Share

MLMF 13

Aksi mogok untuk melampiaskan emosi pada Wijaya tidak berlangsung lama, secara tiba-tiba Wijaya muntah-muntah dan tidak mau makan atau apapun. Tania yang melihat Wijaya mulai merajuk dengan segala cara yang dipunya membuat dirinya mau tidak mau merawat pria tua itu, tidak ada dalam pikirannya jika hamil atau apapun itu karena yang ada dalam isi kepalanya adalah Wijaya sedang memberikan balasan padanya.

“Aku benar sakit ini, Sayang. Kenapa kamu mikirnya aku balas dendam? Lagian aku nggak licik kaya mantan kamu itu.” Wijaya mengatakannya sambil memejamkan matanya.

“Lagian aneh aja kamu muntah-muntah nggak jelas, kemarin makan juga sama kaya kita semua. Kebanyakan nggak pakai baju di kamar makanya masuk angin, udah tahu tua masih aja nggak jelas keinginannya. Seharusnya tahu apa yang nggak boleh dan boleh, belum lagi kalau minta jatah...astaga....”

Wijaya mencium bibir Tania yang membuat kata-kata panasnya berhenti, melepaskan ciuman dengan membelai waj
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status