Share

Bab 51

Author: Danira Widia
Begitu melihat Janice menerima susunya, Malia segera bersulang dengannya.

"Bersulang," ucap Malia.

Ketika Malia bersiap untuk minum, Janice merebut susu dari tangannya saat dia tidak memperhatikan.

"Susu merek ini ada banyak rasa. Coba aku lihat rasa apa yang aku suka. Yah! Malia, kamu beli rasa yang sama?" tanya Janice.

Malia seketika panik. Dia terus menatap tangan Janice dan berkata sambil tersenyum terpaksa, "Selera kita mirip. Jadi, aku beli yang sama."

Selesai berbicara, Malia merebut kembali susu yang ada di tangan kiri Janice dan meminumnya. Dia takut Janice mau menukarnya.

Janice juga meminumnya, lalu berkata, "Terima kasih atas susunya."

Setelah melihat cairan yang mengalir dari sedotan ke dalam mulut Janice, Malia tersenyum dengan sangat senang. Dia menimpali, "Jangan sungkan. Yang penting kamu suka."

"Kalau begitu, aku masuk dulu," ucap Janice. Dia masuk ke ruang tunggu tanpa mengubah ekspresinya.

Malia melihat pintu yang perlahan-lahan menutup. Dia tidak bisa menahan tawan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Noni Kurniasih
knp kena terus sih Janice,udah tau milea uler masih sok2an baik.cerita muter2
goodnovel comment avatar
Soraya Amira
heran tulisannya kenapa sih dikit" banget?
goodnovel comment avatar
زيزه
akhrinya up jg
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1771

    Jason menyindir, "Kamu terlalu meremehkan Janice, jadi kamu baru bisa terus kalah darinya. Kamu sebenarnya selalu tahu di mana letak masalahnya, hanya saja kamu nggak mau mengakui Janice lebih pintar darimu. Kamu nggak bisa menerima putri yang dibesarkan Ivy lebih hebat daripada putri yang kamu didik sendiri."Dia langsung mengungkap niat Verica dengan tepat.Verica tidak bodoh. Dari kemampuannya berinteraksi dengan ayah dan anak Keluarga Azhara, itu saja sudah cukup untuk menunjukkan kepintaran dan kesabarannya dalam menanggung hinaan. Sayangnya, pada akhirnya dia tetap kalah oleh keinginannya sendiri.Dia pun berkata dengan enggan, "Aku nggak kalah! Aku nggak kalah! Aku sudah bilang selama kamu memenuhi permintaanku, aku akan membuat Leo berhenti. Kalau nggak ...."Jason tertawa sinis. "Kalau nggak, kamu mau beri tahu semua orang kalau Janice adalah putrinya Leo dan Ivy? Masalahnya sudah sampai seperti ini, kamu juga nggak berani mengakui Janice adalah putrimu dan Leo. Kamu juga taku

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1770

    Setelah mengucapkan hingga akhir, suasana hati Ivy sudah tidak begitu bagus dan menangis di pelukan Zachary.Janice tidak berani bertanya lebih lanjut lagi. "Ibu, jangan berpikir terlalu banyak, semua akan berlalu.""Kita keluar dulu," kata Jason sambil berdiri.Janice menganggukkan kepala, lalu mengikuti Jason keluar dari kamar.Di dalam kamar.Zachary menepuk punggung Ivy, lalu berbisik, "Dari yang aku lihat, Jason sepertinya ingin Janice sendiri yang mengambil keputusan.""Nggak, nggak boleh."Ivy menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Janice dan Vega pasti akan menghadapi lebih banyak orang yang berniat jahat. Poppy sudah gila. Meskipun dia dipenjara, dia tetap ingin membuat hidupku dan Janice nggak tenang.""Ivy, kamu terlalu menghargainya. Sebenarnya dia sudah lama nggak ada hubungannya denganmu. Dia itu Verica, bukan Poppy," kata Zachary untuk menenangkan.Mendengar itu, Ivy terlihat agak tenang. Setelah menggigit bibirnya cukup lama, dia baru menganggukkan kepalanya. Hanya saja,

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1769

    Setelah melihat video itu, Ivy langsung merebut ponsel itu dari tangan Janice. Dia terpaku menatap layar itu dengan wajah yang pucat pasi.Dari tatapan Ivy, Janice langsung tahu Ivy pasti tahu dari mana asal video itu. "Ibu, ini sebenarnya video apa?""Aku ... aku ...."Ivy terbata-bata sampai tidak bisa mengucapkan kalimat lengkap.Janice langsung menyadari ibunya sengaja menyembunyikan sesuatu. Dia pun berkata dengan nada cemas, "Ibu, kamu sendiri juga sudah lihat situasi saat ini. Apa kamu benar-benar mau membiarkan orang lain memaksaku mengakui pria itu sebagai ayahku?"Ivy menggigit bibirnya.Jason menenangkan, "Kalau memang ada yang ingin diceritakan, katakan saja. Janice pasti bisa mengatasinya."Dengan adanya ucapan itu, Ivy juga tidak menyembunyikannya lagi. "Video itu bukan aku dan Leo yang membuatnya, tapi aku dan Poppy. Saat itu sedang mulai tren membuat video di Kota Pakisa. Sebenarnya ini mirip dengan anak muda seperti kalian sekarang ini yang buat video atau foto pribadi

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1768

    Di vila.Saat keluar dari mobil, Janice dan Jason langsung menyadari ada beberapa pengawal tambahan di depan pintu.Begitu keduanya masuk, kepala pelayan segera berlari menghampiri. "Kalian akhirnya sudah datang. Tadi ditemukan paparazi yang menyusup di depan pintu, jadi Pak Zachary langsung memanggil orang untuk berjaga. Sekarang dia masih di atas untuk menenangkan Nyonya.""Baik."Setelah merespons, Janice yang mengkhawatirkan Ivy pun segera naik ke lantai atas. Begitu sampai di depan pintu kamar, dia langsung mendengar suara tangisan Ivy. "Kenapa hidupku begitu pahit? Aku sudah susah payah membesarkan anak ini, bajingan itu malah tiba-tiba muncul dan ingin mengaku sebagai keluarga. Dia itu siapa sih? Apa haknya?""Janice akhirnya bisa hidup seperti yang diinginkannya. Kenapa selalu saja ada urusan kotor seperti ini yang menimpanya? Jelas-jelas mereka adalah Janice punya ...."Janice masih ingin mendengar lebih lanjut, tetapi Jason sudah mengetuk pintu.Ivy yang berada di dalam kamar

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1767

    Namun, Janice melihat ekspresi Jason sama sekali tidak terkejut.Tangan Janice terhenti. "Kamu sudah menduganya sejak awal?"Jason menganggukkan kepala. "Ya."Wajah Janice menjadi agak pucat. "Kamu ... kenapa nggak bilang? Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku?""Janice, aku tahu mereka nggak punya niat baik padamu, mana mungkin aku membiarkanmu terseret ke dalam urusan ini," kata Jason dengan nada serius.Janice menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Jika hanya dia sendirian, memang mustahil baginya untuk menyelesaikan begitu banyak masalah. "Jadi, hari ini kamu datang ke museum seni juga untuk menyelidiki hubungan antara Leo dan Verica?""Iya, aku nggak ingin dia merusak hidupmu," jawab Jason.Saat menatap Jason, amarah di dalam hati Janice terasa tidak begitu besar lagi. Dia manyun dan berkata, "Kalau begitu, apa lagi yang kamu tahu?"Jason berkata, "Saat itu, Leo membawa uang hasil penipuan dan ikut Keluarga Azhara pergi ke luar negeri. Penipu kecil bertemu penipu

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1766

    Janice sedang memikirkan tujuan dari pengacara itu, tak disangka Jason sudah mengganti sudut pandangnya. "Apa belakangan ini ada kegiatan khusus di museum seni?"Kepala museum menggelengkan kepala. "Sejak kejadian Keluarga Azhara, banyak kegiatan terpaksa dibatalkan dan nggak ada yang melakukan reservasi juga."Mendengar itu, Jason melirik Janice sebagai isyarat agar Janice mencoba mengingat sesuatu.Janice mengalihkan kembali pandangannya dan menatap ke luar jendela. Pikirannya seolah-olah ditarik kembali ke hari saat Keluarga Azhara mengadakan pameran seni di sini, dia dan yang lainnya dibawa naik ke lantai atas. Selain para pengawal, ada banyak orang yang mengenakan seragam staf gedung. Itu berarti mereka adalah orang-orang dari museum seni.Saat Keluarga Azhara diselidiki, kepala museum bunuh diri dan mengaku bersalah. Saat itu, banyak staf museum yang ikut diperiksa juga, tetapi sebagian besarnya akhirnya dibebaskan karena tidak bersalah. Jika begitu ....Janice langsung menoleh k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status