登入Dua tatapan diantara dua manusia itu begitu tajam, mereka seperti ingin saling menerkam satu sama lain. Orang disekitar pun ikut menelan ludah karena tegang dengan suasana dua orang yang saling melempar petir dimatanya itu. Nabila dan Bima, suana seperti ini memang hampir setiap hari mereka buat dikantor bahkan semenjak mereka masih dibangku taman kanak-kanak. #flashback. "Ini mainanku !" Ucap Nabila kecil sambil menarik sebuah Lego ditangannya. "Punyaku!" Tarik balik Bima dengan kuat mainan Lego itu. Guru sampai pusing melihat tingkah dua anak ini sampai akhirnya guru memanggil orang tua mereka masing-masing. Tak lama kemudian orang tua mereka datang, Ibu dan ayah Nabila tergesa-gesa datang ke sekolah, begitu juga nenek Bima yang langsung datang menuju sekolah karena ayah Bima sangat sibuk dan tidak bisa hadir menemaninya, sedangkan ibu Bima sudah meninggal tak lama setelah melahirkan Bima. Dan hal itulah yg membuat ayah Bima meluapkan rasa sakit dengan bekerja begitu keras memimpin Prasaja Sapphire Grup perusahaan perhiasan terkemuka dinegaranya. Sedangkan Ayah dan ibu Nabila pemilik toko perhiasan yang cukup sukses dikotanya, tetapi sesibuk apapun mereka tetap meluangkan waktu untuk anak perempuan semata wayangnya itu. "Bu guru sebenarnya ada apa ini?" Tanya nenek Bima dengan penuh kekhawatiran. "Ayah ibu Nabila, dan Nenek bima, saya sudah mencoba semaksimal mungkin meredakan perkelahian Nabila dan Bima. Tetapi mereka tetap seperti ini." Mereka semua menghela nafas panjang sambil melihat kedua anak itu masih bersemangat untuk berebut mainan. Dan tidak cukup sampai disitu, perkelahian itu tetap terjadi ketika mereka SD, SMP , SMA, bahkan hingga diuniversitas. Entah mengapa musuh abadi itu tetap sekelas, dan teman teman bahkan orang sekitar sudah terbiasa dengan permusuhan mereka yang abadi hingga kini dikantor tempat mereka bekerja. #Flashback off
查看更多"Sepertinya aku berulang kali bilang, bahwa desain untuk peluncuran Perhiasan baru kita di pembukaan galeri Brand kita di Chandra Mall itu menggunakan blue sapphire! Mengapa kamu mengubahnya jadi menggunakan permata merah!" Ucap Nabila dengan tegas dan tanpa menolehkan pandangan tajamnya dari Bima.
"Karena akan cocok dengan tema kita sexy Glam, kamu tau aku ingin setiap peluncuran brand kita diberbagai pusat perbelanjaan itu harus punya tema yang kuat dan berkesan mendalam saat pandangan pertama." Ucap Bima dengan tegas sambil memegang proposal ditangannya. Yah, Nabila bekerja di Prasaja Sapphire grup, perusahaan perhiasan terkemuka dinegaranya siapapun ingin bekerja disana dan Bima lah anak pemilik perusahaan Prasaja Sapphire grup, dia menjabat sebagai CEO sedangkan Nabila sebagai direktur desain perhiasan disana, karena orang tua nya juga memiliki toko perhiasan sedari kecil dia sangat menyukai perhiasan hingga memilih untuk menjadi mendesain perhiasan. "Tapi Kita juga sudah sepakat target market kita bukan hanya wanita sosialita atau ibu pejabat , tetapi juga kalangan muda. Aku sengaja memilih blue sapphire yang bukan hanya mewah tapi memiliki kesan yang menawan untuk semua kalangan." Ucap Nabila. "Perbaiki! Aku gak akan biarin kamu ngancurin produk baru kita!" Ucap Bima sambil memberikan proposal Nabila dan melenggang pergi meninggalkan Nabila ke kantornya diikuti oleh Ardi asistennya. "Hah!" Ucap Nabila dengan penuh kesal diwajahnya. Raya dan Steve anak buah Nabila langsung menghampiri Nabila. "Duh gimana dong Bu, masa kita lembur lagi buat ganti desainnya. Mana mepet waktunya cuma 1 Minggu lagi." Ucap Raya dengan penuh kekhawatiran. "Iya Bu, padahal kita udah susah-susah desain ini." Ucap Steve. "Kalian tenang aja, biar aku yang desain ulang. Gak perlu semua, kita hanya perlu kasih sentuhan permata merah diantara blue sapphire ini." Ucap Nabila. " Wah ibu mau nya menyatukan blue sapphire dan permata merah? Desain yang unik." Ucap Steve. Raya dan Steve mengangguk setuju dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Nabila segera masuk ke ruang kerjanya, mulai mendesain ulang dikomputer yang berada dihadapannya itu. Sesekali dia meneguk teh yang telah tersedia disamping berkas kerjanya. Waktu demi waktu berlalu, Raya mengetuk pintu ruang kerja Nabila. "Bu, udah jam istirahat nih. Makan yuk." Ajak Raya dengan wajah yang terlihat sangat lapar. "Kamu duluan aja, aku masih ada kerjaan gak enak kayanya kalau ditinggal." Ucap Nabila sambil terus fokus pada layar komputernya. "Yaudah deh, nanti aku bawain makan aja ya Bu. Jangan Ampe gak makan lagi." Ucap Raya. "Iya thank you ya Raya." Ucap Nabila sambil tersenyum. Dalam kesibukannya itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Telepon dari ibu nya. "Hallo, mah?" Angkat Nabila. "Na, Minggu ini kamu dan suamimu jadi kan datang ke rumah?" Tanya ibunya. "Iya nanti aku tanya dia lagi ya mah, takutnya dia masih sibuk." Ucap Nabila. "Kalian sudah dua bulan loh gak kerumah, papah mu juga nanyain terus kapan kalian pulang kesini." Ucap ibu Nabila. "Iya mah, kita usahakan datang ya. Ya sudah mah. Nabila lagi sibuk banget nih, nanti telepon lagi yah. Bye mah." Ucap Nabila sambil menutup telepon. "Hufft.." Hela napas panjangnya, seakan telepon itu membuatnya semakin tertekan. Yah benar, Nabila sudah menikah selama tiga tahun lamanya. Tapi hanya keluarga intinya saja yang tau, tidak ada satu pun sahabat, teman , atau orang-orang dikantor dan sekitarnya yang tau tentang pernikahan Nabila. Mereka hanya tau Nabila masih single sampai saat ini, yah wanita single yang gila kerja. Yang selalu terpaku dengan pekerjaannya, dia tidak mudah menyerah, semakin dikritik dan dijatuhkan dia akan semakin berani untuk maju sampai orang yang meremehkannya mengakui kehebatannya dalam bekerja. #kantor Bima. Bima sedang sibuk menandatangani berkas-berkas dan sesekali mengetik di komputernya. Seseorang mengetuk pintu, dan dipersilahkan masuk oleh Bima. Dia Jenie, salah satu karyawan Bima, dia memang cantik dan berpenampilan seksi menggoda setiap lelaki pasti mengidamkan berada dalam pelukannya. Tetapi, sudah lama dia menaksir bos nya , Bima. "Siang pak Bim, ini ada berkas yang harus ditandatangani." Ucap Jenie sambil memberikan berkas dan berdiri sedikit menunduk di hadapan Bima seakan dia berharap Bima memandang belahan gunungnya yang sedikit terlihat. "Taruh saja Jen, nanti saya tanda tangani." Ucap Bima sambil terus sibuk melihat layar komputernya tanpa menoleh ke Jenie. Raut kecewa begitu tergambar diwajah Jenie, kesal tetapi dia tidak menyerah. Dia menghampiri Bima dan mencoba memijat pundak Bima, Bima kaget dibuatnya dan segera menghindar. "Kamu ngapain Jen?" Tanya Bima sambil melihat Jenie dengan tatapan tajam. "Gak apa-apa kok pak Bim, aku cuma kasian sama Pak Bim. Siapa tau pak Bim pegal butuh rileks karena terlalu banyak bekerja. Saya pijat ya pak Bim." Ucap Jenie yang masih tidak menyerah dan mencoba menyodorkan tangannya untuk kembali memijat pundak Bima. Belum sempat berkata, seseorang membuka pintu dengan tiba-tiba. Dia Nabila. Bima kaget, Jenie meringis merasa menang. "Oh sorry, aku gak tau kalian sedang.." ucap Nabila seakan sengaja menyindir mereka. "Bukan seperti yang kamu lihat Bil." Ucap Bima tegas. "Iya Bu Bil, tidak seperti yang ibu lihat kok. Aku cuma pengen Pak Bim rileks jadi aku pijit sedikit." Ucap Jenie dengan centil. Nabila meringis geli dibuat nya, dan merasa ingin segera menyelesaikan urusannya diruangan Bima. "Ini beberapa referensi desain kalung dan cincin untuk produk baru kita, aku gak menghilangkan blue sapphire dan tetap menambahkan permata merah. lebih baik kamu lihat dulu biar aku gak capek-capek terus kamu kritik dan tolak lagi. Aku permisi." Ucap Nabila sambil memberikan berkas dan lekas pergi dari ruangan Bima. Belum sempat Bima menjawab, Nabila sudah membanting pintu kantornya. "Kamu tunggu apa lagi disini? Kerja sana!" Ucap Bima kesal pada Jenie. "Yasudah, aku balik kerja ya pak Bim. Kalau butuh pijatan Pak Bim bisa langsung hubungin aku ya." Ucap Jenie dengan genit. "Jen! Kalau kamu mau jadi tukang pijit lebih baik kamu resign dari Perusahaan ini !" Ucap Bima kesal. "Ah enggak-enggak Pak Bim, maaf pak Bim. Saya permisi." Ucap Jenie yang langsung buru-buru pergi meninggalkan kantor Bima. "huft.." Bima menghela nafas panjang, entah apa dipikirannya dia begitu mengkhawatirkan sesuatu. Jam pulang kerja akhirnya tiba, semua bergegas pulang. Raya kembali mengajak atasannya itu untuk segera pulang. "Bu, Udah waktu nya pulang." Ucap Raya sambil bersandar dipintu kantor Nabila yang setengah terbuka. "Sudah kamu pulang saja, aku lagi ngejar deadline nih. Jangan sampai proyek kita sia-sia." Ucap Nabila. "Yasudah Bu, aku bantu ibu yah." Ucap Raya. "Gak usah, udah kamu pulang aja." Ucap Nabila. "Beneran nih Bu?" Tanya Raya memelas. "Iya Raya, kalau kamu belum pulang juga beneran nih aku suruh kamu lembur." Ucap Nabila meledek. "Ahh.. yaudah aku pulang ya Bu. Bye." Ucap Raya terburu-buru. "Dasar." Ucap Nabila sambil tersenyum kecil melihat tingkah karyawannya itu. Waktu menunjukan jam 10 malam, akhirnya Nabila sampai dirumahnya. Mandi dan berganti piama seksi dengan belahan dada yang rendah berwarna merah, dia memandang ke arah jendelanya yang begitu lebar untuk melihat kota malam yang masih ramai oleh lalu lalang kendaraan dan lampu-lampu kota yang gemerlapan. Seseorang memeluknya dari belakang, sambil mencium lehernya dengan lembut..Mereka saling berpandangan tajam.."Kamu boleh marah sama aku Bil, kamu boleh pukul aku, tapi jangan diemin aku kaya gini Bil." Ucap Bima."Kamu mandi dan istirahat dulu Bim. Aku juga ingin tidur." Ucap Nabila sambil melepaskan genggaman tangan Bima.Bima tidak lagi menahan istrinya itu, dia pergi membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.Bima membaringkan tubuhnya disamping Nabila yang masih membelakanginya, dia tidak mau mengganggu Nabila yang terlihat sudah memejamkan mata. Tetapi sebenarnya Nabila belum tertidur.---Pagi hari.Tidak seperti biasanya, pagi ini Nabila berangkat terlebih dahulu. Bima baru saja bangun dan menyadari Nabila sudah tidak disampingnya lagi.Baru kali ini setelah menikah Nabila begitu marah padanya hingga mengabaikan nya begitu saja.Bima segera bersiap untuk berangkat ke kantor, di meja makan tersedia Sandwich dan teh hangat yang telah disiapkan Nabila.Bima memotret sarapannya dan mengirimkan nya pada Nabila dengan sebuah pesan manis."Terimakasih say
Senin pagi ini dimulai dengan rapat rutin karyawan Prasaja Sapphire Grup, mereka bergantian melaporkan perkembangan pekerjaan yang mereka pegang masing-masing. "Hari ini aku akan mengecek pembuatan perhiasan baru kita ke pabrik lalu ke galeri kita di Chandra mall , karena semua hal sudah beres tinggal memantau perkembangan penataan interior galeri nya." ucap Nabila. "Biar Steve yang berangkat. Steve kamu pergi ke lokasi untuk memantau perekembangan renovasi galeri kita di Chandra mall." ucap Bima dengan tegas. "Sayang kamu..." ucap Nabila keceplosan. semua orang meliriknya dan kaget dengan ucapan Nabila. " Maksud saya, SAYA yang mau pergi secara langsung ke lokasi. Jadi Pak Bima tolong pahami cara kerja saya seperti biasanya." ucap Nabila yang segera membenarkan ucapannya agar semua orang tidak salah paham. "Baiklah. Steve dan Raya kalian temani Bu Nabila ke Lokasi Chandra mall. Cukup sampai disini Rapat kita hari ini kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing." uca
Mereka semua berganti pakaian, Bima dan Nabila sudah terlebih dahulu menunggu diruang VVIP restoran Chinese food. Mereka duduk bersebelahan sambil menunggu pak Doni dan Kevin datang.Bima dengan tangannya yang nakal membelai paha mulus Nabila dibalik rok hitamnya."Bim, hentikan Bim!" Ucap Nabila sedikit kesal dengan suaminya itu.Tangan nakal Bima malah semakin masuk kedalam hingga menyentuh strawberry Nabila."Aww... Bim! Please sayang jangan disini." Ucap Nabila memohon."Cium aku dulu." Ucap Bima menyodorkan bibirnya."Nanti ada yang datang Bim!" Ucap Nabila."Makannya cepat." Ucap Bima memaksa.Akhirnya Nabila mengecup bibir Bima dengan cepat, barulah Bima mau berdiam tidak bertingkah lagi.Pak Doni dan Kevin datang dan duduk dihadapan mereka, pesanan makanan datang dan mereka menikmati makan siang bersama sambil berbincang tenang perkembangan bisnis mereka."Saya berharap kerjasama Aisen
Nabila terkejut karena disana ada Bima dan Kevin yang menemani Pak Doni berbincang."Bu Nabila sudah datang, Kenapa begitu merepotkan Bu harus pak Bima sendiri yang turun untuk menemani saya bermain golf. Suatu kebanggaan bagi saya bisa bermain golf bersama pak Bima. Terimakasih banyak yah." Ucap pak Doni.Jadi yang dimaksud Steve dia sudah menemukan pengganti dia itu ternyata Bima, Nabila kesal tapi juga merasa nyaman dan aman.Entah bagaimana pikirnya bisa Bima yang datang padahal dia tidak mengatakan apapun pada Bima, karena dia tidak ingin mengganggu pekerjaan Bima.--Kemarin lusa.Steve sedang minum kopi di pantry bersama kawan-kawan nya yang lain dan bertanya adakah yang mau menggantikannya menemani Nabila bermain golf bersama bos Aisen grup, tetapi semua tidak bisa menggantikan karena sudah ada urusan dan kegiatan masing-masing.Saat obrolan itu Bima sedang lewat dan mendengar pembicaraan Steve bersama teman-temannya, lalu iya menyuruh Steve datang ke ruangannya."Permisi pak B
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.