分享

Bab 17

last update publish date: 2025-06-16 23:21:52
"Ah sialan! Fokus nyetir aja, Daffa," geramnya kesal karena pikiran liarnya.

Pria itu pun berpura-pura untuk tetap tenang dan mati-matian mengendalikan sang junior perkasa yang sudah menggeliat tegang.

Sesampainya di kampus, Daffa memarkir mobil di depan gerbang. Saat mereka turun dari mobil, semua
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (3)
goodnovel comment avatar
Bacakan Bang Yudi
kereeeeennnnn
goodnovel comment avatar
Wahyuni nur cahya Mudi
Ini sampai bab brapa
goodnovel comment avatar
Raya Sasmita
keren ceritanya
查看全部評論

最新章節

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status