Se connecter"Suaramu saat menyapa penumpang di kabin sangat merdu, Sasqia. Tapi saya lebih penasaran, apakah suara desahanmu akan seindah itu saat kamu berada di bawah kungkunganku malam ini?" Sasqia Adhisty, seorang pramugari cantik yang tidak pernah bisa memilih. Ia terjebak di antara tiga bersaudara. Tubuhnya terikat skandal dengan Kaelix sang CEO maskapai EBA, hatinya luluh pada Tristan sang Pilot, sementara jiwanya terpasung hutang budi pada Jevier sang Dokter. Satu wanita untuk tiga pria berkuasa. Di balik pintu tertutup, mereka adalah predator yang tak mau berbagi mangsa. "Jadi, Sasqia ... ranjang siapa yang akan kamu pilih untuk mendesah malam ini?”
Voir plusSiang itu, rumah megah yang baru mereka tempati masih terasa lengang. Tak ada suara pelayan, tak ada suara langkah kaki selain milik Sasqia yang sibuk mondar-mandir di dapur luas bernuansa putih dan krem. Beberapa saat sebelumnya, Kaelix mengirim pesan singkat. | sy pulang utk makan siang. Karena itulah Sasqia memutuskan memasak sendiri. Ia ingin melakukan sesuatu sebagai seorang istri. Meski hanya menyiapkan makan siang. Pisau di tangannya bergerak perlahan membelah sayuran di atas talenan. Namun pikirannya sama sekali tidak berada di dapur. Ucapan Miriam terus berputar di kepalanya. ‘Saya tidak mau satu pun cucu keluarga Enver lahir dari rahim kamu.’ Gerakan tangannya melambat. Tatapannya kosong menatap potongan wortel di depannya. “Jadi ...,” suaranya nyaris tak terdengar. “Posisiku di rumah ini sebenernya apa?” Ia tersenyum pahit. “Cuma pajangan? Atau … cuma perempuan yang memenuhi kebutuhan Mas Kael setiap malam?” Napasnya terasa berat. “Aku pikir ... dengan gak jadi m
Di ambang pintu ruang keluarga, Miriam berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada. Tatapan wanita paruh baya itu menyapu seluruh ruangan sebelum kembali berhenti pada Sasqia. Tatapan yang dingin, dan penuh penilaian. “Rumah ratusan miliar,” ucap Miriam sambil melangkah masuk perlahan. “Cepat sekali kamu mendapatkannya.” Sasqia buru-buru menggeleng. “Bu, ini bukan—” “Tidak usah menjelaskan.” Miriam memotong ucapannya. “Kaelix memang selalu royal. Tapi saya tidak menyangka, dia bisa sebuta ini.” Sasqia menundukkan kepalanya. “Saya tidak pernah meminta rumah ini.” “Tentu saja.” Miriam tersenyum tipis, namun senyum itu tak mencapai matanya. “Orang yang pintar memang tidak pernah meminta. Mereka cukup membuat orang lain memberikannya dengan sukarela.” Kalimat itu menghantam telak. Sasqia mengangkat kepalanya perlahan. “Ibu salah paham.” “Salah paham?” Miriam tertawa pelan. “Kalau begitu jelaskan pada saya.” Tatapannya berubah semakin tajam. “Dalam hitungan hari setelah menikah
“Apa?” seru Miriam dengan mata membulat. “Kaelix membeli rumah seharga ratusan miliar atas nama istrinya?” Martha mengangguk hormat. “Iya, Nyonya. Informasi itu baru saya terima pagi ini. Sertifikat rumah tersebut langsung menggunakan nama Nyonya Sasqia.” Untuk beberapa saat, ruang makan dipenuhi keheningan. Miriam memejamkan mata sesaat, lalu menghembuskan napas panjang. “Kaelix benar-benar sudah kehilangan akal,” gerutunya. “Baru kenal perempuan itu, baru menikah beberapa hari, tapi sudah memberikan aset sebesar itu.” Nada bicaranya semakin tajam. “Apa dia lupa kalau keluarga istrinya sangat mata duitan? Jangan-jangan mereka memang mengincar semua harta Kaelix sejak awal.” “Kenapa pagi-pagi sudah marah begitu?” Suara Remmer terdengar dari arah pintu ruang makan. Pria paruh baya itu berjalan masuk dengan langkah santai, disusul Tristan yang menggendong Sana di pelukannya. Tak lama kemudian, Jevier ikut bergabung dan menarik kursi tanpa banyak bicara. Miriam langsung menoleh
Setelah menghabiskan hampir dua minggu berlibur di Paris untuk bulan madu mereka, Kaelix dan Sasqia akhirnya kembali ke Indonesia. Pesawat pribadi mendarat mulus di Bandara pada larut malam. Sasqia mengira mereka akan langsung pulang ke apartemen Kaelix seperti biasa, tapi mobil yang menjemput justru melaju ke arah yang berbeda. “Mas, kita mau ke mana? Ini bukan jalan ke apartemen,” tanya Sasqia sambil menoleh ke suaminya. Kaelix hanya tersenyum tipis, satu tangannya meraih tangan Sasqia dan menggenggamnya erat. “Kamu akan tahu sebentar lagi.” Mobil meluncur memasuki kawasan elit di, melewati gerbang keamanan tinggi sebelum berhenti di depan sebuah rumah mewah bergaya modern-contemporary yang sangat luas. Lampu taman menyala lembut, menerangi halaman depan yang luas dengan air mancur elegan dan taman yang tertata rapi. Sasqia membulatkan matanya saat mobil berhenti tepat di depan pintu masuk utama. Rumah itu jauh lebih besar dari apartemen sebelumnya—dua lantai, desain
“Mas semalam ke rumah sakit, ya?” tanya Sasqia pelan, membuka percakapan lebih dulu saat mereka makan siang bersama. Sendok di tangan Tristan terhenti di udara. Ia lalu meletakkannya kembali di atas piring, sebelum menatap Sasqia. “Kamu tahu dari mana?” Sasqia tersenyum kecil. “Semalam Tuan Kael
“Om Tristan ke mana, Sus?” tanya Sana siang itu dengan suara kecil. Usai makan dan menelan obatnya, tubuh mungilnya diminta beristirahat. Ia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit, selimut menutupi hingga dada. Babysitter yang menemaninya duduk di kursi dekat ranjang, mengusap pelan rambut h
“Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s
“Jangan bilang kamu belum punya jawabannya,” ujar Tristan pelan, matanya menyipit tipis. “Sudah hampir satu minggu, kan? Besok tepat hari ketujuh sejak saya menyatakan perasaan.” Jantung Sasqia berdegup keras. Tujuh hari. Ternyata Tristan menghitungnya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus