author-banner
Mona Cim
Mona Cim
Author

Novel-novel oleh Mona Cim

Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Zien Cheng terlahir sebagai anak haram mantan ketua sekte terlemah. Sepeninggalan orang tuanya, Zien menjadi murid yang selalu diremehkan dan dihina. Hingga suatu hari dirinya dibuang ke jurang karena diduga penyebab kegagalan sekte tersebut berkembang. Tak disangka, Zien Cheng yang nyaris sekarat, mencium aroma darah yang sangat unik dari dalam sebuah gua. Ketika Zien Cheng menghampiri sumber aroma itu, Zien Cheng diserbu oleh segumpal cahaya pekat berwarna hitam. Ternyata, di gua itu terdapat darah naga hitam yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Maka dengan kekuatan yang baru, Zien Cheng bangkit menjadi pemuda yang perkasa! Zien Cheng siap menakhlukan sekte mana saja terutama Sekte yang telah menganggap nyawanya tak berharga.
Baca
Chapter: BAB 53. RENCANA HOK
Hok mondar-mandir di hadapan tiga murid nakal dengan perasaan yang resah. Sementara tiga murid nakal itu saling berbisik saling menyalahkan satu sama lain. Pasalnya hasil dari rencana mereka belum juga terlihat."Kalian yakin sudah melakukannya dengan benar?" tanya Hok.Tian Feng menyahut lebih dulu. "Benar, Ayah. Kami sudah menculik Peng Hao. Lalu ... Fang Xio berhasil menemukan Zien Cheng dan mengirimkannya pesan. Lalu Guan Chen membuat pertanda agar Zien Cheng menuju ke tempat ini. Tapi anehnya ... Zien Cheng belum juga datang. Bisa jadi Zien Cheng memang tak memilih temannya.""Sepertinya temanmu membuat tanda yang salah," ujar Hok.Guan Chen langsung mendongkak. "Tidak. Aku yakin sekali aku membuat tanda yang benar menuju ke arah sini. Dan aku yakin Zien Cheng pasti memilih keselamatan temannya dibandingkan dengan apapun. Aku tahu karakter dia bagaimana, Hok.""Lantas, mengapa dia belum juga datang? Ini sudah siang. Sudah cukup lama setelah kalian melakukan tugas kalian. Harusnya
Terakhir Diperbarui: 2026-04-07
Chapter: BAB 51. ANTARA TEMAN DAN TUGAS
Hari sudah semakin pagi. Zien Cheng memutuskan untuk singgah di sebuah sungai. Sekarang ia berdiri di tengah sungai jernih yang cukup dalam sambil bersiap menusuk ikan yang lewat dengan pedangnya."Ayolah ikan ... Serahkan diri kalian padaku. Aku butuh asupan untuk bertahan hidup," ujar Zien Cheng dengan mata yang fokus menatap air.Seekor ikan cukup besar lewat di hadapan Zien Cheng. Tanpa ragu, Zien Cheng menancapkan pedangnya pada tubuh ikan besar itu dengan cepat."DAPAT!" Zien Cheng berseru senang sambil mengangkat ikan itu ke udara."Wahh ... Jika dibakar rasanya pasti sangat manis. Ini cukup untuk mengisi energiku seharian."Zien Cheng mulai mengumpulkan kayu bakar. Ia nyalakan api menggunakan dua buah batu. Lalu ia tusuk ikan itu dengan sebuah ranting. Zien Cheng mulai membakarnya. Sembari memandang ikan yang mulai dimasak oleh api, Zien Cheng teringat kejadian demi kejadian yang menimpanya dalam perjalanan menemukan gerbang menuju kitab ilmu itu."Begitu banyak orang yang men
Terakhir Diperbarui: 2026-04-04
Chapter: BAB 50. DICULIK
Tiga murid nakal berangkat bersama untuk menemukan Peng Hao. Tian Feng yang menjadi pimpinan jalan mereka. Sesampai di tempat terakhir bersama Peng Hao, Tian Feng menghentikan langkahnya."Di sini tempat terakhir aku bersamanya. Ada kemungkinan setelah bangun dia akan mencariku. Dari yang aku ingat, Peng Hao selalu mengambil jalan lurus. Dari perguruan hingga tempat ini, dia selalu mengambil jalan yang lurus. Jadi menurutku, jika ia pergi pun akan mengambil jalan yang lurus," tutur Tian Feng menjelaskan."Kalau begitu, kita cari dia dengan berjalan lurus. Pokoknya kita harus bisa menemukan bocah itu. Jangan sampai dia lebih dulu bertemu dengan Zien Cheng. Rencana dari Hok akan sia-sia," kata Guan Chen.Mereka pun melanjutkan kembali perjalanannya. Beberapa meter ke depan mereka memang tak menemukan siapapun. Hingga akhirnya suara beberapa orang pemuda terdengar. Fang Xio lekas berlari ke sumber suara. Ia mengintip dari semak belukar. Tampaklah beberapa murid perguruan Bunga Petir seda
Terakhir Diperbarui: 2026-03-29
Chapter: BAB 49. TERBONGKARNYA FAKTA
Zien Cheng berlari terpogoh-pogoh keluar dari lingkungan Sekte Bolung. Beberapa pasukan Bo Chang Gu masih mengejarnya dengan cepat. Zien Cheng menebang pohon yang dilaluinya hingga menimpa tiga orang yang mengejarnya. Tak sampai di situ, Zien Cheng juga juga terbang ke atas dan melompat dari pohon ke pohon untuk mempercepat larinya menghindari dua orang yang masih mengejarnya. Hingga akhirnya Zien Cheng menemukan tempat bersembunyi. Di sebuah gua kecil yang sangat gelap dan rimbun oleh tanaman."Hahh ... hahh ....."Zien Cheng menutup mulutnya segera ketika ia merasakan dua orang tadi berada di atas tanah yang ada tepat di atas gua kecil itu. Zien Cheng berdoa dalam hati agar mereka segera pergi dari sana."Cepat sekali dua menghilangnya. Bagaimana ini? Apa kita kembali saja?""Kita bisa dapat masalah jika menyerah begitu saja. Bahkan kita tak terluka.""Kita tinggal mengatakan bahwa dia sudah menghilang dengan sangat cepat. Ketua pun mengakui kehebatan Zien Cheng. Sudah pasti ketua
Terakhir Diperbarui: 2026-03-25
Chapter: BAB 48. MENEMUI PENDEKAR NAGA HITAM
Zien Cheng berusaha keras untuk keluar dari penjara itu. Ia mencoba melepaskan rantai yang membelit kedua kakinya. Namun, tak ada membuahkan hasil apa-apa. Zien Cheng sudah berkeringat banyak. Ditambah keadaan penjara yang sangat gelap, semakin menyiksa Zien Cheng yang nyaris putus asa."Apa yang mereka lakukan dengan kedua pedangku? Ini benar-benar buruk. Tanpa pedang peninggalan Pendekar Naga Hitam, aku tak akan bisa berbuat apa-apa. Lalu pedang dari Grandmaster aku tak bisa membiarkan diambil oleh orang lain. Ini adalah janji yang aku buat sendiri. Aku tak bisa membiarkannya menjadi milik orang lain," gumam Zien Cheng.Zien Cheng tak bisa memikirkan solusi apapun. Ia tak memiliki kekuatan lebih, ia tak bisa melanjutkan perjuangannya jika seperti ini. Lambat laun matanya merasakan kantuk yang luar biasa. Melupakan keresahannya, Zien Cheng pun menutup kedua matanya dengan rapat. Kesadarannya pun terenggut begitu saja.Tak terduga, ternyata rasa kantuk itu adalah sebuah panggilan bagi
Terakhir Diperbarui: 2026-03-22
Chapter: BAB 47. ZIEN CHENG TERTANGKAP
Pagi menjelang. Zien Cheng memutuskan untuk berjalan-jalan mencari makanan. Ia memetik beberapa buah segar untuk disantap di atas batu besar yang ada di tengah air. Melihat alam bebas seperti ini membuat Zien Cheng merasakan ketenangan yang luar biasa."Guru Gong ... apa mungkin kita akan bertemu lagi? Ternyata aku juga merindukanmu," monolog Zien Cheng, lalu terkekeh.Zien Cheng sama sekali tak menyadari jikalau sesuatu tengah mengintainya. Mulutnya asik mengunyah dan pikirannya mengelana ada hari di mana ia bertemu dengan Guru Gong dan menjadikan pria tua itu sebagai gurunya. Rasanya itu seperti mimpi bagi Zien Cheng.Dari jarak beberapa meter, muncul gelombang air yang tak biasa. Seperti ada sesuatu di dalam air yang tak terlihat oleh mata, tetapi bergerak menuju di mana Zien Cheng berada. Hingga ketika sumpalan kecil air itu sampai di depan Zien Cheng, kaki yang menjuntai itu ditarik dengan keras ke bawah."H-harrgh!" Zien Cheng tercebur ke dalam air seketika.Zien Cheng benar-ben
Terakhir Diperbarui: 2026-03-20
TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

Kelvin Bintara seorang pemuda tuna rungu yang tak diharapkan oleh ayahnya. Dia dan ibunya diperlakukan buruk, diculik, diracuni dan dibuang ke sungai. Keajaiban terjadi, jatuhnya Kelvin ke sungai ternyata membuka portal seorang pendekar hebat yang terbelenggu selama ratusan tahun. Ayah dari pendekar tersebut—Walan Mung— yang masih hidup hinggap sekarang sangatlah kaya raya. Walan Mung memberikan seluruh kekayaan dirinya untuk Kelvin sebagai balas budi. "Aku akan menuntut balas atas semua yang telah aku dan ibuku alami. Ayah dan wanita yang telah merebut posisi ibu, tidak akan aku biarkan hidup tenang mulai sekarang!" Dengan cara apa Kelvin akan membalas dendam pada ayahnya? Mampukah dia bertahan atau sampai akhir tetap menjadi sampah yang terbuang?
Baca
Chapter: BAB 108. CINCIN PERMATA [ENDING]
Bintara dan Viona melanjutkan makan malam mereka yang tertunda, membiarkan Rusmini dan David entah langsung pulang atau mengunjungi tempat lain. Setelah sekian lama Viona sudah tak melihat wajah bahagia yang polos kekasihnya. Terakhir ia lihat ketika zaman sekolah SMA dulu.“Kau ingat hari pertama kali kita menjadi sepasang kekasih? Aku yang menyatakan cinta lebih dulu,” sindir Viona tersenyum geli.Tentu saja Bintara merasa terlukai harga dirinya. Ia menatap malas Viona yang sedang menertawakannya. “Itu karena aku sadar diri. Dulu aku tak setampan ini dan memiliki banyak kekurangan. Aku tuli dan penyakitan. Aku juga bukan anak yang diharapkan oleh ayahku. Jadi kepercayaan diriku lenyap karena itu. Aku sungguh tak menduga bagaimana bisa kau menyukaiku yang dulu? Jika aku yang dulu adalah aku yang sekarang, sangat wajar kau menyukai pria tampan, hebat, dan mapan ini,” tutur Bintara yang awalnya merendahkan diri berakhir membanggakan diri. Viona berdecih mendengarnya.“Itu karena kau or
Terakhir Diperbarui: 2025-02-18
Chapter: BAB 107. MAUKAH KAU?
Bintara berdesis saking gemasnya dengan kelakuan Viona yang ternyata hadir ke kampus. Siang ini Bintara menjemput kekasihnya itu sekalian meminta penjelasan mengapa kekasihnya itu tak mendengarkan saran darinya.“Halo, Sayang aku!” Viona langsung memeluk Bintara yang tak membalas pelukannya.“Mengapa kau tak menurutiku?” Pertanyaan dingin dari Bintara membuat Viona melepaskan pelukan itu dengan tampang cemberut.“Hari ini ada test penting. Aku harus hadir ke kampus, Bin. Lagipula aku sudah tak apa. Kau jangan terlalu khawatir seperti ini. Yang harus kau khawatirkan adalah keadaan perutku, aku sangat lapar,” ucap Viona sedikit merengek.“Merengek memang andalanmu,” sahut Bintara berjalan lebih dulu ke arah mobilnya. Ia tetap membukakan pintu untuk Viona walau tak menunggu gadis itu masuk langsung berjalan ke arah pintu mobil bagian kemudi.Bintara menjelankan mobil meninggalkan kampus Viona. Tujuan mereka adalah sebuah restaurant ala Korea yang tak jauh dari kampus Viona. Bintara memes
Terakhir Diperbarui: 2025-02-17
Chapter: BAB 106. PERMINTAAN BINTARA
Rusmini telah pulang ke rumahnya, begitu pun dengan David. Sore ini Viona sudah diperbolehkan pulang, hanya saja ia menunggu infus habis. Bintara dengan setiap menungguinya.“Vi, apa menurutmu baiknya Ibu kembali pada ayah? Mendengar ayah akan pergi ke Paris dan memutuskan untuk menyendiri, rasanya aku juga merasakan kesepian yang ayahku rasakan. Ketulusan ayah juga tampak ketika ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah bercerai dengan ibumu,” lontar Bintara sembari mengupas buah apel.“Kalau menurutku … lebih baik persatukan mereka lagi, Bin. Walau aku tak begitu dekat dengan ibumu, tapi entah mengapa aku bisa melihat bahwa ibumu masih menyimpan perasaaan pada ayahmu. Hanya saja ibumu mempertimbangkan banyak hal hingga tak ingin menuruti kemauan hatinya. Salah satunya juga trauma yang ibumu miliki, Bin. Ibumu pasti takut jikalau ayahmu kembali seperti yang dulu dan menyakiti kalian lagi. Maka jalan satu-satunya yang bisa kau ambil adalah menyakinkan ibumu bahwa pemikiran buruk
Terakhir Diperbarui: 2025-02-16
Chapter: BAB 105. SINDIRAN SOAL PERNIKAHAN
Laras tertangkap saat mencoba melarikan diri ke luar kota bersama dengan anak buahnya. Berita tentang penangkapan itupun masuk berita pada pagi hari ini. Viona dan Bintara menatap layar televisi di rumah sakit. Tampak Laras dengan tampilan berantakan diborgol polisi. Tatapan wanita itu sangat kosong dan tubuhnya sangat lesu. Viona sudah mengetahui hal itu sejak ia bersama dengan ibunya di mobil.“Ibu pasti sangat tertekan hingga mentalnya terguncang. Ibu sangat mengerikan ketika membentakku di mobil waktu itu. Sorot matanya tak wajar, antara takut dan juga marah yang membumbung tinggi.” ungkap Viona.Bintara mengusap pundak kekasihnya dengan lembut dan memeluknya dari samping. “Mungkin kau sedih melihat ibuku seperti itu, Sayang. Tapi itulah yang terbaik untuk ibumu. Tak ada yang bisa mengendalikan ibumu selama ini. Dia terus saja membuat rencana-rencana jahat yang merugikan keluargaku, aku, dan juga dirimu. Aku tak ingin menyaksikan dan merasakan kesakitan keluargaku lagi karena dia,
Terakhir Diperbarui: 2025-02-15
Chapter: BAB 104. MENGANCAM NYAWA
Viona tak tahu kemana ia akan dibawa, tetapi ibunya terlihat sangat tenang. Walau bersama sang Ibu, tetapi Viona merasakan kekhawatiran yang luar biasa. Apakah ini normal? Mengapa ia justru merasa tak akan ketika bersama dengan ibunya sendiri? Viona menoleh ke belakang, tampak sebuah mobil mengikuti mereka. Bukan mobil Bintara, tetapi mobil anak buahnya.“Bu, sepertinya kita diikuti,” ucap Viona.“Tenang, Viona. Anak buah ibu adalah mantan pembalap dulunya. Dia lihai untuk menghindari kejaran itu. Kau tenang saja, mereka tak akan menemukan kita setelah ini,” sahut Laras tersenyum penuh arti.“Memangnya kita akan ke mana, Bu?”“Tentu saja ke tempat yang tenang dan tak ada siapapun yang dapat menemukan kita,” sahut Laras.“Mengapa tak ke kantor polisi saja? Mereka tak akan macam-macam kalau kita ke kantor polisi, Bu,” ucap Viona memberi saran.“Diam kau, Viona! Jangan sekali-sekali kau sebut nama tempat itu! Ibu tak ingin mendengar tempat terkutuk itu!” Hardik Laras dengan tatapan tajam
Terakhir Diperbarui: 2025-02-14
Chapter: BAB 103. HASUTAN LARAS
Usai membayar ganti rugi, Laras pun dibebaskan oleh polisi. Ia keluar dari kantor polisi dengan keadaan yang berantakan. Tatapannya kosong, eyeliner-nya luntur, dan rambutnya berantakan. Laras tak peduli dengan tatapan orang-orang padanya. Sesaat dirinya seperti tak memikirkan apa-apa, lalu tiba-tiba ia teringat kembali dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Bagaimana bahagianya ia berselfi dengan David, kedatangan Hendrik yang tiba-tiba merusak suasana, dan hadirnya Bintara yang menjadi akhir dari hubungan dengan suaminya.“Semua ini gara-gara Bintara! Dia pasti telah menyusun rencana ini untuk menghancurkan hidupku! Cih, baiklah. Lihat bagaimana aku bisa menghancurkan hidupmu Bintara! Lihat! Aku bahkan tak peduli meski harus mengorbankan putri Marvin itu!”Laras memesan taksi. Ia menunggu di pinggir jalan dengan berbagai rencana yang saling berlalu lalang di kepalanya. Berbagai kemungkinan buruk pun terbayang-bayang. Apa yang akan dilakukan David setelah ini? Menceraikannya atau
Terakhir Diperbarui: 2025-02-14
Menjadi Wanita Terhormat Setelah Dikhianati

Menjadi Wanita Terhormat Setelah Dikhianati

Vannia rela meninggalkan semua kemewahan yang ia miliki demi bisa bersama dengan Renvier. Namun, setelah menikah keluarga Renvier malah selalu mengucilkannya dan menginjak harga dirinya setiap hari. Tak sampai di situ, Renvier bahkan berselingkuh dengan sahabat Vannia bernama Anya. Di tengah lautan luka tersebut, mampukah Vannia bertahan dan memperjuangkan cintanya? Atau Vannia malah menghancurkan kedua penghianat itu? "Ambil saja suamiku, Anya. Tapi jangan salahkan aku jika merenggut kewarasanmu dengan cara yang menyakitkan!"
Baca
Chapter: 144. AKHIR TERBAIK [ENDING]
Setelah semuanya berlalu, Zein membawa anak dan istrinya ke ruang tengah. Mereka meninggalkan Renvier dan Anya di dalam ruang kerja Zein. Mereka perlu bicara, jadi Zein tak ingin menganggunya."Syukurlah kau datang tepat waktu, Sayang. Aku benar-benar sangat takut sekali. Anak-anak juga sama. Ronald benar-benar seperti iblis," ucap Vannia.Zein menggenggam tangan Vannia. "Maafkan aku membuat kalian ketakutan karena tak datang lebih awal. Aku dan Renvier pergi ke hutan tempat Ronald disekap. Di sana kami melihat Sansita dan suami barunya. Tak sengaja kami mendengar Ronald sudah bebas. Kami tak tahu bebasnya Ronald hari ini atau hari sebelumnya. Jadi kami memutuskan untuk menyelidikinya. Ada sebuah toko alat pancing tak jauh dari sana. Ada CCTV yang terpasang dan kebetulan di depannya ada dijual bahan bakar eceran. Renvier mengenali itu mobil Ronald. Tapi ternyata yang keluar dari mobil Ronald adalah Jonan. Dari sana kami menyimpulkan bahwa Jonan yang membebaskan Ronald. Lalu aku dan Re
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Chapter: 143. MOMENT MENCENGKAM
Jonan terusir dari rumah Vannia. Dia dikeluarkan oleh dua satpam dari sana. Namun, Jonan rupanya sudah mempunyai rencana lain. Tak lama setelah ia terusir, sebuah mobil datang. Dari dalam mobil itu, keluar Ronald dengan pakaian pengantar paket makanan."Aku gagal masuk karena mereka sudah mengetahui tujuanku," ucap Jonan."Baiklah. Berarti giliranku untuk bergerak. Kau bersembunyilah sebentar, Ayah," ucap Ronald. Ia memberikan sebuah pistol pada Jonan tanpa banyak bicara.Ronald menekan bel gerbang rumah dua kali. Tak lama sebuah pintu kecil yang ada di bagian pinggir pagar terbuka. Satpam menilik keluar. Ronald pun mengangkat satu kotak pizza di tengannya. Tanpa rasa curiga, satpam itupun membuka pagarnya. Pada saat satpam ingin menerima pesanan, Ronald membuka lebar gerbangnya. Pada saat yang sama Jonan datang dan menembak satpam itu.Suara tembakan dari luar membuat Vannia dan Anya sungguh sangat terkejut. Mereka berdua mengintip dari jendela. Tampak Ronald datang memegang sebuah p
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Chapter: 142. TAMU YANG HARUS DIHINDARI
Zein dan Renvier akhirnya menemukan informasi tentang keberadaan Ronald. Dari kamera CCTV yang tak jauh dari hutan. Tepatnya di sebuah toko alat pancing. Mereka menemukan mobil yang biasa dikendarai oleh Ronald singgah di depan toko alat pancing yang juga menjual bahan bakar eceran di depan tokonya. Dari mobil itu keluar Jonan yang berbicara pada pemilik toko untuk mengisikan bahan bakar mobilnya."J-Jonan?" Renvier nyaris tak percaya jikalau yang ia lihat benar-benar adalah Jonan, ayahnya Anya. "Jonan siapa?" tanya Zein yang sedari tadi ikut menatap layar komputer yang memutar video CCTV."Jonan adalah ayah kandung Anya. Anya tak mengakuinya ayahnya karena ayahnya bukan orang kaya. Malah mengakui kekasih baru ibunya sebagai ayahnya. Tapi aku heran. Mengapa Jonan melakukan ini semua? Baru beberapa hari yang lalu aku menghadiri acara pernikahan ibunya Anya dengan kekasihnya. Aku berangkat bersama dengan Jonan. Entah apa yang terjadi pada Jonan dan Sansita waktu itu, karena aku sibuk d
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Chapter: 141. MAAFKAN AKU, VANNIA
Anya benar-benar seperti orang gila. Ia baru saja mendapatkan kabar dari ibunya jikalau Ronald telah kabur dari tempat penyekapan. Anya tak tahu harus bagaimana. Ronald sudah pasti akan mencarinya dan menuntut balas. Ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan Ronald. Pertama dia akan untuk membunuh Anya. Kedua Ronald akan datang untuk merebut Cia. Dan ketika Ronald akan datang untuk membongkar semuanya pada Renvier bahwa dirinya adalah suami dari Anya."Aaaaaaaaarghhh!" teriak Anya di kamar mandi histeris karena kusutnya pikirannya saat ini.Anya menangis sejadi-jadinya di kamar mandi. Di bawah air shower gadis itu bersimpuh dengan kesedihan yang benar-benar kacau. Begitu banuak yang ia khawatirkan hingga bingung harus melakukan hal apa untuk berlindung."Apa yang harus aku lakukan? Ronald telah bebas. Dia pasti sedang memulihkan tenaganya untuk datang menemuiku. C-Cia putriku akan dalam bahaya. Tidak. Aku tidak akan membiarkan putriku dibawa oleh Ronald. Tidak akan," racau Anya."K
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Chapter: 140. RONALD KABUR
Zein tak langsung mengantar Renvier ke rumah, melainkan mampir ke sebuah kafe untuk minum kopi sambil membicarakan tentang misi mereka untuk menangkap kedua mangsa mereka yaitu Anya dan Ronald. Di sebuah ruangan private itu mereka sedang menunggu kedatangan orang suruhan Renvier yang sedang menyelidiki keberadaan Ronald saat ini.Tak lama yang ditunggu datang. Pria dengan perawakan tinggi besar memasuki ruangan itu, lalu memberikan laporan pada Renvier. Usai ia, Renvier menyuruhnya pergi."Coba aku lihat," ujar Zein.Renvier membuka berkas itu, lalu menyusunnya di meja agar Zein bisa melihat apa isi dari berkas itu. Ternyata potret-potret Ronald yang dibawa oleh dua orang dari kediamannya. Namun, Ronald tampak tak sadarkan diri."Dia diculik?" tanya Zein tak menyangka."Kupikir begitu. Dia diculik dari rumahnya. Lantas, siapa yang merencanakan ini semua?" tanya Renvier juga sama bingungnya.Zein tiba-tiba menunjuk ke arah pintu. "Lihat! Bukankah ini Anya? Ini seperti Anya. Perawakanny
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Chapter: 139. BEKERJA SAMA DENGAN MUSUH
"Wah, ada Paman Renvier!" seru Gevano yang duduk di kursi depan meja makan.Vannia yang sedang menyajikan sarapan, menoleh ke arah dua pria yang baru saja menghampiri meja makan. Tampak Renvier lebih baik kondisinya dari tadi malam."Duduklah. Aku akan ambil piring tambahan," ucap Vannia."Terima kasih," ucap Renvier.Renvier duduk di samping Geira. Posisinya tepat di hadapan Zein yang menatapnya tajam. Renvier menghela napas jengah, ia terganggu dengan tatapan pria itu."Bisakah kau jangan menatapku dengan mata melotot seperti itu? Aku berjanji tak akan macam-macam," pinta Renvier."Aku tak melotot. Aku hanya memperingatimu.""Aku tahu itu. Setelah ini aku juga pulang," sahut Renvier merengut.Vannia meletakkan satu piring lagi di hadapan Renvier sebelum ia duduk di samping Zein."Sayang, kau mau sop ayam?" tanya Vannia pada Zein."Tentu. Aku ingin banyak wortel dalam piringku," sahut Zein tersenyum."Aku akan ambilkan," sahut Vannia dengan telaten menyediakan makanan dan lauknya unt
Terakhir Diperbarui: 2025-10-25
Anda juga akan menyukai
Aranjo
Aranjo
Pendekar · Venny
260.7K Dibaca
Ksatria Pengembara Season 2
Ksatria Pengembara Season 2
Pendekar · KSATRIA PENGEMBARA
239.8K Dibaca
Satria Roh Suci
Satria Roh Suci
Pendekar · Pancur Lidi
231.6K Dibaca
Pendekar Kujang Emas
Pendekar Kujang Emas
Pendekar · Ramdani Abdul
222.1K Dibaca
Legenda Naga Langit
Legenda Naga Langit
Pendekar · Aldo paikerz15
173.7K Dibaca
Legenda Kultivator Naga
Legenda Kultivator Naga
Pendekar · Kak Al
157.5K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status