登入Seluruh ibu kota terdiam serentak. Ribuan orang yang ada di tembok, di jalanan, di istana, dan di rumah-rumah. Semuanya berhenti melakukan apa pun yang sedang mereka lakukan. Mulut mereka terbuka sedikit karena takjub karena kagum, dan karena rasa hormat yang muncul begitu saja dari lubuk hati terdalam."I-itu... siapa?" tanya seorang prajurit dengan suara berbisik gemetar. "Apakah itu dewa yang turun ke bumi?""Tidak," jawab komandan pasukan di sebelahnya, suaranya parau karena emosi. Air mata mulai menggenang di matanya. "Lihatlah wajahnya. Aku kenal wajah itu. Itu... itu adalah Pangeran Kaelen! Itu adalah Kaelen Voss!""KAELEN?!" seru banyak orang serentak, tidak percaya. "Itu benar-benar dia? Tapi... kekuatan macam apa itu? Cahaya apa itu? Wujud macam apa itu?"Lira berdiri kaku di tempatnya. Kakinya yang sudah lemas itu seolah mendapatkan kembali seluruh kekuatannya. Matanya menatap lekat-lekat sosok yang melayang turun semakin dekat itu. Air mata bahagia mengalir deras membasahi
Cahaya emas yang dibawa oleh Kaelen saat melesat turun dari langit tidak hanya sekadar cahaya. Dia bergerak secepat kilat. Membelah angin dan ruang, namun tidak menimbulkan suara gemuruh atau ledakan apa pun. Gerakannya begitu halus, begitu mulia, dan begitu hening. Persis seperti cahaya matahari pagi yang jatuh perlahan ke permukaan bumi.Semakin jauh Kaelen bergerak ke selatan. Semakin banyak wilayah yang dia lewati. Wilayah yang dulunya mati, gersang, dan tertutup kabut hitam pekat sisa ulah Raja Bayangan. Namun keajaiban mulai terjadi di mana pun dia lewati.Saat bayangan emas itu melintas di atas daratan tandus yang tanahnya berwarna abu-abu dan keras. Seketika itu juga kabut kegelapan yang menempel bertahun-tahun itu menguap begitu saja, seolah takut dan tidak berdaya.Di belakangnya, tanah yang gersang perlahan berubah warna kembali menjadi cokelat subur. Biji-bijian yang tertidur puluhan tahun di bawah tanah seketika bertunas, tumbuh, dan mekar dalam sekejap mata. Rumput hijau
Gunung Badai.Sebuah gunung tertinggi di benua itu, puncaknya menembus lapisan atmosfer. Di sekelilingnya awan hitam tebal berputar tak henti-henti, dan dari sana, petir, bukan petir berwarna ungu atau merah milik kegelapan, melainkan petir berwarna EMAS MURNI menyambar ke bawah ribuan kali setiap detiknya. Suara gemuruhnya begitu keras hingga bumi bergetar terus-menerus. Udara di sekitar gunung itu begitu panas dan berenergi hingga makhluk hidup biasa bahkan tidak bisa mendekat dalam jarak seratus kilometer tanpa hangus menjadi abu."Ini dia," bisik Kaelen dengan sisa napasnya.Tubuh Kaelen jatuh terhempas tepat di puncak gunung itu, di atas batu hitam keras yang telah dipukul petir selama jutaan tahun.Begitu Kaelen menyentuh tanah itu, Sistem kembali berbunyi. Kali ini dengan nada yang tegas dan terakhir.[TUJUAN TERCAPAI. DETEKSI ENERGI PETIR MURNI TINGKAT TERTINGGI. SYARAT EVOLUSI TERPENUHI][PERINGATAN TERAKHIR: Segala sesuatu di dalam dirimu akan dihancurkan. Segala kotoran, se
Langit di atas Benteng Kegelapan retak terbuka. Dari celah itu, bukan lagi hanya kabut hitam atau energi gelap yang memancar, melainkan tekanan keberadaan yang begitu dahsyat hingga membuat ruang di sekitarnya berkerut seperti kertas yang diremas. Sosok Raja Bayangan telah berubah total. Tubuhnya yang semula setinggi manusia biasa kini membesar menjadi raksasa setinggi seribu meter, menembus atap benteng hingga kepalanya hampir menyentuh langit kelam itu. Kulitnya berubah menjadi lapisan energi padat berwarna ungu pekat, berdenyut-denyut seolah memiliki jantung raksasa. Di punggungnya terdapat sepasang sayap raksasa yang terbuat dari ribuan kilatan petir hitam dan merah terbentang lebar, menutupi sinar bulan dan bintang membuat wilayah itu jatuh ke dalam kegelapan total.Raja Bayangan bukan lagi manusia. Bukan lagi penyihir. Bukan lagi penguasa bayangan. Dia adalah DEWA KEKACAUAN."Akhirnya!"Suara itu bergema dari seluruh tubuh raksasa itu. Bukan keluar dari mulut saja, melainkan ber
Di saat-saat paling kritis ini. Saat menghadapi ancaman terbesar musuhnya, pasukan yang tak terhitung jumlahnya, yang kuat, dan yang tidak boleh dihancurkan sepenuhnya. Kepala Kaelen tetap dingin dan jernih.Kaelen mengingat kembali ajaran dasarnya. Dia mengingat kembali hukum alam yang dia pegang teguh. Dia mengingat perbedaannya dengan Raja Bayangan.Raja Bayangan menguasai kekuatan dengan MEMAKSA dan MENCURI.Kaelen menguasai kekuatan dengan MENGERTI dan MENYATUKAN.Pasukan di depannya ini bukanlah musuh sejati. Mereka adalah korban. Mereka adalah energi yang tersesat, yang terikat, dan yang tersiksa."Kau pikir kau menjebakku, Raja Bayangan?" seru Kaelen.Suara Kaelen bergema jelas menembus hiruk-pikuk serangan yang mendekat. Cahaya pelangi di tubuhnya berubah. Dia tidak melepaskan ledakan kekuatan menghancurkan. Sebaliknya, cahaya itu menjadi lembut dan menyebar luas, namun jauh lebih padat dan lebih berwibawa dari sebelumnya."Kau pikir dengan memaksaku melawan mereka, kau akan
Langit di atas Benteng Kegelapan bukan lagi sekadar gelap. Dia telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan, sebuah kubah raksasa berwarna hitam pekat yang berputar kencang, seolah seluruh langit sedang runtuh dan menyatu menjadi satu titik pusat.Di dalam pusaran itu, petir berwarna ungu darah menyambar tak henti-henti. Disertai suara gemuruh yang begitu dahsyat hingga tanah di bawahnya retak-retak dalam jangkauan ratusan kilometer. Energi yang dilepaskan begitu besar hingga udara terasa kental, berat, dan sulit untuk dihirup, seolah seseorang sedang berjalan menembus air yang membeku.Kaelen Voss melayang diam tepat di batas terluar kubah energi itu. Tubuhnya diselimuti cahaya pelangi yang bersinar terang, beradu kontras dengan kegelapan di sekelilingnya. Di belakangnya ribuan kilometer daratan mati terbentang, dan di depannya gerbang utama benteng musuh menjulang tinggi, sebuah bangunan raksasa dari logam hitam dan batu purba yang tingginya menembus awan badai. Gerbang







