로그인Malam Semua ( ╹▽╹ ) Othor baru selesai nulis, jadi sedikit terlambat. Terima Kasih Kak Eny Rahayu, Kak Pengunjung5804, Kak Patricia Inge, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Aday Wijaya, Kak Lola Ayu, dan Kak Ashoka atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga kepada semua pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) Masih kurang 200 Koin lagi untuk bab bonus Hadiah. (≧▽≦) ini bab terakhir hari ini, Selamat beristirahat (◠‿・)—☆
Klon itu tersentak.Seluruh rongga energi iblis yang mengepung medan itu adalah miliknya, dipancarkan dari inti kekuatannya sendiri, mengandung seluruh daya dari kultivasinya yang tertahan. Ia mengira Ryan akan terus menyerang dari luar dengan sinar-sinar pedang itu.Tapi manusia ini malah menerobos masuk.'Apakah anak itu gila?'Sudut bibir klon itu naik. Pelan. Terkontrol. Seperti seseorang yang baru saja menyaksikan mangsa melompat sendiri ke dalam perangkap.'Biarkan saja.' 'Bahkan jika Pedang Iblis Darah dan Esensi Pedang Abadi terus digunakan di dalam, energi iblis yang melingkupi ruang itu adalah kandang milikku.' 'Kekuatan penuh kultivasi puncak Ranah Dao Integration terkandung dalam setiap lapisannya. Tubuh manusia Primordial Chaos tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya.'"Hah! Rupanya otakmu memang sudah tidak beres!" Tawa sinisnya bergema ke seluruh penjuru. "Kalau kau sudah masuk sendi
Tekad itu mengeras di dalam dadanya, padat dan dingin, seperti inti besi yang sudah melewati ribuan kali tempaan.Tidak ada jalan mundur. Tidak pernah ada.Untuk tumbuh sekuat ini, Ryan Pendragon tidak pernah memilih jalan yang aman. Dan kali ini tidak akan berbeda, seberapa berbahaya pun yang harus ia hadapi.Dia melesat ke udara bagai kilat emas, tubuhnya meluncur tanpa ragu ke arah jatuhnya klon iblis itu.**Di sisi lain medan yang hancur, klon itu baru saja bangkit dari reruntuhan batu.Pelan. Sangat pelan.Kedua tangannya adalah kekacauan daging dan tulang yang remuk, tulang-tulang di dalamnya masih dalam proses menyambung kembali dengan suara gemeretak kecil yang bisa didengar jika cukup dekat. Cairan ungu gelap mengalir dari setiap retakan di kulitnya yang hitam pekat, menetes ke tanah dan mendesis saat menyentuh bebatuan yang masih panas dari benturan sebelumnya.Tubuhnya memulihkan
Klon itu membalikkan badan seketika.Ryan berdiri di sana. Cahaya emas bercampur pusaran energi iblis masih menyelimuti tubuhnya, rambut dan jubahnya berantakan oleh benturan sebelumnya. Ada luka di beberapa bagian, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang ada di tubuh klon itu sendiri.Dan luka-luka itu sedang menutup.Klon itu membeku. Tulang rahangnya mengencang keras.'Tidak mungkin. Kultivator Ranah Primordial Chaos tingkat tiga... fisiknya lebih kuat dari tubuhku?'Ia tidak bisa mencerna apa yang ada di depannya. Bangsa iblis dikenal karena ketahanan fisik yang jauh melampaui ras mana pun, bukan sekadar kebanggaan kosong, tapi fakta yang sudah terbukti ribuan kali di medan perang. Namun manusia di depannya justru pulih lebih cepat.Ryan tidak memberinya waktu untuk berpikir lebih jauh."Hukum Waktu, Energi Gao, Esensi Pedang Abadi!"Ia menghentakkan kakinya. Tiga aliran kekuatan yang sebelumnya mengalir terpisah di dalam tubuhnya kini mendorong ke satu titik yang sama, sa
Ruang kecil itu sudah tidak lagi layak disebut tempat berlindung.Energi iblis berputar liar ke segala penjuru seperti ribuan tangan tak kasat mata yang mencengkeram udara, tanah, dan langit sekaligus. Bebatuan hitam keabuan yang tadinya menjulang kokoh kini bergetar sampai ke akarnya. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara sendiri sudah berubah jadi sesuatu yang beracun.Di tengah semua itu, Ryan berdiri tegak.'Klon ini berbeda dari lawan-lawan yang pernah kuhadapi sebelumnya. Tidak boleh ada kelengahan sedikit pun.'Kedua matanya tidak berkedip. Ia mengangkat tangan."Enam Dao, keluarlah!"Enam aliran cahaya melesat dari tubuhnya sekaligus.Langit di atas Ruang Segel Iblis berubah seketika. Enam pusaran cahaya mengembang dan berputar mengelilingi Ryan, berdenyut dan bergemuruh, memancarkan tekanan yang meretakkan batu-batu di sekitarnya dari dalam tanpa perlu disentuh sama sekali.Klon itu mengangkat kepalanya.Tapi Ryan belum selesai."Pedang Iblis Darah, keluarlah!"S
"Ada dua cara," jawab Divine God Beast Tamer. "Pertama, energi iblis yang membawamu ke sini belum sepenuhnya memutus hubunganmu dengan kawasan terpencil. Jika kau punya kemampuan merobek ruang, kau bisa kembali secara langsung."Ryan menunggu sebentar. "Dan yang kedua?""Ruang ini dibangun dan dipertahankan oleh kehadiran klon iblis yang tersegel di dalamnya. Bunuh klon itu, dan dimensi ini runtuh. Kau akan kembali dengan sendirinya.""Klon iblis." Ryan mengernyitkan dahinya. "Seberapa kuat?""Kultivasinya ditekan selama proses penyegelan, sehingga di dalam sini ia hanya setara puncak Ranah Dao Integration. Tapi jangan remehkan itu." Ada penekanan dalam nada Divine God Beast Tamer yang tidak berubah dari datar. "Dalam kondisi seperti ini, ia sebanding dengan kultivator Ranah Creation awal yang sesungguhnya. Mungkin lebih."Ryan diam sebentar.Ia mengingat klon iblis yang pernah ia hadapi di Pulau Kebenaran. Kekuatan yang hampir membunuhnya bahkan ketika ia sudah memaksimalkan semua
Di sekitarnya, sebagian besar peserta dan penonton hanya mengerutkan dahi.Bola Segel Iblis? Nama yang tidak dikenal oleh kebanyakan dari mereka.Sampai seorang penonton di bangku tengah berdiri dan berteriak, "Aku pernah dengar soal itu!" "Bola Segel Iblis adalah artefak yang menyegel jiwa seorang iblis di dalamnya dan menciptakan dimensi tersendiri." "Siapa pun yang terkena benda itu akan terseret ke dalam dimensi itu dan dipaksa menghadapi sang iblis langsung!"Sunyi mendadak menguasai venue.Lalu suara mulai bermunculan satu per satu, seperti air yang mendidih dari bawah panci."Jadi aura mengerikan yang barusan kita rasakan itu... aura iblis sungguhan?""Itu bukan kekuatan Yakou Zedd sama sekali. Dia cuma menggunakan benda itu untuk membunuh Ryan!"Tatapan-tatapan bergerak ke arah Yakou yang duduk bersila di pinggir arena sedang menelan pil pemulihan. Sebagian mengandung kecaman. Sebagi
Sementara itu, di ruang kultivasi, Eleanor Jorge sedang duduk bersila, wajahnya pucat, dan ada darah menetes di sudut mulutnya. Selama beberapa bulan terakhir, dia telah tenggelam dalam kultivasi dan terobosan. Hal-hal yang awalnya dibencinya kini telah menjadi sesuatu yang harus dikejarnya. Pada
Belum sempat Ryan bereaksi, api itu telah berubah menjadi binatang buas yang menyerbu ke arahnya. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar hebat. Ex-Caliburn bergerak sendiri menembus api, namun sia-sia. Setiap bagian api yang hancur langsung muncul kembali tanpa henti. Ryan terpaksa mengeluark
Tirst Walker, yang telah bangkit dari jatuhnya, tidak tahan lagi melihat ayahnya disiksa. Dengan tangisan putus asa, dia bergegas mendekati Yordan, berusaha menghentikan penyiksaan. Namun, belum sempat dia mencapai mereka, telapak tangan Yordan melesat dan menghantam dadanya tanpa dia bahkan mel
Tetua berjubah emas mengerutkan kening mendengar kata-kata Ryan. Bukan pedang ini? Dari mana pedang yang dimaksud berasal? Sebelum otaknya sempat memproses pertanyaan itu, sebuah lubang dimensi muncul di udara. Cahaya merah menyilaukan memancar dari dalamnya, membawa aura mencekam yang mengunc







