MasukMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Chen Thomson atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopinya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) Selamat Berbuka (◠‿・)—☆
Begitu memasuki ruang rahasia di bawah kediaman Keluarga Harrow, Ryan langsung melihat sosok yang dirantai pada dinding batu.Silva Clint.Untuk sesaat, Ryan tidak bergerak. Sahabat yang selama ini dicarinya kini tergantung dalam keadaan mengenaskan. Rambut Silva kusut, tubuhnya kurus dan dipenuhi bekas siksaan. Salah satu tangannya bahkan telah terpenggal di pergelangan, menyisakan luka yang masih mengeluarkan darah.Tatapan Ryan semakin dingin. Jemarinya mengepal begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia telah menduga Silva berada dalam bahaya sejak merasakan aura lemah di bawah tanah, tetapi melihat keadaannya secara langsung tetap membuat amarahnya sulit ditahan.Silva sendiri terpaku menatap pemuda yang baru muncul dari lorong yang runtuh. Kepalanya perlahan terangkat. Ia semula mengira suara ledakan dari atas hanyalah keributan lain di kediaman Keluarga Harrow. Tak pernah terlintas dalam benakny
Vernon Yale belum menyelesaikan ancamannya ketika Ryan melangkah maju. Tekanan dari tubuhnya meledak tanpa peringatan, menyapu para tetua tamu yang menghadang jalan. "Enyah!" Gelombang energi menghantam mereka hampir bersamaan. Vernon, yang berdiri paling dekat, terpental hingga menabrak tembok halaman. Benturan itu meninggalkan retakan panjang pada batu, sementara tubuhnya jatuh ke tanah tanpa mampu bangkit. Quentin yang semula masih mengipasi diri juga tidak sempat menghindar. Kipas lipatnya patah menjadi dua, lalu ia terguling bersama tetua tamu lainnya. Darah menyembur dari mulut mereka. Tidak seorang pun lagi sanggup berdiri untuk menghadang Ryan. Di barisan belakang, Yuri Fane menyaksikan semuanya dengan wajah pucat. Sebagai kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak, ia tadinya yakin para tetua tamu cukup untuk membereskan penyusup Ranah Creation tersebut. Kenyataannya, satu bentakan Ryan sudah membuat seluruh rekannya tumbang. Tatapan Ryan beralih ke arahnya. Lutut
Niat membunuh yang dilepaskan Ryan menyapu halaman kediaman Keluarga Harrow. Puluhan penjaga yang tadi mengepungnya langsung kehilangan kemampuan untuk bergerak. Senjata mereka terlepas dari genggaman, sementara serangan yang sudah dikerahkan lenyap sebelum sempat mengenai sasaran. Bagi para penjaga itu, pemuda yang berdiri di hadapan mereka bukan lagi seorang Kultivator Ranah Creation. Tekanan yang menghantam kesadaran mereka membuat seluruh keberanian yang dimiliki runtuh dalam sekejap. Beberapa orang sempat berusaha melawan, tetapi tidak ada gunanya. Serangan tersebut langsung mengenai jiwa dan Hati Dao mereka. Satu demi satu, para penjaga jatuh pingsan dengan luka berat. Mata mereka berputar ke atas, dan darah mengalir dari hidung serta telinga. Ryan melewati tubuh-tubuh yang bergelimpangan tanpa menoleh. Langkahnya tidak melambat sedikit pun, seolah puluhan kultivator yang baru saja mencoba membunuhnya tidak lebih dari penghalang di jalan. Teknik yang digunakannya
Kilatan pedang pria berjubah emas melintas di hadapan Silva Clint. Sesaat kemudian, salah satu tangan Silva terputus tepat di pergelangan dan jatuh ke lantai batu dengan bunyi tumpul. Belenggu yang semula menahan tangannya kini bergoyang tanpa beban, sementara darah terus mengalir dari luka yang baru terbuka. Namun Silva tidak menjerit ataupun memohon ampun. Kepalanya masih terangkat, dan pandangannya tetap tenang ketika menatap orang yang telah menyiksanya selama berbulan-bulan. Pria berjubah emas justru bernapas memburu. Ia mencengkeram gagang pedang begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kemarahannya belum reda, tetapi ia tahu tidak boleh membunuh tawanan itu. Batu dan warisan yang disembunyikan Silva belum ditemukan. Dibandingkan lokasi warisan tersebut, batu legendaris itulah yang paling diinginkan Keluarga Harrow. Menurut kabar yang mereka peroleh, batu itu menyimpan kekuatan reinkarnasi. Bahkan keluarga-keluarga besar di Kerajaan Ilahi mungkin akan berebut memil
Kepastian mengenai jejak Silva Clint membuat Ryan sulit menahan kegembiraannya. Teknik Telapak True Martial Pembalik Langit yang disebutkan Kai Warrick bukan sesuatu yang mudah tertukar dengan jurus milik orang lain. Pemuda bertopeng yang pernah mempermalukan Kai hampir pasti adalah sahabatnya. Dari cerita itu, Ryan juga mengetahui bahwa kekuatan Silva telah meningkat pesat sejak mereka berpisah. Satu jurus saja cukup untuk melukai Kai, sampai Keluarga Warrick berusaha mencari keberadaannya demi membalas dendam. 'Perkembanganmu ternyata tidak kalah cepat, Silva.' Ryan sendiri telah mendapatkan berbagai kesempatan luar biasa selama berada di Benua Valorisia. Ia pun bertanya-tanya apakah Silva juga menemukan warisan atau peluang yang membuat kultivasinya melesat. Namun ada persoalan yang jauh lebih penting. Mengapa Silva datang ke Wilayah Selatan, tempat yang begitu jauh dari Kota Immortal Ascension? Silva merupakan sahabat pertama yang diperoleh Ryan di Benua Valorisia. K
Ketika sinar pedang Ryan menyapu aula, Mordecai Hargrove merasakan sesuatu yang sudah lama tidak menghampirinya. Ketakutan. Justru karena telah hidup selama ribuan tahun, Mordecai memahami betapa berbahayanya tebasan tersebut. Esensi pedang yang memenuhi pandangannya bukan sekadar serangan kuat, melainkan kekuatan yang sudah mencapai tingkatan yang belum pernah disaksikannya. Namun ia segera menekan rasa takut itu. Jika membiarkan nyalinya runtuh, ia pasti kalah sebelum benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan. Harga dirinya tidak mengizinkan hal tersebut. 'Kalaupun harus kalah, aku akan kalah setelah menggunakan seluruh kekuatanku!' Sepersekian detik kemudian, cahaya pedang bertabrakan dengan naga-naga energi yang tersisa. Boom! Ledakan besar mengguncang Rumah Makan Heavenly Wind. Gelombang kejut menyapu jalanan di sekitarnya, menerbangkan genteng dari atap bangunan dan merobek panji-panji yang tergantung di sepanjang jalan. Para penduduk yang berada jauh dari lokasi







