INICIAR SESIÓNMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Chen Thomson Kak Lola Ayu, Kak Pengunjung5804, Kak Eny Rahayu Kak Patricia Inge, dan Kak Herman Muhammadamin atas hadiah Koinnya (≧▽≦) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) Karena jumlah koin+sisa koin bulan lalu sudah mencapai target, maka ada bab bonus hadiah setelah ini (≧▽≦) Selamat membaca (◠‿・)—☆
Tekad itu mengeras di dalam dadanya, padat dan dingin, seperti inti besi yang sudah melewati ribuan kali tempaan.Tidak ada jalan mundur. Tidak pernah ada.Untuk tumbuh sekuat ini, Ryan Pendragon tidak pernah memilih jalan yang aman. Dan kali ini tidak akan berbeda, seberapa berbahaya pun yang harus ia hadapi.Dia melesat ke udara bagai kilat emas, tubuhnya meluncur tanpa ragu ke arah jatuhnya klon iblis itu.**Di sisi lain medan yang hancur, klon itu baru saja bangkit dari reruntuhan batu.Pelan. Sangat pelan.Kedua tangannya adalah kekacauan daging dan tulang yang remuk, tulang-tulang di dalamnya masih dalam proses menyambung kembali dengan suara gemeretak kecil yang bisa didengar jika cukup dekat. Cairan ungu gelap mengalir dari setiap retakan di kulitnya yang hitam pekat, menetes ke tanah dan mendesis saat menyentuh bebatuan yang masih panas dari benturan sebelumnya.Tubuhnya memulihkan
Klon itu membalikkan badan seketika.Ryan berdiri di sana. Cahaya emas bercampur pusaran energi iblis masih menyelimuti tubuhnya, rambut dan jubahnya berantakan oleh benturan sebelumnya. Ada luka di beberapa bagian, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang ada di tubuh klon itu sendiri.Dan luka-luka itu sedang menutup.Klon itu membeku. Tulang rahangnya mengencang keras.'Tidak mungkin. Kultivator Ranah Primordial Chaos tingkat tiga... fisiknya lebih kuat dari tubuhku?'Ia tidak bisa mencerna apa yang ada di depannya. Bangsa iblis dikenal karena ketahanan fisik yang jauh melampaui ras mana pun, bukan sekadar kebanggaan kosong, tapi fakta yang sudah terbukti ribuan kali di medan perang. Namun manusia di depannya justru pulih lebih cepat.Ryan tidak memberinya waktu untuk berpikir lebih jauh."Hukum Waktu, Energi Gao, Esensi Pedang Abadi!"Ia menghentakkan kakinya. Tiga aliran kekuatan yang sebelumnya mengalir terpisah di dalam tubuhnya kini mendorong ke satu titik yang sama, sa
Ruang kecil itu sudah tidak lagi layak disebut tempat berlindung.Energi iblis berputar liar ke segala penjuru seperti ribuan tangan tak kasat mata yang mencengkeram udara, tanah, dan langit sekaligus. Bebatuan hitam keabuan yang tadinya menjulang kokoh kini bergetar sampai ke akarnya. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara sendiri sudah berubah jadi sesuatu yang beracun.Di tengah semua itu, Ryan berdiri tegak.'Klon ini berbeda dari lawan-lawan yang pernah kuhadapi sebelumnya. Tidak boleh ada kelengahan sedikit pun.'Kedua matanya tidak berkedip. Ia mengangkat tangan."Enam Dao, keluarlah!"Enam aliran cahaya melesat dari tubuhnya sekaligus.Langit di atas Ruang Segel Iblis berubah seketika. Enam pusaran cahaya mengembang dan berputar mengelilingi Ryan, berdenyut dan bergemuruh, memancarkan tekanan yang meretakkan batu-batu di sekitarnya dari dalam tanpa perlu disentuh sama sekali.Klon itu mengangkat kepalanya.Tapi Ryan belum selesai."Pedang Iblis Darah, keluarlah!"S
"Ada dua cara," jawab Divine God Beast Tamer. "Pertama, energi iblis yang membawamu ke sini belum sepenuhnya memutus hubunganmu dengan kawasan terpencil. Jika kau punya kemampuan merobek ruang, kau bisa kembali secara langsung."Ryan menunggu sebentar. "Dan yang kedua?""Ruang ini dibangun dan dipertahankan oleh kehadiran klon iblis yang tersegel di dalamnya. Bunuh klon itu, dan dimensi ini runtuh. Kau akan kembali dengan sendirinya.""Klon iblis." Ryan mengernyitkan dahinya. "Seberapa kuat?""Kultivasinya ditekan selama proses penyegelan, sehingga di dalam sini ia hanya setara puncak Ranah Dao Integration. Tapi jangan remehkan itu." Ada penekanan dalam nada Divine God Beast Tamer yang tidak berubah dari datar. "Dalam kondisi seperti ini, ia sebanding dengan kultivator Ranah Creation awal yang sesungguhnya. Mungkin lebih."Ryan diam sebentar.Ia mengingat klon iblis yang pernah ia hadapi di Pulau Kebenaran. Kekuatan yang hampir membunuhnya bahkan ketika ia sudah memaksimalkan semua
Di sekitarnya, sebagian besar peserta dan penonton hanya mengerutkan dahi.Bola Segel Iblis? Nama yang tidak dikenal oleh kebanyakan dari mereka.Sampai seorang penonton di bangku tengah berdiri dan berteriak, "Aku pernah dengar soal itu!" "Bola Segel Iblis adalah artefak yang menyegel jiwa seorang iblis di dalamnya dan menciptakan dimensi tersendiri." "Siapa pun yang terkena benda itu akan terseret ke dalam dimensi itu dan dipaksa menghadapi sang iblis langsung!"Sunyi mendadak menguasai venue.Lalu suara mulai bermunculan satu per satu, seperti air yang mendidih dari bawah panci."Jadi aura mengerikan yang barusan kita rasakan itu... aura iblis sungguhan?""Itu bukan kekuatan Yakou Zedd sama sekali. Dia cuma menggunakan benda itu untuk membunuh Ryan!"Tatapan-tatapan bergerak ke arah Yakou yang duduk bersila di pinggir arena sedang menelan pil pemulihan. Sebagian mengandung kecaman. Sebagi
Yakou menghentikan langkahnya tiba-tiba.Kedua kakinya menapak keras di batu arena, dan ia menatap Ryan yang meluncur ke arahnya. Matanya sudah berbeda dari tadi. Tidak ada kepanikan di sana. Tidak ada sisa getarnya keringat dingin dari beberapa detik lalu.Ada ketenangan yang jauh lebih berbahaya dari itu."Mutiara Pelindung Laut Utara!"KRAANG!Bola cahaya biru muda meledak dari tubuh Yakou, mengembang jadi kubah perisai dalam radius dua meter. Tinju Ryan menghantamnya setengah detik kemudian.BOOOOMM!Kubah itu bergetar keras. Retakan cahaya muncul di permukaannya, menjalar ke berbagai arah sebelum menutup kembali dengan bunyi berdesis.Tapi ia bertahan.Bangku penonton bergolak."Artefak pelindung yang kuat! Pukulan Ryan tidak bisa menembusnya!"Namun seorang penonton tua di baris belakang hanya mendengus. "Bodoh. Sekarang dia tidak bisa bergerak cepat sambil me
Kemunculan Monica yang tiba-tiba membuat seluruh medan pertempuran berubah. Niat membunuh yang tadinya memenuhi udara seakan menghilang begitu saja. Dengan gerakan lincah, jari-jari lentiknya menari di udara, menciptakan pola rumit yang berpendar dengan cahaya keemasan. Rune-rune kuno muncul, b
"Juga, Ryan sekarang telah menjadi incaran semua orang, jadi jangan pernah berhubungan dengannya di masa depan!" "Jangan sampai Keluarga Hodge mengatakan bahwa Keluarga Mouren terlibat," Warren Mouren menambahkan dengan nada tegas, memandang putrinya dengan sorot mata serius. Monica merasakan kema
Warren Mouren mengikuti pandangan Chester Fauss dan melihat deretan kandang yang terbuka. Alisnya berkerut melihat pemandangan yang janggal. Ada sesuatu yang sangat tidak beres dengan situasi ini. "Tetua Chester," tanyanya dengan nada penasaran namun hati-hati, "untuk apa kandang-kandang ini digu
Keluarga Mouren menguasai sebagian besar sumber daya kultivasi di Kota Season. Sebagai keluarga kuno, mereka memegang kunci ke berbagai tempat rahasia. Bahkan kekuatan-kekuatan besar di Gunung Langit Biru ingin menjalin hubungan baik dengan mereka. Lebih dari itu, Keluarga Mouren dan Keluarga H







