author-banner
Mona Cim
Mona Cim
Author

Novels by Mona Cim

Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Zien Cheng terlahir sebagai anak haram mantan ketua sekte terlemah. Sepeninggalan orang tuanya, Zien menjadi murid yang selalu diremehkan dan dihina. Hingga suatu hari dirinya dibuang ke jurang karena diduga penyebab kegagalan sekte tersebut berkembang. Tak disangka, Zien Cheng yang nyaris sekarat, mencium aroma darah yang sangat unik dari dalam sebuah gua. Ketika Zien Cheng menghampiri sumber aroma itu, Zien Cheng diserbu oleh segumpal cahaya pekat berwarna hitam. Ternyata, di gua itu terdapat darah naga hitam yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Maka dengan kekuatan yang baru, Zien Cheng bangkit menjadi pemuda yang perkasa! Zien Cheng siap menakhlukan sekte mana saja terutama Sekte yang telah menganggap nyawanya tak berharga.
Read
Chapter: BAB 63. TERBELIT
"Arrgghh! A-apa ini.""Aaa!" teriak An Ran.Pimpinan Wang dan anggotanya dikejutkan dengan kemunculan akar-akar pohon dari segala arah. Menjerat, menghimpit, hingga membuat mereka tercekik. An Ran yang berjalan di belakang beruntung, ia masih sempat menghindari jeratan akar itu."A-astaga, Ayah ...." An Ran panik melihat ayahnya yang nyaris tak bisa bergerak. Begitu juga dengan Senior Bo.Pimpinan Wang berusaha mengambil pedangnya, tetapi pergelangan tangannya dijerat dengan begitu erat oleh akar-akar itu."A-An—A-An Ran. T-tebas akarnya," pinta Pimpinan Wang."Arrggh!" erang Senior Bo yang berhasil membebaskan satu tangannya, tetapi akar itu kembali membelit.Untuk pertama kalinya An Ran ketakutan hingga nyaris menangis. Ia menarik pedangnya dengan perasaan yang begitu tegang. Ia kuatkan pegangannya pada pedang, lalu menebas akar-akar itu dengan susah payah. Begitu alotnya akar-akar itu hingga An Ran mengeluarkan tenaga dalamnya dan kekuatan dari ilmu yang ia miliki. Satu per satu
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: BAB 62. SUMUR BIRU
Zien Cheng menjelajahi pulau kecil itu dengan kewaspadaan tingkat tinggi. Ia tak membawa penerangan apapun selain penerangan dari corak naga di pedangnya. Entah mengapa hawa di sekitar sana benar-benar tak nyaman. Zien Cheng berulang kali mengembuskan napasnya yang mengeluarkan asap dingin.Suara berbagai binatang mulai terdengar ketika ia memasuki sebuah hutan. Zien Cheng terus mengikuti arahan pedang itu hingga ia tiba di depan sebuah gua. Tanpa pikir panjang Zien Cheng masuk ke dalamnya. Tak begitu masuk jauh, Zien Cheng melihat di tengah-tengah gua ada cahaya dari atas. Ternyata bagian atas gua terbuka, membuat cahaya bulan dapat menerangi apa yang ada di dalamnya."Oh, ada sumur?"Zien Cheng mendekati sebuah sumur yang tak begitu besar. Ia menilik ke dalam, matanya melebar dengan sempurna. Di dalam sumur itu airnya berwarna biru seperti lautan. Zien Cheng kembali dibuat terkejut ketika melihat cahaya dari corak naga di pedangnya berubah menjadi warna emas."Berarti di sini titik
Last Updated: 2026-05-21
Chapter: BAB 61. TAKTIK HOK
Mei An menatap cemas kapal ayahnya yang sudah berlayar cukup jauh. Mei An benar-benar mengkhawatirkan Zien Cheng. Baru sebentar ia bangga pada Zien Cheng yang nyaris berhasil, tetapi kini kebanggaan itu sirna dan berubah menjadi sebuah kecemasan."Peng Hao, bagaimana ini? Apakah menurutku Zien Cheng akan berhasil mendapatkan kitab itu lebih dulu?"Peng Hao yang ada di sampingnya terlihat tak yakin. "Aku tak tahu, Putri Mei An. Petinggi sekte langsung yang menyusulnya. Aku tak yakin Zien Cheng dapat melakukannya dengan baik sekarang. Dia pernah mengatakan bahwa kitab itu ada di bawah laut. Lantas apa dia memiliki kekuatan menyelam sedalam itu? Aku benar-benar ragu sekarang."Tiba-tiba Mei sebuah panah melesat ke arah mereka. Beruntungnya dengan cepat Mei An dapat menangkap panah itu dengan tangan kosong."Astaga!" Peng Hao kaget, lalu langsung bersembunyi di belakang Mei An. "S-siapa yang menyerang kita?"Mei An kembali menangkap dua anak panah. Matanya menajam, pendengarannya pun dem
Last Updated: 2026-05-17
Chapter: BAB 60. MENEMUKAN TITIK MASUK
Dari sela-sela jemarinya, keluar cahaya kekuatan berwarna biru tua. Dalam pejam itu, Zien Cheng terus memfokusnya kekuatan yang bersumber dari darah Pendekar Naga Hitam yang mengalir pada tubuhnya. Hingga cahaya kekuatan itu semakin besar menyeruak.Peng Hao dan Mei An takjub melihat kekuatan Zien Cheng berpendar hingga membuat sebuah portal yang menyelubungi mereka. Portal pelindung yang Zien Chenh ciptakan semakin sempurna kala semburat hingga mulai berganti dengan langit yang gelap."Wah ... luar biasa," decak Peng Hao kagum."Dia berhasil melakukannya. Portal pelindung ini terlihat sangat sempurna," ucap Mei An menatap kagum sekelilingnya."Dia memang teman terbaikku."Mei An mendelik pada Peng Hao. "Dia kekasihku.""Sejak kapan?""Aiissshh!" geram Mei An ingin memukul Peng Hao.Sementara itu, Zien Cheng berdiri dengan tegak memandangi portal yang berhasil ia buat. Portal itu dapat dipastikan melindungi mereka dari pandangan siapapun, hingga seolah-olah tak ada siapapun di pinggir
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: BAB 59. RENCANA BARU HOK
Tempat yang mereka singgahi tak jauh dari tempat awal mula Zien Cheng bermeditasi. Namun, bisa Zien Cheng pastikan petinggi sekte Bunga Petir itu tak akan melihatnya. Meksi begitu, belum tentu para penguntit tidak mengintainya. Mereka ada di mana-mana.Zien Cheng membersihkan batu cukup besar untuk Mei An duduk di sana. "Mei An, duduklah di sini."Mei An tersenyum. "Baiklah," ujarnya seraya mendekat, lalu duduk di batu itu."Mengapa kau ikut ke sini? Bukankah akan lebih baik jika kau tetap ada di perguruan? Ada banyak penguntit di sini, Mei An," ujar Zien Cheng cemas."Zien Cheng, aku bukan satu dua tahun tinggal di sini dan dalam keadaan pulau seperti ini. Aku sudah dewasa dan aku tahu soal itu. Justru aku ke sini untuk melindungimu.""Tapi aku—""Tapi karena kau laki-laki jadi aku tak boleh melindungimu?" tebak Mei An dengan cepat. "Zien Cheng, kita saling mencintai. Tak peduli siapa yang harus berkorban, itu sama saja. Lagipula, aku mempunyai keahlian menangkap panah. Aku bisa meng
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: BAB 58. SERANGAN DARI SEKTE PANAH API
Para penguntit yang sedari tadi mengintip Zien Cheng dan Peng Hao, menggeram kesal karena Zien Cheng tak melakukan apapun selain bermeditasi dan berlatih bersama dengan Peng Hao. Dari gerak-gerik mereka seperti sudah siap untuk menyerang Zien Cheng saat itu juga. Namun, kedatangan Pimpinan Wang dan anak buahnya membuat mereka urung. Sebagian dari mereka berdecak kesal dan ada juga yang memilih meninggalkan tempat itu karena membawa pasukan tak cukup banyak.Peng Hao yang asik menyerang Zien Cheng dengan pedangnya, terkejut melihat orang-orang Sekte Bunga Petir mendekati mereka."Z-Zien Cheng mereka datang," ucap Peng Hao gugup.Zien Cheng menurunkan tangannya, lantas menoleh ke arah belakang. Tampak Pimpinan Wang dengan gagah berjalan ke arahnya. Sementara di belakangnya ada Senior Bo, Mei An, An Ran, dan juga para petinggi sekte pilihan. Mereka membawa beberapa kuda ke tempat itu. "Mei An," gumam Zien Cheng tersenyum.Mei An menunduk malu ketika tatapannya bertemu dengan Zien Cheng.
Last Updated: 2026-05-01
TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

TAK TERDUGA, PRIA TULI ITU KAYA RAYA

Kelvin Bintara seorang pemuda tuna rungu yang tak diharapkan oleh ayahnya. Dia dan ibunya diperlakukan buruk, diculik, diracuni dan dibuang ke sungai. Keajaiban terjadi, jatuhnya Kelvin ke sungai ternyata membuka portal seorang pendekar hebat yang terbelenggu selama ratusan tahun. Ayah dari pendekar tersebut—Walan Mung— yang masih hidup hinggap sekarang sangatlah kaya raya. Walan Mung memberikan seluruh kekayaan dirinya untuk Kelvin sebagai balas budi. "Aku akan menuntut balas atas semua yang telah aku dan ibuku alami. Ayah dan wanita yang telah merebut posisi ibu, tidak akan aku biarkan hidup tenang mulai sekarang!" Dengan cara apa Kelvin akan membalas dendam pada ayahnya? Mampukah dia bertahan atau sampai akhir tetap menjadi sampah yang terbuang?
Read
Chapter: BAB 108. CINCIN PERMATA [ENDING]
Bintara dan Viona melanjutkan makan malam mereka yang tertunda, membiarkan Rusmini dan David entah langsung pulang atau mengunjungi tempat lain. Setelah sekian lama Viona sudah tak melihat wajah bahagia yang polos kekasihnya. Terakhir ia lihat ketika zaman sekolah SMA dulu.“Kau ingat hari pertama kali kita menjadi sepasang kekasih? Aku yang menyatakan cinta lebih dulu,” sindir Viona tersenyum geli.Tentu saja Bintara merasa terlukai harga dirinya. Ia menatap malas Viona yang sedang menertawakannya. “Itu karena aku sadar diri. Dulu aku tak setampan ini dan memiliki banyak kekurangan. Aku tuli dan penyakitan. Aku juga bukan anak yang diharapkan oleh ayahku. Jadi kepercayaan diriku lenyap karena itu. Aku sungguh tak menduga bagaimana bisa kau menyukaiku yang dulu? Jika aku yang dulu adalah aku yang sekarang, sangat wajar kau menyukai pria tampan, hebat, dan mapan ini,” tutur Bintara yang awalnya merendahkan diri berakhir membanggakan diri. Viona berdecih mendengarnya.“Itu karena kau or
Last Updated: 2025-02-18
Chapter: BAB 107. MAUKAH KAU?
Bintara berdesis saking gemasnya dengan kelakuan Viona yang ternyata hadir ke kampus. Siang ini Bintara menjemput kekasihnya itu sekalian meminta penjelasan mengapa kekasihnya itu tak mendengarkan saran darinya.“Halo, Sayang aku!” Viona langsung memeluk Bintara yang tak membalas pelukannya.“Mengapa kau tak menurutiku?” Pertanyaan dingin dari Bintara membuat Viona melepaskan pelukan itu dengan tampang cemberut.“Hari ini ada test penting. Aku harus hadir ke kampus, Bin. Lagipula aku sudah tak apa. Kau jangan terlalu khawatir seperti ini. Yang harus kau khawatirkan adalah keadaan perutku, aku sangat lapar,” ucap Viona sedikit merengek.“Merengek memang andalanmu,” sahut Bintara berjalan lebih dulu ke arah mobilnya. Ia tetap membukakan pintu untuk Viona walau tak menunggu gadis itu masuk langsung berjalan ke arah pintu mobil bagian kemudi.Bintara menjelankan mobil meninggalkan kampus Viona. Tujuan mereka adalah sebuah restaurant ala Korea yang tak jauh dari kampus Viona. Bintara memes
Last Updated: 2025-02-17
Chapter: BAB 106. PERMINTAAN BINTARA
Rusmini telah pulang ke rumahnya, begitu pun dengan David. Sore ini Viona sudah diperbolehkan pulang, hanya saja ia menunggu infus habis. Bintara dengan setiap menungguinya.“Vi, apa menurutmu baiknya Ibu kembali pada ayah? Mendengar ayah akan pergi ke Paris dan memutuskan untuk menyendiri, rasanya aku juga merasakan kesepian yang ayahku rasakan. Ketulusan ayah juga tampak ketika ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah bercerai dengan ibumu,” lontar Bintara sembari mengupas buah apel.“Kalau menurutku … lebih baik persatukan mereka lagi, Bin. Walau aku tak begitu dekat dengan ibumu, tapi entah mengapa aku bisa melihat bahwa ibumu masih menyimpan perasaaan pada ayahmu. Hanya saja ibumu mempertimbangkan banyak hal hingga tak ingin menuruti kemauan hatinya. Salah satunya juga trauma yang ibumu miliki, Bin. Ibumu pasti takut jikalau ayahmu kembali seperti yang dulu dan menyakiti kalian lagi. Maka jalan satu-satunya yang bisa kau ambil adalah menyakinkan ibumu bahwa pemikiran buruk
Last Updated: 2025-02-16
Chapter: BAB 105. SINDIRAN SOAL PERNIKAHAN
Laras tertangkap saat mencoba melarikan diri ke luar kota bersama dengan anak buahnya. Berita tentang penangkapan itupun masuk berita pada pagi hari ini. Viona dan Bintara menatap layar televisi di rumah sakit. Tampak Laras dengan tampilan berantakan diborgol polisi. Tatapan wanita itu sangat kosong dan tubuhnya sangat lesu. Viona sudah mengetahui hal itu sejak ia bersama dengan ibunya di mobil.“Ibu pasti sangat tertekan hingga mentalnya terguncang. Ibu sangat mengerikan ketika membentakku di mobil waktu itu. Sorot matanya tak wajar, antara takut dan juga marah yang membumbung tinggi.” ungkap Viona.Bintara mengusap pundak kekasihnya dengan lembut dan memeluknya dari samping. “Mungkin kau sedih melihat ibuku seperti itu, Sayang. Tapi itulah yang terbaik untuk ibumu. Tak ada yang bisa mengendalikan ibumu selama ini. Dia terus saja membuat rencana-rencana jahat yang merugikan keluargaku, aku, dan juga dirimu. Aku tak ingin menyaksikan dan merasakan kesakitan keluargaku lagi karena dia,
Last Updated: 2025-02-15
Chapter: BAB 104. MENGANCAM NYAWA
Viona tak tahu kemana ia akan dibawa, tetapi ibunya terlihat sangat tenang. Walau bersama sang Ibu, tetapi Viona merasakan kekhawatiran yang luar biasa. Apakah ini normal? Mengapa ia justru merasa tak akan ketika bersama dengan ibunya sendiri? Viona menoleh ke belakang, tampak sebuah mobil mengikuti mereka. Bukan mobil Bintara, tetapi mobil anak buahnya.“Bu, sepertinya kita diikuti,” ucap Viona.“Tenang, Viona. Anak buah ibu adalah mantan pembalap dulunya. Dia lihai untuk menghindari kejaran itu. Kau tenang saja, mereka tak akan menemukan kita setelah ini,” sahut Laras tersenyum penuh arti.“Memangnya kita akan ke mana, Bu?”“Tentu saja ke tempat yang tenang dan tak ada siapapun yang dapat menemukan kita,” sahut Laras.“Mengapa tak ke kantor polisi saja? Mereka tak akan macam-macam kalau kita ke kantor polisi, Bu,” ucap Viona memberi saran.“Diam kau, Viona! Jangan sekali-sekali kau sebut nama tempat itu! Ibu tak ingin mendengar tempat terkutuk itu!” Hardik Laras dengan tatapan tajam
Last Updated: 2025-02-14
Chapter: BAB 103. HASUTAN LARAS
Usai membayar ganti rugi, Laras pun dibebaskan oleh polisi. Ia keluar dari kantor polisi dengan keadaan yang berantakan. Tatapannya kosong, eyeliner-nya luntur, dan rambutnya berantakan. Laras tak peduli dengan tatapan orang-orang padanya. Sesaat dirinya seperti tak memikirkan apa-apa, lalu tiba-tiba ia teringat kembali dengan kejadian yang baru saja menimpanya. Bagaimana bahagianya ia berselfi dengan David, kedatangan Hendrik yang tiba-tiba merusak suasana, dan hadirnya Bintara yang menjadi akhir dari hubungan dengan suaminya.“Semua ini gara-gara Bintara! Dia pasti telah menyusun rencana ini untuk menghancurkan hidupku! Cih, baiklah. Lihat bagaimana aku bisa menghancurkan hidupmu Bintara! Lihat! Aku bahkan tak peduli meski harus mengorbankan putri Marvin itu!”Laras memesan taksi. Ia menunggu di pinggir jalan dengan berbagai rencana yang saling berlalu lalang di kepalanya. Berbagai kemungkinan buruk pun terbayang-bayang. Apa yang akan dilakukan David setelah ini? Menceraikannya atau
Last Updated: 2025-02-14
Menjadi Wanita Terhormat Setelah Dikhianati

Menjadi Wanita Terhormat Setelah Dikhianati

Vannia rela meninggalkan semua kemewahan yang ia miliki demi bisa bersama dengan Renvier. Namun, setelah menikah keluarga Renvier malah selalu mengucilkannya dan menginjak harga dirinya setiap hari. Tak sampai di situ, Renvier bahkan berselingkuh dengan sahabat Vannia bernama Anya. Di tengah lautan luka tersebut, mampukah Vannia bertahan dan memperjuangkan cintanya? Atau Vannia malah menghancurkan kedua penghianat itu? "Ambil saja suamiku, Anya. Tapi jangan salahkan aku jika merenggut kewarasanmu dengan cara yang menyakitkan!"
Read
Chapter: 144. AKHIR TERBAIK [ENDING]
Setelah semuanya berlalu, Zein membawa anak dan istrinya ke ruang tengah. Mereka meninggalkan Renvier dan Anya di dalam ruang kerja Zein. Mereka perlu bicara, jadi Zein tak ingin menganggunya."Syukurlah kau datang tepat waktu, Sayang. Aku benar-benar sangat takut sekali. Anak-anak juga sama. Ronald benar-benar seperti iblis," ucap Vannia.Zein menggenggam tangan Vannia. "Maafkan aku membuat kalian ketakutan karena tak datang lebih awal. Aku dan Renvier pergi ke hutan tempat Ronald disekap. Di sana kami melihat Sansita dan suami barunya. Tak sengaja kami mendengar Ronald sudah bebas. Kami tak tahu bebasnya Ronald hari ini atau hari sebelumnya. Jadi kami memutuskan untuk menyelidikinya. Ada sebuah toko alat pancing tak jauh dari sana. Ada CCTV yang terpasang dan kebetulan di depannya ada dijual bahan bakar eceran. Renvier mengenali itu mobil Ronald. Tapi ternyata yang keluar dari mobil Ronald adalah Jonan. Dari sana kami menyimpulkan bahwa Jonan yang membebaskan Ronald. Lalu aku dan Re
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: 143. MOMENT MENCENGKAM
Jonan terusir dari rumah Vannia. Dia dikeluarkan oleh dua satpam dari sana. Namun, Jonan rupanya sudah mempunyai rencana lain. Tak lama setelah ia terusir, sebuah mobil datang. Dari dalam mobil itu, keluar Ronald dengan pakaian pengantar paket makanan."Aku gagal masuk karena mereka sudah mengetahui tujuanku," ucap Jonan."Baiklah. Berarti giliranku untuk bergerak. Kau bersembunyilah sebentar, Ayah," ucap Ronald. Ia memberikan sebuah pistol pada Jonan tanpa banyak bicara.Ronald menekan bel gerbang rumah dua kali. Tak lama sebuah pintu kecil yang ada di bagian pinggir pagar terbuka. Satpam menilik keluar. Ronald pun mengangkat satu kotak pizza di tengannya. Tanpa rasa curiga, satpam itupun membuka pagarnya. Pada saat satpam ingin menerima pesanan, Ronald membuka lebar gerbangnya. Pada saat yang sama Jonan datang dan menembak satpam itu.Suara tembakan dari luar membuat Vannia dan Anya sungguh sangat terkejut. Mereka berdua mengintip dari jendela. Tampak Ronald datang memegang sebuah p
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: 142. TAMU YANG HARUS DIHINDARI
Zein dan Renvier akhirnya menemukan informasi tentang keberadaan Ronald. Dari kamera CCTV yang tak jauh dari hutan. Tepatnya di sebuah toko alat pancing. Mereka menemukan mobil yang biasa dikendarai oleh Ronald singgah di depan toko alat pancing yang juga menjual bahan bakar eceran di depan tokonya. Dari mobil itu keluar Jonan yang berbicara pada pemilik toko untuk mengisikan bahan bakar mobilnya."J-Jonan?" Renvier nyaris tak percaya jikalau yang ia lihat benar-benar adalah Jonan, ayahnya Anya. "Jonan siapa?" tanya Zein yang sedari tadi ikut menatap layar komputer yang memutar video CCTV."Jonan adalah ayah kandung Anya. Anya tak mengakuinya ayahnya karena ayahnya bukan orang kaya. Malah mengakui kekasih baru ibunya sebagai ayahnya. Tapi aku heran. Mengapa Jonan melakukan ini semua? Baru beberapa hari yang lalu aku menghadiri acara pernikahan ibunya Anya dengan kekasihnya. Aku berangkat bersama dengan Jonan. Entah apa yang terjadi pada Jonan dan Sansita waktu itu, karena aku sibuk d
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: 141. MAAFKAN AKU, VANNIA
Anya benar-benar seperti orang gila. Ia baru saja mendapatkan kabar dari ibunya jikalau Ronald telah kabur dari tempat penyekapan. Anya tak tahu harus bagaimana. Ronald sudah pasti akan mencarinya dan menuntut balas. Ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan Ronald. Pertama dia akan untuk membunuh Anya. Kedua Ronald akan datang untuk merebut Cia. Dan ketika Ronald akan datang untuk membongkar semuanya pada Renvier bahwa dirinya adalah suami dari Anya."Aaaaaaaaarghhh!" teriak Anya di kamar mandi histeris karena kusutnya pikirannya saat ini.Anya menangis sejadi-jadinya di kamar mandi. Di bawah air shower gadis itu bersimpuh dengan kesedihan yang benar-benar kacau. Begitu banuak yang ia khawatirkan hingga bingung harus melakukan hal apa untuk berlindung."Apa yang harus aku lakukan? Ronald telah bebas. Dia pasti sedang memulihkan tenaganya untuk datang menemuiku. C-Cia putriku akan dalam bahaya. Tidak. Aku tidak akan membiarkan putriku dibawa oleh Ronald. Tidak akan," racau Anya."K
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: 140. RONALD KABUR
Zein tak langsung mengantar Renvier ke rumah, melainkan mampir ke sebuah kafe untuk minum kopi sambil membicarakan tentang misi mereka untuk menangkap kedua mangsa mereka yaitu Anya dan Ronald. Di sebuah ruangan private itu mereka sedang menunggu kedatangan orang suruhan Renvier yang sedang menyelidiki keberadaan Ronald saat ini.Tak lama yang ditunggu datang. Pria dengan perawakan tinggi besar memasuki ruangan itu, lalu memberikan laporan pada Renvier. Usai ia, Renvier menyuruhnya pergi."Coba aku lihat," ujar Zein.Renvier membuka berkas itu, lalu menyusunnya di meja agar Zein bisa melihat apa isi dari berkas itu. Ternyata potret-potret Ronald yang dibawa oleh dua orang dari kediamannya. Namun, Ronald tampak tak sadarkan diri."Dia diculik?" tanya Zein tak menyangka."Kupikir begitu. Dia diculik dari rumahnya. Lantas, siapa yang merencanakan ini semua?" tanya Renvier juga sama bingungnya.Zein tiba-tiba menunjuk ke arah pintu. "Lihat! Bukankah ini Anya? Ini seperti Anya. Perawakanny
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: 139. BEKERJA SAMA DENGAN MUSUH
"Wah, ada Paman Renvier!" seru Gevano yang duduk di kursi depan meja makan.Vannia yang sedang menyajikan sarapan, menoleh ke arah dua pria yang baru saja menghampiri meja makan. Tampak Renvier lebih baik kondisinya dari tadi malam."Duduklah. Aku akan ambil piring tambahan," ucap Vannia."Terima kasih," ucap Renvier.Renvier duduk di samping Geira. Posisinya tepat di hadapan Zein yang menatapnya tajam. Renvier menghela napas jengah, ia terganggu dengan tatapan pria itu."Bisakah kau jangan menatapku dengan mata melotot seperti itu? Aku berjanji tak akan macam-macam," pinta Renvier."Aku tak melotot. Aku hanya memperingatimu.""Aku tahu itu. Setelah ini aku juga pulang," sahut Renvier merengut.Vannia meletakkan satu piring lagi di hadapan Renvier sebelum ia duduk di samping Zein."Sayang, kau mau sop ayam?" tanya Vannia pada Zein."Tentu. Aku ingin banyak wortel dalam piringku," sahut Zein tersenyum."Aku akan ambilkan," sahut Vannia dengan telaten menyediakan makanan dan lauknya unt
Last Updated: 2025-10-25
You may also like
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana
Pendekar · Lucky Number 12
55.3K views
PENDEKAR MACAN KUMBANG
PENDEKAR MACAN KUMBANG
Pendekar · AKANYAWAN
51.4K views
Si Buta Dari Sungai Ular
Si Buta Dari Sungai Ular
Pendekar · KSATRIA PENGEMBARA
50.9K views
Pendekar Tanpa Wajah
Pendekar Tanpa Wajah
Pendekar · Gauche Diablo
47.2K views
Legenda Kultivator Terkuat
Legenda Kultivator Terkuat
Pendekar · Klan Fang
46.4K views
Perjanjian Leluhur
Perjanjian Leluhur
Pendekar · Enday Hidayat
45.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status