Home / Urban / Pembalasan Menantu Lemah / 65. Sosok Fania Utari

Share

65. Sosok Fania Utari

Author: Angdan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-07 15:36:40

“Saya … sedang melatih bicara untuk menghadapi klien berikutnya,” jawab Anthonius tidak menjawab secara jujur.

“Aneh. Bukannya, bapak sudah terlatih komunikasinya? Kenapa harus belajar bicara lagi?” cecar Anastasia penasaran sambil memutar bola mata dengan intonasi penekanan.

“Apa yang ingin kamu berikan kepada saya? Apa yang ada di tanganmu?” tanya Anthonius sambil memperhatikan map di tangannya.

Anastasia memberikan map berwarna biru muda kepadanya dan terdapat tulisan bukti keuangan tahun 20
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Menantu Lemah   66. Garis Bening Belum Melonggar

    Anthonius membisu dengan mencoba untuk menghubungkan keterkaitan antara Tio dengan nama-nama yang baru ditemukan olehnya. Jika ditarik garis, artinya Tio akan berhubungan dengan kematian Adrian, mafia yang bersih dan jujur. Apakah ada pertempuran antara dirinya dengan Adrian yang telah menjadi sistem?“Dia berhubungan dengan Anton? Atau mereka yang mengelabui ayahmu lalu meminta ayahmu untuk berbuat banyak hal?” tanya Sistem Adrian dengan intonasi penekanan.Anthonius masih terdiam dan memikirkan semuanya, tetapi teringat dengan semua perkataan ayahnya seperti banyak teka-teki yang tidak terpecahkan dan meminta dirinya untuk melanjutkan penyelidikan ketika menemukan sesuatu yang ada di kantornya. “Ada apa, Pak Barra?” tanya Anastasia penasaran sambil menatap lamat.“Tidak apa,” jawab Anthonius singkat lalu menutup laporan keuangan yang diberikan kepadanya. “Yakin? Ada sesuatu yang ingin Anda tanyakan kepada saya?” tanya Anastasia nada mencoba untuk membantunya sambil menatap lamat

  • Pembalasan Menantu Lemah   65. Sosok Fania Utari

    “Saya … sedang melatih bicara untuk menghadapi klien berikutnya,” jawab Anthonius tidak menjawab secara jujur.“Aneh. Bukannya, bapak sudah terlatih komunikasinya? Kenapa harus belajar bicara lagi?” cecar Anastasia penasaran sambil memutar bola mata dengan intonasi penekanan.“Apa yang ingin kamu berikan kepada saya? Apa yang ada di tanganmu?” tanya Anthonius sambil memperhatikan map di tangannya.Anastasia memberikan map berwarna biru muda kepadanya dan terdapat tulisan bukti keuangan tahun 2017 – 2022. Dia memberikan keuangan lima tahun lalu memperhatikan Anastasia yang memintanya untuk membuka laporan keuangan.“Apa alasanmu memberi saya laporan keuangan lima tahun yang berarti delapan tahun lalu dari tahun sekarang?” tanya Anthonius sambil membuka map berwarna biru muda.“Laporan keuangan yang saya temukan di ruangan ini sebelum Pak Tio jarang terlihat di perusahaan ini. Laporan keuangan yang saya tidak tahu isinya, tapi beliau tampak menyimpan dengan baik dan berharap tidak ada s

  • Pembalasan Menantu Lemah   64. Misi Ketiga: Hanono dan Honono

    Anthonius tersenyum miring saat mendengar jawaban Tio malah bertanya balik kepadanya. Dia berpikir bahwa Anthonius tidak mengetahui tentang ayahnya.Ia berpikir bahwa tidak mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan Tio, padahal ia sedang mencari sesuatu yang diperintahkan olehnya.Apa pun yang berhubungan dengan perintahnya selalu ada namanya dan seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan Tio.Tio mencoba untuk menutupi sesuatu dari dirinya yang berpikir bahwa dia tidak ingin menanyakan apa pun kepadanya.“Halo, kamu masih ada di sana?” tanya Tio dengan intonasi penekanan.“Ya, saya masih di sini dan terima kasih untuk jawabannya. Saya hanya bertanya soal itu dan jika ada kabar terbaru tentang Pak Raihan, Anda pasti segera tahu dan tidak akan pernah menyembunyikan apa pun kepadanya,” jawab Anthonius dengan intonasi penekanan dan santai.“Oke. Saya tunggu kabar darinya karena dia tidak harus menghubungi saya. Saya menunggu dia dari kemarin, tapi tidak ada jawaban panggilan

  • Pembalasan Menantu Lemah   63. Ancaman Tidak Kooperatif

    Semua orang terdiam setelah Anthonius bertanya kepada mereka tentang pelaku utama yang mengunggah video dirinya menggendong Pak Raihan dan salah satu seorang rekan kerja pria yang selalu bersama Gery hadir di situasi memanas dan menegang.“Aku? Bagaimana bisa seorang pria yang terekam dari ponsel orang lain adalah Anda, Pak Barra?” sahut Anton sembari melangkah dari pintu masuk perusahaan mendekati Anthonius.Anthonius berdesis pelan dan salah bicara saat sedang emosi. Ia ceroboh dalam berucap ketika amarah memuncak.Semua orang berbisik setelah mendengar pertanyaan dari Anton tentang seorang pria yang terekam di ponsel saat menggendong Raihan.Kacamata canggih nan cerdas mendeteksi wajah Anton yang terlihat kusut dan kelopak mata cekung. Sistem Adrian menampilkan visualisasi wajah Anton dan tingkat kejahatan yang dilakukan olehnya.“Kenapa diam, Pak Barra? Apakah salah bicara atau pria yang ada di rekaman itu memang Anda?” cecar Anton dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.A

  • Pembalasan Menantu Lemah   62. Pelaku Penyebar Video Singkat

    “Akun julid? apakah akun julid sering mengunggah sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan ini atau akun yang digunakan untuk menjatuhkan orang lain dan berbagai macam berita dimasukkan ke akun ini?” tanya Anthonius dengan intonasi penekanan sambil menatap lamat.“Akun julid adalah akun yang digunakan untuk berbagi cerita yang tersebar di mana pun dan siapa pun bisa menghubungi adminnya ketika memiliki konten yang bisa dijadikan bahan omongan di seluruh dunia. Bahkan, wajah pria yang terekam di kamera seseorang yang mengawasi pria itu. Bahkan, sudah hampir sepuluh ribu komentar tentang video yang diunggah oleh admin ini, Pak,” jawab Anastasia nada menjelaskan sambil melirik Anthonius dan semua rekan kerja yang terdiam.“Akun julid tidak akan masuk ke akun sosial media kalian kalau nama kalian tidak ditandai. Apakah nama kalian ditandai oleh admin akun julid atau ada akun sosial media lain yang menjadi sumber utama video itu menjadi banyak omongan orang lain, terutama kalian?” tanya A

  • Pembalasan Menantu Lemah   61. Membalik Keadaan

    Anastasia mendekati Anthonius dengan menunjukkan ponsel yang ada di genggamannya. Hitungan detik, Anthonius disuguhkan pemandangan dirinya sedang menggendong Raihan keluar dari bangunan gedung YC menuju ke mobil mewah yang digunakan untuk bekerja lalu memasukkan dia ke dalam mobil.“Bukan, kah, itu mobil Pak Barra? siapa pria yang membawanya?”“Dia pasti suruhan Pak Barra karena dia mengendarai mobil itu dan pastinya beliau ada di dalam mobil!”“Jangan-jangan, Pak Barra membunuh Pak Raihan untuk menyingkirkan petinggi di sini semuanya demi menguasai harta Pak Tio?”Semua kalimat buruk keluar dari mulut banyak rekan kerja yang berpikir buruk kepadanya. Ia hanya terdiam sembari merayapkan bola mata ke arah Gery sedang tersenyum lebar sambil menatap ledekan kepada dirinya.Dia tampak puas melihat Anthonius terpojok dan berhasil menguasai pikiran rekan kerja yang tidak menyukai dirinya karena sikap yang dinilai terburu-buru dan semena-mena.“Jangan asal bicara kalian!” sahut Anastasia nad

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status