Se connecterTerima Kasih Kak Rubei' atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, total akumulasi Gem mencapai 5, yang artinya ada 1 tambahan bab bonus ( ╹▽╹ ) Akumulasi Gem Bab Bonus: 31-10-2024 (pagi): 0 Gem (reset) Bab Bonus Gem Hari ini: 0/5 Bab Bab Reguler: 2/2 Bab (komplit) Bab Bonus View: 4 Selamat Membaca (◠‿・)—☆
"AHHHHH!!!"Yao Links meraung, amarahnya meledak keluar bersama suara itu.Ia tahu ia sedang dalam bahaya yang nyata. Dan karena itu, ia tidak punya pilihan lain selain bertaruh segalanya. Tubuhnya sudah bertransformasi, diperkuat oleh energi Yin dan energi iblis yang tak habis-habisnya mengalir dari seluruh penjuru Pulau Sorna. Selama ia tidak berhenti bergerak, ia tidak akan kalah!SYUUTT!Kapaknya terangkat dan ia melesat ke arah Ryan dengan keganasan seekor binatang yang terdesak ke sudut. Sepatu boot di kakinya tiba-tiba memancarkan cahaya hitam, tubuhnya berakselerasi dengan lonjakan kecepatan yang jauh melampaui batasnya sebelum transformasi.Harta langka yang tersimpan di dalam sepatu itu bekerja persis seperti yang ia harapkan.Ryan sedikit terkejut melihat Yao Links mampu menahan serangannya tadi. Namun melihat orang itu kini menyerang dengan keputusasaan yang nyata, eks
Mata Yao Links memerah bagai darah saat menatap Ryan tanpa berkedip.Ia tahu ia dan Simon Wandman telah membuat kesalahan. Namun ia tidak percaya bahwa ia akan kalah. Simon Wandman ceroboh dan membayar dengan nyawanya sendiri. Yao Links tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Kekuatannya jauh melampaui rekannya itu, dan ia tahu betul apa yang harus ia lakukan sekarang.'Anak ini sudah menentukan nasibnya sendiri!'"Transformasi Sembilan Iblis Jahat!"WUSHHH!Energi iblis yang menyelimuti seluruh Pulau Sorna bergerak seolah mendapat panggilan, mengalir deras ke dalam tubuh Yao Links bagai sungai yang menemukan muaranya. Sembilan bayangan iblis yang ganas dan mengerikan melonjak keluar dari tubuhnya, melayang di sekelilingnya dengan aura yang membuat udara terasa lebih berat dari sebelumnya!ROAAARRR!Kesembilan bayangan itu menghambur masuk ke dalam tubuhnya sekaligus!KR
Simon Wandman tersenyum dengan cara yang tidak menyenangkan untuk dilihat. "Kakak Senior, tunggu sebentar." "Biarkan aku yang mengantarkan nyawaku sendiri kepadanya." Ia mengalihkan pandangan ke Ryan dengan tatapan penuh jijik. "Kau minta nyawaku, bukan? Aku di sini sekarang. Ambil kalau bisa." Nada suaranya mengandung kesenangan yang kejam. "Tapi nyawaku tidak murahan. Mari kita lihat dulu apakah kau benar-benar layak menerimanya." Bersamaan dengan kata-kata terakhirnya, ekspresi Simon Wandman berubah. Candaan itu luruh, digantikan oleh keseriusan seorang kultivator yang sudah memutuskan untuk tidak menahan diri. WUNGGG! Energi iblis yang pekat meledak keluar dari tubuhnya. Energi iblis yang mengendap di sekitar kolam dingin seolah mendapat panggilan, berbondong-bondong mengalir ke arah Simon Wandman bagai ngengat yang tertarik ke nyala api. SYUUTT! Untaian demi untaian energi iblis berputar dan memadat di sekelilingnya, membentuk sebuah tangan iblis raksasa yang hitam l
"Kalau kalian menyerangnya, aku mundur dari operasi ini." Suara Lehman Sun keluar dengan nada yang tidak memberi ruang untuk ditawar. Yao Links dan Simon Wandman terdiam sejenak. Yao Links menatap Lehman Sun dengan ekspresi yang turun beberapa derajat menjadi lebih dingin. "Lehman, apakah orang ini sebanding dengan ancamanmu?" "Dan apakah kau pikir kau bisa keluar dari operasi ini semudah itu?" Lehman Sun tidak menjawab. Ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah yang tidak ragu. "Baik." Yao Links mengangkat tangannya. "Kami tidak akan menyentuhnya." Ia melirik Ryan sekali lagi dengan tatapan yang tidak menyembunyikan penghinaannya. "Hari ini kau beruntung, bocah. Simon, kita pergi." Memburu pengkhianat jauh lebih penting dari seorang anak Primordial Chaos tingkat pertama. Harta yang dibawa pengkhianat itu adalah prioritas utama mereka. Sedangkan apa yang ada di tangan bocah ini, tidak ada yang layak dipikirkan lebih jauh. Simon Wandman menatap Ryan dengan raut seseorang
Saat ejekan itu mengudara, Ryan justru mengalihkan pandangannya ke Lehman Sun sejenak dengan ekspresi yang sulit dibaca. 'Orang ini berbeda dari dua lainnya.' "Hei, kau yang diam saja dari tadi." Simon Wandman menyadari bahwa Ryan tidak merespons dan menafsirkannya sebagai ketakutan. Senyumnya melebar dengan cara yang tidak menyenangkan, seperti predator yang merasa mangsanya sudah tidak punya jalan keluar. "Kami ada di pulau ini untuk urusan rahasia." "Tadi kau berani melepaskan niat membunuh ke arahku, jadi sekarang aku punya cukup alasan untuk mencurigaimu sebagai bagian dari target kami." Nada suaranya mengeras menjadi perintah. "Serahkan cincin penyimpananmu untuk diperiksa." Ia tidak berhenti di situ. "Dan kalau kau berani melawan, kami punya lebih banyak alasan lagi untuk memperlakukanmu sebagai musuh." "Setelah cincin itu di tangan kami, berlutut dan minta maaf karena sudah berani melepaskan niat membunuh ke arahku." Sudut bibirnya naik. "Bagaimanapun juga, orang ya
Enam jam kemudian, Ryan membuka matanya.WUNGGG!Kilatan cahaya tajam melintas di sepasang matanya sebelum perlahan meredup. Ia meregangkan tubuhnya dengan hati-hati, merasakan satu per satu bagian yang tadi terasa kaku dan berat.Pemulihannya berjalan lebih baik dari yang ia perkirakan. Lapisan kulit mati mengelupas dari tubuhnya saat ia bergerak, menyingkap lapisan baru di bawahnya yang bersih dan mulus. Bagian-bagian yang tadi hangus oleh api merah darah sudah pulih sempurna, bahkan tanpa meninggalkan bekas satu pun."Kemampuan pemulihan Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis memang tidak main-main," Ryan bergumam pelan dengan kepuasan yang tidak ia sembunyikan dari dirinya sendiri.Namun ia juga jujur terhadap kondisinya. Kekuatannya belum pulih sepenuhnya. Auranya masih berada jauh di bawah kondisi puncak. Mengedarkan energi Dao dan Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis selama berjam-jam tanpa henti menguras cadangan ene
"Patrick, terima kasih atas bantuanmu kemarin," ujar Ryan. "Tuan Ryan, saya hanya melakukan apa yang seharusnya," jawab Patrick cepat. "Ngomong-ngomong, ada alasan saya menelepon..." "Ada apa?" "Tuan Ryan, kami ingin mengundang—" "Tidak," potong Ryan tegas. "Aku sedang sibuk berbelanja bahan mak
"Jeremy, kumohon selamatkan aku," pintanya putus asa. "Atau hidupku akan tamat."Seluruh tubuh Jeremy bergetar menahan emosi. Wajahnya memerah saat ia menendang Stanley menjauh."Stanley Warren!" raungnya murka. "Aku pernah menganggapmu sahabat, tapi apa yang kau lakukan padaku?
Ryan tidak terlalu memikirkannya dan berjalan langsung menuju rumah Keluarga Herbald. Dua penjaga di pintu segera menghadangnya dengan suara dingin, "Tidak seorang pun diizinkan masuk!" Ryan hanya tersenyum, sama sekali tak terpengaruh oleh ancaman tersirat dalam nada suara mereka. "Saya mencari An
"Terima jurus keduaku!" raung Yun Jing murka. Tekanan energi qi yang jauh lebih kuat dari sebelumnya membasahi tubuh Ryan bagai air bah. Kali ini serangan Yun Jing berhasil memaksa Ryan mundur beberapa langkah. Setelah keberhasilan itu, serangannya menjadi semakin ganas dan tak terkendali. "Se







