Share

Bab 7

Author: Nila Lembayung
“Permisi, apa kamu Felix? Keluarga Herlambang persilakan kamu untuk masuk.”

Seorang pelayan berseragam rapi melangkah ringan ke arah mereka. Ia sedikit membungkuk, senyum profesional terukir di wajahnya, lalu ulurkan tangan menunjuk ke arah balkon yang remang.

Di sana tampak beberapa pria dari Keluarga Herlambang duduk berderet. Postur mereka tegap, aura yang terpancar begitu kuat hingga tanpa marah pun sudah terasa mengintimidasi.

Tanpa sengaja Jolin mengangkat pandangan dan bertemu dengan tatapan tajam mereka, setajam elang yang seakan siap menerkam.

Sekejap, rasa takut menjalar di matanya, merambat cepat ke seluruh tubuhnya seperti gelombang dingin.

Ia refleks menciut, seperti rusa kecil yang terkejut, lalu buru-buru sembunyi di belakang Felix. Kedua tangannya mencengkeram ujung jas pria itu erat-erat.

“Kak Felix, aku takut .…” Suaranya gemetar, hampir menangis.

Felix mengerutkan kening dalam-dalam, bentuk garis tegas di dahinya. Kilatan kesal melintas di matanya, namun tanpa sadar ia justru genggam pergelangan tangan Tamara dengan kasar, erat, menyakitkan, lalu tarik dia ke arah balkon.

“Felix! Kamu ngapain? Lepaskan aku!”

Tamara terhuyung oleh tarikan mendadak itu. Ia berusaha lepaskan jari-jari pria itu yang seperti capit besi, menggigit bibirnya erat-erat, matanya dipenuhi amarah.

Namun Felix seolah nggak mau dengar apa pun. Ia terus tarik Tamara sambil berkata dingin, “Tamara, asal hari ini kamu minta maaf ke Keluarga Herlambang, aku akan langsung nikahi kamu.”

Nada suaranya penuh keyakinan, seakan itu hadiah terbesar yang bisa ia berikan.

Di saat seperti ini pun, Felix masih berusaha jual mimpi kosong, ingin jadikan Tamara kambing hitam demi tutupi dosa Jolin.

“Felix, kamu sudah gila!” Tamara gigit bibirnya hingga hampir berdarah.

Ia menatap pria yang dulu sangat ia cintai itu, dengan penuh kebencian. Api kemarahan membakar matanya.

Betapa ironis.

Dulu pria itu bersumpah akan lindungi dia seumur hidup, jadi temboknya dari berbagai kekejaman dunia.

Namun sekarang, demi wanita lain, Felix dorong dia ke jurang bahaya tanpa ragu.

Felix tetap dingin tanpa belas kasihan. Ia cengkeram lengan Tamara lalu lemparkan dia ke depan.

Tubuh Tamara terhempas seperti layang-layang putus benang, jatuh tepat di hadapan Keluarga Herlambang.

Siku tangannya membentur lantai keras. Rasa sakit menjalar tajam. Ia mendengus tertahan, melihat darah merembes dari kulitnya yang pucat.

“Markus, ini pelaku yang dorong Yesika ke air.”

Suara Felix sedingin angin musim dingin.

Ia bahkan jambak rambut Tamara, paksa kepalanya menunduk ke meja. Tepi meja menghantam tubuhnya, buat dia terengah menahan sakit.

“Cepat minta maaf!”

Tatapannya penuh perintah dan ancaman. Saat mata Felix bertemu dengan tatapan Tamara yang sarat kebencian, hatinya sempat bergetar.

Di sana ada keputusasaan. Ada rasa putus asa yang nggak bisa ditarik kembali.

Dalam hatinya ia berkata, ‘Tamara, maafkan aku. Setelah ini selesai, aku akan tebus semuanya. Apa pun yang kamu mau.’

Namun kata-kata itu nggak pernah terucap.

“Felix, kamu benar-benar buta dan bodoh. Sengaja putar balikkan fakta!”

Setiap kata Tamara keluar dari sela giginya, sarat amarah dan penghinaan.

Felix mendekat ke telinganya, suaranya rendah dan memaksa, “Ini utangku ke Jolin. Kalau kamu cinta aku, anggap saja ini bantuan untuk aku.”

“Aku nggak cinta kamu lagi.”

Jawaban Tamara lirih, namun tegas seperti batu nisan.

...

Di sisi lain, Markus Herlambang tersenyum sinis sambil bertepuk tangan.

“Hebat, hebat. Felix benar-benar rela serahkan pacarnya sendiri. Keberanian macam apa ini?”

Adiknya, Marco Herlambang, tertawa dingin.

“Kakak, kalau orangnya sudah ketemu, lempar saja ke bawah. Biar dia juga rasakan rasanya tenggelam!”

Para pengawal langsung maju cengkeram lengan Tamara dengan kasar.

Rambutnya kusut menempel di wajah, pakaiannya berantakan, tubuhnya penuh luka.

Tamara tarik napas panjang, lalu mengangkat kepala.

“Markus, aku bisa buktikan kalau bukan aku yang dorong Yesika.”

Tatapannya jernih dan mantap.

“Oh ya? Gimana kamu bisa buktikan itu?” Suara itu penuh sindiran.

Jolin panik. Ia segera tarik lengan Felix, jarinya gemetar.

“Kak Tamara, aku tahu kamu marah ke Kak Felix, tapi salah yah tetap salah. Kalau terus nyangkal, Kak Felix pasti kecewa .…”

Lalu ia menoleh ke dua pria Keluarga Herlambang dengan wajah polos menyedihkan.

“Pak, aku bisa bersaksi. Tamara yang dorong Yesika. Bahkan dia ingin tuduh aku setelah itu. Untung Kak Felix cerdas .…”

Ia menggigit bibirnya, lalu lanjutkan dengan nada licik, “Siapa sangka sampai sekarang dia masih terus bohong .…”

Dalam hatinya, Jolin berdoa penuh harap, ‘Cepat lempar dia, asal Tamara hilang, nggak ada lagi yang ngancam aku.

Ia cengkeram Felix dengan erat, terus tenun kebohongannya.

Dua bersaudara Keluarga Herlambang saling bertukar pandang, mata mereka setajam pisau, bolak-balik menilai Tamara dan Jolin, ragu selama beberapa detik, menimbang siapa yang berkata jujur.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 50

    Dengan bantuan kakaknya selama dua hari ini, hampir semua urusan Tamara sudah beres.Soal perusahaan, sebenarnya ia sudah nggak perlu datang lagi.Kalau Fiona mau terus buat keributan, silakan saja, toh sekarang semua itu sudah nggak ada hubungannya lagi dengan dirinya.Wajah Fiona memerah karena marah, giginya terkatup rapat.“Kalau gitu aku akan datang ke rumahmu! Mulai sekarang jangan harap kamu bisa hidup tenang!”Tamara tersenyum tipis. Fiona benar-benar kira ancaman seperti itu bisa bikin dia takut?“Terserah.” Nada suaranya datar, lalu ia berbalik hendak pergi.Fiona menghadangnya.“Perempuan nggak tahu malu! Kalau hari ini kamu nggak mau kasih ganti rugi, jangan harap bisa keluar dari pintu ini!”Tiba-tiba ia tekan dadanya, wajahnya berubah pucat dengan ekspresi kesakitan, seolah benar-benar tahan sakit.“Bibi, kenapa? Bibi, apa penyakit jantungmu kambuh lagi?”“Tamara, jangan keterlaluan! Kamu tahu tubuh Bibi nggak sehat, apa kamu harus buat dia sampai seperti ini baru puas?!”

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 49

    “Bibi, pagi-pagi sekali aku keluar kamar sudah nggak lihat kamu, ternyata kamu ada di sini. Tolong jangan tengkar dengan Kak Tamara karena masalah ini. Sebelumnya Bibi sampai harus dirawat di rumah sakit, kami semua sangat khawatir. Kak Felix juga bilang, semua urusan ini akan dia urus. Lagian Kak Felix dan Kak Tamara cuma sedang bertengkar, Bibi jangan sampai marah karena hal ini, yah.”Jolin segera hampiri dan topang tubuh Fiona.Nada bicaranya lembut, wajahnya penuh kepedulian, seolah-olah ia benar-benar gadis yang penurut dan bijaksana.Lihat mereka berdua, wajah Tamara tetap dingin tanpa ekspresi.‘Pagi ini? Jadi sekarang mereka sudah tinggal bersama? Cepat sekali pergerakannya.’Tamara hanya merasa geli.“Jolin, nggak perlu bujuk aku. Meskipun hari ini aku mati di sini, aku tetap nggak akan biarkan dia hidup tenang. Dulu aku perlakukan dia dengan sangat baik, tapi sekarang gimana? Dia sama sekali nggak sisakan jalan mundur untuk aku. Pernah nggak dia pikirkan hubungan kami dulu?”

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 48

    Jolin sengaja mendekat ke tubuhnya, tempelkan dirinya ke Felix, berusaha salurkan sedikit kehangatan lewat sentuhan.Namun Felix justru refleks menghindar, tetap jaga jarak di antara mereka.Hati Jolin terasa seperti diremas kuat. Di balik matanya, kilatan tajam melintas.Perempuan sialan itu sudah bertindak sedemikian kejam, namun Felix tetap nggak tega lepaskan dia!Apa di hati Felix masih ada tempat untuk dirinya?Setelah tinggalkan tempat itu, keduanya pulang ke rumah Felix.Di dalam benak Jolin, sebuah rencana perlahan terbentuk.Ada banyak hal yang sebenarnya nggak perlu ia lakukan sendiri, cukup buka mulut, akan selalu ada orang yang maju belain dia....Keesokan paginya.Hari ini Tamara datang ke perusahaan sendirian. Kakaknya datang dari jauh untuk bantuin dia, kemarin juga sudah selesaikan begitu banyak urusan untuknya.Mereka tidur sangat malam jadi ia ingin biarkan kakaknya istirahat lebih lama.Selain itu, ia sudah buat janji ketemu dengan Presiden Grup Herlambang.Setelah

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 47

    Jolin terisak, tangisnya terdengar semakin keras.Di dalam hatinya, kebencian terhadap Tamara makin mengakar.Perempuan sialan itu, tega sekali pakai cara sekotor ini untuk jatuhkan dia, paksa dia sampai ke jalan buntu.Kalau sudah gini, nggak ada seorang pun dari mereka yang pantas hidup tenang!“Jolin, sebenarnya semua ini karena aku. ”Felix berkata lirih penuh rasa bersalah.“Aku yang seret kamu ke dalam masalah ini, maafkan aku. Kalau pada akhirnya kamu nggak bisa dapatkan gelar, aku tetap akan jaga kamu seumur hidup. Kamu nggak perlu khawatir sama sekali.”Hati Felix dipenuhi penyesalan.Tangannya terus tepuk punggung Jolin dengan lembut, suaranya penuh rasa sayang.Namun Jolin tetap menangis tersedu-sedu. Dengan suara penuh luka, ia berkata,“Kakak tahu sendiri betapa pentingnya gelar itu buat aku. Sejak awal aku tahu kalau aku salah karena pakai paten Kak Tamara, tapi waktu itu aku benar-benar nggak punya pilihan lain.”Saat itu memang Felix yang kasih ide itu, ambil paten mili

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 46

    Felix terkapar di lantai, kesakitan luar biasa, nggak punya kesempatan untuk balas satu pukulan pun.Thomas sebenarnya sudah lama nggak suka dia.Hari ini kebetulan ada kesempatan, jadi sekalian saja ia lampiaskan semuanya.Namun meski lihat Felix dalam keadaan seburuk itu, amarahnya masih belum benar-benar terlampiaskan.Karena yang terluka selama ini adalah adik perempuannya sendiri. Bagi Thomas, rasa sakit sebesar ini, sama sekali belum seberapa.“Masih mau berkelahi?” tanya Thomas dingin.“Nggak … nggak!”“Tol … tolong lepaskan aku ….”Akhirnya Felix menyerah dan memohon.Kalau ini diteruskan, rasanya nyawanya sendiri bisa melayang di tangan Thomas.Barulah Thomas lepaskan. Ia rapikan dasinya sambil berkata dingin, “Pergi. Cepat minggir. Jangan sampai aku lihat kamu lagi!”Begitu dilepas, Felix langsung merangkak bangkit, wajahnya penuh luka, langkahnya terpincang-pincang saat pergi. Ia bahkan nggak berani noleh, takut Thomas tiba-tiba pukul dia lagi.Setelah sosok Felix menghilang

  • Pak Paul, Menikahlah Denganku!   Bab 45

    Lihat kakaknya yang begitu buru-buru, Tamara pun nggak nolak.Sebenarnya di dalam hati ia juga gelisah, ia pun ingin segera selesaikan semuanya dan terbebas dari kekacauan ini.“Oke, ayo kita ke perusahaan.”Keduanya pun tiba di gedung perusahaan.Begitu Felix lihat mereka, ia langsung seperti orang gila.Ia lari menuju kantor Tamara dan tendang pintu dengan keras hingga terbuka.“Felix, kamu sakit jiwa yah? Datang-datang bikin keributan lagi!” Suara Tamara terdengar dingin.“Tamara, aku tahu kamu nggak puas dengan aku. Tapi kalau memang ada masalah, hadapi aku langsung! Apa maksudmu main kotor di belakang, sampai Jolin kehilangan gelarnya?! Kenapa dulu aku nggak sadar kalau kamu ternyata sejahat ini? Kamu benar-benar wanita berhati gelap! Sungguh aku buta sejak awal!”Mata Felix membelalak penuh amarah. Api kemarahan membakar di tatapannya, tubuhnya gemetar hebat.Tamara justru merasa puas. Ia tersenyum tipis.“Kalian pakai barang milikku untuk nipu demi dapat gelar, sekarang masih be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status