajah Alex yang telah digambari tanduk dan dipenuhi titik-titik tinta. Briony jelas melampiaskan kekesalannya lewat foto tersebut."Ini adalah foto pertama kita sebagai pasangan, Briony. Kenapa kau mencoretnya?" gumam Alex dengan wajah yang dipenuhi kerutan. Setelah mengelus wajah Briony di sana, ia mulai membaca lembaran berikutnya. "Dear Boobo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status