Partager

Bab 152

Auteur: Dandelion
last update Date de publication: 2026-08-11 23:16:02

Sekar tak menjawab jalimat yang beberapa saat lalu keluar dari mulut Jagat. Meski sedari tadi ia berharap pria itu mengajaknya jalan, nyatanya kalimat rindu dari Jagat tetap terasa menyakitkan untuknya karena ia kenyataan tentang hubungan mereka yang tidak direstui oleh Bu Dian kembali berputar di pikirannya.

Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Bu Dian mengancamnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Jagat. Ia juga masih ingat saat Arjuna memberitahunya bahwa Mamanya juga diancam oleh Bu Dian
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 156

    "Kamu sedang apa? Tolong kamu kirimi nomor rekening yang kamu pakai di Singapura, saya mau transfer buat makan siang kamu." Satu pesan dari Jagat siang ini membuat Sekar tersenyum tak jelas. Setelah pertemuan mereka di Bogor minggu lalu, ia memang telah membuka blokir untuk Jagat. Ia akhirnya luluh juga setelah malam itu Jagat terus membujuknya agar ia mau membuka komunikasi lagi dengan pria itu. Jagat menjelaskan segala yang terjadi setelah kandasnya hubungan mereka setengah tahun lalu. Bagaimana pria itu hanya fokus pada pekerjaannya dan mencari banyak investor untuk mau menanamkan modal pada perusahaannya. Setelah stabil, Jagat cepat-cepat mengundurkan diri dari AYT Tech. Pria itu juga bercerita tentang Bu Dian yang telah berubah sejak Jagat resmi mengundurkan diri dari AYT Tech. Sang Mama tak lagi memaksanya untuk mau menerima perjodohan dengan Rachel dan menikahi wanita itu. Akhirnya Sekar pun menceritakan bahwa Bu Dian juga menghubungi Mamanya untuk meminta maaf tentang ancam

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 155

    Devan berlutut di hadapan Sisil dengan cincin berlian yang begitu indah setelah wanita pujaannya itu menerima buket bunga darinya. "Maaf karena udah bikin kamu kesal, maaf karena udah bohongi kamu. Semua aku lakukan biar semua rencana ini berhasil. I really love you, Sil. You're the only one for me now and forever. Will you marry me?"Sisil masih berdiri di depan Devan, matanya berkaca-kaca tak menyangka bahwa kekasihnya ini sedang melamarnya. Karena sejujurnya dari awal memiliki hubungan dengan Devan, ia tak terlalu berharap untuk bisa berlanjut sampai ke jenjang serius meskipun pria itu berulang kali selalu mengatakan ingin menikahinya. Makanya setiap orang yang bertanya tentang hubungannya akan selalu ia jawab "Doakan saja."Sisil tak mau sesumbar mengatakan bahwa ia akan dinikahi oleh seorang Devan, terlebih dengan track record pria itu yang sebelum dengannya selalu mudah berganti pasangan. Kata kedua orang tua dan kakak Devan, ia adalah wanita pertama dengan durasi terlama yang d

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 154

    Satu minggu telah berlalu sejak curhatan Sisil pada Sekar malam itu dan kini mereka sudah berada di puncak Bogor untuk merealisasikan liburan yang tadinya direncakan oleh Sisil dan Devan."Sumpah gue masih sebel banget sama Devan. Rasa keselnya masih ada sampai sekarang. Gue udah mencoba pengertian tapi ternyata gue nggak bisa. Nggak ikhlas banget karena ini rencana udah dari berbulan-bulan lalu." Ucap Sisil dengan wajah yang bersungut-sungut."Gue paham kok perasaan lo, Sil. Tapi coba deh ambil sisi positifnya - kesempatan kita bisa ngumpul kek gini." Sebenarnya dalam hati Sekar tertawa terlebih saat melihat ekspresi di wajah Sisil. Namun tetap ia harus bersikap biasa saja agar semua yang Devan rencanakan berhasil.Ah... tapi ada hal yang sampai saat ini masih membuat Sekar kesal, bukan pada Sisil atau Devan, melainkan pada Jagat karena sepertinya pria itu berbohong padanya.Ia masih ingat betul saat pertemuan mereka, Jagat bilang Devan meminta tolong untuk menyampaikan padanya tenta

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 153

    Sekar duduk di sofa panjang tepat di samping Mamanya. Televisi di depannya masih menyala karena setelah beberapa saat sang Mama masih fokus menonton acara yang sedang ditayangkan dan ia lebih memilih diam menunggu Mamanya berbicara terlebih dahulu."Mama tahu kamu pulang dengan Jagat dan malam ini bukan untuk yang pertama kalinya. Benar kan?"Sekar tercekat. Selama ini ia berusaha menutupi pertemuannya dengan mantan kekasihnya itu dari sang Mama, namun ternyata Mamanya malah sudah tahu.Meski Mamanya tak pernah bertanya atau berusaha ingin tahu tentang kehidupan pribadinya, namun ia tetap merasa telah mengkhianati sang Mama karena menyembunyikan pertemuannya dengan Jagat.Bukan tanpa alasan ia merasa seperti itu. Semua karena ia teringat bagaimana Bu Dian pernah mengancamnya dan mengancam sang Mama demi bisa memisahkan dirinya dengan Jagat. Dan kini dengan bertemunya ia dan Jagat kembali seolah membuka ingatan dan luka yang terjadi saat itu."Ma, Sekar bisa jelasin. Ini nggak seperti

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 152

    Sekar tak menjawab jalimat yang beberapa saat lalu keluar dari mulut Jagat. Meski sedari tadi ia berharap pria itu mengajaknya jalan, nyatanya kalimat rindu dari Jagat tetap terasa menyakitkan untuknya karena ia kenyataan tentang hubungan mereka yang tidak direstui oleh Bu Dian kembali berputar di pikirannya.Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Bu Dian mengancamnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Jagat. Ia juga masih ingat saat Arjuna memberitahunya bahwa Mamanya juga diancam oleh Bu Dian.Rasanya sulit untuk ia dan Jagat kembali bersama jika tak ada restu dari ibu pria itu. Ia juga tak mungkin rela membuat keluarganya terluka atau celaka hanya karena keegoisan cintanya untuk Jagat."Saya pamit pulang, Pak. Terima kasih atas minumannya." Setelah beberapa saat hanya berdiri diam di tempatnya, akhirnya Sekar memilih berpamitan tanpa menanggapi ucapan Jagat."Saya antar." Ucap Jagat begitu saja.Sekar akhirnya menoleh untuk mengatakan bahwa ia bisa pulang sendiri, tapi ucapannya te

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 151

    Nyatanya Sekar tak langsung pulang setelah ia keluar dari salah satu restoran tempat ia bertemu dengan Cindy karena ia justru berbelok ke sebuah toko pakaian. Tiba-tiba ia ingin membeli celana jins panjang di sana.Saat matanya sibuk memilih, mulutnya juga tak kalah sibuk. Ia menceritakan hal yang baru saja terjadi pada Sisil. Telat saat tadi ia masuk ke toko pakaian, Sisil menelpon dan akhirnya terjadilah sesi saling curhat di antara mereka."Sumpah tadi gue udah mikir si Dimas itu datang sama Mas Jagat, Sil. Gue udah panik duluan.""Yeee, itu mah lo yang kepedean." Sisil kemudian tertawa setelah mengatakan hal itu yang membuatnya mendengus seketika. Tapi benar juga sih, dia yang sepertinya kepedean. Jagat kan orang sibuk, mana mungkin mengikuti kencan sekretarisnya."Ingat Sekar, kalian itu cuma mantan. Jangan kepedean." Ucap batinnya pada dirinya sendiri."Iya sih, Sil, gue yang kepedean hahaha. Gue yang memang belum move on dari dia, tapi sok jaga jarak pas waktu itu ketemu. Mungk

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 72

    "Kamu mau tahu siapa dia?"Mendengar pertanyaan itu, jantung Sekar berdegup kencang. Ia penasaran, tapi juga ada rasa takut yang menyelimuti hatinya. Tapi bukankah lebih baik ia tahu sekarang dari mulut Jagat sendiri? Daripada tahu nanti saat harapan di hatinya sudah terlanjur besar."Kalau memang

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 71

    Sepanjang perjalanan mereka ke supermarket, Sekar lebih banyak diam. Pembicaraan antara Jagat dan Devan yang tadi ia dengar seakan tak mau menghilang dari ingatannya. Ia kini tahu bahwa Rachel adalah wanita dari masa lalu Jagat dan Ibu pria itu juga sepertinya merestui mereka sampai menyempatkan ma

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 65

    Sekar tak lagi menjawab. Ia membiarkan Jagat terus memeluknya sepanjang ia mencuci piring. Kepala pria itu bahkan kini ditumpukan di salah satu bahunya. Terbesit tanya dalam hatinya, apa yang sebenarnya terjadi dengan Jagat?Namun saat ia membuka mulut untuk memulai pembicaraan, Jagat terlebih dahu

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 15

    Sekar masih penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Sisil tentang Jagat, tapi ia harus menunggu sampai malam hari nanti karena temannya itu ada pekerjaan di luar perusahaan atau pekerjaan lapangan hari ini."Tunggu nanti aja. Takutnya lo shock dan pingsan di perusahaan kalau gue kasih tahu se

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status