MasukTerima Kasih Kak Agus, Kak Mohd, dan Kak Brian atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, genap terkumpul 5 Gem, yang artinya ada bonus bab lagi (≧▽≦) pertanyaannya, bonus bab ini mau dirilis malam ini atau besok? komen di bab ini ya. othor tunggu sampai jam 8. dan bab ini adalah bab bonus ketiga hari ini. Selamat Membaca (◠‿・)—☆ Akumulasi Gem Bab Bonus: 27-10-2024 (sore): 0 Gem (reset)
Misi itu tertulis jelas di permukaan batu yang bersinar.Membunuh Ular Iblis Bermata Hijau dewasa di Pulau Sorna dan membawa kembali Inti Iblis mereka.Ryan membaca setiap baris dengan seksama. Kemudian ia membaca ulang, karena ada sesuatu yang membuatnya berhenti di tengah jalan.Pulau Sorna.Nama itu berdering di benaknya bukan hanya karena bahayanya, melainkan karena sesuatu yang lain. Tempat yang telah ia setujui untuk bertemu Shirly Jirk dan Rindy Snowfield berada tidak jauh dari sana.'Mungkin ini memang takdir yang sedang berjalan dengan caranya sendiri.'Namun di luar kebetulan itu, isi misi ini sendiri sudah cukup untuk membuat siapa pun berpikir dua kali.Pulau Sorna adalah tempat di mana energi yin dan energi iblis mengendap begitu pekat hingga udara di atasnya terasa berbeda dari langit biasa. Lingkungannya yang ekstrem menekan kekuatan kultivator manusia secara aktif, bahkan mereka yang berkultivasi dengan fisik yang sudah diperkuat sekalipun tidak bisa bergerak dengan
Ryan menatap tiga benda yang melayang di hadapannya, cahayanya berpendar lembut di udara aula yang sunyi.Ia mengulurkan tangan dan mengambil yang pertama.Sebuah botol porselen putih bersih, dihiasi ukiran naga yang melilit dari pangkal hingga leher botol dengan detail yang begitu halus seolah sang naga bisa bergerak sewaktu-waktu.Ryan membuka tutupnya dengan perlahan.WUSHHH!Aroma obat yang kaya dan dalam meledak keluar bagai bunga yang tiba-tiba mekar di tengah badai, memenuhi seluruh aula dengan energi spiritual yang begitu padat hingga terasa seperti menghirup awan yang hidup. Di dalam botol itu, sebutir pil bersinar dengan cahaya tujuh warna yang berputar perlahan bagai galaksi kecil yang tersegel dalam kaca."Pil obat tingkat Creation?" Mata Ryan sedikit melebar tanpa bisa ia cegah.Nilai pil bermutu tinggi tidak pernah bisa diukur dengan cara yang sama seperti artefak biasa. Bagi seorang kul
"Ya." Jessica Neuro mengangguk dengan senyum yang mengandung makna yang lebih banyak dari kata-katanya. "Tapi kau masih harus menyelesaikan misi trial untuk murid sejati terlebih dahulu."Ia berhenti sejenak, nada suaranya mengeras sedikit."Ferral Zest memang mencari masalahnya sendiri kali ini. Namun tetap saja, ia adalah murid sekte dalam dan keturunan langsung Pritha Zest." "Meskipun Ketua Sekte sudah melepaskanmu atas insiden itu, Pritha Zest masih seorang Tetua yang harus diberi penjelasan yang memuaskan." Tatapannya menatap Ryan langsung. "Oleh karena itu, misi trial yang disiapkan untukmu memiliki tingkat kesulitan yang belum pernah ada sebelumnya. Siapkan mentalmu.""Ada banyak aturan yang harus kau pahami di sekte ini." "Dan alasan Guru mengizinkan semua ini adalah untuk menguji seberapa jauh kekuatan sejatimu yang sebenarnya."Ryan menarik napas dalam-dalam.Ia bangkit dari tempat tidur dengan gera
Namun bagaimanapun juga, Guru Jessica Neuro bukan orang yang akan dengan mudah mempercayakan sesuatu sepenting itu kepada orang asing, bahkan jika orang itu adalah murid sekte yang sama. Di Benua Valorisia, tidak ada yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap hal berharga hanya bisa ditukar dengan sesuatu yang sepadan nilainya."Ketika kau tidak sadarkan diri, aku pergi menemui Guru." Jessica Neuro menggelengkan kepalanya dengan ekspresi yang menyiratkan penyesalan yang tulus. "Sayangnya, Guru sedang dalam pengasingan. Aku tidak bisa menyampaikan urusan Tablet Reinkarnasi secara langsung."Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan."Namun, Guru menyampaikan sesuatu melalui transmisi spiritual. Jika kau berhasil lulus ujian murid rahasia, Guru akan keluar dari pengasingan untuk menemuimu secara langsung."Matanya menatap Ryan dengan serius. "Urusan ini terlalu besar dan terlalu penting. Lebih baik kau membicarakannya sendiri dengan Guru daripada melalui perantara."Ryan mengangguk pelan.
"Hentikan!"Suara Pritha Zest meninggi, namun di balik amarah itu tersimpan sesuatu yang lebih jujur dari kemarahan.Kepanikan.Ia tidak pernah menyangka Ryan akan bisa bergerak melawan tekanannya. Itu sudah di luar kalkulasinya. Yang tersisa baginya hanyalah teriakan yang ia lemparkan bagai orang yang sudah kehabisan senjata."Dia sesama murid sepertimu! Apakah kau tidak punya hati nurani?!"DESSS!Eren Carster melepaskan auranya.Aura Ketua Sekte Moon Flower turun bagai langit yang tiba-tiba merendah. Bukan ledakan, bukan badai, melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari itu. Sebuah tekanan yang tenang, merata, dan tak terbendung bagai samudra yang memutuskan untuk menelan segalanya tanpa terburu-buru.Bahkan udara di halaman itu terasa berubah, lebih berat, lebih padat, seolah setiap molekulnya memutuskan untuk berpihak pada pemilik aura tersebut.Ryan berhenti setengah langkah.Seluruh tubuhnya bergemuruh dengan perlawanan yang menguras segalanya. Namun ia memalingkan w
Pada saat itu, pintu aula utama terbuka.KRIIIET!Yang pertama keluar bukan suara, bukan perintah, melainkan sosok yang bergerak bagai arus air yang tidak bisa ditahan. Anggun. Cepat. Dan dalam sekejap, Jessica Neuro sudah berdiri tepat di antara Ryan dan ruang terbuka di hadapannya, auranya memancar membentuk tembok tak kasat mata yang membelah halaman itu menjadi dua sisi.Protektif. Tanpa ragu."BERANI SEKALI KAU!"BOOOM!Raungan amarah itu disertai gelombang aura yang meledak keluar bagai tsunami yang tidak mengenal belas kasihan, menghantam ke arah Ryan dari belakang sosok Jessica Neuro dengan kekuatan yang membuat udara bergetar dan batu-batu kecil di lantai halaman terlempar berhamburan!Ekspresi Ryan berubah. Aura itu saja sudah cukup untuk meremukkan seorang ahli Ranah Dao Integration biasa tanpa perlu satu pun serangan nyata.Jessica Neuro mendengus dingin.WUSHHH!







