LOGINKarra Widita(20) baru saja membuat sebuah kesalahan besar. Ia terlibat kecelakaan hingga seseorang mengalami koma. Hanya saja Karra tidak mengerti, mengapa yang datang menuntutnya justru sesosok pria beristri? Padahal seingatnya, yang menjadi korban kecelakaan di malam itu adalah seorang lelaki. Tanpa busana. Max Draven(36) tak menyangka, kecelakaan parah itu berhasil membuka tabir rahasia yang selama ini disimpan oleh Ghania(30)--istrinya. Maka tidak ada salahnya ia menikahi paksa gadis miskin bernama Karra itu, untuk membalas dendam.
View MoreKarra buru-buru memakai riasan tipis di wajah. Namun saat riasan itu selesai, hatinya meragu. Ruth Boynton--ibu kandung Max tempo hari pernah memberinya hadiah sebuah tamparan saat mereka bertemu pertama kali. Karra tentu saja merasa gugup. "Ayo, Nona! Nyonya besar tidak suka menunggu lama," mohon Pak Rudy. Pria itu mengiringi langkah Karra yang bimbang hingga mereka sampai di ruang tamu. Nyonya Ruth tampak duduk tenang di sana, namun sorot matanya terlihat begitu tajam. Tapi Karra salut, sebab wanita itu tetap berdiri menyambut kedatangannya. "Maaf menunggu lama, Nyonya. Saya... sedang tidak enak badan," lirih Karra sembari mengangguk sopan. "Saya tau," balas wanita itu. "Saya sudah dengar, kemarin... kamu diculik oleh Harris--sepupunya Ghania. Saya memang tidak membenarkan tindakannya tapi... Harris melakukan itu mungkin karena dia marah. Semua orang marah mengetahui Max menikah lagi, termasuk Harris. Jadi... saya harap kamu mau membujuk Max untuk segera mencabut laporannya di k
Kevin menerobos masuk dan menghadang si penjahat wanita lebih dulu. Di tangan wanita itu masih terselip sebilah belati dan benda itu adalah tujuan utama Kevin kali ini. Rupanya tidak semudah yang Kevin bayangkan. Wanita itu mempunyai kemampuan bela diri yang mumpuni. "Kak, pergi!!" teriak wanita itu pada Harris. "Pergi??" sinis Max. "Dia tidak akan ke mana-mana!!" ucap Max seraya menghantam kaki Harris tepat di bagian pen, sama seperti yang Karra lakukan beberapa saat lalu. Harris kembali meraung, dan Max tidak membuang waktu lebih lama lagi untuk menyelamatkan gadisnya. Pria itu menggeram saat melihat luka di sudut bibir Karra. Karra terlepas, dan Max kembali menghajar Harris sampai pria itu terjatuh dari kursi roda. "Berhenti!!" Wanita bertubuh semampai itu berteriak histeris setelah melihat kakaknya terluka. Ia lengah, dan Kevin berhasil membekuknya. "Brengsek kalian!!" desis Kevin seraya mengikat tangan wanita itu. "Kalian yang brengsek!!" Si wanita malah membalas. "Peng
Karra mengikuti langkah wanita di hadapannya dengan perasaan tak menentu. 'Memangnya... Max ingin aku melakukan apa?' batinnya. Gadis itu semakin tidak mengerti saat mereka sudah menapaki lorong panjang yang sangat sepi, entah langkah ini akan bermuara di mana. "Sebentar lagi kita sampai, Nyonya!" ucap wanita tambun di depan Karra seolah tahu mangsanya mulai merasa gelisah. Dan akhirnya Karra menghentikan langkah. Gadis itu yakin, ini tidak benar. "Nyonya?" "Sebentar!!" Karra mengangkat dagu dan memandangi wanita itu. Ia harus bersikap layaknya seorang nyonya muda. Mengeluarkan ponselnya, lalu Karra membuat panggilan ke kontak Kevin. Max mungkin akan marah jika diganggu jadi tidak ada salahnya Karra memastikan segala sesuatu melalui Kevin--asistennya. "Ya, Nyonya??" "Mas Kevin!! Si pemarah itu... sebenarnya ingin saya melakukan apa?" tanya Karra. Wajah wanita di hadapannya berubah mengeras. Karra belum sempat mendengar Kevin merespon, tapi seseorang sudah menghantam tengkukn
"Jadi, Mas membawaku ke kantor untuk bertemu dengan laki-laki itu? Siapa namanya? Harris?" Karra bersuara setelah Max menutup rapat pintu ruangannya. Hanya ada mereka berdua, sebab Kevin sedang berjaga tepat di balik pintu. "Kurang lebih begitu!" jawab Max datar. "Saya ingin dia sedikit merasa terancam, jadi... mainkan peranmu. Ancam dia!" Karra menatap nanar. "Kenapa, kamu takut? Toh kodisi fisiknya masih seperti itu. Dia bukan lawan yang harus kamu takutkan!!" Max mengatakan itu sambil membuang pandangan ke arah foto pernikahannya yang terpajang di dinding. Foto itu sama persis seperti yang terpajang di rumah. "Baiklah!!" jawab Karra lirih. "Aku akan mengancamnya dengan penampilan seperti ini, dan... siapa tau dia tergoda. Biar aku pastikan sendiri sentuhan siapa yang lebih baik sampai-sampai Nyonya Ghania rela bertelanjang di dalam mobil, dengan dia!!" Mendengar itu, Max menoleh dengan rahang bertaut kuat. "K-kau..." "Kenapa?" Karra tertawa rendah. "Toh aku peremp
Karra lagi-lagi terbangun di ruangan berbau disinfektan yang begitu khas. Di mana lagi kalau bukan di kamar rawat rumah sakit. Kepalanya berdenyut, dan saat membuka mata, tatapan mata Max langsung menyapanya."Sudah bangun? Sakit?" tanya pria itu. Ada sedikit kekhawatiran di mata Max dan... Karra t
Gadis itu menggelengkan kepala, tapi suara desah dari mulutnya, juga tatapan matanya yang sudah berubah sayu, membuat Max tersenyum mengejek. "Akal sehatmu menolak, tapi tubuhmu mulai menginginkan saya, nona!" Bisikan Max terdengar seperti tamparan. Pandangan mereka saling mengunci dan pada akhirn
Seminggu yang melelahkan sudah dilalui Karra bersama dua orang coach, tapi gadis itu tidak jua pandai bersikap seperti jalang. Ia memang sudah dibekali pakaian minim yang membuatnya terlihat lebih cantik. Namun sekali pandang, sebagai lelaki sejati Max tahu pasti bahwa Karra hanyalah seorang gadis b
"Paman, ini tidak benar! Saya sudah mengakui semua kesalahan saya!!" ucap Karra ketika mobil itu akhirnya berhenti di sebuah mansion besar, dengan warna putih tulang mendominasi. Max hanya membuang napas kasar lalu turun lebih dulu. Pria itu melangkah tanpa peduli pada gadis yang masih terlihat k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews