Cinta dalam Jerat Dendam Sang Miliader

Cinta dalam Jerat Dendam Sang Miliader

last updateLast Updated : 2026-08-12
By:  Syifa ifa rsfUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
9Chapters
19views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Kalea, di duniaku tidak ada yang gratis. Termasuk rasa aman yang kuberikan semalam.” Kalea Svara tak pernah menyangka pria yang membuatnya merasa aman justru datang membawa dendam. Arkananta Malik—Nata, pewaris Malik Group—mendekatinya bukan karena cinta. Di balik perhatian dan kemewahan yang ia berikan, tersimpan dendam atas tragedi berdarah tahun 2018 yang menghancurkan hidupnya. Bagi Nata, Kalea hanyalah bagian dari rencana balas dendam. Namun, semakin dekat dengannya, semakin sulit Nata mengendalikan perasaan yang mulai tumbuh. Ketika dendam hampir terbalaskan, seseorang yang seharusnya sudah mati muncul kembali membawa bukti yang dapat mengubah kebenaran tentang tragedi 2018. Jika Nata ternyata membenci orang yang salah, akankah ia tetap menghancurkan Kalea? Atau justru wanita yang menjadi target balas dendamnya itu telah menjadi satu-satunya orang yang tak sanggup ia kehilangan?

View More

Chapter 1

BAB 1 : Pertemuan yang Dirancang Takdir

"Butuh tumpangan, Nona pemain biola?"

 Suara bariton yang berat dan tenang itu mendadak memecah keheningan lobi kafe yang sepi. Kalea Svara tersentak kaget. Dia langsung menghentikan gerakan tangannya yang sejak tadi sibuk merapatkan jaket denim tipisnya untuk menghalau terpaan angin malam yang menusuk tulang.

 Kalea menoleh cepat ke arah samping undakan lobi. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik rupanya telah berhenti tepat di depan tempatnya berteduh. Kaca jendela belakang mobil tersebut perlahan turun dengan bunyi mekanis yang halus, menampilkan sosok pria berpakaian jas abu-abu arang yang teramat rapi.

 "Maaf, Tuan," jawab Kalea canggung, mencoba menjaga jarak aman dari pria asing itu. "Terima kasih banyak atas tawarannya yang baik, tapi saya bisa menunggu taksi umum atau badai hujan ini sedikit reda di sini."

 Pria di dalam kabin mobil itu justru terkekeh pelan mendengar penolakannya. Sebuah senyuman tipis yang menawan terukir di bibirnya, melunakkan kesan dingin dari wajah tampannya yang intimidatif. "Hujan deras bercampur banjir seperti ini tidak akan menyisakan satu pun taksi kosong dalam waktu satu jam ke depan, Nona. Kebetulan sekali saya juga baru saja keluar dari kafe yang sama setelah menyelesaikan urusanku."

 Kalea melirik arloji murah di pergelangan tangan kirinya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat. Saat dia mencoba memeriksa aplikasi di HP-nya, tarif perjalanan menuju rumah kosnya sudah melonjak naik hingga tiga kali lipat akibat cuaca buruk. Angka itu membuat dompet tipisnya menjerit kalah tanpa daya.

 "Anggap saja tumpangan malam ini adalah bentuk apresiasi murni dari seorang penikmat musik yang merasa terkesan dengan permainan biolamu yang luar biasa indah tadi," tambah pria itu lagi, memperhalus intonasi suaranya yang terdengar begitu memikat.

 Kalea menarik napas panjang, lalu akhirnya mengangguk ragu. Supir pribadi mobil mewah tersebut dengan sigap langsung keluar memutari kap mesin, membukakan pintu belakang kabin sambil memayunginya dengan sangat hormat, mempersilakannya masuk ke dalam kendaraan.

 Aroma wangi kayu cendana bercampur kemewahan yang mahal langsung menyergap indra penciuman Kalea begitu dia mendudukkan diri di atas kursi kulit yang empuk. Suhu hangat yang berembus dari pendingin udara mobil seketika membuat tubuhnya yang semula menggigil kedinginan menjadi lebih rileks. Pria di sampingnya menyodorkan selembar tisu kain bersih berwarna putih untuk membantunya mengeringkan sisa air hujan di kening.

 "Kamu memang sering main biola di kafe itu?" tanya Nata sambil melirik hujan di balik jendela."Iya, hampir setiap malam," jawab Kalea. "Karyawan tetap?"

 " Bukan, aku hanya mengisi beberapa pertunjukan beberapa malam dalam seminggu." "Pantas saja permainanmu terdengar beda, kamu memainkan setiap nada seolah sedang menceritakan sesuatu."

 "Terima kasih banyak, Tuan," ucap Kalea merasa sangat canggung atas perhatian kecil ini.

 "Aku Arkananta," pria itu mengulurkan tangannya yang kekar, memecah keheningan yang sempat membeku di antara mereka sejak mobil mulai bergerak membelah kemacetan jalan malam. "Arkananta Malik. Tapi kau bisa memanggilku dengan nama Nata agar terasa lebih santai di telingamu selama perjalanan ini.

 ""Kalea Svara. Panggil saja saya Lea, Tuan Nata," jawab Kalea sembari menjabat tangan kekar pria itu sekilas sebelum menariknya kembali ke pangkuan dengan canggung.

 Saat kulit mereka bersentuhan, Kalea merasakan sebuah kehangatan asing yang menjalar cepat ke seluruh aliran darahnya. Getaran aneh itu entah mengapa membuat debaran jantung di dalam dadanya mendadak berkejaran tanpa sebab yang jelas. Dia menundukkan kepala, mencoba menyembunyikan rona merah yang terbit di pipinya yang pias akibat pesona pria tersebut.

 Nata mengulas seulas senyuman penuh arti yang tersorot samar di balik kegelapan kabin mobil mewah itu. Pria itu memperbaiki posisi duduknya, mengecap nama tersebut di bibirnya dengan intonasi suara yang terdengar teramat dalam. "Kalea Svara... sebuah nama yang sangat indah, serasi, dan manis. Panggilan yang sangat cocok untuk seorang wanita yang memiliki jemari lentik ajaib sepertimu, Lea."

 Mobil terus melaju membelah kegelapan malam, hingga tiba-tiba Nata mencondongkan tubuh tegapnya ke arah Kalea dengan tatapan mata yang mendadak berubah menjadi teramat pekat. Jarak wajah mereka kini hanya tersisa beberapa senti saja, membuat napas Kalea tertahan sepenuhnya di tenggorokan karena terkejut.

 "Tapi Lea... apakah kamu tahu kalau sebuah melodi yang indah juga bisa menjadi lagu pengiring kematian yang paling sempurna?" bisik Nata parau.

 Kalea terbelalak kaget, tubuh mungilnya secara refleks merapat kaku pada pintu mobil karena ketakutan. "T-Tuan Nata, apa maksud Anda—"

 Belum sempat Kalea menyelesaikan kalimatnya, mobil sedan mewah itu mendadak menginjak rem secara ekstrem hingga menimbulkan bunyi decit ban yang memekakkan telinga. Tubuh mereka berdua terdorong kasar ke depan, memotong sisa kalimat ketakutan di bibir Kalea dalam sekejap mata.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Fatmah Azzahra
Fatmah Azzahra
wow dari benci jadi cinta?! mantap!!!
2026-08-12 16:47:28
0
0
Layli Dinata
Layli Dinata
tema hate to love. kereeen kak
2026-08-12 14:31:21
0
0
Celine Alo08
Celine Alo08
Pada akhirnya Nata akan jatuh cinta pada Kalea. semangat update babnya kaks ...
2026-08-12 14:25:00
0
0
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status