MasukMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Aday Wijaya, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Pengunjung5804, Kal Sendy Zen, Kak Patricia Inge, Kak Lola Ayu, Kak Pengunjung0109, dan Kak Pengunjung1059 atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga Kakak-kakak pembaca yang telah mendukung Novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) Karena jumlah koin telah tercapai, maka hari ini akan ada bab bonus hadiah (≧▽≦) Bab Bonus akan rilis setelah bab ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
"Bocah." Suara Andrey Xerxes menyentuh pikirannya melalui transmisi spiritual dengan nada yang mengingatkan. "Meski orang ini juga ahli Dao Integration, dalam kondisimu sekarang, menghadapinya tidak akan semudah tadi."Ryan mengerutkan kening dengan pemahaman yang tidak ia bantah.'Cadangan energi spiritualku sudah terkuras. Aku perlu memulihkan diri dengan benar sebelum melakukan apa pun lagi.'Ia menatap Lehman Sun dengan tatapan yang tenang dan tidak mengandung niat apa pun.Ia tidak berniat berbuat sesuatu pada orang ini. Lehman Sun tidak pernah ikut menyerang selama pertarungan berlangsung, bahkan beberapa kali berusaha mencegah konflik. Tidak ada alasan untuk memperpanjang urusan di sini.Yang Ryan butuhkan sekarang adalah tempat yang aman untuk memulihkan diri hingga kondisi puncak. Pulau Sorna penuh dengan bahaya yang bisa datang dari arah mana saja, dan tanpa kekuatan penuh, setiap langkah menjadi lebih berisiko dari yang seharusnya. Belum lagi Sumpah Dao Surgawi yang men
"Tidak beres!"Ekspresi Ryan berubah seketika. Tubuhnya melesat mundur dengan kecepatan kilat bahkan sebelum pikirannya selesai memproses apa yang sedang terjadi.Bersamaan dengan itu, penghalang cahaya perak di depannya meledak bersinar seperti matahari yang tiba-tiba pecah, dan Zirah Sisik Surgawi mengalirkan energinya ke permukaan penuh dalam satu denyutan!WUNGGG!Pedang Darah terangkat horizontal di depan dadanya sebagai lapisan pertahanan terakhir.BOOOOOM!Energi iblis yang meluap tanpa batas meraung keluar bagai badai yang lahir dari perut bumi. Tanah di tempat Yao Links berdiri hancur, membentuk lubang yang menganga dalam dengan tepi yang terbakar hitam!SPLASHHH!Gelombang ledakan itu memukul kolam dingin di dekatnya hingga airnya meluap dan menyebar ke segala arah bagai tsunami kecil yang melumat semua yang ada di jalurnya.Kabut hitam pekat mengepul ke udara, menutupi langit di atas tepi kolam seperti awan kematian yang turun terlalu rendah.SYUUTT!Dari dalam lautan ene
"AHHHHH!!!"Yao Links meraung, amarahnya meledak keluar bersama suara itu.Ia tahu ia sedang dalam bahaya yang nyata. Dan karena itu, ia tidak punya pilihan lain selain bertaruh segalanya. Tubuhnya sudah bertransformasi, diperkuat oleh energi Yin dan energi iblis yang tak habis-habisnya mengalir dari seluruh penjuru Pulau Sorna. Selama ia tidak berhenti bergerak, ia tidak akan kalah!SYUUTT!Kapaknya terangkat dan ia melesat ke arah Ryan dengan keganasan seekor binatang yang terdesak ke sudut. Sepatu boot di kakinya tiba-tiba memancarkan cahaya hitam, tubuhnya berakselerasi dengan lonjakan kecepatan yang jauh melampaui batasnya sebelum transformasi.Harta langka yang tersimpan di dalam sepatu itu bekerja persis seperti yang ia harapkan.Ryan sedikit terkejut melihat Yao Links mampu menahan serangannya tadi. Namun melihat orang itu kini menyerang dengan keputusasaan yang nyata, eks
Mata Yao Links memerah bagai darah saat menatap Ryan tanpa berkedip.Ia tahu ia dan Simon Wandman telah membuat kesalahan. Namun ia tidak percaya bahwa ia akan kalah. Simon Wandman ceroboh dan membayar dengan nyawanya sendiri. Yao Links tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Kekuatannya jauh melampaui rekannya itu, dan ia tahu betul apa yang harus ia lakukan sekarang.'Anak ini sudah menentukan nasibnya sendiri!'"Transformasi Sembilan Iblis Jahat!"WUSHHH!Energi iblis yang menyelimuti seluruh Pulau Sorna bergerak seolah mendapat panggilan, mengalir deras ke dalam tubuh Yao Links bagai sungai yang menemukan muaranya. Sembilan bayangan iblis yang ganas dan mengerikan melonjak keluar dari tubuhnya, melayang di sekelilingnya dengan aura yang membuat udara terasa lebih berat dari sebelumnya!ROAAARRR!Kesembilan bayangan itu menghambur masuk ke dalam tubuhnya sekaligus!KR
Simon Wandman tersenyum dengan cara yang tidak menyenangkan untuk dilihat. "Kakak Senior, tunggu sebentar." "Biarkan aku yang mengantarkan nyawaku sendiri kepadanya." Ia mengalihkan pandangan ke Ryan dengan tatapan penuh jijik. "Kau minta nyawaku, bukan? Aku di sini sekarang. Ambil kalau bisa." Nada suaranya mengandung kesenangan yang kejam. "Tapi nyawaku tidak murahan. Mari kita lihat dulu apakah kau benar-benar layak menerimanya." Bersamaan dengan kata-kata terakhirnya, ekspresi Simon Wandman berubah. Candaan itu luruh, digantikan oleh keseriusan seorang kultivator yang sudah memutuskan untuk tidak menahan diri. WUNGGG! Energi iblis yang pekat meledak keluar dari tubuhnya. Energi iblis yang mengendap di sekitar kolam dingin seolah mendapat panggilan, berbondong-bondong mengalir ke arah Simon Wandman bagai ngengat yang tertarik ke nyala api. SYUUTT! Untaian demi untaian energi iblis berputar dan memadat di sekelilingnya, membentuk sebuah tangan iblis raksasa yang hitam l
"Kalau kalian menyerangnya, aku mundur dari operasi ini." Suara Lehman Sun keluar dengan nada yang tidak memberi ruang untuk ditawar. Yao Links dan Simon Wandman terdiam sejenak. Yao Links menatap Lehman Sun dengan ekspresi yang turun beberapa derajat menjadi lebih dingin. "Lehman, apakah orang ini sebanding dengan ancamanmu?" "Dan apakah kau pikir kau bisa keluar dari operasi ini semudah itu?" Lehman Sun tidak menjawab. Ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah yang tidak ragu. "Baik." Yao Links mengangkat tangannya. "Kami tidak akan menyentuhnya." Ia melirik Ryan sekali lagi dengan tatapan yang tidak menyembunyikan penghinaannya. "Hari ini kau beruntung, bocah. Simon, kita pergi." Memburu pengkhianat jauh lebih penting dari seorang anak Primordial Chaos tingkat pertama. Harta yang dibawa pengkhianat itu adalah prioritas utama mereka. Sedangkan apa yang ada di tangan bocah ini, tidak ada yang layak dipikirkan lebih jauh. Simon Wandman menatap Ryan dengan raut seseorang
Tidak peduli seberapa sukses pelayan ini, dia tidak akan pernah bisa mencapai posisinya saat ini. Banyak jalan menuju Roma, tetapi beberapa orang lahir di Roma! Dia, Selly, adalah salah satu orang tersebut!Selly menatap Ryan dengan campuran rasa kasihan dan superioritas. Dalam benaknya, tak peduli
Keesokan paginya, suara kicauan burung dan deru lalu lintas yang mulai ramai menjadi latar belakang rutinitas pagi yang biasa. Namun, ketenangan itu segera terusik oleh suara langkah kaki yang tergesa-gesa. "Ryan, kau mau ke mana pagi-pagi begini?" tanya Adel saat melihat Ryan keluar dari kamar t
Semua orang terkejut melihat Dokter Jiang mendekati Ryan dan membungkuk padanya. Suasana di koridor rumah sakit seketika berubah, seolah-olah waktu terhenti. Mata-mata yang tadinya meremehkan Ryan kini terbelalak tak percaya.Dokter Ajaib Jiang tahu persis apa yang dilambangkan oleh pria di hadapan
Ryan melambaikan tangannya di depan wajah Frederick yang tampak melamun. "Frederick? Apa kau masih mendengarkanku?" tanyanya dengan nada geli.Frederick tersentak, kembali ke realitas. Ia berdeham, berusaha menyembunyikan rasa malunya. "Ah, maafkan saya, Tuan Ryan. Saya hanya... sedang memikirkan se







