Share

Bab 443

Penulis: Danira Widia
Mereka berdua menyajikan semua hidangan ke atas meja satu per satu. Tak lama kemudian, keempatnya pun duduk untuk makan.

Rachel menyuapkan sepotong daging ke bibir Jason dengan manja. "Jason, coba cicipi, enak nggak?"

Jason menundukkan tatapannya, lalu mengubah arah sendok Rachel dengan tenang. "Kamu sudah capek masak. Makanlah dulu."

Wajah Rachel langsung merona, lalu tersenyum manis. "Baiklah."

Melihat itu, Janice hanya menunduk dan fokus menyendok nasi. Tanpa sadar, dia hanya makan sayur-sayuran di depannya. Itu adalah kebiasaan yang terbentuk selama bertahun-tahun di Keluarga Karim.

Meskipun selalu ada banyak hidangan lezat di meja makan, hanya mereka yang memiliki hak yang bisa memutar meja untuk memilih makanan yang diinginkan. Seperti dirinya, makan lebih banyak saja dianggap tidak tahu aturan.

Namun, saat dia baru saja menjepit sayuran lagi, meja putar di depannya bergerak sedikit.

Sepiring daging beralih ke hadapannya. Janice terdiam sejenak dan mengangkat kepalanya. Saat itu,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Mina Eva Ratna Suminar
tergantung penulis kakak dia yang buat aku sampe bosen
goodnovel comment avatar
Yemima Ahyend
kok capek ya muter2 terus tdk ada kepastian sikap janice dan Jason.. kesannya jadi agak bodoh. coba sekali2 kasih pov si Jason kak. dimana pembalasannya.. si janice lemah terus
goodnovel comment avatar
LastutiA
janice tuh bego cap bodoh,kenapa gak lari aja bawa sekalian emakmu yang sama2 bego.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1739

    Janice dan Jason mengikuti Arya ke bagian poli kandungan.Saat ini, kondisi Leah menunjukkan gejala-gejala keguguran, sehingga dia harus dirawat inap untuk mempertahankan kandungannya.Kebetulan, Yosep juga berada di sana. Keduanya benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri. Namun, setelah sadar, mereka sama sekali tidak pernah mengungkit satu sama lain. Oleh karena itu, mereka juga terlihat seperti bukan pasangan suami istri.Saat tiba di depan pintu, Jason berbicara sebentar dengan polisi yang berjaga.Tak lama kemudian, polisi itu mendorong pintu terbuka. "Bu Janice, Pak Jason, hati-hati.""Baik," jawab Janice yang tidak mengerti. Hanya seorang wanita hamil saja, apa yang perlu diwaspadai?Namun, begitu pintu dibuka, sebuah cangkir dilempar ke arah keduanya. Untungnya, Jason yang bereaksi cepat langsung menarik Janice untuk menghindar.Saat itu, Leah baru bisa melihat jelas siapa yang melangkah masuk. "Kalian ... kenapa masuk ke sini?""Aku dengar kamu dirawat di rumah sakit,

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1738

    "Kecuali kalau saat itu Poppy juga sudah diselamatkan."Saat mengucapkan kalimat itu, punggung Janice pun merinding. Dia tidak berani melanjutkan pikirannya karena teringat selama bertahun-tahun ini Bayu terus mencari wanita yang sangat mirip dengan istrinya.Dahulu, Janice mengira Bayu hanya suka pada Verica versi muda, tidak bisa menerima kenyataan bahwa Verica sudah menua. Oleh karena itu, Bayu baru terus mencari pengganti Verica. Setelah menemukan banyak kejanggalan pada diri Verica, dia bahkan sempat berpikir Bayu baru tahu menghargai setelah kehilangan Verica. Kini, semua dugaannya itu mungkin salah.Janice menatap Jason dengan ekspresi ragu, berharap dugaannya keliru.Jason berkata dengan nada tenang, "Sejak kedua orang itu diselamatkan, semuanya sudah dirancang dengan sangat rapi. Verica yang asli nggak mau berkompromi, ayah dan anak Keluarga Azhara itu jelas nggak mungkin membatalkan rencana mereka hanya demi dia. Jadi, keberadaan Poppy menjadi sangat berbeda.""Asalkan bebera

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1737

    "Aku hanya bekerja sama dalam penyelidikan. Dia kan polisi, mana mungkin dia menceritakan semua hal dia padaku," jelas Jason."Benar juga," balas Janice sambil menganggukkan kepala.Setelah itu, Jason berbalik untuk menelepon.Janice mendekati Arya dan Norman, lalu berbisik, "Kalian nggak merasa Jason sangat aneh?"Arya dan Norman saling menatap, lalu langsung menggelengkan kepala."Nggak ah. Tapi, memang sudah terjadi begitu banyak hal, masa orang nggak boleh punya emosi?" kata Arya."Pak Jason masih harus menangani krisis Grup Karim, mungkin dia terlalu lelah," tambah Norman.Janice berdecak. "Kalian berdua juga aneh."Arya tertegun sejenak, lalu segera mengalihkan topik. "Kamu berencana bagaimana bicara dengan Leah? Leah sudah dirawat Verica sejak kecil, mana mungkin dia bisa langsung percaya dengan ucapanmu begitu saja.""Sekarang Leah sudah hamil, sedang dalam masa yang sangat sensitif. Meskipun dia nggak percaya padaku, bukan berarti dia nggak akan mencurigai Verica juga. Dia han

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1736

    Sebelum Janice sempat menemukan cara agar orang-orang itu saling menjatuhkan, Arya sudah datang mencari Janice. "Sudah dipastikan. Leah memang sudah hamil dan kini ada sedikit pendarahan. Dia mau menuntut Seto melakukan kekerasan saat menegakkan hukum, menuduh Seto ingin membuatnya keguguran.""Karena hal itu, pihak kepolisian hanya bisa menugaskan polisi lain menggantikan Seto mengawasinya untuk sementara ini."Janice menggigit bibir. "Kalau begitu, Leah memang nggak perlu masuk penjara?""Ya, setidaknya harus menunggu sampai anaknya lahir. Selain itu, kalau nggak mau Seto dituduh yang macam-macam, lebih baik kita berdoa agar dia bisa melahirkan dengan selamat," jawab Arya dengan tak berdaya.Seto sudah sibuk sana sini untuk mengurus kasus ini. Jika pada akhirnya dia malah terseret perkara hukum, itu benar-benar tidak adil. Janice mengira kabar itu sudah cukup buruk. Tak disangka, Arya malah membawa berita yang lebih buruk lagi."Bukan hanya itu, Leah juga membantah dia dan Verica ter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1735

    'Mampus!' maki Janice dalam hati.Yosep menatap pria yang masuk ke ruangan. Tatapan yang semula seperti kutukan itu tiba-tiba berubah menjadi senyuman pahit. Dia menggerakkan bibirnya. Mungkin karena terlalu sakit, seluruh wajahnya pun mengerut.“Aku sangat membencinya. Aku benar-benar mengira aku bisa berhasil. Nggak kusangka aku hanyalah bidak buangan yang goyah di papan catur,” ujar Yosep.Jason berdiri tenang di ujung ranjang dan berkata, “Aku sudah lama mengingatkanmu, jangan terlalu menganggap dirimu hebat.”“Heh ... hahaha ....” Yosep tertawa keras tanpa memedulikan rasa sakit, seolah-olah hanya dengan cara itu dia bisa tetap sadar. Matanya memerah. “Nggak kusangka, benar-benar nggak kusangka. Orang yang akhirnya mengingatkanku justru kamu. Tapi kenapa harus kamu?”“Aku bukan datang untuk mendengar renungan hidupmu. Bagaimanapun juga, kamu dan ibumu nggak akan lolos. Itu saja sudah cukup bagiku,” kata Jason.“Lalu Verica?” Yosep menarik napas. “Kenali musuh dan kenali diri sendi

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1734

    "Nggak." Jason langsung berkata, "Meskipun kali ini banyak orang Keluarga Azhara yang tertangkap, masih ada anggota Keluarga Azhara yang bersembunyi di luar negeri dan belum tertangkap.""Begitu Verica keluar, dia pasti akan menghalalkan segala cara untuk berpihak pada mereka. Api liar nggak akan pernah benar-benar padam. Rumput yang nggak dicabut sampai ke akar pasti akan tumbuh lagi.""Jadi begitu." Janice mengangguk. Memang seharusnya diberantas sampai ke akar.Melihat suasana agak aneh, Arya melambaikan tangan dan berkata, "Sudahlah, jangan dipikirkan. Kali ini buktinya lengkap, pasti nggak akan ada masalah."Norman mengerutkan kening, menepis tangannya. "Kamu sebaiknya jangan bilang begitu. Karena setiap kali kamu bilang begitu, pasti akan ...."Belum selesai dia berbicara, pintu kantor terbuka. "Dokter Arya, Pak Seto datang. Katanya ingin minta bantuan.""Pak Seto? Bantuan apa?" Arya agak penasaran."Katanya ada seorang tersangka yang hamil dan perlu kamu pastikan."Seketika, sem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status