MasukBriony sangat terpukul ketika sang kekasih melamar sahabatnya di depan matanya sendiri. Bukan hanya dikhianati, ia juga dihina serta dipermalukan di depan publik. Lima tahun kemudian, ia menjadi populer setelah mengangkat kisah cintanya yang menyedihkan itu ke dalam sebuah novel. Akan tetapi, mantan kekasihnya tersinggung dan mengecam hal itu. Konflik mereka kembali memanas sehingga Briony bersumpah untuk tidak berurusan dengannya lagi. Malangnya, takdir berkata lain. Saat sedang mengemudi, Briony tidak sengaja menabrak seorang anak yang ternyata adalah putra Alex, sang mantan kekasih! Sebagai pertanggungjawaban, ia terpaksa merawat sang anak sampai tangannya yang digips pulih. Sanggupkah Briony bertahan hingga tugasnya berakhir? Drama apa lagi yang akan terjadi di antara dirinya dan mantan kekasih? Akankah kehadiran kekasih baru mempermudah langkah Briony atau justru memperunyam masalahnya dengan Alex?
Lihat lebih banyak"Kau tahu? Beberapa hari terakhir, aku berpikir keras mencari hadiah apa yang cocok untuk kalian. Tapi kemudian, aku sadar kalau barang dari mantan tidak bagus untuk memulai lembaran baru. Karena itu, aku memutuskan untuk tidak membeli apa-apa. Yang bisa kuberikan cuma doa semoga kalian hidup harmonis dan bahagia selamanya."Briony kembali mengangguk. Senyumnya tampak rapuh. "Terima kasih.""Selain itu, aku juga ingin meminta maaf. Aku sudah merebut nama anak yang kau buat dulu," Alex menunjuk Andrew. Ia perlu jeda sejenak agar matanya tidak semakin basah dan merah. Suaranya juga tidak boleh goyah."Itu bukan masalah, Alex. Aku membuatnya memang untukmu. Nama Andrew mengikuti inisialmu. Sekarang, karena aku bersama Brandon, aku membutuhkan nama baru yang berinisial B. Kami akan menjadi keluarga B," Briony melirik Brandon dan tersenyum.Alex mengangguk-angguk. Ia merasa kerongkongann
Andrew tertawa kecil mendengarnya. "Tidak apa-apa, Briony. Aku mengerti. Kalian berdua adalah pangeran dan tuan putri hari ini. Untuk itu, selamat atas pernikahan kalian!" Ia memeluk Briony lagi.Briony menepuk-nepuk punggungnya dan mengangguk. "Terima kasih, Andrew. Aku senang kau hadir di acara penting kami.""Omong-omong, kau sudah dua kali memeluk Briony, tapi aku di sini tidak tersentuh. Kapan kau mau memelukku?" ujar Brandon seolah-olah mengambek.Andrew tersenyum simpul. Lirikan matanya menyimpan sesuatu. "Memangnya kau butuh pelukan dariku? Kau sudah mendapatkan pelukan terbaik tadi. Dari Briony!""Tapi aku juga butuh pelukan darimu. Kau adalah sahabat spesialku," Brandon merentangkan tangan.Meski wajahnya terlihat enggan, Andrew tetap mendekat dan memeluk sang mempelai pria. "Baiklah, karena kau memaksa. Selamat atas pernikahanmu, Brandon. Jagala
Detik itu pula, jarum jam seakan tertahan. Waktu yang pernah mereka lewati bersama terputar cepat dengan sendirinya. Kenangan manis dan pahit melebur mengaburkan rasa.Briony masih ingat betapa ia mencintai laki-laki itu dulu. Ia bahkan pernah bermimpi untuk menikah dengannya, mengenakan gaun tercantik dan berjalan ke arahnya yang menunggu di altar. Mereka akan mengucap janji setia dan menjadi pasangan yang sah, punya anak yang lucu-lucu, hidup bahagia, dan menua bersama.Sekarang, di hari pernikahannya, ia memang mengenakan gaun putih yang sangat indah dan berjalan dengan anggun menuju altar. Namun, bukan Alex yang berdiri di ujung sana. Pria itu justru duduk di kursi tamu, sedangkan ia berjalan melewatinya. Seketika, Briony sadar. Keadaan sudah jauh berbeda.'Aku memang pernah mencintaimu dengan segenap hatiku, Alex. Aku juga pernah membencimu dengan segenap jiwaku. Tapi sekarang, aku tidak merasakan kedua
Andrew kembali menatap Summer dengan mata berkaca-kaca. Selang perenungan singkat, ia memutuskan, "Baiklah. Aku tidak akan memikirkannya sekarang. Tapi, River, bisakah kau menungguku? Kau lebih tua dariku. Kau akan menjadi dewasa lebih dulu. Tidak adil kalau kau menjadikan Summer pacarmu sebelum aku dewasa."Alex tercengang. Ia langsung melirik River, penasaran dengan responsnya. Tanpa terduga, bocah itu mengangguk ringan. "Ayo kita bahas lagi kalau umurmu sudah 18 tahun. Itu pun kalau kau masih menyukai Summer. Perasaanmu mungkin saja berubah.""Kurasa tidak. Aku sangat-sangat menyukainya. Sampai kapan pun, aku akan tetap menyukainya.""Bicara memang mudah. Tapi kenyataannya, ayo kita lihat nanti.""Oke."Kedua bocah itu bersalaman, lalu kembali mengamati Summer. Alex terheran-heran melihat mereka. Tidak ada aroma persaingan yang menguar. Mereka justru terlihat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan