LOGINLaras seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya. Ibu mertua dan iparnya menyalahkannya atas kematian suaminya yang sebenarnya berselingkuh dan meninggal dalam kecelakaan mobil dengan wanita selingkuhannya. Parahnya mereka menginginkan rumah warisan kakek Laras untuk membayar hutang karena menganggap itu harta bersama karena menikah dengan Rizal. Demi menghindari keluarga mertua yang toxic dan melindungi rumah warisan kakeknya, Laras menerima tawaran menjadi pengasuh anak Presdir. Namun siapa sangka dia justru terjerat dengan Ardhan Wikrama, sang Presdir tampan dan dingin, yang membuatnya terjebak dalam hubungan terlarang dengan majikannya. Selain itu Laras menemukan skandal terlarang dan rahasia dalam anggota keluarga Wikrama.
View More"Dasar anak nakal, dia membuatku tak bisa merawat diri selama sebulan.” Dia menggerutu dan menyebut putrinya sendiri anak nakal dengan nada yang tidak menyenangkan didengar.“Aku akan pergi ke spa untuk perawatan. Sampai jumpa nanti." Dia melambai pada Laras lalu mengambil tasnya di atas sofa dan berjalan meninggalkan ruang tamu dengan langkah ringan seolah melepaskan beban berat di pundaknya.Laras memandang punggungnya dan ingin memanggilnya untuk bertanya apa Chloe sudah diberi makan atau belum, namun mengurungkan niatnya melihat langkah cepat Winda.Dia menghela napas memeluk dua bayi di pelukannya. Dia memandang ke sekeliling mencari anggota keluarga Wikrama yang lain.Tapi sejak dia datang, Laras belum melihat satupun anggota keluarga Wikrama.Wajar saja karena Ini masih jam 3 sore, seluruh anggota keluarga Wikrama masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Laras gelisah memikirkan jika bertemu dengan Sofia karena kasus adik iparnya, Dian, yang melecehkannya. Lalu fakta bahwa
Dengan perasaan kecewa Laras masih belum bertemu dengan Ardhan bahkan saat berangkat ke JakartaBukannya dia mengharapkan bertemu dengan Ardhan. Tapi pria itu sudah berjanji akan bertemu dengannya setelah pertemuan terakhir mereka di kantornya.Itu membuat Laras merasa menikmati semua pemberian Ardhan tanpa memberikan ‘imbalan’ pada pria itu.Sekarang di sinilah dia, berhadapan dengan Winda, istri Ardhan, di ruang tamu keluarga Wikrama.Pada akhirnya dia kembali ke tempat ini.“Sudah lama sekali ya. Bagaimana kabarmu?” Wanita itu bertanya dengan ramah. Laras menyadari Winda mengalami banyak perubahan seperti kebanyakan seorang ibu yang sudah melahirkan. Rambutnya kusut, dan tidak berkilau seperti biasa. Ada lingkaran gelap di bawah matanya. Dia bahkan tidak mengenakan make up hingga wajahnya wajah pucat dan kusamnya terlihat sangat jelas.Wajah Winda terlihat tidak secantik saat dia bermake-up.Laras berdeham dan menjawab dengan sopan. “Kabarku baik, Nyonya.”“Ah, itu bagus. Aku ha
Berhari-hari kemudian, Ardhan belum mendatanginya. Dia hanya sesekali menelepon dan memberitahu Laras bahwa pekerjaannya sangat sibuk. Hanya Thomas yang setiap hari datang sesuai dengan perintah Ardhan mengantar hadiah dari pria itu.Ardhan membelikannya beberapa perhiasan, baju, sepatu dan bahkan kebutuhan Aidan. Tapi lebih banyak susu formula mahal yang diimpor dari luar negeri, dengan pengingat pada Laras agar tidak terlalu memfokuskan dirinya menyusui Aidan dengan ASI.Kemudian Laras mendapati saldo rekeningnya bertambah, itu pemberian dari Ardhan. Pria itu ingin Laras berhenti bekerja dan hanya tinggal di rumah, mengurus anaknya.Ardhan begitu bermurah hati.Itu membuat perasaan Laras menjadi rumit melihat saldo rekeningnya mencapai angka fantastis.Namun dia harus menahan ketidaknyaman dan kesedihan di hatinya merasa menjadi seorang wanita simpanan yang dipelihara.Sertifikat rumah Laras sudah dikembalikan, namun mereka masih mencari Yanti dan anak perempuannya yang kabur.Orang
Laras menghela napas setelah melihat Aidan baik-baik saja.Dia berdiri dan menghampiri Thomas dengan senyum kikuk."Terima kasih sudah menjaga anakku," ucapnya sambil mengambil Aidan dari Thomas.Thomas hanya mengangguk dengan acuh tak acuh sambil menyerahkan Aidan ke pelukan ibunya dan menjawab dengan sopan. "Aku hanya mengikuti perintah Tuan Ardhan."Dia melirik wajah Laras. Bibir wanita itu bengkak dan merah. Pipinya masih terlihat memerah dengan mata coklatnya yang berkaca-kaca seperti rusa, tampak begitu sensual dan memikat. Kerah bajunya longgar dan agak turun hingga belahan dadanya.Thomas mengalihkan pandangannya dengan cepat. Dia terlalu memikat. Tidak heran Ardhan begitu terpesona.Wanita itu sangat cantik bahkan tanpa riasan. Lebih cantik dari istri bosnya. Thomas menatapnya cukup lama --bukan karena dia terpesona--dia merasa wajah Laras familiar. Dia merasakan perasaan ini saat pertama kali bertemu dengan Laras. Namun dia hampir melupakannya karena jarang melihatnya lagi
Sementara Aidan tertidur, Laras menunggu dengan hati yang berat di dalam kantor yang besar dan rapi. Dia tahu Thomas menghentikan orang-orang itu menghancurkan rumahnya karena Ardhan. Laras tahu apa yang harus dia lakukan ketika bertemu dengan Ardhan. Dia tak mampu membayar 15 miliar untuk melindu
Laras bergegas keluar dari mobil dan menghentikan orang-orang yang ingin menghancurkan rumahnya.“Tunggu! Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di depan rumahku?”Kerumunan orang menatapnya.“Maaf kamu siapa?” Salah pria dengan helm putih bertanya.“Aku pemilik rumah ini. Apa yang kalian lakukan me
Laras tak menemukan kata-kata untuk membantah. Menyuruh Ardhan tidur di sofa juga tidak benar karena seluruh kamar rawat ini dibayar oleh pria itu. "Kalau begitu aku yang akan tidur di sofa." Laras menjulurkan kakinya turun dari tempat tidur. Namun Ardhan menahan tangannya. "Berbaringlah di sebel
Lina balik menatapnya dan tersenyum. "Maksud kamu ... Tuan Ardhan?"Jantung Laras menegang. Dia buru-buru menjelaskan dengan panik."Tuan Ardhan di sini karena dia kebetulan menginap di rumah adiknya Nyonya Sofia dan kami bertetangga. Saat kejadian yang terjadi padaku, kebetulan di ada lokasi dan m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews