Se connecterBriony sangat terpukul ketika sang kekasih melamar sahabatnya di depan matanya sendiri. Bukan hanya dikhianati, ia juga dihina serta dipermalukan di depan publik. Lima tahun kemudian, ia menjadi populer setelah mengangkat kisah cintanya yang menyedihkan itu ke dalam sebuah novel. Akan tetapi, mantan kekasihnya tersinggung dan mengecam hal itu. Konflik mereka kembali memanas sehingga Briony bersumpah untuk tidak berurusan dengannya lagi. Malangnya, takdir berkata lain. Saat sedang mengemudi, Briony tidak sengaja menabrak seorang anak yang ternyata adalah putra Alex, sang mantan kekasih! Sebagai pertanggungjawaban, ia terpaksa merawat sang anak sampai tangannya yang digips pulih. Sanggupkah Briony bertahan hingga tugasnya berakhir? Drama apa lagi yang akan terjadi di antara dirinya dan mantan kekasih? Akankah kehadiran kekasih baru mempermudah langkah Briony atau justru memperunyam masalahnya dengan Alex?
Voir plus"Inilah saatnya Briony. Kau akan segera naik ke atas panggung," bisik Louis, usil. "Berhentilah meledek Briony, Louis. Kau hanya akan membuatnya semakin tegang," omel Emily. "Aku bukan meledek, tapi memberinya dukungan," sangkal Louis dengan tampang lugu. Kemudian, tatapannya kembali tertuju kepada Briony. "Saat kau menaiki tangga nanti, perhatikan langkahmu. Tidak lucu kalau kau tersandung karena gugup."Emily geleng-geleng tak habis pikir. Mengapa saudara kembarnya itu tidak pernah dewasa? "Sky, tolong kendalikan suamimu. Suruh dia berhenti mengusili Briony.""Aku tidak bisa apa-apa soal itu, Em. Dia sudah usil sejak lahir. Kau yang paling tahu," Sky mengedikkan bahu. Emily menghela napas lelah. "Benar. Dia memang selalu begini. Hanya orang-orang yang tidak mengenalnya yang berpikir kalau dia dewasa. Briony, jangan kau pikirkan omongan Louis. Santai saja."Briony tersenyum kecil dan mengangguk. Namun, debar jantungnya terasa hingga ke perut. Brandon bisa merasakan kegugupannya it
Para fotografer terkejut mendengarnya. Mereka tak menduga ada yang seberani itu bersuara. Mereka langsung menyoroti ekspresi Briony dan Brandon dengan kamera. Sementara itu, wartawan lain diam-diam tersenyum mengejek. Mereka berpikir Briony perlu diberi pelajaran.Untungnya, Briony tidak terusik. Ia menyangkal dengan lantang, "Tidak. Saya diundang sebagai salah satu nomine."Wajah para wartawan seketika berubah kaku. Bahkan si penanya kini terlihat seperti patung."N-nomine?" desahnya ragu.Briony mengangguk. "Karena Brandon juga masuk nominasi dan diundang ke acara ini, sekalian saja kami datang bersama. Tidak ada salahnya, kan?"Desas-desus kembali terdengar. "Dia masuk nominasi kategori apa? Memangnya dia punya perusahaan atau pengaruh besar dalam bidang bisnis? Mungkinkah pihak penyelenggara melakukan kesalahan atau dia yang mengada-ada?"
Sesuai dugaan Brandon, publik menolak untuk percaya dengan klarifikasi. Selama beberapa hari, media sosial Briony dipenuhi hujatan. Brandon sampai melarang Briony untuk membuka media sosial, takut sang kekasih merasa sedih atau terintimidasi. Ke mana-mana pun selalu ia temani. Ia tidak mau Briony di-bully.Hingga akhirnya, acara penghargaan tiba. Mereka datang dengan setelan jas dan gaun berwarna senada. Hitam membuat mereka tampak gagah dan elegan."Sudah siap?" tanya Brandon saat mobil mereka berhenti.Briony melirik ke luar jendela. Para wartawan sudah standby dengan mic masing-masing, sedangkan para fotografer sudah mengangkat kamera. Ia pun menghela napas cepat dan menggenggam tangan Brandon lebih erat."Ayo kita hadapi mereka," angguk Briony sambil berusaha melunturkan ketegangan. Meski demikian, jantungnya tetap berdetak tak karuan.Begitu Bra
Tiba-tiba, Brandon memegang pundaknya. "Apa ada masalah?"Briony refleks menepis tangan Brandon. Mata bulatnya menatap sang kekasih seakan-akan ia orang jahat. Saat kesadarannya kembali, barulah ia mengerjap."Maaf. Kupikir kau orang jahat.""Orang jahat?" Brandon mengernyitkan dahi. Kemudian, ia melirik ponsel Briony. "Siapa yang menelepon tadi?""Apakah ada yang mengganggumu, Briony? Wajahmu sampai pucat," tanya Andrew, tak kalah khawatir.Briony menarik napas dalam-dalam. Setelah menenangkan diri, ia menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Kalau tidak, Andrew pasti banyak tanya."Jadi, seseorang menyebarkan videomu yang sudah diedit? Orang-orang jadi berpikir kalau kau melakukan sesuatu yang buruk? Tapi sekarang, video itu sudah dilaporkan dan akan dihapus?" simpul bocah itu dengan wajah serius.&nb






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires