LOGINSatu malam mabuk di bar mengubah hidup Valerie selamanya. Pria asing yang menghabiskan malam bersamanya ternyata adalah Diego Oliver Stanford—bos barunya di kantor. Valerie berusaha menjauh, tetapi Diego justru semakin terobsesi. Hubungan terlarang itu terus menyeret mereka ke dalam skandal, rahasia, dan bahaya, terlebih saat status Diego sebagai pria beristri tak lagi bisa disembunyikan. Ketika cinta, obsesi, dan kekuasaan saling berbenturan, Valerie harus memilih: bertahan dalam jerat Diego atau pergi sebelum segalanya menghancurkannya.
View MoreValerie duduk gelisah di ruang tunggu pengantin perempuan. Gaun pengantin putih terasa berat di bahunya, tangannya saling menggenggam di pangkuan.Di depan cermin besar, wajah Valerie memantul cantik, tapi ada yang membuat hatinya tidak tenang. Sorot matanya menunjukkan kecemasan sejak masuk ruangan.“Tidak seharusnya seperti ini,” ucapnya pelan.Valerie menatap bayangannya, lalu menggeleng. Mencoba menolak apa yang muncul di dalam pikirannya. Sebentar lagi ia akan menikah dan seharusnya ia bahagia.“Thomas adalah calon suamimu bukan Diego,” ucap Valerie terus menerus.Ia terus meyakinkan hatinya sejak duduk. Batinnya berperang sejak beberapa hari yang lalu. Perkataan Diego yang akan datang teringiang-ngiang di telinganya.Pintu terbuka, ibunya Valerie masuk perlahan dengan wajah penuh haru melihat kecantikan putrinya. Wanita itu mendekati Valerie yang duduk menghadap cermin.“Kamu cantik,” kata ibunya Valerie lembut. “Sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Thomas,” Wanita bergaun put
Valerie merasa hampa saat memandang dirinya berbalut gaun pengantin putih di depan cermin besar. Tatapannya kosong, bibirnya terlihat kaku. Padahal seharusnya ia senang melihat dirinya segera menikah. Ia bersama Thomas datang ke galeri untuk mencoba gaun pernikahannya sebelum acara pernikahan besok. Keluarga Valerie sengaja mempercepat pernikahan karena kedatangan Diego.“Valerie, kamu terlihat sangat cantik.” Thomas muncul dan memeluk pinggang kecil Valerie. Wajahnya tersenyum melihat Valerie dari cermin. Namun, Valerie merasa tidak nyaman dan melepaskan diri.“Kamu masih merasa tidak nyaman bersamaku?” tanya Thomas lembut.Valerie mundur beberapa langkah, Thomas mendekat dan menahan kedua tangan Valerie. Wajahnya menjual kesedihan saat Valerie menjauh. Memelas menunjukkan kesedihan saat Valerie menolak sentuhannya.“Sebentar lagi, kita akan menikah. Sampai kapan kamu seperti ini?” Thomas membawa tangan Valerie menempel dadanya.Valerie langsung menariknya dan gelisah. Bersama Thom
“Pulang sekarang,” suara Tuan Sanchez dingin, tangannya langsung menarik tangan Valerie mengikutinya.Diego reflek berdiri, menahan Valerie “Tunggu, kami belum selesai.”“Dia akan segera menikah,” ucap ayahnya Valerie. “Tidak pantas jika dia berdua dengan lelaki lain.” Tatapannya cukup tajam jatuh pada Diego, jelas sekali menunjukkan rasa tidak suka. “Dia menolongku …,” bisik Valerie pada ayahnya.“Menolong? Dia pasti sengaja hanya ingin menjebakmu. Kamu masih ingat apa yang dikatakan Thomas waktu itu?” Ayahnya Valerie langsung melengos melihat Diego, lalu lanjut berkata,”Lelaki ini sering melecehkanmu di tempat kerja.”Valerie terdiam mendengar ucapan tajam ayahnya. Tubuhnya masih terpaku seperti tidak ingin pergi.Ayahnya Valerie kembali menarik tanpa aba-aba. Suasana kafe yang tadi hangat mendadak kacau. Diego mencoba mengejar sampai , tapi mobil hitam itu sudah meluncur pergi.Diego langsung masuk ke mobilnya mengikuti ke mana arah mobil ayahnya Valerie menghilang. Jalanan beruba
“Di mana kamu, Valerie?” Diego meremas cup coffee kosong di tangan. Ia singgah di sebuah cafe saat perjalanan pulang. Seluruh penjuru Cleveland sudah ia telusuri. Namun, ia sama sekali tidak menemukan jejak Valerie. Rumah orang tuanya yang berada di oakridge street terlihat senyap. Semua tetangga menutup rapat mulutnya.Fokus Diego terpecah saat perjalanan pulang hingga membuatnya salah ambil jalur selatan melewati Indiana polis dan perjalanannya harus menempuh waktu lebih lama untuk sampai Chicago."Saya tidak akan melepaskanmu lagi jika menemukanmu. Saya akan kembali merebutmu dari si brengsek itu!"Pandangan Diego beralih melihat ponselnya dan langsung menelpon Evan. Ia tidak bisa menunggu lama jika semua itu tentang Valerie. Ia memerintahkan asistennya untuk mengawasi Thomas dan ia tidak sabar ingin mengetahuinya.“Bagaimana? Kamu sudah dapat informasi?” tanya Diego tajam. Wajahnya mengeras menunggu jawaban asistennya. ujung sepatunya mengetuk aspal menunjukkan kecemasan.“Thoma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews