Inicio / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3531 - Mengingkari Janji

Compartir

Bab 3531 - Mengingkari Janji

Autor: Rianoir
last update Fecha de publicación: 2026-07-04 06:24:45
Wajah pemuda itu tersembunyi rapat di balik tudung jubahnya.

Menembus angin dingin dan salju yang menggigit, dia melangkah maju mendekati ketiga genius itu, selangkah demi selangkah, tanpa terburu-buru sedikit pun.

Salju yang turun di sekitarnya seakan menyingkir dengan sendirinya, tidak ada satu butir pun yang berani menempel di jubah hitamnya.

Di antara ketiganya, pemuda berambut biru yang berdiri di tengah tiba-tiba menggertakkan gigi, seolah baru saja mengambil sebuah keputusan besar set
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 45
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3742 - Delapan Pengepung

    Jika Ryan takut dikeroyok oleh para Kultivator Ranah Star Seed, sejak awal ia tidak akan berani memancing amarah begitu banyak kekuatan besar di Wilayah Barat.Namun keadaan sekarang berbeda.Kultivator tadi sudah terang-terangan mengancam hendak bergabung dengan musuh-musuhnya. Bagi Ryan, orang seperti itu tidak punya alasan untuk dibiarkan hidup.Terhadap musuh, belas kasihan adalah kesalahan.Sebab, belas kasihan pada musuh sama saja dengan kekejaman terhadap diri sendiri.Di sekitar Ryan, aura-aura kuat terus berbenturan.Perebutan Anugerah Dunia sudah mencapai puncaknya. Para kultivator bertarung seperti orang gila, seolah lawan di depan mereka adalah musuh yang telah membunuh keluarga mereka.Bau darah memenuhi udara.Sungai yang semula tampak tenang kini mulai keruh oleh darah. Sinar pedang, gelombang energi, dan ledakan teknik berkelebat di berbagai arah. Tubuh-tubuh kultivator jatuh ke air satu demi satu, sebagian masih utuh, sebagian sudah terbelah.Demi seuntai Anugerah

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3741 - Benang Emas

    Setelah peti mati batu pertama muncul dari pusaran hitam, sungai itu kembali bergolak.Satu demi satu, peti mati batu lain menyembul dari dalam pusaran. Jumlahnya terus bertambah, sampai akhirnya genap empat puluh sembilan peti mati batu melayang di atas sungai.Sorot mata Ryan berubah serius.'Empat puluh sembilan peti mati batu... Apa sebenarnya yang tersegel di dalamnya?'Jumlah itu bukan kebetulan.Terlebih lagi, posisi keempat puluh sembilan peti mati tersebut sangat mirip dengan formasi yang dulu ia lihat di istana runtuh. Bedanya, kali ini ada satu peti mati batu emas yang berdiri paling mencolok di tengah-tengah.Peti mati emas itu memancarkan tekanan yang jauh lebih kuat daripada peti lainnya.Para kultivator di atas formasi persegi juga tidak berani bergerak sembarangan. Mereka hanya berdiri diam sambil menatap peti-peti mati tersebut. Rasa takut dan rasa penasaran bercampur di wajah mereka.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3740 - Peti Hitam

    Ucapan Cyrus Whitlock membuat wajah para kultivator dari berbagai faksi berubah perlahan. Jika Cyrus berasal dari sebuah sekte atau keluarga besar, mereka masih bisa menekannya lewat latar belakang. Mereka bisa mengancam faksinya, muridnya, atau orang-orang yang berada di bawah perlindungannya. Namun Cyrus berbeda. Ia seorang Kultivator Bebas. Orang seperti itu justru paling merepotkan. Ia tidak punya sekte yang bisa dijadikan sasaran balas dendam. Jika ia benar-benar tersinggung dan memilih memburu mereka satu per satu, banyak faksi akan dibuat pusing. "Haha!" Kultivator dari Keluarga Dragvine tertawa dingin. "Kalau begitu, kuharap Senior bisa melindungi Ryan seumur hidupnya!" Setelah berkata demikian, ia berbalik pergi. Dengan adanya Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak seperti Cyrus di sisi Ryan, mereka tahu mustahil membunuh Ryan sekarang. Memaksakan diri hanya akan membuat mereka kehilangan lebih banyak orang. Karena Keluarga Dragvine sudah mundur, faksi lain pu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3739 - Dikepung

    Aura Asura Nether perlahan menghilang. Begitu kegelapan itu lenyap, wajah Ryan langsung memucat. Tubuhnya terasa kosong, seolah seluruh tenaga di dalam dirinya telah disedot habis dalam satu tarikan napas. Ia tahu betul, seandainya bukan karena para Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak sudah lebih dulu melukai Tawanan World Palace dengan parah, dan seandainya energi iblis di sekitar tidak cukup pekat, mustahil ia bisa menghabisi sosok itu. Teknik Pemanggil Asura memang mengerikan. Namun harga yang harus dibayar juga tidak kecil. Saat Ryan masih berusaha menstabilkan napas, sebuah pilar cahaya keemasan turun dari atas sungai. Anugerah Dunia! Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak yang tersisa menatap cahaya itu dengan tatapan iri. Serangannya tadi memang berhasil membuka luka besar di tubuh Tawanan World Palace. Namun pukulan penentu tetap datang dari Ryan. Karena itu, Anugerah Dunia memilih Ryan. Kali ini, cahaya keemasan itu bertahan lebih lama daripada sebelumnya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3738 - Merobek Tawanan World Palace

    Ryan mengangguk pelan. Ia tidak membantah perintah Cyrus. Dalam keadaan seperti ini, memaksa bertahan di tempat yang sama hanya akan membuat dirinya menjadi sasaran berikutnya. Kecepatannya langsung meledak sampai batas tertinggi. Dalam beberapa tarikan napas, Ryan berhasil menarik jarak dari Tawanan World Palace. Namun di saat yang sama, Cyrus Whitlock memuntahkan segumpal darah. Dadanya remuk terbenam ke dalam. Ketika Ryan mundur, Tawanan World Palace sempat menendangnya dengan kekuatan yang mengerikan. Tendangan itu membuat luka Cyrus bertambah parah. Wajah Ryan mengeras. Tawanan World Palace memang hanya berada di puncak Ranah Star Seed. Namun kekuatan yang ia tunjukkan jelas melampaui tingkatan itu. Bahkan Kultivator Ranah Star Sealed tingkat awal pun belum tentu bisa menekannya dengan mudah. Melihat kondisi Cyrus, mata Ryan perlahan memerah. Energi iblis hitam mulai merambat di sekujur tubuhnya, seperti kabut hidup yang melilit kulit dan tulangnya. Kalau bukan kar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3737 - Tebasan yang Hampir Membelah Takdir

    Wajah para kultivator di sekitar formasi persegi berubah pucat.Mereka menatap medan pertempuran tanpa berani berkedip, seolah setiap gerakan Tawanan World Palace bisa menentukan hidup dan mati mereka. Tidak ada yang bersuara. Bahkan napas pun terasa tertahan.Wajah Ryan juga tidak lebih baik.Kini, tidak ada lagi yang benar-benar bisa berdiri di luar masalah. Semua orang berada di kapal yang sama. Jika Tawanan World Palace tidak bisa dihentikan, mereka semua akan mati di tempat ini.Serangan para tawanan semakin ganas.Setiap kali goloknya terayun, angin dan awan seolah ikut terguncang. Gelombang energi yang menyebar dari tebasannya membuat tanah retak dan udara bergetar. Banyak Kultivator Ranah Star Seed sudah tumbang, dan mereka yang masih hidup pun tidak berada dalam kondisi baik.Beberapa Kultivator Ranah Star Seed mulai kehilangan keberanian.Mereka tidak lagi peduli pada Anu

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status