เข้าสู่ระบบBriony sangat terpukul ketika sang kekasih melamar sahabatnya di depan matanya sendiri. Bukan hanya dikhianati, ia juga dihina serta dipermalukan di depan publik. Lima tahun kemudian, ia menjadi populer setelah mengangkat kisah cintanya yang menyedihkan itu ke dalam sebuah novel. Akan tetapi, mantan kekasihnya tersinggung dan mengecam hal itu. Konflik mereka kembali memanas sehingga Briony bersumpah untuk tidak berurusan dengannya lagi. Malangnya, takdir berkata lain. Saat sedang mengemudi, Briony tidak sengaja menabrak seorang anak yang ternyata adalah putra Alex, sang mantan kekasih! Sebagai pertanggungjawaban, ia terpaksa merawat sang anak sampai tangannya yang digips pulih. Sanggupkah Briony bertahan hingga tugasnya berakhir? Drama apa lagi yang akan terjadi di antara dirinya dan mantan kekasih? Akankah kehadiran kekasih baru mempermudah langkah Briony atau justru memperunyam masalahnya dengan Alex?
ดูเพิ่มเติมBriony kini ingin menangis. Namun, ia masih berusaha mempertahankan ekspresi. Saat Joseph mengecup pipinya, ia hampir terisak. Untungnya, pria itu kemudian bangkit dan masuk ke kamar mandi. Begitu terdengar bunyi pintu ditutup, Briony langsung duduk dan mengelap pipi."Menjijikan sekali," ringisnya dengan air mata yang menitik. Sadar bahwa waktunya tidak banyak, ia pun merogoh saku. Sayangnya, ponselnya tidak ada di situ."Apakah Joseph mengambil ponselku?" Briony berusaha mengingat-ingat. Karena hasilnya nihil, ia mencari cara lain.Saat itulah, ia tidak sengaja melihat sebuah ponsel tergeletak di atas meja. Dalam sekejap, matanya berubah cerah. Jalan keluar seolah terbentang di hadapannya. "Itu pasti ponsel Joseph," serunya dalam hati.Briony pun bergegas meraihnya. Wajahnya sempat meredup saat menemukan ponsel tersebut dalam keadaan terkunci. Namun, begitu melihat tombol pa
"Mereka tidak berdua. Philip pasti menelepon polisi dan meminta bantuan," ujar Barbara, berharap Alex tidak melanggar peringatan. Masalah bisa bertambah runyam kalau Philip bertengkar dengan Alex di sana.Sayangnya, tekad Alex sudah bulat. "Polisi belum tentu datang cepat. Aku tetap harus membantu. Abigail, tolong jaga Andrew," pintanya tergesa-gesa."Kau mau pergi dengan apa? Mau pinjam mobilku?" tanya Abigail seraya menunjuk ke pekarangan.Alex bergeming sejenak. Wajahnya sekilas tampak bersalah. "Sebetulnya, aku membawa mobil. Kuparkirkan di tempat tersembunyi supaya kalian tidak curiga."Abigail dan Barbara tercengang. Melihat mereka mematung, Andrew kembali bertanya, "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Briony harus diselamatkan?""Briony diculik oleh orang jahat. Selagi Papa pergi menyelamatkannya, jadilah anak baik di sini. Jangan merepotkan Abigail," pin
"Briony hilang. Laki-laki ini yang menyembunyikannya," terang Philip dengan suara tertahan yang penuh penekanan.Ekspresi Barbara sontak berubah tegang. "Hilang bagaimana? Bukankah dia sudah kembali ke penginapan?"Philip tersentak. Cengkeraman tangannya melemah. "Kau tahu dia kembali ke penginapan?""Aku sempat ke kamar kecil tadi. Saat aku kembali, Briony tidak ada, jadi aku mencarinya. Ternyata dia sudah berdamai dengan Alex. Jadi kubiarkan saja dia kembali ke penginapan sendiri. Kupikir, karena Alex di sini, tidak ada yang mengancamnya lagi. Kau yakin dia tidak ada di penginapan?" timpal Barbara diwarnai keraguan."Kau tidak mendengar teriakannya?" tanya Philip lagi.Barbara dan Abigail kompak menggeleng. "Di sini banyak anak-anak. Bisa kau dengar sendiri seberisik apa mereka," tunjuk Abigail ke dalam.Philip menghela napas c
Firasat buruk langsung merasuki hati Brandon. Khawatir sang kekasih kenapa-kenapa, ia langsung berlari, meninggalkan tabletnya di meja. Baru beberapa langkah keluar dari kamar, ia berpas-pasan dengan Philip."Kau juga dengar?" tanya calon mertuanya itu dengan wajah tegang.Brandon mengangguk. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka berdua mendatangi sumber suara. Sayangnya, tidak ada siapa-siapa di jalan setapak. Setibanya di sana, mereka celingak-celinguk mencari jejak."Bukankah suara Briony datang dari sini?" gumam Philip seraya menyisir situasi sekitar.Brandon mengangguk. Namun, ia enggan mengakui bahwa mereka kehilangan jejak. Karena itu, ia mengeluarkan ponselnya. Sambil lanjut berjalan, ia berniat untuk memeriksa GPS yang ia pasang di ponsel Briony. Saat itulah, ia tidak sengaja melihat ponsel lama dan kunci mobil Briony tergeletak di atas tanah. Tak jauh dari sana, ia juga
Briony menarik napas dalam-dalam. "Apa maksudmu? Brandon belum menikah. Kau pasti salah orang."Caroline mendengus menghina. "Kau masih menyangkal?" "Menyangkal apanya? Bukankah kau baru saja membicarakan orang yang kucinta? Brandonlah orangnya, dan dia belum menikah karena aku juga. Kami berencan
Alis Briony tertaut. Kepalanya tertekan mundur. Dulu, setelah mereka putus, ia selalu berharap Alex mengucapkan itu lagi—bahwa ia mencintainya. Namun, itu terkesan mustahil dan selalu membuatnya putus asa. Sekarang, setelah ia berhasil move on, Alex malah mengatakannya? "Apakah kau sedang mabuk? K
Sorot mata Briony seketika berubah makna. Hatinya dipenuhi rasa syukur dan keharuan. "Aku pasti melakukan banyak kebaikan di kehidupan sebelumnya. Kalau tidak, rasanya mustahil aku bisa mendapatkan laki-laki sebaik dirimu," tutur Briony, tulus. Senyum Brandon tersungging mendengar itu. "Akulah ya
Lagi-lagi, hanya deru napasnya sendiri yang terdengar. Tak terima dirinya diabaikan, Alex mulai menerka-nerka."Apakah ini karena Brandon? Laki-laki itu melarangmu untuk kembali padaku?" tanya Alex seolah-olah Briony berdiri di balik pintu. Kemudian, ia menyimpulkan sendiri. "Jangan dengarkan dia,












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น