LOGINBagi Alya Senandika, beasiswa di Universitas Cakrawala adalah awal baru yang tampak menarik. Namun, segalanya berubah saat menyaksikan darah perak mengalir dari luka Revan Lazuardi Rajata. Revan bukan sekadar kakak tingkat misterius yang memiliki kekasih bernama Vanya. Di tengah penindasan Vanya dan konspirasi maut, Alya harus memilih. Akankah Alya membantu Revan meski harus membayar dengan nyawanya sendiri? Sanggupkah cinta mereka bertahan?
View More"Jalanan ini kenapa panjang banget sih," gumam Alya pelan. Suaranya bergetar menahan hawa dingin yang menusuk tulang.Setelah ucapan Revan tadi, dia memilih untuk cepat berbalik. Dia tidak ingin beradu argument dengan Revan yang dapat memutar balikkan semua ucapannya.“Revan aneh,” gerutunya. “Lagian dia emang aneh. Darahnya bisa beda warna. Aneh dan bikin gue penasaran.”Hujan lebat baru saja reda dan menyisakan gerimis kecil. Alya berjalan sendirian menyusuri jalanan kampus menuju asrama putri. Lampu jalan yang menyala dengan warna kuning temaram tidak banyak membantu penglihatannya.“Sial, perut gue masih mual,” gerutu Alya lagi.Rasa pening di kepalanya memang sudah sedikit mereda, tapi mual di perutnya masih tertahan. Bau anyir darahnya sendiri bahkan masih tersisa di rongga hidungnya. Kaus hitam yang dipakainya pun samar-samar tercium bau darah.
"Dia udah pergi. Keluar kamu dari situ."Suara datar Revan memecah keheningan di perpustakaan itu. Suara langkah sepatu hak tinggi Vanya memang sudah tidak terdengar lagi. Dan hanya menyisakan bunyi rintik hujan menghantam kaca jendela.Di balik celah rak buku, Alya menghembuskan napas yang sedari tadi ditahannya. Kakinya mendadak lemas seketika dan melepaskan cengkeramannya dari rak kayu lalu membiarkan tubuhnya merosot ke lantai.Alya memejamkan mata dengan kepala berdenyut sangat nyeri. Pandangannya berputar yang membuat isi perutnya terasa mual. Perlahan dia menarik tangannya yang menutupi hidung dan melihat noda merah segar menempel di telapak tangannya.Alya dapat merasakan darah menetes perlahan dari lubang hidungnya. Alya menelan ludah, mencoba meredakan pening yang menyerang bagian belakang kepalanya.Perlahan dia bertumpu pada kedua tangan dan lututnya, berusaha merangkak keluar dari celah sempit itu.Revan masih berdiri di tempatnya tanpa berniat untuk membantu wakau seked
“Hm,” bisik Vanya lalu angkahnya terhenti hanya beberapa jengkal dari wajah Alya yang tersembunyi di balik buku-buku tebal.Jantung Alya berpacu lebih kencang daripada biasanya. Dia menutup matanya rapat-rapat, merapal doa putus asa dalam hati agar kegelapan rak cukup pekat untuk menelan keberadaannya.Tepat saat Vanya hendak memiringkan tubuhnya untuk mengintip ke dalam celah …Brak!Revan tiba-tiba menutup buku Arkeologi setebal batu bata itu dengan bantingan keras.Suara nyaring itu bergema ke seluruh penjuru perpustakaan tua dan memaksa Vanya tersentak mundur karena terkejut.Wanita itu menoleh, menatap Revan dengan sorot mata murka akibat interupsi kasarnya."Kamu ngapain sih?!" desis Vanya."Matiin laba-laba," jawab Revan dengan nada suara yang sangat datar.
Tuk. Tuk. Tuk. Suara langkah kaki yang diiringi ketukan hak sepatu tinggi bergema di sunyinya perpustakaan pusat. Suara itu lambat terdengar. Namun, memiliki ritme menuntut yang membuat udara di sekitar seketika terasa lebih tipis."Revan? Kamu ada di dalam?"Suara Vanya kembali terdengar memecah kesunyian. Nada suaranya sama sekali tidak terdengar seperti sapaan seorang yang ramah. Itu adalah panggilan dari seseorang yang memiliki kecurigaan penuh.Di sudut remang perpustakaan, rahang Revan mengeras. Dia yang biasanya selalu tampil tenang dan tidak tersentuh itu kini menunjukkan kepanikan di mata hitamnya.Tanpa membuang waktu satu detik pun, Revan mencengkeram lengan Alya dan mendorong gadis itu dengan kasar ke celah sempit di antara dua rak buku sastra kuno yang menjulang tinggi.Alya yang terkejut hanya bisa menurut."Jangan bersuara. Jangan bergerak," bisik Revan tepat di telinga Alya yang terdengar sangat rendah dan mengancam.Kemudian dia berbalik dan menggunakan tubuh tinggi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews