Share

Chapter 118 — Ekspektasi Zero Yang Kacau

Hari dengan cepat berlalu, kini tibalah hari yang telah dinanti-nanti oleh Zero, hari dimana ia mengajak Aquila untuk menghabiskan waktu bersama menuju villanya yang indah.

Zero sudah membayangkan hal-hal yang menyenangkan, seperti duduk bersebelahan di dalam kereta kuda sembari membahas nostalgia masa kecil yang menyenangkan, berjalan-jalan ringan sambil menikmati pemandangan alam yang indah, dan menghabiskan malam bersama. Itu semua sudah berada di dalam ekspektasi Zero, tapi...

Tapi...

Kenapa tiba-tiba ada pria bertubuh besar yang duduk ditengah-tengah dan memisahkan posisinya dengan Aquila?

Sial.

Kenapa, sih, pria ini harus ikut?

Zero menoleh kepada Alaster yang duduk persis di antara dirinya dengan Aquila. Ekspresi Zero jelas memberi tanda kalau ia tidak nyaman, tapi, Alaster yang menyadari hal itu hanya memasang senyum lebarnya.

"Pemandangannya sangat indah, ya, Yang Mulia." Alaster tersenyum, senyum yang membuat kekesalan Zero bertambah dua kali lipat.

Zero segera memalingkan w
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status