Share

Extra 1a

last update Last Updated: 2024-09-23 12:23:17

Istri Sang Tuan

Pandangan Davina dan Dirga saling bertemu untuk beberapa saat yang lama. Kedua pasang mata mereka saling melekat satu sama lain.

“Siapa dia?”

Brian dan Davina menoleh, keduanya saling pandang sejenak sebelum menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda.

“Pelayan Anda.”

“Keponakanku.”

Kening Dirga berkerut dengan kedua jawaban tersebut. Menatap Davina dan Brian bergantian.

Sekali lagi Brian dan Davina saling pandang, dan memutuskan Brian yang menjawab, “Dia keponakanku yang kut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ratna Ningsih
terima kasih thoor dah up lg
goodnovel comment avatar
ann’sbooks
Makasih udah update extra part nya kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Sang Tuan   Part 6 Wanita Itu

    "Jawaban seperti apa yang papa inginkan?" Suara Zhafran berhasil keluar dengan tanpa keraguan sedikit pun. Ya, tentu saja ia tahu seberapa banyak kasih sayang papa mertuanya yang dilimpahkan pada Elea. Ia sangat menyesali telah melakukan keteledoran yang fatal tersebut. "Apakah papa berpikir saya sengaja membuat Elea dalam bahaya? Membunuh darah daging saya sendiri?"Dirga terdiam, masih menilai ekspresi dan jawaban sang menantu yang sama sekali memuaskannya. "Kau tak menjawab pertanyaan papa," tandasnya setengah mendesak."Jika papa meragukan saya, sekarang. Tidakkah sudah sangat terlambat menjadikan saya sebagai suami putri kesayangan papa?" Zhafran beranjak berdiri, sengaja menampilkan ketersinggungannya akan kata-kata sang papa mertua. "Apakah sudah sejauh ini dan papa masih tidak mempercayai saya untuk melindungi Elea?"Dirga bergeming dengan jawaban cerdik sang menantu. Yang mungkin sedikit melegakannya, meski masih tak sepenuhnya melenyapk

  • Pelayan Sang Tuan   Part 5 Pertanyaan Papa Mertua

    Zhafran menahan kegeramannya sembari menyelesaikan mengemas semua barang-barang Elea ke dalam tas. Kedua mertuanya sudah ada di dalam ruang perawatan Elea, memastikan sang putri dalam keadaan baik-baik saja. Beruntung lebam-lebam di seluruh tubuh Elea juga sudah memudar dan wanita itu cukup cerdik untuk mengenakan pakaian lengan panjang. Papa Elea, Banyu Dirgantara sibuk mengamati gerak-geriknya dengan penuh kewaspadaan. Sementara mama Elea, Davina Dirgantara sibuk memeluk Elea dengan isakan yang berusaha ditahan. Tak berhenti mengelus punggung tangan sang putri.Ya, Elea punya alasan yang bagus membawa mereka ke sini. Mengatakan wanita itu mengalami keguguran karena terpeleset di kamar mandi. Cerita yang tidak sepenuhnya benar dan memang hanya itu yang dibutuhkan sang istri untuk memaksanya keluar dari tempat sialan ini.Zhafran terpaksa mengurus kepulangan Elea dan keberadaan kedua mertuanya membuatnya tak punya pilihan. Terutama dengan fisik Elea yang terlihat sangat baik-baik saja

  • Pelayan Sang Tuan   Part 4 Ikatan Yang Merapuh

    “Kau pembunuh. Kau membunuhnya!” Suara Elea kembali memenuhi seluruh ruangan. Mata wanita itu menyorotkan kebencian yang begitu dalam dan pekat meski tak lagi meronta dan histeris, setelah tertidur selama beberapa jam oleh obat penenang.Zhafran sama sekali tak menyangkal tuduhan tersebut. Ialah yang bertanggung jawab atas kematian anak mereka. Juga atas apa yang dialami sang istri.“Jangan mendekat!” jerit Elea ketika kaki Zhafran bergerak, hendak mendekat. “Aku tak ingin melihatmu. Pergilah.” Elea menghapus air matanya, memeluk kedua kakinya yang terlipat dan menenggelamkan wajahnya di lutut.“Aku akan kembali setelah …”“Aku tak ingin melihatmu lagi.” Suara lemah Elea memenggal kalimat Zhafran. Diselimuti permohonan yang begitu kental.Mata Zhafran terpejam, kakinya bergerak maju. Yang membuat kepala Elea terangkat dan menjerit padanya.“Kubilang jangan mendekat.”“Aku tahu kau begitu membenciku, Elea. Sejak

  • Pelayan Sang Tuan   Part 3 Duka Yang Dalam

    “Keguguran?” Suara Zhafran tercekik di tenggorokan. Di antara semua keterkejutan yang datang silih berganti, yang terburuk dari yang terburuk kini datang bersamaan. Karena kekerasan seksual yang dialami sang istri, Elea mengalami keguguran. Nyaris kehabisan darah jika tidak terlambat datang menemukan wanita itu dan membawanya ke rumah sakit.Dadanya serasa dikoyak dengan keras, sebelum kemudian jantungnya dibetot dengan cara yang paling buruk yang tak pernah terbayangkan akan di hidupnya. Dadanya kesulitan bernapas, dan ia berharap udara di paru-parunya direnggut paksa.Ia tak bisa menghadapi penyesalan terlalu besar ini seorang diri. Yang menggerogoti hidupnya dengan perlahan, hingga ia berharap lebih baik mati saja. Namun, bagaimana dengan Elea? Istrinya mengalami mimpi buruk ini karena dirinya. Ia tetap meninggalkan Elea meski wanita itu sudah memohon. Melakukan segala cara untuk mendapatkan seluruh perhatiannya. Tetapi ia dibutakan oleh perhatiannya t

  • Pelayan Sang Tuan   Part 2 Penyesalan Tiada Akhir

    Tepat jam dua belas malam, kecepatan mobil Zhafran mulai berkurang ketika mendekati gerbang tinggi rumahnya. Yang masih terbuka lebar. Sepertinya Elea benar-benar pergi ke rumah orang tua wanita itu. Keningnya berkerut penuh tanya, apakah Elea lupa menyuruh penjaga untuk menutupnya? Batinnya bertanya, gegas menginjak pedas gas dan berhenti di teras rumah. Yang salah satu pintunya terbuka.Zhafran mendesah pelan. Masih mencoba memahami sikap Elea yang kekanakan. Wanita itu meninggalkan rumah dalam keadaan gerbang dan pintu terjemblak terbuka seperti ini. Ia turun dari mobil dan berjalan ke carport, memanggil salah satu penjaga di ruang CCTV yang bersebelahan dengan carport."N-nyonya?" Penjaga tersebut tampak mengembalikan kesadarannya. Mengucek mata, mengembalikan kesadaran yang hanya setengah dan rasa pusing di kepalanya yang semakin menusuk. Bukannya menjawab sang tuan yang mempertanyakan kenapa tidak menutup gerbang ketika istrinya pergi dan malah meng

  • Pelayan Sang Tuan   Part 1 Sang Penguntit

    Beberapa tahun kemudian ...‘Zhaf, bisakah kau datang ke apartemenku? Sepertinya maagku kambuh dan aku harus ke rumah sakit. Aku tak bisa menyetir.’Elea membaca pesan singkat di ponsel yang dipegang Zhafran, yang baru saja bergabung dengannya di tempat tidur. Setelah menghabiskan berjam-jam di ruang kerja. “Aku harus …”“Jangan pergi,” ucap Elea sebelum Zhafran menyelesaikan kalimatnya. Ia tahu bahwa pria itu akan pergi. Tubuhnya maju ke depan dan menahan pergelangan tangan Zhafran yang sudah menyingkap selimut. “Aku tidak mau kau pergi.”“Fera sedang sakit, Elea. Aku harus segera membawanya ke rumah sakit.”“Aku ikut.”“Ini sudah malam. Tidurlah.”“Aku tidak mau.” Suara Elea semakin kuat, mulai diselimuti emosi. “Aku tidak mau sendirian di rumah.”“Ada pelayan dan pengawal …”“Aku tidak mau kau pergi.” Kali ini suara Elea berupa menjadi rengekan. “Apakah dia lebih penting ketimbang diriku? Aku istrimu!”Zhafran mendesah pelan. Melepaskan pegangan tangan Elea dan turun dari tempat t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status