Share

Bab 268

Penulis: Danira Widia
Janice sama sekali tidak menyangka Tracy akan tiba-tiba menyerbu ke arahnya. Dia pun kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.

Tangannya secara naluriah menahan tubuhnya, jadi telapak tangannya langsung menekan pecahan cangkir yang dipecahkan oleh Anwar tadi.

Rasa sakit langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat Janice kehilangan kemampuan untuk melawan. Dia hanya bisa membiarkan Tracy menyeretnya.

Ivy sontak tersadarkan. Dia langsung berlari untuk menarik Tracy. "Lepaskan putriku!"

Namun
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Hasriana Ana
betul,,, percuma saja dia mengulang waktu, trus kapan dia balas dendam nya kok belum terlaksana,, Seakan semua nya sudah di atur oleh Jason,, nggak berguna
goodnovel comment avatar
Mikha Anjalia
kenapa janice,tidak faham maksud jason dengan memberi syalnya kepada janice..yang tak terganti jika hilang...geram jason..jika janice penting untukmu kenapa tidak diakui saja di hadapan ayahmu...aahh geram..
goodnovel comment avatar
Riki Putri
please lah thorrrrr buat jenika happy atau keluar dari negara nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1805

    "Sebenarnya kamu ini siapa?""Pak Anwar, lupa padaku lagi? Aku perawatmu. Dokter dan perawat di sini semua sudah mengenalku. Kenapa kamu masih belum ingat juga?"Whitney menatap Anwar. Di permukaan dia seperti bercanda, tetapi nada bicaranya penuh ejekan. Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, seorang perawat kebetulan masuk."Ada apa? Nggak mengenali orang lagi?""Ya, sedih sekali." Whitney tersenyum."Nggak apa-apa. Pak Anwar juga sering lupa sama kami. Nanti juga terbiasa," hibur perawat itu."Baiklah, aku bisa menunggu perlahan," kata Whitney.Whitney menatap Anwar, membuatnya sama sekali tak mampu melawan.Setelah perawat pergi, Whitney mendekat ke arah Anwar. "Bukankah dulu kamu orang yang bisa menguasai dunia dengan satu tangan? Kenapa sekarang takut?""Kamu sebenarnya siapa?" tanya Anwar dengan gelisah."Kamu lupa lagi. Pikirkan pelan-pelan.""Nggak, nggak. Kenapa kamu bisa tahu tentang Janice dan Vega?" Anwar mendesak."Kamu sendiri yang bilang padaku. Masa ucapanmu sendiri j

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1804

    Janice kurang mendengar dengan jelas dan bertanya dengan ragu, "Apa?""Nggak apa-apa. Aku butuh satu set perhiasan untuk menghadiri acara malam akhir tahun. Sebagai pendatang baru, tentu aku berharap bisa sedikit lebih menarik perhatian," ujar Whitney."Aku mengerti. Kalau begitu, apa kamu punya batu permata atau bentuk yang sangat kamu sukai?""Nggak ada preferensi khusus. Kamu saja yang desain." Whitney menggeleng."Oke." Janice menatap penampilan Whitney, lalu di dalam hatinya muncul beberapa ide. Dia menunduk dan menggambar sebuah rancangan yang sangat samar di atas kertas.Saat mengangkat kepala lagi, dia mendapati Whitney sedang menatapnya."Ada yang ingin ditanyakan?" tanya Janice."Nggak. Aku hanya sering dengar para nyonya di Kota Pakisa bilang desainmu luar biasa. Nggak kusangka aku belum mengatakan apa-apa, kamu sudah punya gambaran.""Ini baru bentuk awal. Yang terpenting tetap kepuasan klien. Kalau nggak, untuk apa orang pesan secara khusus?" jawab Janice."Aku percaya kam

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1803

    Janice tidak terlalu punya kesan tentangnya.Asistennya berkata dengan bersemangat, "Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di Kota Pakisa. Yang paling hebat dari Grup Jirama ini adalah mereka berhasil menghindari semua jebakan dengan sempurna dan justru menggenggam erat peluang bisnis di tengah krisis. Banyak orang bilang Bu Whitney ini seperti dewi.""Perempuan tangguh?" tanya Janice."Ya." Asisten mengangguk."Hebat sekali." Janice pun merasa kagum.Asisten tersenyum. "Bos juga hebat. Dalam waktu sesingkat ini sudah bisa mengukuhkan posisi di lingkaran perhiasan Kota Pakisa.""Jangan menjilat. Cek dulu preferensi klien, nanti siapkan teh dan camilan," ujar Janice."Oke."Janice kembali ke kantor untuk bekerja.Sekitar pukul 2 siang, asisten memberi tahu bahwa Whitney sudah tiba. Janice segera berdiri, tetapi tanpa sengaja menyenggol cangkir teh di sampingnya.Teh tumpah ke atas sketsa desainnya. Batu permata yang semula sudah diwarnai langsung kehilangan kilaunya."Bos, kamu nggak a

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1802

    Menyadari perubahan sikap Amelia, Arya pun merasa lebih tenang.Setelah makan, karena masih ada urusan di studio, Janice berniat pergi lebih dulu. Arya dan Rensia mengantarnya sampai ke luar.Sebelum naik mobil, Janice tiba-tiba teringat sesuatu dan berhenti melangkah. "Arya, bagaimana kondisi penyakit Pak Anwar sekarang? Kamu tahu detailnya?"Arya dan Rensia berpandangan. Mereka tidak tahu kenapa Janice tiba-tiba menanyakan hal itu, tetapi tetap menjawab dengan jujur."Pemeriksaan sebelumnya menunjukkan bahwa penyakitnya disebabkan oleh obat dari Anshon yang memicu penurunan fungsi otak. Dokter menyarankan perawatan konservatif, karena usia Pak Anwar sudah lanjut dan masalah jantungnya juga nggak bisa diabaikan. Kalau dipaksakan operasi, justru bisa menambah beban pada jantung dan jadi lebih bahaya."Dengan kata lain, dokter menyarankan agar Anwar menjalani masa tuanya dengan tenang saja. Bagi Keluarga Karim, mencari orang untuk merawat seorang lansia bukanlah hal sulit.Janice bertan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1801

    Sebelum makan, Amelia menanyakan beberapa hal tentang kondisi Rensia. Setelah mendengarnya, sebagai sesama perempuan, dia merasa sedikit iba pada Rensia sekaligus diliputi rasa bersalah."Kalau nanti sudah masuk ke Keluarga Cahyadi, jangan terlalu banyak berpikir. Hanya saja Arya memang terlalu sibuk, aku takut dia mengabaikanmu."Arya tersenyum. "Dia malah lebih sibuk dariku. Justru aku yang takut diabaikan olehnya.""Sudah, sudah." Amelia melambaikan tangan.Tak lama kemudian, kepala pelayan datang memberi tahu bahwa makanan sudah siap.Setelah duduk, Janice memotret makanan, lalu mengirimkannya ke Jason.[ Urusannya selesai dengan lancar, semuanya sudah dibicarakan. ][ Secepat itu? ]Jason agak terkejut.Janice menceritakan prosesnya secara singkat, bahkan secara khusus memuji Rensia.[ Rensia benar-benar tegas dan cepat. Dia juga dapat calon suami. ][ Arya pura-pura bodoh untuk menjebak orang lagi? ][ Mana ada? Jelas-jelas Rensia yang hebat. ][ Benarkah? ]Setelah Jason bertany

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1800

    Arya terdiam lama sekali, sampai-sampai Rensia merasa dirinya terlalu memaksa."Maaf, aku ....""Kalau begitu, sekarang masih sempat nggak kalau minta Janice desain cincin pernikahan? Aku nggak mau nikah asal-asalan," ucap Arya tiba-tiba.Dia berjalan mondar-mandir dua kali di depan Rensia, lalu menambahkan, "Oh ya, akhir-akhir ini aku lagi belajar pengobatan tradisional, mungkin akan cukup sibuk. Apa tanggalnya nggak terlalu mepet?"Rensia tertawa pelan. Ternyata kekhawatirannya tadi tidak perlu. "Nggak usah terburu-buru. Kita bisa tunangan dulu.""Kalau begitu, aku suruh Ibu pilihkan hari baik. Setelah kejadian hari ini, kurasa dia nggak keberatan lagi soal kamu.""Kalau masih keberatan?" tanya Rensia."Pernikahan ini urusanku. Aku akan tetap bertahan. Paling buruk ya nggak nikah," jawab Arya dengan polos. Namun justru karena itu, jawabannya terasa sangat tulus.Rensia mendekatinya. "Arya, terima kasih."Arya menggenggam tangannya. "Terima kasih juga karena nggak meremehkanku. Mulai

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 260

    Leher Janice terasa sakit. Kali ini Jason menggigitnya dengan kuat, seolah-olah sedang menghukumnya.Namun, Janice tidak berani bersuara. Dia hanya menarik napas dalam-dalam dan mengepalkan tangan untuk menahan rasa sakit itu.Tiba-tiba, Jason mengurai kepalan tangan Janice dan mengaitkan jari-jari

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 189

    "Berkelahi? Hehe. Kebetulan, aku sedang istirahat tadi. Tiba-tiba, ada yang menarik leherku dan menyeretku ke ruang gawat darurat. Tiga dokter kandungan berdiri bersamaku. Kami saling memandang. Apa kamu tahu apa yang mereka tanyakan kepadaku?" Arya mengulangi adegan secara berlebihan.Janice bertan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 256

    Seolah-olah baru melihat penyelamatnya, Howard buru-buru menimpali, "Iya, betul. Pantas saja aku nggak mengingat semua ini. Pasti Janice sengaja membuat aku mabuk saat acara makan itu dan memancingku berkata begitu. Mana bisa ini dijadikan bukti?"Hati Janice terasa berat. Bibirnya terbuka, tetapi t

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 239

    Begitu mendengarnya, Janice segera menyela, "Ibu, jangan. Kamu tahu gimana sikap Keluarga Hariwan sekarang. Kamu mungkin nggak percaya Paman Jason. Tapi, kamu nggak mungkin nggak percaya pada Paman Zachary, 'kan?""Benar juga. Tapi, kali ini Keluarga Hariwan menarik banyak investor untuk proyek mere

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status