FAZER LOGINPagi Semua ( ╹▽╹ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Ucapan Cyrus Whitlock membuat wajah para kultivator dari berbagai faksi berubah perlahan.Jika Cyrus berasal dari sebuah sekte atau keluarga besar, mereka masih bisa menekannya lewat latar belakang. Mereka bisa mengancam faksinya, muridnya, atau orang-orang yang berada di bawah perlindungannya.Namun Cyrus berbeda.Ia seorang Kultivator Bebas.Orang seperti itu justru paling merepotkan. Ia tidak punya sekte yang bisa dijadikan sasaran balas dendam. Jika ia benar-benar tersinggung dan memilih memburu mereka satu per satu, banyak faksi akan dibuat pusing."Haha!" Kultivator dari Keluarga Dragvine tertawa dingin. "Kalau begitu, kuharap Senior bisa melindungi Ryan seumur hidupnya!"Setelah berkata demikian, ia berbalik pergi.Dengan adanya Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak seperti Cyrus di sisi Ryan, mereka tahu mustahil membunuh Ryan sekarang. Memaksakan diri hanya akan membuat mereka kehilangan lebih banyak orang.Karena Keluarga Dragvine sudah mundur, faksi lain pun tak puny
Aura Asura Nether perlahan menghilang.Begitu kegelapan itu lenyap, wajah Ryan langsung memucat. Tubuhnya terasa kosong, seolah seluruh tenaga di dalam dirinya telah disedot habis dalam satu tarikan napas.Ia tahu betul, seandainya bukan karena para Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak sudah lebih dulu melukai Tawanan World Palace dengan parah, dan seandainya energi iblis di sekitar tidak cukup pekat, mustahil ia bisa menghabisi sosok itu.Teknik Pemanggil Asura memang mengerikan.Namun harga yang harus dibayar juga tidak kecil.Saat Ryan masih berusaha menstabilkan napas, sebuah pilar cahaya keemasan turun dari atas sungai.Anugerah Dunia!Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak yang tersisa menatap cahaya itu dengan tatapan iri. Serangannya tadi memang berhasil membuka luka besar di tubuh Tawanan World Palace. Namun pukulan penentu tetap datang dari Ryan.Karena itu, Anugerah Dunia memilih Ryan.Kali ini, cahaya keemasan itu bertahan lebih lama daripada sebelumnya. Ryan be
Ryan mengangguk pelan. Ia tidak membantah perintah Cyrus. Dalam keadaan seperti ini, memaksa bertahan di tempat yang sama hanya akan membuat dirinya menjadi sasaran berikutnya. Kecepatannya langsung meledak sampai batas tertinggi. Dalam beberapa tarikan napas, Ryan berhasil menarik jarak dari Tawanan World Palace. Namun di saat yang sama, Cyrus Whitlock memuntahkan segumpal darah. Dadanya remuk terbenam ke dalam. Ketika Ryan mundur, Tawanan World Palace sempat menendangnya dengan kekuatan yang mengerikan. Tendangan itu membuat luka Cyrus bertambah parah. Wajah Ryan mengeras. Tawanan World Palace memang hanya berada di puncak Ranah Star Seed. Namun kekuatan yang ia tunjukkan jelas melampaui tingkatan itu. Bahkan Kultivator Ranah Star Sealed tingkat awal pun belum tentu bisa menekannya dengan mudah. Melihat kondisi Cyrus, mata Ryan perlahan memerah. Energi iblis hitam mulai merambat di sekujur tubuhnya, seperti kabut hidup yang melilit kulit dan tulangnya. Kalau bukan kar
Wajah para kultivator di sekitar formasi persegi berubah pucat.Mereka menatap medan pertempuran tanpa berani berkedip, seolah setiap gerakan Tawanan World Palace bisa menentukan hidup dan mati mereka. Tidak ada yang bersuara. Bahkan napas pun terasa tertahan.Wajah Ryan juga tidak lebih baik.Kini, tidak ada lagi yang benar-benar bisa berdiri di luar masalah. Semua orang berada di kapal yang sama. Jika Tawanan World Palace tidak bisa dihentikan, mereka semua akan mati di tempat ini.Serangan para tawanan semakin ganas.Setiap kali goloknya terayun, angin dan awan seolah ikut terguncang. Gelombang energi yang menyebar dari tebasannya membuat tanah retak dan udara bergetar. Banyak Kultivator Ranah Star Seed sudah tumbang, dan mereka yang masih hidup pun tidak berada dalam kondisi baik.Beberapa Kultivator Ranah Star Seed mulai kehilangan keberanian.Mereka tidak lagi peduli pada Anu
"Membunuh Tawanan World Palace akan memberimu Anugerah Dunia!" Suara dingin seperti mesin itu kembali bergema di seluruh area. Ryan langsung memahami situasinya. Para kultivator berzirah kuno yang tadi menyerbu keluar dari istana kecil hanyalah pembuka. Musuh sesungguhnya adalah sosok di hadapan mereka ini. Tawanan World Palace. Dialah inti ujian yang harus mereka hadapi. Bram Herstone berjalan mendekati Ryan dengan wajah tegang. Ia tahu betul dirinya sama sekali tidak memenuhi syarat untuk ikut dalam pertarungan seperti ini. Dengan kekuatannya sekarang, Tawanan World Palace bisa membunuhnya hanya dengan satu gerakan kecil. Dalam pertarungan ini, hanya kultivator di atas Ranah Star Seed tingkat delapan yang punya hak untuk maju. Itu pun hanya batas paling rendah. Mereka yang lebih lemah hanya akan mati sia-sia. Cyrus Whitlock menoleh kepada dua Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak lainnya. Kedua orang itu juga sudah bersiap menyerang. Mereka semua memahami nilai An
Formasi persegi itu bergerak perlahan. Kecepatannya tidak bisa disebut cepat, tetapi jarak tiga ribu meter bukanlah jarak yang terlalu jauh bagi para kultivator. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, formasi tersebut sudah membawa mereka sampai di sisi istana kecil. Begitu formasi berhenti, sebagian kultivator langsung tidak mampu menahan diri. Mereka menyerbu masuk ke dalam istana dengan mata penuh keserakahan, seolah takut harta karun di dalamnya akan direbut lebih dulu oleh orang lain. Ryan tidak ikut bergerak. Ia tetap berdiri di tempatnya, menunggu dengan tenang. Berdasarkan pengalaman sejak memasuki World Palace, tempat ini jelas bukan lokasi yang bisa dimasuki sembarangan. Apa pun yang tampak mudah didapat biasanya menyembunyikan bahaya. Benar saja. Sekitar satu menit kemudian, para kultivator yang tadi menyerbu masuk mendadak berhamburan keluar. Wajah mereka pucat. Sebagian tampak panik, sebagian lagi berteriak tidak jelas sambil berlari menjauh dari pintu istana.







