MasukBriony sangat terpukul ketika sang kekasih melamar sahabatnya di depan matanya sendiri. Bukan hanya dikhianati, ia juga dihina serta dipermalukan di depan publik. Lima tahun kemudian, ia menjadi populer setelah mengangkat kisah cintanya yang menyedihkan itu ke dalam sebuah novel. Akan tetapi, mantan kekasihnya tersinggung dan mengecam hal itu. Konflik mereka kembali memanas sehingga Briony bersumpah untuk tidak berurusan dengannya lagi. Malangnya, takdir berkata lain. Saat sedang mengemudi, Briony tidak sengaja menabrak seorang anak yang ternyata adalah putra Alex, sang mantan kekasih! Sebagai pertanggungjawaban, ia terpaksa merawat sang anak sampai tangannya yang digips pulih. Sanggupkah Briony bertahan hingga tugasnya berakhir? Drama apa lagi yang akan terjadi di antara dirinya dan mantan kekasih? Akankah kehadiran kekasih baru mempermudah langkah Briony atau justru memperunyam masalahnya dengan Alex?
Lihat lebih banyak"Mungkin, kalian bertanya-tanya di mana CEO Little Sparks selama ini? Kenapa dia bersembunyi dan merahasiakan identitasnya? Malam ini, izinkan saya untuk menjelaskan," ujar Briony, lugas dan lantang.Ucapan tersebut sukses mengundang keriuhan. Orang-orang menatapnya dengan raut tak senang. "Berani-beraninya dia berkata begitu? Dia pikir dia siapa? Dia tidak berhak menjelaskan apa pun tentang orang lain."Meski demikian, Briony tidak peduli. Tekadnya sudah bulat. Ia lanjut bicara."Sejak lahir, saya sudah dikelilingi oleh orang-orang hebat. Ekspektasi publik begitu tinggi. Tidak jarang, saya dibanding-bandingkan. Karena itu, saat saya membangun Little Sparks dulu, saya tidak mau orang-orang tahu. Saya takut jika Little Sparks gagal, saya akan dihujat dan karyawan perusahaan terkena dampaknya."Ruangan seketika berubah senyap. Tidak ada lagi desas-desus yang terdengar. Hanya gumaman yang se
Andrew mengangguk. "Ya. Briony adalah CEO hebat. Brandon bilang, dia pasti mendapat penghargaan malam ini, setidaknya dua." Ia memamerkan telunjuk dan jari tengahnya.Namun, fokus Alex tidak lagi tertuju pada sang putra. Ia telah kembali menyoroti foto Briony. "Dia ... seorang CEO?" Kecurigaannya semakin nyata."Ya! Briony adalah seorang CEO. Nama perusahaannya Little Sparks. Sebentar lagi diumumkan. Brandon menyuruhku untuk memeriksa berita lagi saat jarum panjang itu pindah ke angka 6."Jantung Alex seakan meledak. Helaan napasnya keluar. Bola matanya bergetar cepat. "Ternyata aku sudah dikalahkan oleh mantanku sendiri?"Mengingat semua hinaan yang pernah ia tujukan kepada Briony, pundak Alex terasa lemas. Ia benar-benar malu pada diri sendiri. Perempuan yang dulu ia kira hanya beban dan tidak bisa apa-apa, ternyata adalah berlian yang belum diasah. Ia betul-betul bodoh telah membuangny
Briony yang baru saja tiba pun mengedikkan bahu. "Bukankah aku memang perwakilan perusahaan?""Kau seharusnya memperkenalkan diri sebagai CEO, Bri. Bungkam mulut orang-orang yang telah menyebutmu tak bisa apa-apa," protes Louis."Briony berbeda darimu, Louis. Dia rendah hati dan tidak sombong," celetuk Emily, disambut oleh tawa kecil Sky.Louis melirik kedua wanita yang mengapitnya dengan raut tak terima. "Aku tidak sombong. Hanya saja, menunjukkan eksistensi terkadang penting, khususnya dalam kasus Briony.""Louis benar," timpal Brandon tak terduga. "Untuk penghargaan selanjutnya, jangan menggunakan kata perwakilan lagi. Kamu harus menuntaskan rencana kita, Sayang."Lengkung bibir Briony menciut. Beban di pundaknya bertambah lagi. "Apakah aku mengacau? Maaf. Aku terlalu gugup tadi. Aku cuma mengucapkan apa yang terlintas di otak.""Ti
"Inilah saatnya Briony. Kau akan segera naik ke atas panggung," bisik Louis, usil. "Berhentilah meledek Briony, Louis. Kau hanya akan membuatnya semakin tegang," omel Emily. "Aku bukan meledek, tapi memberinya dukungan," sangkal Louis dengan tampang lugu. Kemudian, tatapannya kembali tertuju kepada Briony. "Saat kau menaiki tangga nanti, perhatikan langkahmu. Tidak lucu kalau kau tersandung karena gugup."Emily geleng-geleng tak habis pikir. Mengapa saudara kembarnya itu tidak pernah dewasa? "Sky, tolong kendalikan suamimu. Suruh dia berhenti mengusili Briony.""Aku tidak bisa apa-apa soal itu, Em. Dia sudah usil sejak lahir. Kau yang paling tahu," Sky mengedikkan bahu. Emily menghela napas lelah. "Benar. Dia memang selalu begini. Hanya orang-orang yang tidak mengenalnya yang berpikir kalau dia dewasa. Briony, jangan kau pikirkan omongan Louis. Santai saja."Briony tersenyum kecil dan mengangguk. Namun, debar jantungnya terasa hingga ke perut. Brandon bisa merasakan kegugupannya it






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan