แชร์

Bab 627

ผู้เขียน: Elenor
Clara sebenarnya tahu betul penyebab semuanya menjadi seperti itu.

Dia duduk di sana dan terdiam cukup lama.

Keesokan harinya, dia sendiri yang mengantar Elsa ke sekolah sebelum berangkat bekerja.

Sore itu, tepat saat jam Elsa pulang sekolah, Clara mengambil ponsel dan meneleponnya.

Elsa sangat senang menerima telepon dari ibunya. "Mama, ada apa?"

"Nggak ada apa-apa, Mama cuma mau menelepon saja. Kamu nanti pulang ke rumah nenek buyut, kan? Mama akan minta pelayan membuatkan makanan kesukaanmu."

Elsa mengangguk dengan antusias. "Oke."

Setelah itu, Clara mengobrol sebentar dengan Elsa sebelum menutup telepon.

Meskipun Elsa tidak tahu mengapa Clara tiba-tiba meneleponnya, dia tetap sangat senang karena Clara telah berinisiatif untuk menghubunginya.

Dia juga berpikir bahwa Clara hanya akan menghubunginya sesekali.

Tak disangka, dia kembali menerima telepon dari Clara setelah pulang sekolah keesokan harinya.

Tidak hanya itu, pada hari ketiga dan keempat, Clara juga menelepon untuk memberit
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (106)
goodnovel comment avatar
Yani Suryani
seneng akhirnya ibu dan anak membangun kebersamaan lagi ,suka mereka bersama bagaimana pun Elsa tetaplah anaknya ,dia yg membesarkannya,dia masih kecil hanya mengikuti arus, saatnya arusnya kembali ke yg sebenarnya yaitu Clara,mama yg begitu menyayanginya
goodnovel comment avatar
Waros Kompa
emang si Edward biang keroknya suka bawa 2 anaknya klo kencan ama si Vanessa
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
atau jangan jangan sudah pindah rumah nih wkwkwk
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 631

    Ponsel Gading berdering.Gading melirik nama penelepon, dia menyapa Vanessa dan yang lainnya sebentar, lalu memberitahu Edward untuk tidak usah menunggunya. Dia kemudian berbalik ke sisi lain untuk menjawab panggilan itu.Setelah Gading menjauh, Edward akhirnya berbicara, "Kalian makan di sini juga?""Iya." Vanessa bertanya, "Kapan pulang?""Semalam.""Masih belum selesai urusannya?"Lift tiba, Edward masuk bersama Vanessa dan yang lainnya. "Belum."Saat itu, Edward menerima pesan teks. Dia mengangguk pelan kepada Vanessa sebagai isyarat, lalu membalas dua pesan, dan tak lama kemudian lift sudah sampai di lantai dasar.Keluar dari lift, Vanessa menatapnya dan bertanya, "Apa kau ada waktu nanti malam?"Edward menjawab, "Aku sudah ada janji malam ini."Vanessa pun tersenyum dan berkata, "Kalau gitu, lain kali saja.""Oke." Tepat setelah Edward selesai berbicara, ponselnya berdering lagi. Dia pun berkata kepada Vanessa, "Aku masih ada urusan, harus balik kantor sekarang."Vanessa berkata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 630

    Clara tertegun sejenak, lalu berkata dengan ekspresi tenang, "Tapi Mama harus pergi dinas ke luar kota besok.""Hah?" Elsa berkata dengan nada kecewa, "Pergi lagi?""Iya." Clara mengacak-acak lembut rambut putrinya. "Sudah malam. Kamu pulang dulu bareng ayahmu, istirahat. Mama akan beritahu kalau sudah balik nanti."Elsa cemberut. "Iya, Ma."Saat itu, Edward tiba-tiba bertanya, "Berapa hari?"Clara mengira Edward menanyakan hal itu karena ingin tahu kapan dia bisa kembali untuk mengurus ulang akta nikah mereka dan mengajukan perceraian.Dia pun menjawab, "Mungkin dua atau tiga hari."Edward mengangguk, sikapnya cukup lembut. "Oke, hati-hati di jalan ya."Setelah itu, dia dan Elsa masuk ke mobil dan pergi.Edward dan Elsa baru saja sampai di rumah ketika Gading menelepon, "Aku dengar kau sudah pulang? Akhirnya urusanmu selesai juga ya?" Edward memperhatikan Elsa naik ke kamarnya, lalu duduk di sofa lantai bawah. "Belum secepat itu."Gading tertegun."Jadi, besok masih belum ada waktu u

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 629

    Keesokan paginya, Clara baru menerima balasan dari Edward.[Maaf, aku baru lihat panggilanmu. Besok aku ada urusan yang sangat penting. Soal perceraian, hanya bisa kita tunda dan cari waktu lain.]Setelah membaca pesannya, Clara tidak bisa menyalahkan apa pun.Toh, kali ini dia juga melewatkan kesempatan mengurus akta cerai karena urusannya sendiri.Dia pun tidak membalas pesan itu.Sore harinya, Clara dan Dylan pergi ke jamuan makan malam.Vanessa dan yang lainnya juga menghadiri makan malam itu, termasuk Dani.Begitu menemukan kesempatan, Dani segera menghampiri untuk menyapanya."Selamat malam."Clara mengangguk dan lanjut berkata, "Sudah lama nggak ketemu.""Iya." Tatapan Dani tertuju pada wajahnya. "Kau sibuk ya akhir-akhir ini sampai kurang tidur?"Clara mengangguk. "Lumayan sibuk."Dani selalu memperhatikan perceraiannya dengan Edward dan tahu bahwa hari ini seharusnya adalah hari terakhir untuk mengurus akta perceraian mereka.Dengan kata lain, Clara dan Edward masih berstatus

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 628

    Menjelang akhir jam pulang kantor, ponsel Clara berdering.Kali ini, pesan dari Prof Nian: [Bersiaplah, Senin jam 2 pagi.] Melihat pesan Prof Nian, Clara tidak terkejut.Setelah menyelesaikan pekerjaan terakhirnya di pangkalan, dia sudah tahu bahwa dalam waktu dekat harus pergi ke sana lagi.Setelah membalas pesan Prof Nian, Clara memikirkan soal perceraiannya dengan Edward. Untuk mempercepat proses perceraian, dia memutuskan untuk memberi tahu Edward secara singkat tentang jadwal kerjanya: [Aku akan pergi dinas urusan pekerjaan beberapa hari ke depan, mungkin baru selesai sekitar satu minggu.]Saat dia kembali, masa untuk mengurus akta cerai mereka selama tiga puluh hari masih belum berakhir. Jika Edward bisa kembali tepat waktu, mereka masih bisa mengurus akta cerai setelah memperbarui akta nikah mereka yang hilang.Edward tampaknya cukup sibuk akhir-akhir ini, jadi dia pikir pria itu tidak akan membalas pesannya sampai besok.Tanpa diduga, Edward langsung membalas pesan Clara: [Oke,

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 627

    Clara sebenarnya tahu betul penyebab semuanya menjadi seperti itu.Dia duduk di sana dan terdiam cukup lama.Keesokan harinya, dia sendiri yang mengantar Elsa ke sekolah sebelum berangkat bekerja.Sore itu, tepat saat jam Elsa pulang sekolah, Clara mengambil ponsel dan meneleponnya.Elsa sangat senang menerima telepon dari ibunya. "Mama, ada apa?""Nggak ada apa-apa, Mama cuma mau menelepon saja. Kamu nanti pulang ke rumah nenek buyut, kan? Mama akan minta pelayan membuatkan makanan kesukaanmu."Elsa mengangguk dengan antusias. "Oke."Setelah itu, Clara mengobrol sebentar dengan Elsa sebelum menutup telepon.Meskipun Elsa tidak tahu mengapa Clara tiba-tiba meneleponnya, dia tetap sangat senang karena Clara telah berinisiatif untuk menghubunginya.Dia juga berpikir bahwa Clara hanya akan menghubunginya sesekali.Tak disangka, dia kembali menerima telepon dari Clara setelah pulang sekolah keesokan harinya.Tidak hanya itu, pada hari ketiga dan keempat, Clara juga menelepon untuk memberit

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 626

    Malam itu, ketika Clara sampai rumah setelah lembur kerja, dia baru mengetahui bahwa Elsa telah datang ke rumah Keluarga Hermosa.Elsa dengan lembut menarik lengan bajunya dan dengan hati-hati meminta maaf, dia mengatakan bahwa telah menghilangkan akta nikah mereka.Clara tertegun.Dia tidak menyangka Elsa benar-benar bisa menghilangkan akta nikah dirinya dan Edward.Clara mengatupkan bibir, hendak mengatakan sesuatu. Namun saat menatap Elsa, yang tampaknya sudah menyadari bahwa dia salah dan takut membuat ibunya marah, Clara menarik napas dalam-dalam dan akhirnya menahan diri untuk tidak mengatakan kata-kata yang menyalahkan. Dia hanya berkata, "Karena sudah hilang, ya sudah. Tapi lain kali, jangan sembarangan bawa dokumen penting atau barang berharga lainnya ke sekolah tanpa izin, mengerti?" Melihat Clara tidak marah, hati Elsa yang tegang akhirnya rileks, dia langsung memeluk ibunya dan mengangguk patuh, lalu berkata, "Iya, aku mengerti. Aku janji, tanpa izin Mama dan Ayah, aku ngg

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status