Share

Bab 150

Penulis: Danira Widia
Ivy mengomel, "Sebenarnya apa bagusnya Vania? Jelas-jelas kamu dan Jason ...."

"Bu, jangan mengada-ada. Aku lagi sibuk, Ibu istirahat saja dulu," potong Janice sambil menatap ibunya dengan penuh peringatan.

Ivy menggigit bibirnya. Akhirnya, dia menghela napas dan terpaksa meninggalkan ruangan.

Janice kembali mengerjakan rancangan desain, tetapi dia tidak bisa berkonsentrasi. Setelah beberapa lama, akhirnya dia bangun dan memandang langit di luar jendela.

....

Tiga hari kemudian, Janice akhirnya berhasil membuat desain perhiasan yang membuatnya puas. Hari ini Sera juga akan datang ke studio untuk menetapkan drafnya.

Janice gugup sekaligus antusias saat memikirkan klien pertama dalam hidupnya. Begitu memasuki studio, seseorang bergegas mengikutinya ke kantor. Dia adalah Malia.

"Janice, kamu keliharan lagi senang banget. Sepertinya kamu percaya diri banget sama desainmu buat Bu Sera," ujar Malia dengan suara lantang, sengaja ingin menarik perhatian para rekan di sana. Sambil berkata begit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Retno w
bertele2 janice tegas donk...
goodnovel comment avatar
Ida Wida
bagus herisa , kejadian ini akan sangat rugi untuk seorang penjiplak karena gak tau konsefnya , tapi untuk jenice dia kan yang bikin nya gak bakal masalah kalaupun rusak tinggal bikin lagi atau seenggak nya sudah hafal di otak .......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1773

    Anwar menyalakan panggilan video.Di layar, Vega dan Louise duduk di kursi belakang mobil. Di kiri dan kanan mereka dijaga oleh pengawal bertubuh kekar.Louise menatap layar dengan wajah penuh kekhawatiran. "Janice, kamu nggak apa-apa? Tenang saja, aku dan Vega baik-baik saja."Janice baru saja hendak berbicara ketika panggilan video itu terputus. Dia menoleh ke arah Anwar.Anwar tersenyum tipis. "Jangan buang waktu. Setelah kamu selesai membaca ini, aku akan mengumumkan kabar perceraian ibumu.""Kamu benar-benar nggak memberi kami jalan hidup sama sekali."Dengan semua cara ini, dia dan Ivy akan selamanya terikat dengan Leo, lelaki sampah itu. Ke depannya, mereka juga tidak akan bisa bertahan di Kota Pakisa dan studionya akan hancur. Dia dan Jason tidak akan pernah punya hari untuk mengumumkan hubungan mereka secara resmi.Wajah Anwar tampak menyeramkan. "Inilah akibatnya melawanku."Kali ini, dia bahkan malas berpura-pura, seolah-olah kejadian di kamar saat dia pernah membantu Janice

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1772

    Anwar langsung memerintahkan orang-orangnya untuk menggendong anak yang sedang menangis itu keluar."Letakkan anak itu!"Janice dan Ivy yang berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan orang-orang itu. Namun, mereka sama sekali bukan tandingan para pengawal bertubuh kekar itu.Sementara itu, Zachary yang merangkak di lantai juga berusaha menghentikan orang-orang itu, tetapi tubuhnya tidak mampu menuruti keinginannya.Janice tahu meskipun dia mengamuk di saat seperti ini, itu juga tidak ada gunanya. Dia berteriak dengan lantang, "Hentikan! Apa yang sebenarnya kamu inginkan?"Anwar menjawab dengan santai, "Kalau ibumu rela melepaskan anak ini, dia adalah keturunan Keluarga Karim. Kalau nggak, aku juga lebih santai. Aku tinggal kasih uang pada pengasuh, lalu mengirimnya ke luar negeri untuk dibesarkan orang lain. Kalian nggak akan bisa menemukannya. Bukan hanya bisa mengendalikan kalian, Zachary juga akan patuh. Kenapa aku nggak melakukannya?"Ivy sangat ketakutan sampai lupa menangis.Napa

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1771

    Jason menyindir, "Kamu terlalu meremehkan Janice, jadi kamu baru bisa terus kalah darinya. Kamu sebenarnya selalu tahu di mana letak masalahnya, hanya saja kamu nggak mau mengakui Janice lebih pintar darimu. Kamu nggak bisa menerima putri yang dibesarkan Ivy lebih hebat daripada putri yang kamu didik sendiri."Dia langsung mengungkap niat Verica dengan tepat.Verica tidak bodoh. Dari kemampuannya berinteraksi dengan ayah dan anak Keluarga Azhara, itu saja sudah cukup untuk menunjukkan kepintaran dan kesabarannya dalam menanggung hinaan. Sayangnya, pada akhirnya dia tetap kalah oleh keinginannya sendiri.Dia pun berkata dengan enggan, "Aku nggak kalah! Aku nggak kalah! Aku sudah bilang selama kamu memenuhi permintaanku, aku akan membuat Leo berhenti. Kalau nggak ...."Jason tertawa sinis. "Kalau nggak, kamu mau beri tahu semua orang kalau Janice adalah putrinya Leo dan Ivy? Masalahnya sudah sampai seperti ini, kamu juga nggak berani mengakui Janice adalah putrimu dan Leo. Kamu juga taku

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1770

    Setelah mengucapkan hingga akhir, suasana hati Ivy sudah tidak begitu bagus dan menangis di pelukan Zachary.Janice tidak berani bertanya lebih lanjut lagi. "Ibu, jangan berpikir terlalu banyak, semua akan berlalu.""Kita keluar dulu," kata Jason sambil berdiri.Janice menganggukkan kepala, lalu mengikuti Jason keluar dari kamar.Di dalam kamar.Zachary menepuk punggung Ivy, lalu berbisik, "Dari yang aku lihat, Jason sepertinya ingin Janice sendiri yang mengambil keputusan.""Nggak, nggak boleh."Ivy menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Janice dan Vega pasti akan menghadapi lebih banyak orang yang berniat jahat. Poppy sudah gila. Meskipun dia dipenjara, dia tetap ingin membuat hidupku dan Janice nggak tenang.""Ivy, kamu terlalu menghargainya. Sebenarnya dia sudah lama nggak ada hubungannya denganmu. Dia itu Verica, bukan Poppy," kata Zachary untuk menenangkan.Mendengar itu, Ivy terlihat agak tenang. Setelah menggigit bibirnya cukup lama, dia baru menganggukkan kepalanya. Hanya saja,

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1769

    Setelah melihat video itu, Ivy langsung merebut ponsel itu dari tangan Janice. Dia terpaku menatap layar itu dengan wajah yang pucat pasi.Dari tatapan Ivy, Janice langsung tahu Ivy pasti tahu dari mana asal video itu. "Ibu, ini sebenarnya video apa?""Aku ... aku ...."Ivy terbata-bata sampai tidak bisa mengucapkan kalimat lengkap.Janice langsung menyadari ibunya sengaja menyembunyikan sesuatu. Dia pun berkata dengan nada cemas, "Ibu, kamu sendiri juga sudah lihat situasi saat ini. Apa kamu benar-benar mau membiarkan orang lain memaksaku mengakui pria itu sebagai ayahku?"Ivy menggigit bibirnya.Jason menenangkan, "Kalau memang ada yang ingin diceritakan, katakan saja. Janice pasti bisa mengatasinya."Dengan adanya ucapan itu, Ivy juga tidak menyembunyikannya lagi. "Video itu bukan aku dan Leo yang membuatnya, tapi aku dan Poppy. Saat itu sedang mulai tren membuat video di Kota Pakisa. Sebenarnya ini mirip dengan anak muda seperti kalian sekarang ini yang buat video atau foto pribadi

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1768

    Di vila.Saat keluar dari mobil, Janice dan Jason langsung menyadari ada beberapa pengawal tambahan di depan pintu.Begitu keduanya masuk, kepala pelayan segera berlari menghampiri. "Kalian akhirnya sudah datang. Tadi ditemukan paparazi yang menyusup di depan pintu, jadi Pak Zachary langsung memanggil orang untuk berjaga. Sekarang dia masih di atas untuk menenangkan Nyonya.""Baik."Setelah merespons, Janice yang mengkhawatirkan Ivy pun segera naik ke lantai atas. Begitu sampai di depan pintu kamar, dia langsung mendengar suara tangisan Ivy. "Kenapa hidupku begitu pahit? Aku sudah susah payah membesarkan anak ini, bajingan itu malah tiba-tiba muncul dan ingin mengaku sebagai keluarga. Dia itu siapa sih? Apa haknya?""Janice akhirnya bisa hidup seperti yang diinginkannya. Kenapa selalu saja ada urusan kotor seperti ini yang menimpanya? Jelas-jelas mereka adalah Janice punya ...."Janice masih ingin mendengar lebih lanjut, tetapi Jason sudah mengetuk pintu.Ivy yang berada di dalam kamar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status