Share

18. KETAHUAN?

Author: Mona Cim
last update Last Updated: 2025-12-17 09:19:58

Semua orang terkejut melihat kedatangan Zien Cheng yang berjalan dengan gagah menuju ke hadapan Grandmaster. Pemuda itu berlutut, hormat pada tetua dan senior.

"Mohon ampuni keterlambatanku. Aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk mencari pedangku yang hilang. Grandmaster, Senior Bo, dan Nona An Ran, berikanlah kesempatan padaku untuk melakukan pengambilan nilai kedua. Aku mohon ... kali ini saja. Aku akan menunjukkan kemampuanku dengan maksimal. Jika perlu, aku siap menerima hukuman atas keterlambatanku," ucap Zien Cheng memohon dengan segala kerendahan hatinya.

An Ran melirik Senior Bo yang menatap remeh pada Zien Cheng. Terlihat sekali bahwa pria dan wanita itu sama -sama tak menyukai Zien Cheng. Namun, Grandmaster terlihat tenang sedari tadi. Membuat keduanya merasa khawatir jikalau Grandmaster memberikan kesempatan pada Zien Cheng.

"Alasanmu diterima. Tetapi kau tetap mendapatkan hukuman dariku. Sekarang, kau tunjukkan permainan pedang yang kau pelajari tadi malam," ucap Grand
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   23. LETAK KITAB ILMU PENDEKAR NAGA HITAM

    Semakin dalam alam bawah sadar membawa Zien Cheng menembus lautan, maka tampaklah seorang pria dengan pakaian pendekar serba hitam sedang bertapa di dalam sebuah gua bawah laut. Meski wajahnya tak terlihat, tetapi Zien Cheng dapat melihat bayangan naga hitam yang mengelilingi pendekar tersebut.'Dia pendekar naga hitam?'Tiba-tiba Zien Cheng merasakan penglihatannya diserer kembali ke lautan paling dalam hingga mencapai dasar laut. Ada sebuah kerang raksasa yang berkilau di sana. Dalam penglihatan Zien Cheng, kerang raksasan itu terbuka sendiri. Tampaklah sebuah kitab berwarna hitam di dalamnya. Sampul kitab itu tercetak motif naga hitam yang timbul. Di sini Zien Cheng sudah sadar, bahwa ia sedang diperlihatkan keberadaan kitab ilmu pendekar naga hitam yang harus ia cari."Hei, kau! Bangun!"Kesadaran Zien Cheng bagai tersedot. Penglihatannya seketika kabur dan gelap. Begitu ia membuka mata, Zien Cheng sudah berada di dunia nyata. Zien Cheng mendongkak, mendapati Senior Bo di hadapann

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   22. HUKUMAN PEMBUKA RAHASIA

    Zien Cheng bergabung pada pelatihan ketiga ketika sore menjelang. Walau dua pelatihan tertinggal, tetapi pemuda itu tetap mengikuti latihan terakhir untuk hari ini."Sekarang lakukan gerakan yang dilatihkan dari pelatihan satu dan pelatihan dua hari ini. Lalu disambung dengan pelatihan ketiga. Gerakan paling kacau akan mendapatkan hukuman!" titah Senior Bo.Senior Bo menoleh ada Zien Cheng yang menatapnya penuh arti. Perlahan muncul seringai kecil di bibir murid senior tersebut. Ia sengaja melakukan hal ini, sebab tahu jikalau Zien Cheng tertinggal dua pelatihan. Sialnya, hari ini hanya Senior Bo yang melatih mereka."Mulai!"Semua murid melakukan gerakan jurus yang dilatihkan dari pelatihan satu dan dua. Sebagian besar dari mereka melakukannya dengan baik. Meski ada beberapa orang yang lupa gerakan yang diajarkan. Namun, tentu saja yang paling kacau adalah Zien Cheng. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan seraya meniru gerakan mereka.'Sial. Mengapa dia melakukan ini padaku? Tentu saja ku

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   21. SERANGAN PANAH

    Sebuah anak panah menancap di tanah. Sontak saja membuat Zien Cheng langsung mengamankan Mei An di belakang tubuhnya. Ditariknya pedang di samping tubuhnya, lalu memasang posisi siaga dengan tatapan siaga menatap sekitar."Siapa kau?! Jangan jadi pengecut hanya melakukan penyerangan secara sembunyi-sembunyi saja. Tidakkah kau malu dengan tindakan hinamu ini?" ketus Zien Cheng.Tiba-tiba dari arah samping kanan, melesat sebuah anak panah lagi. Tetapi kali ini Zien Cheng dapat menangkisnya dengan cepat. Hingga anak panah itu terjatuh ke tanah."KELUAR KAU BRENGSEK!" teriak Zien Cheng marah."Zien Cheng, lebih baik kita segera pergi dari sini," ucap Mei An yang ada di belakangnya."Tidak, Mei An. Jika kita lengah menuju jalan pulang, penjahat itu bisa saja memanah kita dari belakang. Aku tak ingin kau terluka, Mei An," sahut Zien Cheng."Aku bisa mengatasinya. Percayalah," sahut Mei An."Bagiamana bisa--"Mei An langsung menangkap anak panah yang meluncur ke arah punggung Zien Cheng. Gad

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   20. MENCARI TANAMAN OBAT

    Senior Bo menghadap Pimpinan Wang yang sedang memantau asrama dari atas gedung tertinggi istana sekte Bung Petir. Perasaannya yang gelisah rupanya langsung ditangkap oleh pimpinan sekte tersebut bahkan sebelum ia mengadu."Apa yang tengah kau khawatirkan, Bo Hong Shan?" tanya Pimpinan Wang tanpa mengalihkan tatapannya pada asrama yang penuh dengan murid sedang berlatih."Aku baru saja mendapatkan informasi bahwa Mei An kan pergi menemani murid ren--maksudku murid junior yang bernama Zien Cheng menjalani hukumannya. Mei An ikut dengannya pergi ke hutan terdalam mencari tanaman obat langka. Bukankah ini sedikit berlebihan, Ketua?""Apa yang berlebihan dari kegiatan mereka?""Y-ya ... berlebihan karena Mei An harus menemaninya. Zien Cheng sedang mendapatkan hukuman. Biar saja dirinya yang menjalani sendiri. Mengapa Mei An harus ikut bersamanya?" sahut Senior Bo.Pimpinan Wang kini menghadapkan tubuhnya pada Senior Bo dengan raut wajah yang kelewat tenang. "Mei An yang mengatakannya sendi

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   19. PERGI BERSAMA

    Papan pengumuman dipadati oleh para murid untuk melihat nilai kedua mereka. Ternyata yang berada di urutan pertama sebagai perolehan nilai tertinggi adalah Zien Cheng. Hal tersebut memicu perdebatan kecil antara murid satu sama lain. Terutama bagi tiga murid nakal yang tak terima dengan perolehan nilai yang didapatkan oleh Zien Cheng yang notabennya murid buangan.Guan Chen keluar dari kerumunan itu, disusul oleh kedua temannya. Tampak mereka sama. Sama-sama menyiratkan sebuah kebencian terhadap hasil yang tertera di papan pengumuman itu."Bagaimana bisa bocah itu dapat nilai tertinggi. Ini benar-benar di luar dugaan," keluh Guan Cheng."Harusnya kita memberikan pelajaran yang lebih parah padanya. Hingga dia tak bisa mengikuti pengambilan nilai waktu itu," kata Fang Xio."Tidak masalah. Masih tersisa lima pengambilan nilai lagi untuk babak satu. Kita harus benar-benar mengerjainya kali ini. Harga diriku ikut tercoreng ketika mendapati dirinya menjadi yang terhebat pada penilaian kedua

  • Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam   18. KETAHUAN?

    Semua orang terkejut melihat kedatangan Zien Cheng yang berjalan dengan gagah menuju ke hadapan Grandmaster. Pemuda itu berlutut, hormat pada tetua dan senior."Mohon ampuni keterlambatanku. Aku menghabiskan cukup banyak waktu untuk mencari pedangku yang hilang. Grandmaster, Senior Bo, dan Nona An Ran, berikanlah kesempatan padaku untuk melakukan pengambilan nilai kedua. Aku mohon ... kali ini saja. Aku akan menunjukkan kemampuanku dengan maksimal. Jika perlu, aku siap menerima hukuman atas keterlambatanku," ucap Zien Cheng memohon dengan segala kerendahan hatinya.An Ran melirik Senior Bo yang menatap remeh pada Zien Cheng. Terlihat sekali bahwa pria dan wanita itu sama -sama tak menyukai Zien Cheng. Namun, Grandmaster terlihat tenang sedari tadi. Membuat keduanya merasa khawatir jikalau Grandmaster memberikan kesempatan pada Zien Cheng."Alasanmu diterima. Tetapi kau tetap mendapatkan hukuman dariku. Sekarang, kau tunjukkan permainan pedang yang kau pelajari tadi malam," ucap Grand

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status