แชร์

Bab 621

ผู้เขียน: Elenor
Setelah membaca pesan itu, Clara menyerahkan ponselnya kepada Dylan.

Dylan tertegun.

Clara telah menceritakan tentang masalah Azka kepadanya.

Sejujurnya, dia juga sangat tertarik.

Dia pun berdeham pelan dan berkata, "Proyek ini memang bagus, kita bisa bahas lebih lanjut."

Tepat setelah Dylan selesai berbicara, Azka menelepon Clara. Setelah mereka mengobrol, Azka mengiriminya sebuah email.

Setelah membaca isi email tersebut, Clara mengirim pesan kepada Edward: [Kapan, di mana?]

Baru saja pesannya terkirim, Edward langsung mengirimkan alamat dan membalas: [Aku berangkat sekarang.]

Clara: [Oke.]

Dylan sebenarnya ingin ikut pergi dan membahas kerja sama dengan Azka dan yang lainnya, tetapi dia masih memiliki urusan penting lain yang harus ditangani. Setelah berbicara sebentar dengan Clara, dia pergi terlebih dahulu.

Gery sempat mendengar percakapan Clara, dia berasumsi bahwa orang yang akan ditemui Clara tidak ada hubungan dengan mantan suaminya, jadi tidak terlalu memikirkan hal itu.

S
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (163)
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
lagi " ketemu dgn keluarga pelakor kaya orang tau
goodnovel comment avatar
Darma Wati
kenapa nd bisa ke buka dong
goodnovel comment avatar
Darma Wati
setiap mau makan Edward bersama Clara selalu aja ketemu sama keluarga pelakor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 622

    Makan bersama itu berlangsung hampir dua jam.Setelah itu, Azka ingin memperkenalkan beberapa penanggung jawab yang akan terkait dengan proyek tersebut, sehingga mereka berpindah lokasi.Sesampainya di lokasi baru, Edward masih duduk di sebelah Clara.Mungkin karena Edward dan Azka sangat sopan kepada Clara, atau mungkin karena semua orang di industri ini sekarang sudah tahu bahwa kemampuannya memang bagus, maka mereka semua bersikap sangat sopan kepadanya.Percakapan mereka berlangsung dengan sangat menyenangkan.Saat hari mulai gelap, ponsel Edward tiba-tiba berdering.Melihat nama penelepon, Edward melirik ke arah Clara sebelum menjawab, "Elsa, ada apa?"Clara sebenarnya tidak memperhatikan siapa yang menelepon Edward, tetapi setelah mengetahui bahwa itu adalah Elsa, Clara yang sedang minum teh sedikit terhenti.Elsa saat itu berada di kamar Edward.Dia telah mengacak-acak kamar Edward sampai berantakan.Sambil memegang ponsel dan mata memerah, dia bertanya, "Di mana akta nikah Ayah

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 621

    Setelah membaca pesan itu, Clara menyerahkan ponselnya kepada Dylan.Dylan tertegun. Clara telah menceritakan tentang masalah Azka kepadanya.Sejujurnya, dia juga sangat tertarik.Dia pun berdeham pelan dan berkata, "Proyek ini memang bagus, kita bisa bahas lebih lanjut." Tepat setelah Dylan selesai berbicara, Azka menelepon Clara. Setelah mereka mengobrol, Azka mengiriminya sebuah email.Setelah membaca isi email tersebut, Clara mengirim pesan kepada Edward: [Kapan, di mana?]Baru saja pesannya terkirim, Edward langsung mengirimkan alamat dan membalas: [Aku berangkat sekarang.]Clara: [Oke.] Dylan sebenarnya ingin ikut pergi dan membahas kerja sama dengan Azka dan yang lainnya, tetapi dia masih memiliki urusan penting lain yang harus ditangani. Setelah berbicara sebentar dengan Clara, dia pergi terlebih dahulu.Gery sempat mendengar percakapan Clara, dia berasumsi bahwa orang yang akan ditemui Clara tidak ada hubungan dengan mantan suaminya, jadi tidak terlalu memikirkan hal itu.S

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 620

    Namun, Vanessa segera menyadari bahwa dirinya sudah terlalu banyak berpikir.Sikap Edward terhadapnya memang jauh berbeda, jika dibandingkan dengan masa lalu.Kali ini, Edward tidak langsung memberi mereka uang seperti sebelumnya. Sebaliknya, setelah mengirim orang ke Gori Group dan X-Tech untuk mempelajari situasinya secara menyeluruh, dia membantu mereka mendapatkan kerja sama teknologi dan investasi.Adapun Edward sendiri, dia tidak pernah muncul lagi setelah makan bersama Vanessa di hari itu.Ervan dan Vanessa tetap diam.Bahkan Diana dapat melihat dengan jelas bahwa Edward tidak ingin menghabiskan uang untuk mereka.Dia tidak dapat menerima perubahan itu. "Kenapa Kak Edward bisa jadi begini ...."Ekspresi yang lain juga tampak muram.Karena mereka pun tidak menyangka Edward akan bertindak seperti itu.Melihat ekspresi semua orang yang tampak muram, Fani tersenyum kaku dan buru-buru berkata, "Bagaimanapun juga, Edward tetap membantu kita, kan? Kalau bukan karena Edward, kita mungki

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 619

    Setelah melihat orang itu pergi, senyum di wajah Ervan memudar.Akhir-akhir ini, ketika Vanessa mencoba menghubungi Edward, teleponnya seringkali tidak dapat tersambung, atau ketika berhasil terhubung pun, Edward selalu beralasan sedang sibuk.Hal itu juga terjadi selama dua hari terakhir.Saat itu, bukan hanya Vanessa, bahkan Ervan pun dapat merasakan dengan jelas bahwa Edward telah berubah .…Vanessa menatap ke arah kepergian Edward dan Clara, lalu menggenggam ponselnya erat-erat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Setelah beberapa saat, Ervan tersadar dari lamunannya dan berkata kepada Vanessa, "Apa perlu meneleponnya?"Meskipun pikiran Edward saat ini sepenuhnya tertuju pada Clara, tetapi bagaimanapun juga mereka belum putus. Mereka telah bersama cukup lama, Edward pasti masih memiliki perasaan untuknya.Itu berarti dia masih ada kesempatan untuk mempertahankan hubungan mereka.Vanessa mengerti maksud ayahnya.Setelah masuk ke mobil, dia sempat ragu sejenak, lalu akhirnya menelepon

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 618

    Mungkin dia sudah menduga akan jawaban Clara yang seperti itu, Edward tersenyum dan berkata, "Elsa juga ikut."Clara tertegun. "Elsa juga ikut?"Mereka akan membahas urusan penting, membawa seorang anak kecil ikut serta ....Edward menjawab, "Dia sudah tahu hubungan kita."Clara semakin terkejut.Jika ada orang lain mengetahui hubungannya dengan Edward, tanpa ragu, pasti Edward yang telah memberitahukannya.Meskipun dia tidak tahu mengapa Edward memberi tahu temannya tentang hal itu, tetapi dia tidak bertanya lebih lanjut, dan hanya berkata, "Oke."Dia makan sedikit untuk mengganjal perut, lalu naik lagi ke kamar untuk merias tipis wajahnya. Setelah itu, masuk ke mobil Edward, dan mereka pun pergi.Nama temannya Edward itu, Azka Mananta. Dia berusia sekitar tiga puluh tahun.Dia sudah pernah bertemu Elsa sebelumnya, setelah menyapa Elsa dan Edward, dia lalu mengulurkan tangan kepada Clara sambil tersenyum, dan berkata, "Aku sudah banyak mendengar tentangmu ...." Dia berpikir sejenak se

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 617

    Morti Group akhirnya memenangkan lelang proyek tersebut.Kegagalan Gori Group untuk memenangkan proyek tersebut sebenarnya sudah bisa diperkirakan oleh Keluarga Gori dan Sanjaya.Namun, melihat begitu banyak perusahaan besar yang ikut bersaing, dan ternyata Morti Group yang akhirnya keluar sebagai pemenang, Keluarga Gori dan Sanjaya semakin merasa kecewa.Mereka tentu saja kecewa karena telah gagal memenangkan lelang proyek itu.Namun, selain masalah itu, mereka pun memiliki kekhawatiran lain.Misalnya, proyek teknologi yang dikembangkan Gori Group dengan bantuan Edward kembali menemui jalan buntu. Proses pengembangan selanjutnya pun kembali terhambat oleh masalah pendanaan.Bukan hanya Gori Group, tetapi X-Tech juga menghadapi kesulitan yang sama.Jika pendanaan tidak mencukupi, maka semua proyek yang mereka kerjakan akan bermasalah.Tetapi saat ini, mereka tidak memiliki modal sebanyak itu .……Clara sama sekali tidak tahu tentang situasi antara Edward dan Vanessa.Setelah memenangka

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status