Share

The Next Mbak Honey

Sebisa mungkin, Prameswari melemparkan senyum manis pada pria paruh baya yang duduk di depannya. Sedari tadi, sekitar tiga puluh menit yang lalu, pria itu hanya diam. Duduk diam dan menikmati kopi latte plus nugget pisang crispy yang terhidang di hadapannya. Dalam diamnya yang misterius itu, sesekali melirik ke arah Prameswari yang bersetia menemaminya. Setiap kali lirikan tajam itu tertangkap olehnya, Prameswari mengangguk sembari melemparkan senyum lebar manis. Senyum yang menampakkan barisan gigi putih, bersih dan rapi. Jika senyumnya menyimpul, terlihatlah lesung pipit yang memberi kesan mempesona di pipi kirinya. 

Sebenarnya, Prameswari sudah jenuh dengan pekerjaan pertama di hari pertama kerjanya ini tapi nggak mungkin menghindar apalagi melarikan diri. Bisa-bisa Mbak Honey mengamuk, meledak atau bahkan menghujaninya dengan caci maki dan sumpah serapah seperti biasa, kalau sampai h

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status