Share

Bab 359

Author: Ratih Larasati
Hartono sudah tahu alasan Kevin menelepon, jadi dia langsung memotong ucapannya.

“Besok bereskan barang-barangmu lalu pergi. Dan mulai sekarang, jangan pernah menghubungi putriku lagi!”

“Pak Hartono! Saya tidak pernah menyinggung Pak Jeffry!”

Kevin buru-buru menjelaskan.

“Ini semua hanya salah paham. Saya bisa jelaskan!”

Dari seberang telepon terdengar suara tangisan putri Hartono.

“Ayah, Ayah sudah mengizinkan aku mencoba menjalin hubungan dengan Kevin. Kenapa sekarang Ayah malah menarik ucapan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (6)
goodnovel comment avatar
Dwi Rawati
Semoga Authornya berkenan untuk memberi pencerahan kepada Pak Jeffry
goodnovel comment avatar
Bintun Naheal
terimakasih atas dedikasinya ya kak,,, semangat ... semoga dimudahkan dalam segala urusan ya
goodnovel comment avatar
Iznania
thor anda juga tipe penulis yg berbelit2 rupanya...‍...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 359

    Hartono sudah tahu alasan Kevin menelepon, jadi dia langsung memotong ucapannya.“Besok bereskan barang-barangmu lalu pergi. Dan mulai sekarang, jangan pernah menghubungi putriku lagi!”“Pak Hartono! Saya tidak pernah menyinggung Pak Jeffry!”Kevin buru-buru menjelaskan.“Ini semua hanya salah paham. Saya bisa jelaskan!”Dari seberang telepon terdengar suara tangisan putri Hartono.“Ayah, Ayah sudah mengizinkan aku mencoba menjalin hubungan dengan Kevin. Kenapa sekarang Ayah malah menarik ucapan sendiri? Aku benar-benar menyukainya ….”“Apa gunanya kamu menyukainya? Kalau sampai menyinggung Jeffry, seluruh keluarga kita bisa hancur! Masa hanya demi dia seorang, seluruh keluarga kita harus menanggung akibatnya?”Hartono benar-benar menyesal.Seharusnya sejak awal, saat melihat benih-benih hubungan antara putrinya dan Kevin, dia langsung menghentikannya.Dia terlalu berharap.Melihat Kevin memiliki kemampuan yang baik, berasal dari keluarga sederhana, dan bersedia masuk ke keluarga istri

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 358

    “Maaf, kondisi saya sedang kurang sehat, jadi saya tidak bisa minum alkohol.”Nada bicara Shelly terdengar tulus.Namun, raut wajah pria di hadapannya tetap berubah menjadi kurang senang.“Bu Shelly, sepertinya kamu masih belum memahami aturan di dunia bisnis Kota Sentara. Aku benar-benar tidak bermaksud mempersulit kamu.”Orang-orang di sekitar mulai melirik ke arah mereka.Banyak pasang mata memandang dengan rasa penasaran, bertanya-tanya mengapa Shelly menolak segelas anggur itu.Shelly kini berada dalam posisi yang sulit.Dia tidak bisa meminum anggur itu.Namun jika tidak meminumnya .…“Dia sedang kurang sehat. Biar aku yang menggantikannya.”Melihat ada sesuatu yang tidak beres di sisi ini, Jeffry mengakhiri percakapannya dengan orang di depannya, lalu berjalan menghampiri sambil membawa gelas anggur.Begitu melihat Jeffry datang, ekspresi pria itu langsung berubah.“Pak Jeffry, bukan begitu maksud saya. Saya benar-benar hanya ingin minum bersulang dengan Bu Shelly. Kalaupun Bu S

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 357

    Shanen membawa segelas jus, lalu menyentuh pelan gelas Jeffry.Jeffry mengangguk tipis dan menyesap sedikit cairan merah kecokelatan di dalam gelasnya.Tatapan Shanen beralih ke arah Shelly. Tanpa berusaha menyembunyikannya, dia menunjuk ke arah Shelly sambil mengatakan sesuatu kepada Jeffry.Alis Jeffry sedikit berkerut, lalu dia pun menoleh ke arah Shelly.Raut ketidaksenangannya hanya muncul sesaat. Setelah itu, dia kembali mengatakan sesuatu kepada Shanen.Shanen langsung mengembangkan senyum cerah. Sambil menopang perutnya yang sedang hamil, dia berjalan menyusuri jalan setapak berbatu di tepi danau menuju Shelly.Shelly tetap duduk di ayunan tanpa bergerak.“Nona Shelly, kita bertemu lagi.”“Bu Shanen.”Shelly mendongakkan kepala. Hal pertama yang dilihatnya adalah perut Shanen yang sudah membesar.“Kehamilanmu sudah berapa bulan?”Shanen mengusap lembut perutnya. “Enam bulan.”Shelly sedikit terkejut.Usia kandungan mereka ternyata hampir sama.Entah karena perut Shanen terlihat

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 356

    Tatapan mereka bertemu melalui kaca spion.Malam mulai diselimuti cahaya lampu kota. Kilauan lampu neon masuk silih berganti ke dalam mobil, membuat suasana di dalam mobil terang dan gelap bergantian.Shelly hanya bisa melihat rongga mata Jeffry yang dalam, memancarkan tatapan yang begitu sulit ditebak.Dia lebih dulu mengalihkan pandangannya dan kembali fokus mengemudi.“Tentu saja dia tidak bisa dibandingkan dengan Pak Jeffry.”“Benar.”Nada suara Jeffry terdengar dingin. “Selera pasanganmu semakin buruk.”Tiba-tiba disemprot dua kali tanpa alasan, Shelly sama sekali tidak mengerti.“Pak Jeffry benar.”Setelah berpikir sejenak, dia menambahkan, “Pak Jeffry tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan masalah pribadi saya. Saya juga berharap Pak Jeffry … bisa memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan.”Urusan pribadinya tidak ada hubungannya dengan Jeffry.Begitu pula hubungan Jeffry dengan Elora, jangan sampai melibatkan dirinya.Jeffry tetap diam. Ujung jarinya perlahan mengusap permukaan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 355

    Begitu menyebut nama Elora, alis Joycelin langsung berkerut hingga hampir menyatu.Shelly menarik napas pelan, berusaha meredakan rasa sesak dan getir yang tiba-tiba memenuhi dadanya.Dia memaksakan senyum. “Kembalilah bekerja. Ini hari pertamamu masuk kerja. Tunjukkan kinerja yang baik, jangan sampai orang-orang di departemenmu membicarakanmu.”Bagaimanapun juga, ini urusan keluarga. Joycelin tidak bisa sembarangan mengeluh kepada teman-temannya karena takut menjadi bahan gosip.Setelah akhirnya bertemu Shelly, dia pun mencurahkan semua unek-uneknya.Namun, dia masih merasa belum puas. “Nanti kalau sudah nggak sibuk, kita makan bareng. Masih banyak yang mau kuceritakan.”“Pergilah.” Shelly mengangguk.Ruangan kembali sunyi. Tatapan Shelly tertuju pada dokumen di hadapannya.Namun, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi membacanya.Menjelang siang, setelah menyelesaikan beberapa dokumen penting, dia meninggalkan kantor.Dia sudah berjanji bertemu Saryna di restoran dalam mal. Mereka

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 354

    “Jaga sikap. Jangan asal bicara.”Shelly melirik Joycelin sekilas.Joycelin langsung mengoreksi ucapannya. “Bu Shelly.”“Yang kumaksud bukan soal panggilan.” Shelly memberinya tatapan yang menyuruhnya memahami sendiri maksudnya.Joycelin menjulurkan lidah. “Mana mungkin cuma karena dua kalimatku, orang langsung kepikiran bahwa kakakku pernah menikah denganmu dan pernah tidur denganmu?”Shelly terdiam.Pintu lift berbunyi, lalu terbuka.Di luar lift, Jeffry berdiri dengan satu tangan di saku celana.Ujung alisnya sedikit terangkat saat mengamati dua orang di dalam lift.“Kak … Pak Jeffry.” Joycelin buru-buru mengoreksi ucapannya. “Saya manajer baru Departemen Hubungan Masyarakat, Joycelin Anderson.”Tatapan Jeffry membuat kulit kepala Shelly terasa mati rasa.“Pak Jeffry.”Jeffry hanya mengeluarkan gumaman pelan dari hidungnya, lalu masuk ke dalam lift.Shelly dan Joycelin segera keluar, lalu berjalan cepat sambil menundukkan kepala.“Selama jam kerja, dilarang mengobrol hal di luar ker

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 161

    Jeffry berdiri tegak di sana.Meski tinggi badan hampir sama, aura kuat yang dipancarkan Jeffry menekan Kevin habis-habisan.“Asal Pak Hartono mau, aku nggak keberatan.”Mereka pun masuk ke ruang VIP yang sudah Jeffry pesan.Meja persegi untuk enam orang.Shelly duduk di sebelah Jeffry, sementara Ke

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 92

    “Baiklah.” Suara Harrison kembali santai. “Kali ini, aku benar-benar percaya padamu.”Shelly tertegun. “Maksudmu?”Harrison terkekeh ringan. “Maksudku, aku nggak akan membayarkan 4 miliar untuk penalti kontrakmu, tapi ….”Klik.Shelly langsung menutup telepon dan melempar ponselnya ke samping.Di wa

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 72

    “Bagaimana kalau aku yang tinggal di sini saja?”Shelly masih mencoba menawar. “Aku juga belum sembuh total, kalau sampai .…”Tatapan Jeffry tajam dan menekan, seolah membakar. “Tidak ada ‘kalau sampai’.”Nada suaranya tidak memberi ruang untuk dibantah. Di antara alisnya bahkan tampak sedikit amara

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status