Compartir

Bab 91 (18+)

Autor: Dandelion
last update Fecha de publicación: 2026-02-07 13:41:12

Sekar masih diam saat Jagat sudah duduk di sebelahnya. Tangan pria itu mulai mencoba menyentuh tangannya, menggenggamnya perlahan.

"Saya benar-benar tidak bermaksud untuk bergandengan dengan Rachel. Tidak ada satu titik niat pun di hati saya untuk melakukannya."

"Ya. Aku percaya." Balas Sekar dengan tatapan yang kembali ia arahkan ke jendela apartemen. Ia tidak ingin Jagat menyadari bahwa ia sedang berbohong karena sejujurnya ia sama sekali belum percaya.

Namun Jagat juga sepertinya tak yakin d
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 152

    Sekar tak menjawab jalimat yang beberapa saat lalu keluar dari mulut Jagat. Meski sedari tadi ia berharap pria itu mengajaknya jalan, nyatanya kalimat rindu dari Jagat tetap terasa menyakitkan untuknya karena ia kenyataan tentang hubungan mereka yang tidak direstui oleh Bu Dian kembali berputar di pikirannya.Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Bu Dian mengancamnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Jagat. Ia juga masih ingat saat Arjuna memberitahunya bahwa Mamanya juga diancam oleh Bu Dian.Rasanya sulit untuk ia dan Jagat kembali bersama jika tak ada restu dari ibu pria itu. Ia juga tak mungkin rela membuat keluarganya terluka atau celaka hanya karena keegoisan cintanya untuk Jagat."Saya pamit pulang, Pak. Terima kasih atas minumannya." Setelah beberapa saat hanya berdiri diam di tempatnya, akhirnya Sekar memilih berpamitan tanpa menanggapi ucapan Jagat."Saya antar." Ucap Jagat begitu saja.Sekar akhirnya menoleh untuk mengatakan bahwa ia bisa pulang sendiri, tapi ucapannya te

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 151

    Nyatanya Sekar tak langsung pulang setelah ia keluar dari salah satu restoran tempat ia bertemu dengan Cindy karena ia justru berbelok ke sebuah toko pakaian. Tiba-tiba ia ingin membeli celana jins panjang di sana.Saat matanya sibuk memilih, mulutnya juga tak kalah sibuk. Ia menceritakan hal yang baru saja terjadi pada Sisil. Telat saat tadi ia masuk ke toko pakaian, Sisil menelpon dan akhirnya terjadilah sesi saling curhat di antara mereka."Sumpah tadi gue udah mikir si Dimas itu datang sama Mas Jagat, Sil. Gue udah panik duluan.""Yeee, itu mah lo yang kepedean." Sisil kemudian tertawa setelah mengatakan hal itu yang membuatnya mendengus seketika. Tapi benar juga sih, dia yang sepertinya kepedean. Jagat kan orang sibuk, mana mungkin mengikuti kencan sekretarisnya."Ingat Sekar, kalian itu cuma mantan. Jangan kepedean." Ucap batinnya pada dirinya sendiri."Iya sih, Sil, gue yang kepedean hahaha. Gue yang memang belum move on dari dia, tapi sok jaga jarak pas waktu itu ketemu. Mungk

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 150

    "Saya sudah janjian dengan dia, Pak. Katanya dia mau bawa temannya saat kami ketemuan nanti."Ucap Dimas saat mereka akan melakukan boarding di bandara."Kamu suruh dia bawa teman, Dim?" Jagat sedikit terkejut bahwa ada seorang wanita yang akan membawa temannya untuk first date. Sungguh aneh menurutnya. Atau mungkin Dimas yang menyuruh?"Nggak, Pak. Dia bilang sebelum saya ajak ketemu, dia sudah ada janji dengan temannya itu. Jadi nggak enak kalau tiba-tiba dibatalkan. Salah saya juga karena mengajak dia ketemu mendadak."Jagat meringis, merasa bersalah juga karena sebenarnya ide liburan ke Singapura adalah idenya."Tapi, Pak. Katanya temannya ini teman kerja di perusahaannya, bisa jadi itu Bu Sekar." Ucap Dimas lagiJagat mengangguk-anggukkan kepalanya. Ya, kemungkinan itu memang ada melihat beberapa highlight di media sosial wanita itu, sepertinya memang hanya Sekar yang begitu akrab dengannya."Terima kasih informasinya, Dim." Jagat kemudiaj duduk di kursinya menunggu saat take off

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 149

    "Dim, kamu pesan tiket ke Singapura untuk keberangkatan Jumat malam, ya. Sekalian pesan buat kamu."Setelah mengirimkan pesan itu kepada Dimas, Jagat langsung keluar dari mobilnya yang terparkir di tempat parkir sebuah restoran bergaya eropa. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya ketika mengingat bahwa sang Mama membuat reservasi di restoran ini karena tahu tempat ini adalah salah satu tempat makan favoritnya.Berjalan ke arah resepsionis, ia lalu mengatakan tentang reservasi yang telah dibuat oleh Mamanya dan tak lama ia langsung diantar ke meja yang dimaksud.Mamanya ternyata memesan privat room untuk yang terletak di sudut lantai dua restoran itu. Saat akhirnya ia membuka pintu ruangan itu, Jagat sedikit terkejut karena ternyata Mamanya tidak datang sendiri, melainkan bersama Papa sambungnya - Om Aji."Selamat malam, Ma, Om." Sapanya dengan sedikit canggung. Mungkin efek dari renggangnya hubungan mereka."Malam, Jagat. Sini duduk." Ucap Om Aji yang begitu ramah padanya. Meski tak

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 148

    Satu bulan telah berlalu sejak pengunduran dirinya dari AYT Tech dan Jagat merasa tidak ada hari yang lebih melegakan dari itu selama enam bulan ini. Kali ini hanya tinggal menyusun rencana untuk bisa mendekati Sekar kembali."Dim, kamu ada rencana ke Singapura?" Tanya Jagat saat Dimas sedang membereskan laptop dan document di meja di ruang rapat."Saya, Pak? Buat apa saya ke Singapura, Pak? Atau ada Bapak ada rencana perjalanan dinas ke sana yang belum saya ketahui?" Dimas balik bertanya karena bingung dengan maksud pertanyaan Jagat."Bukan. Maksud saya kamu ada rencana ke sana buat ketemu cewek yang waktu itu di direct message? Dia ada di Singapura kan?""Ohhh itu" Dimas lalu tersenyum malu-malu. Pria itu tiba-tiba terlihat gerogi dan ia bisa menebak bahwa Dimas membalas direct message itu dan hubungan mereka berlanjut."Saya masih pendekatan, Pak. Kayaknya terlalu cepat kalau saya tiba-tiba datang ke sana buat ketemu dia. Saya nggak mau bikin dia nggak nyaman dan terkesan terburu-b

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 147

    "Cukup, Pa!"Bu Dian berkata dengan tegas dan nada yang meninggi, membuat Pak Ruli terkejut karena ini adalah pertama kalinya sang anak perempuan berbicara seperti itu padanya. Sedari kecil Bu Dian selalu menurut pada Papanya, mengiyakan segala perintah sang Papa termasuk untuk meninggalkan pria yang ia cintai - Robert dan juga mengabaikan anak lelakinya - Jagat selama bertahun-tahun."Dian! Apa-apaan kamu?" Ucap Pak Ruli dengan nada yang juga ikut meninggi.Bu Dian bangkit dari duduknya, berniat langsung pergi karena tak ingin berdebat dengan Pak Ruli. Namun Pak Ruli tak terima dan menganggap percakapan mereka belum selesai."Mau ke mana kamu? Papa belum selesai ngomong, Dian. Temui anak kurang ajar kamu itu. Bilang sama dia kalau dia tidak mau menikah dengan Rachel, maka Papa akan selalu mengusik hidupnya. Kalau perlu akan Papa hancurkan perusahaannya itu."Bu Dian mengepalkan kedua tangannya, lalu ia berbalik dan menatap Pak Ruli dengan mata yang berkaca-kaca.

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 92

    Belum sempat Sekar merespon ucapan itu, Jagat lebih dulu mendorong tubuhnya masuk dan berbalik menutup pintu kamar mandi. Pria itu bahkan sudah membawa handuk seperti sudah mempersiapkan untuk mandi di tempatnya."Saya tadi ke bawah nggak cuma ambil oleh-oleh buat kamu, tapi juga perlengkapan mandi

    last updateÚltima actualización : 2026-03-31
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 90

    "Hallo, Mas."Di seberang sana Jagat tak langsung menjawab sapaannya. Pria itu terdengar menghembuskan napas panjang."Akhirnya kamu angkat telepon saya, Sekar. Saya benar-benar khawatir dari kemarin karena tidak mendengar kabar dari kamu secara langsung. Saya tanya Arjuna, katanya kamu sudah pulan

    last updateÚltima actualización : 2026-03-31
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 84

    "Kamu yang benar saja, Mas! Masa mau menjodohkan Sekar sama anak dari wanita itu! Aku nggak setuju ya."Mamanya langsung mengomel pada sang Papa yang masih memasang wajah santai meski tadi sudah sempat mendengar ucapan nada tinggi darinya dan sang mantan istri."Udah jelas-jelas sekarang Sekar puny

    last updateÚltima actualización : 2026-03-30
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 88

    "Maaf, saya jadi membuat Pak Joko dan Sekar menunggu." Ucap Danu sesaat setelah duduk di kursi belakang."Tidak apa-apa, Dan. Ini juga kami baru mau berangkat." Jawab Papanya yang melihat Danu dari balik kaca spion atas.Sementara ia yang masih bingung dengan kehadiran Danu hanya diam hingga pria i

    last updateÚltima actualización : 2026-03-30
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status