Home / Romansa / Paman, Berhenti Mengejar Mama! / 41. Paman-Paman Menyebalkan

Share

41. Paman-Paman Menyebalkan

Author: VERARI
last update Last Updated: 2025-12-16 13:01:53

Jordan sontak berdiri, membuat anggota keluarga lain terdiam karena gerakannya yang begitu tiba-tiba.

“Aku ada urusan penting dan harus pergi sekarang.”

Evelyn mendengus kesal. “Hari ini sangat penting untukmu dan Olivia! Kenapa kamu malah mengurus pekerjaan? Katakan saja pada orang itu untuk membuat janji lain kali.”

Keluarga besar mereka pun tampak tidak nyaman dengan sikap Jordan. Mereka mengenal Jordan yang selalu bekerja keras, tapi hari ini adalah perayaan istrinya yang sedang mengandung dan dia justru memikirkan pekerjaannya.

“Benar, Jordan. Dokter kandungan sebentar lagi datang untuk memeriksa kesehatan bayi—”

“Tidak bisa.” Jordan buru-buru menyela Olivia selagi menatap jam di pergelangan tangan. “Klien ini sangat penting dan tidak bisa menunggu hari berikutnya,” tegas Jordan, kemudian pergi tanpa mengindahkan larangan keluarganya.

Olivia mencebik lirih tanpa disadari orang lain. Dia tidak peduli Jordan akan pergi ke man
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   73. Memikirkan Wanita Lain

    Carl tahu ke mana ibunya melakukan perjalanan bisnis tiga hari kemarin bersama Reed Group. Biarpun dia belum mengerti tentang perusahaan, namun hanya dari nama Reed, dia tahu jika perusahaan itu milik Jordan.Selama tiga hari, ibunya menghabiskan waktu dengan Jordan, pikir Carl. Pantas saja Luna tidak mau mengajaknya. Luna juga jarang memberi kabar. Carl jadi semakin curiga. ‘Jangan-jangan, Paman Jordan sengaja mengelabui mama sampai mama melupakanku kemarin.’“Kenapa wajahmu tiba-tiba begitu, Carl? Apa kamu tidak menyukainya?” “Aku suka,” jawab Carl singkat dan datar.Luna sedikit curiga dengan sikap Carl yang waspada. Dia lalu menambahkan, “Teman kerja Mama tidak punya maksud tertentu kepada Mama. Kamu tidak perlu khawatir, Carl. Beliau juga sudah berkeluarga dan tidak mungkin menggunakan hadiah sebagai alasan mengganggu Mama.”Dari penjelasan Luna, sudah jelas jika pemberi hadiah itu adalah seorang pria. Dan pria yang diken

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   72. Pulang

    Tangan Luna terasa lebih sakit dibanding orang yang menerima tamparan. Dia masih ingin memukul Jordan, namun tidak kuasa menahan gemetar oleh kemarahannya.“Buka pintunya. Sekarang.”Dari nada bicaranya yang penuh kebencian itu, jelas sekali jika Luna sudah tidak bisa berkompromi. Jangankan hanya membicarakan masalah pekerjaan, dia tidak sudi lagi bertemu Jordan.Jordan tidak memberi penjelasan apa pun, lalu membukakan pintu untuknya. Dengan perasaan campur aduk yang didominasi oleh amarah itu, Luna berlari kecil mencari-cari ruangan yang digunakan untuk pesta. Akhirnya, dia bertemu seseorang yang membawanya kembali ke tempat yang semestinya.Luna sudah tidak bisa menikmati acara, bahkan tidak memedulikan keramahan orang-orang di sekelilingnya. Dia hanya ingin segera pergi dari tempat itu, di mana ada Jordan Reed yang seperti membawa kutukan baginya.Setelah pesta di yacht milik Reed Group berakhir, Luna dan karyawan Aura Tech langsung berkendara ke Veridian City. Dua wanita lain tidu

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   71. Sangat Membencimu

    Suara mekanik pintu digital terbuka. Luna sontak menoleh ke belakang. Jordan tidak berniat melakukan apa pun padanya, hanya membuka pintu di belakangnya.“Apa kamu sengaja mengikutiku sampai ke ruangan pribadiku?” Jordan sengaja terus melangkah masuk ke kamar biarpun tahu Luna berada di depannya. “Aku tidak keberatan meluangkan satu hari lagi untukmu di tempat ini.”Di tempat yang lebih terang, Luna bisa dengan jelas melihat ekspresi Jordan. Sambil mundur mengikuti gerakan kaki Jordan yang terus maju, Luna terpaku pada wajah pria yang dulu sempat menjadi tunangannya itu.Jordan bukan pria yang suka bermain kata-kata seperti sekarang. Luna seakan tidak mengenali pria di depannya itu.Ketika terdengar suara pintu ditutup, Luna akhirnya benar-benar tersadar di mana dirinya berada. Dia ternyata salah paham, mengira Jordan mengikutinya. Rupanya, Jordan hanya kembali ke ruangan pribadinya.“Aku tidak tahu jalan kembali ke ruangan pesta,” lirih Luna sambil membuang muka. “Maaf, Tuan Reed, ak

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   70. Berhenti Mengikutiku!

    Untung saja mereka sekarang sedang berada di tempat gelap. Luna tidak perlu menyembunyikan raut wajah panik ketika mencerna kata-kata Jordan.‘Mustahil … dia baru sekali bertemu Carl. Dia mungkin hanya menebak-nebak setelah mencari tahu usia Carl.’ Luna masih belum memercayai ucapan Jordan.Setelah menemukan ketenangannya kembali, Luna berkata, “Imajinasimu terlalu liar, Tuan Reed.” Kemudian dia terkekeh kecil, mencoba bersikap lebih santai agar tidak mencurigakan, seakan-akan menunjukkan bahwa ucapan Jordan sangat menggelikan.“Sebenarnya apa yang merasukimu sampai kamu berusaha keras meyakinkan dirimu sendiri kalau Carl itu darah dagingmu?”Seperti sebelumnya, Jordan hanya diam ketika Luna merangkai kebohongan dengan kata-kata sinis yang tidak begitu memengaruhinya. Mereka masih punya banyak waktu malam ini untuk membicarakan masalah Carl sampai selesai.“Apa kamu tidak kasihan pada darah dagingmu sendiri yang masih ada dalam kandungan istrimu? Dia bisa menangis kalau mendengar ayah

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   69. Tidak Akan Melepasmu

    “Tidak aku duga. Wanita yang terus mengelak telah melahirkan darah dagingku, menggunakan situasi ini untuk menggodaku,” lirih Jordan.Luna menggeleng dengan cepat. Dia bersumpah tidak pernah sedikit pun berpikir akan menggoda Jordan.Rasa panik melanda, sampai tangannya hampir membuka pintu untuk melarikan diri. Tetapi, sepasang kekasih itu masih di luar. Suara mereka masih terdengar meski agak jauh.Luna mencoba berpikir jernih. Setelah memejamkan mata selama beberapa detik, dia menemukan ketenangannya lagi.Di saat yang sama, bibir Jordan semakin dekat di telinga Luna, sampai embusan hangat napasnya terasa menggelitik indranya, kemudian membisikkan sesuatu yang membuat bulu kuduk di sekujur tubuhnya berdiri.“Apa kamu sungguh melupakan malam itu? Atau ingin mengulanginya lagi?” Suara rendah Jordan seperti udara yang menyayat di gendang telinganya. Luna menelan ludah bulat-bulat dan meyakinkan diri bahwa dia bisa menghadapi pria itu.Dia akan melayangka

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   68. Salah Target

    “Apa kamu mendengar sesuatu?” Suara wanita di luar sangat dekat dengan pintu. Jordan tidak mempedulikan gangguan dari luar. Dia menatap bibir Luna semakin dalam, berkonsentrasi mengartikan gerakan bibir Luna yang masih mencoba mengatakan sesuatu di dalam kegelapan.Luna semakin meradang karena Jordan terlalu lambat mengerti. Bagaimanapun, mereka harus segera keluar dari tempat itu tanpa terlihat siapa pun.Dalam sekejap, Luna menemukan ide untuk membuat pasangan kekasih itu pergi dari sana. Dia mengepalkan tangan, lalu memukul pintu dengan keras.Jordan sontak memeloloti Luna. Kemudian menunduk sampai ke dekat telinga Luna, berbisik untuk menghindari kesalahan yang sama, “Apa yang kamu lakukan?”“Ngh ….” Di dekat wajah Jordan, Luna malah mengerang cukup keras agar bisa terdengar sampai luar. Dia fokus membuat-buat suaranya agar terdengar berbeda sampai tidak sadar dengan wajah Jordan yang berdekatan dengannya.Jordan mematung ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status