Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1144 - Ronde Kedua Dimulai

Share

Bab 1144 - Ronde Kedua Dimulai

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-04-08 13:41:45
Melihat Ryan sudah siap, Senior Feng membentuk segel tangan dan jam pasir besar tiba-tiba muncul.

Benda itu melayang di udara dengan elegan, berpendar dengan cahaya keemasan yang menunjukkan keistimewaannya.

Jam pasir itu berputar dengan sendirinya, dan pasir di dalamnya mulai mengalir ke bawah dalam aliran konstan yang menandakan dimulainya pertandingan.

"Ronde kedua kompetisi resmi dimulai!" umumnya dengan suara yang bergema di seluruh alun-alun.

Begitu dia selesai berbicara, sorak sorai
Rianoir

Ini Bab Kedua siang ini. selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Btw othor sedang perjalanan ke kota Malang, Pakde Othor meninggal. Jadi mungkin rilisan malam bisa sedikit terlambat.

| 97
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (13)
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
ryan pasti bisa mengatasinya ok kita tunggu bab 1146 ya
goodnovel comment avatar
Patricia Inge
turut berbelasungkawa ya Thor ...
goodnovel comment avatar
Dedi Soel
innalillahi wainnailaihi rojiun.. semoga alm diterima iman dan amal ibadahnya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4094: Ujian Jiwa

    Meski sudah melihat kekuatan Ryan, Tetua West masih menyimpan sedikit keraguan.Ia memang mengakui tubuh Ryan sangat kuat, tetapi apakah pemuda itu benar-benar mampu mengangkat palu tingkat True God masih menjadi persoalan lain.Tetua West sudah bertahun-tahun di Akademi Heavenly Flame dan melihat banyak genius dengan kekuatan fisik luar biasa.Namun selama semua tahun itu, tidak satu pun Kultivator Ranah Creation yang pernah berhasil mengangkat palu tingkat True God.Bahkan setelah mencapai Ranah Star Sealed, hanya segelintir orang yang mampu melakukannya.Sebagai salah satu pengajar paling senior, Tetua West tahu betapa tidak masuk akalnya pilihan Ryan.Tak lama kemudian, Ryan berdiri di depan palu hitam keemasan itu.Ia menggenggam gagangnya dengan kedua tangan lalu mengerahkan sebagian tenaga.Alis Ryan langsung berkerut. 'Berat sekali.'Palu itu terasa bukan seperti sebongkah logam, melainkan sebua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4093: Palu Tingkat True God

    Tetua West membawa Ryan ke sebuah ruangan kecil di bagian dalam bengkel. Begitu masuk, perhatian Ryan langsung tertuju pada tiga palu yang diletakkan berjajar dari ukuran paling kecil sampai paling besar. Palu pertama berwarna perak kusam dan hanya sebesar lengan orang dewasa. Palu kedua jauh lebih besar, hampir sebesar tubuh anak kecil, dengan permukaan yang dipenuhi ukiran rune. Adapun palu terakhir berwarna hitam keemasan, kepalanya sebesar tong air dan gagangnya setebal betis pria dewasa. Tetua West menunjuk ketiganya. "Aku hanya menempa tiga jenis senjata. Artefak ruang-waktu, artefak Lesser God, dan artefak tingkat True God." "Kalau kau ingin menempa jenis senjata berbeda, kau harus sanggup mengangkat dan mengayunkan palu yang sesuai. Inilah tahap kedua." Ryan mengangguk, tetapi pandangannya langsung berhenti pada palu terbesar. Sudut bibirnya bahkan terangkat sedikit. Melihat benda sebesar itu, Ryan justru tampak seperti anak kecil yang baru menemukan mainan paling

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4092: Aturan Bengkel Tetua West

    Quinton Greaves langsung tersenyum puas. Ia mengeluarkan sebuah lempeng giok dari balik jubahnya lalu melemparkannya kepada Ryan. "Ryan, semua informasi mengenai keluarga itu sudah tercatat di dalam lempeng giok ini." "Kalau kau membutuhkan sumber daya untuk pergi ke Wilayah Selatan, gunakan tokenku dan minta para pengajar akademi menyiapkannya." Namun setelah mengatakan itu, raut wajah Quinton berubah serius. "Tapi kau harus berhati-hati. Utamakan keselamatanmu sendiri. Terima kasih sebelumnya." Ryan menangkap lempeng giok tersebut dan menyimpannya dengan baik. Ia tersenyum. "Sama-sama, Kepala Akademi Greaves." "Justru akulah yang harus berterima kasih karena kau memberitahuku soal ini. Kalau pewaris itu memang sahabatku, aku akan berutang budi besar padamu." Quinton tertawa. "Sudahlah. Kita tidak perlu sesungkan itu lagi." "Pergilah dan jangan khawatir. Dulu aku memang lengah, tapi kali ini aku akan tetap berada di akademi dan menjaga teman-temanmu untukmu." Ryan merasa sed

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4091: Tugas Menuju Wilayah Selatan

    Quinton Greaves menatap Ryan cukup lama, seolah sedang menimbang seberapa banyak hal yang sebaiknya ia ungkapkan. "Kakak seperguruanku mungkin sudah mengganti nama warisannya setelah terdampar di tempat asalmu," ujar Quinton. "Karena itu, aku tidak tahu terlalu banyak tentang warisan yang dia tinggalkan." "Namun begitu mengetahui ada seseorang yang memakai teknik kultivasi serupa denganku, harapan yang sudah lama padam dalam diriku kembali menyala." Ryan mengangguk perlahan. "Tapi ketika aku hendak menyelidiki identitas orang itu lebih jauh, jejaknya justru menghilang." "Apa yang terjadi?" tanya Ryan sambil mengerutkan kening. Ia kembali duduk, tetapi tubuhnya condong ke depan. Bahkan kalau orang yang dimaksud bukan Silva Clint, Ryan tetap tidak mungkin mengabaikannya. Ryan tahu tidak semua orang yang datang ke Benua Valorisia memiliki keberuntungan sepertinya. Banyak kultivator dari alam kultivasi tingkat rendah dipandang sebelah mata, diusir dari sekte, dijadikan pelayan,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4090: Pewaris dari Kampung Halaman

    Ryan bukan orang yang melupakan budi. Kalau suatu hari Quinton Greaves benar-benar membutuhkan bantuannya, ia tidak akan menolak begitu saja tanpa memikirkannya."Bagaimana menurutmu soal teknik gerak itu?" tanya Quinton sambil tersenyum lebar.Ryan menatap wajah tua di hadapannya, lalu tersenyum pasrah. "Baiklah, Kepala Akademi Greaves. Katakan saja. Kau mau apa dariku?"Quinton langsung tertawa kecil dan mengibaskan tangan."Ryan, ucapanmu itu tidak benar. Memangnya aku terlihat seperti orang yang selalu punya maksud tersembunyi? Teknik itu kuberikan dengan tulus."Ryan memutar bola mata, lalu bangkit dan berjalan menuju pintu."Kalau memang tidak ada urusan lain, aku pamit."Wajah Quinton langsung berubah. Kakek berjubah putih itu melompat dari kursinya dengan kelincahan yang sama sekali tidak sesuai dengan usianya, lalu buru-buru menghadang Ryan."Sebentar, sebentar."Quinton tersenyum lem

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4089: Jejak Gadis Bercadar

    Ryan tertegun.'Gadis bercadar?'Kenapa wanita itu muncul di Keluarga Celestedragon?Samar-samar, sebuah sosok muncul dalam ingatannya. Ryan pernah bertemu seorang gadis bercadar ketika mengunjungi Sekte Moon Flower.'Mungkinkah orang yang sama?'"Kepala Akademi, apa kau punya lukisan wajahnya?" tanya Ryan.Quinton Greaves mengangguk. Dengan satu kibasan tangan, sebuah lukisan muncul di hadapan Ryan.Ryan langsung memusatkan pandangan pada sosok di dalamnya.Semakin lama diamati, semakin kuat perasaan akrab yang muncul. Bentuk alis, garis dagu, bahkan cara wanita itu berdiri tegak membuat sebuah nama hampir keluar dari mulutnya.'Wendy?'Namun Ryan segera menggeleng.Wanita bercadar di dalam lukisan itu memiliki aura yang terlalu agung dan dingin. Dari informasi yang diterimanya, kekuatannya bahkan telah mencapai Ranah Great Void.Bagaimana mungkin Wendy memiliki kekuatan sebe

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status