MasukPagi Semua ( ╹▽╹ ) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Tidak ada waktu untuk berhenti.Tangannya merogoh cincin penyimpanannya. Sepuluh artefak tingkat Dao Integration dan dua artefak tingkat ruang-waktu keluar bersamaan, melayang di udara membentuk pola yang sudah pernah dipakai sebelumnya.Senyum tipis muncul di bibirnya. Ironis, tapi tidak ada pilihan lain yang lebih baik dari ini."Ledakan Seribu Artefak."WENG!Artefak-artefak itu mulai bergetar dengan frekuensi yang membuat air di sekitar mereka berguncang. Pusaran terbentuk dari setiap artefak, saling memperkuat satu sama lain sampai resonansi gabungan mereka melampaui jumlah masing-masing bagiannya.BOOM!Ledakan merobek seluruh area bawah penjara es dalam satu gelombang yang tidak membeda-bedakan apa yang berdiri di jalurnya. Kultivator Klan Laut yang sudah mulai berkumpul kembali dari kekacauan formasi tadi terlempar ulang. Beberapa tidak bangkit lagi. Air yang memenuhi area itu bergolak membentuk pusaran yang menarik ke bawah siapapun yang tidak cukup kuat untuk melawan ta
WENG! WENG! WENG!Formasi itu berdenging seperti gong yang dipukul dari dalam. Auranya meresap ke seluruh tubuh Ryan sekaligus, bukan mengurung secara fisik tapi memblokir meridiannya dari dalam, menekan dari tingkat yang jauh lebih mendasar dari sekadar dinding biasa. Setiap aliran energi yang mencoba bergerak ke luar langsung terbendung, seperti tangan raksasa yang menggengam dari dalam ke luar.Ryan mencoba melangkah ke depan.Kakinya tidak bergerak.'Formasi penyegelan.'Pola hijau di sepanjang garis formasi itu terus berdenyut, dan setiap denyutan mempererat cengkeramannya. Ryan bisa merasakan tekanannya tumbuh sedikit demi sedikit, pasti dan tidak tergesa-gesa, seperti seseorang yang tahu korbannya tidak ke mana-mana.Dia tidak ragu lebih dari satu detik. Kalau tidak bisa bergerak, maka hancurkan penghalangnya."Kalau begitu, lawan!"Pedang Iblis Darah terangkat. Ese
Leon Frey materalisasi kembali dari dalam tekanan air. Di perutnya, luka menganga membelah lapisan sisiknya yang seharusnya lebih keras dari baja biasa. Darah hijau tua mengalir dari luka itu dan langsung menyatu dengan air di sekitarnya, menyebar seperti tinta yang jatuh ke dalam kolam.Dia berdiri di sana dengan satu tangan menekan perutnya. Napasnya masih stabil, tapi mata yang tadi penuh dengan rasa meremehkan sekarang hanya mengandung satu hal: keterkejutan yang belum sempat berubah menjadi apapun."Bagaimana kau bisa—""Kau tidak benar-benar menghilang." Ryan menurunkan Pedang Iblis Darah perlahan. "Kau menyembunyikan diri di dalam arus air. Tapi arus tidak bergerak tanpa alasan. Ada yang menggerakkannya, dan itu cukup untuk dilacak."Kalimat itu keluar datar. Bukan untuk pamer, hanya penjelasan yang perlu disampaikan.Di belakang Leon Frey, beberapa kultivator Klan Laut yang menyaksikan ini s
"Marsh Quinn, lebih baik kau tidak melawan." Suara Tetua Fang datar dan terukur. "Pemimpin Klan sudah mengetahui situasi ini. Kalau kau masih keras kepala, beliau akan turun tangan sendiri." Tekanan di dada Ryan naik satu tingkat. Kalau Quinn Marsh menyerah atau ditekan mundur, tidak ada yang akan menolong Ryan di sini. Mereka sudah berada dalam satu perahu sejak Quinn Marsh mengucapkan sumpahnya atas nama Dao Surgawi. Perahu itu tidak bisa dipisah di tengah jalan, dan Ryan tidak punya niat mencoba. "Ryan." Suara Quinn Marsh masuk lewat transmisi suara, pelan dan langsung ke telinganya. "Aku perlu satu jam lagi untuk menyelesaikan penyerapan kristal ini. Bisa kau tahan mereka?" Ryan mengedarkan pandangannya ke barisan di depannya. Tetua Fang di Creation puncak. Dua Kultivator Creation tingkat lima. Ratusan kultivator Klan Laut yang matanya sudah tidak menyimpan niat baik. Jarak antara posisi Ryan dan garis terdepan mereka tidak lebih dari tiga puluh meter. 'Satu ja
Ryan tidak tahu sudah berapa lama dia mengumpulkan ketika matanya menangkap sesuatu di sudut paling jauh ruang itu. Celah kecil. Hampir tak terlihat di balik tumpukan kristal yang lebih besar. Tapi tekanan yang menguar dari dalamnya berbeda dari semua kristal yang sudah dia kumpulkan tadi. Lebih terpusat, lebih dalam, dan jauh lebih tua. Ryan mendekatinya dengan langkah hati-hati, satu tangan sudah di gagang Pedang Iblis Darah meski tidak ada ancaman yang terlihat. Dia masuk ke celah itu sendirian. Semakin dalam, tekanan semakin berat. Kristal-kristal kecil di dinding gua sempit ini meleleh di bagian yang paling dekat dengan jalur yang dilaluinya, bukan dari panas tapi dari energi yang tidak cocok dengan keberadaannya. Lalu Ryan melihatnya. Tidak besar. Dua puluh sentimeter, berdiri tegak di atas alas batu alami seperti sudah menunggu di sana sejak lama. Warnanya ungu, pekat dan dalam, ungu yang punya jarak di dalamnya seperti membuat siapapun yang memandangnya merasa be
"Aku bersumpah atas nama Dao Surgawi." Kata-kata Marsh Quinn tidak keluar dengan mudah, tapi tidak ada keraguan di baliknya. Bagi Klan Laut, sumpah atas nama Dao Surgawi bukan sekadar formalitas. Melanggarnya bukan urusan harga diri semata, melainkan urusan dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar oleh siapapun, tidak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasi mereka. Ryan mendengarkan sampai kata terakhir selesai diucapkan. Baru kemudian ia mengangguk satu kali. "Baik. Tapi ada satu hal yang perlu aku tahu dulu." Matanya tidak beranjak dari wajah Marsh Quinn. "Klan Laut punya banyak kultivator. Kau sudah terkurung di sini cukup lama. Seberapa besar peluang kita bisa benar-benar keluar?" Marsh Quinn tidak langsung menjawab. Jarinya menyentuh lantai es di sebelahnya, menelusurinya perlahan seperti orang yang sedang mengingat sesuatu yang sudah lama tidak disentuh. "Di bawah penjara ini ada Kristal Es Seribu Tahun." Suaranya datar, bukan menyombongkan diri, hanya menyampai
"Hmph!" Tetua Kedelapan mendengus dingin. "Bocah sombong! Tidak heran kau bertindak begitu berani di depan Seratus Sekte!" Namun anehnya, secercah kekaguman perlahan muncul di matanya yang sedingin es. Di masa lalu, ia telah melihat banyak jenius berbakat seperti Finn Mark yang merupakan kultivato
Ilya Northpalace meraih Ryan dan berkata kepada semua orang dengan sangat keras, "Arthur Pendragon adalah guruku dan juga penjaga Keluarga Northpalace. Kenapa dia tidak boleh membunuh anggota sekte bawahan seperti kalian?!"Ilya Northpalace mengumumkan semuanya di depan umum seperti ini
"Tentu saja!" sahut Ilya dengan antusias."Guru ingin Pil Divinity dan Pil Dao Connotation? Jangan khawatir, aku sebagai murid Anda pasti akan segera mendapatkannya!" janjinya dengan serius."Gunakan token identitasku untuk membeli seratus pil Divinity tingkat puncak dan dua puluh pil Dao Connotati
Suasana di sekitarnya berubah menjadi sunyi mencekam. Lebih dari dua ratus tetua dari Seratus Sekte menatap Ryan dengan kaget, tak mampu menyembunyikan keterkejutan di wajah mereka. Mereka semua tahu Arthur Pendragon kuat, tapi tidak sampai segini cepatnya mengalahkan ahli Ranah God King tingkat







