LOGINBriony sangat terpukul ketika sang kekasih melamar sahabatnya di depan matanya sendiri. Bukan hanya dikhianati, ia juga dihina serta dipermalukan di depan publik. Lima tahun kemudian, ia menjadi populer setelah mengangkat kisah cintanya yang menyedihkan itu ke dalam sebuah novel. Akan tetapi, mantan kekasihnya tersinggung dan mengecam hal itu. Konflik mereka kembali memanas sehingga Briony bersumpah untuk tidak berurusan dengannya lagi. Malangnya, takdir berkata lain. Saat sedang mengemudi, Briony tidak sengaja menabrak seorang anak yang ternyata adalah putra Alex, sang mantan kekasih! Sebagai pertanggungjawaban, ia terpaksa merawat sang anak sampai tangannya yang digips pulih. Sanggupkah Briony bertahan hingga tugasnya berakhir? Drama apa lagi yang akan terjadi di antara dirinya dan mantan kekasih? Akankah kehadiran kekasih baru mempermudah langkah Briony atau justru memperunyam masalahnya dengan Alex?
View MoreSetibanya di atas panggung, Brandon langsung menerima penghargaan. Kemudian, ia berdiri di depan mic. Matanya menyapu seisi ruangan sekilas."Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa aku mengajak Briony ke atas panggung. Itu karena aku ingin berterima kasih secara khusus kepadanya," Brandon melirik Briony dan menyunggingkan senyum manis. Kemudian, ia kembali menatap ke depan dan mulai bercerita."Dulu, aku pernah terpuruk—kehilangan motivasi, rasa percaya diri, bahkan jati diriku sendiri. Briony adalah orang yang menyembuhkanku. Dia menghiburku, memberiku kekuatan untuk bangkit, serta alasan untuk aku kembali tersenyum. Berkatnya, aku menemukan jati diriku lagi. Aku kembali percaya diri dan termotivasi. Hingga akhirnya, aku bisa melangkah sejauh ini. Karena itu ...."Brandon meraih tangan Briony dan menatapnya lekat-lekat. "Penghargaan ini kupersembahkan untukmu. Karena tanpamu, aku tidak mungkin bisa mendapatkan
Emily geleng-geleng kepala, tak habis pikir. Setelah menghela napas panjang, ia menghampiri Briony dan memeluknya. "Omong-omong, selamat atas kemenanganmu. Kau pantas mendapatkannya."Sky pun bergabung dengan mereka. "Selamat, Briony. Aku senang bisa menjadi saksi keberhasilanmu malam ini. Setelah acara ini selesai, ayo kita foto bersama.""Dan yang terpenting," Louis ikut beranjak dari kursi dan memeluk ketiga wanita dengan lengan panjangnya, "Briony sudah berhasil mengatasi krisis besar dalam hidupnya. Setelah ini, tidak ada lagi yang bisa meremehkan dan mengusik hubungannya dengan Brandon. Itulah yang harus kita rayakan.""Jadi, setelah acara ini, kita berpesta?" sambut Emily, antusias.Sebelum yang lain menjawab, Cayden cepat-cepat bangkit dan berkata, "Briony, aku ikut senang atas keberhasilanmu. Kau memang layak. Aku juga mau merayakan kemenanganmu, tapi tidak malam ini."
"Mungkin, kalian bertanya-tanya di mana CEO Little Sparks selama ini? Kenapa dia bersembunyi dan merahasiakan identitasnya? Malam ini, izinkan saya untuk menjelaskan," ujar Briony, lugas dan lantang.Ucapan tersebut sukses mengundang keriuhan. Orang-orang menatapnya dengan raut tak senang. "Berani-beraninya dia berkata begitu? Dia pikir dia siapa? Dia tidak berhak menjelaskan apa pun tentang orang lain."Meski demikian, Briony tidak peduli. Tekadnya sudah bulat. Ia lanjut bicara."Sejak lahir, saya sudah dikelilingi oleh orang-orang hebat. Ekspektasi publik begitu tinggi. Tidak jarang, saya dibanding-bandingkan. Karena itu, saat saya membangun Little Sparks dulu, saya tidak mau orang-orang tahu. Saya takut jika Little Sparks gagal, saya akan dihujat dan karyawan perusahaan terkena dampaknya."Ruangan seketika berubah senyap. Tidak ada lagi desas-desus yang terdengar. Hanya gumaman yang se
Andrew mengangguk. "Ya. Briony adalah CEO hebat. Brandon bilang, dia pasti mendapat penghargaan malam ini, setidaknya dua." Ia memamerkan telunjuk dan jari tengahnya.Namun, fokus Alex tidak lagi tertuju pada sang putra. Ia telah kembali menyoroti foto Briony. "Dia ... seorang CEO?" Kecurigaannya semakin nyata."Ya! Briony adalah seorang CEO. Nama perusahaannya Little Sparks. Sebentar lagi diumumkan. Brandon menyuruhku untuk memeriksa berita lagi saat jarum panjang itu pindah ke angka 6."Jantung Alex seakan meledak. Helaan napasnya keluar. Bola matanya bergetar cepat. "Ternyata aku sudah dikalahkan oleh mantanku sendiri?"Mengingat semua hinaan yang pernah ia tujukan kepada Briony, pundak Alex terasa lemas. Ia benar-benar malu pada diri sendiri. Perempuan yang dulu ia kira hanya beban dan tidak bisa apa-apa, ternyata adalah berlian yang belum diasah. Ia betul-betul bodoh telah membuangny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews