Share

90. Rindu ayah

Penulis: Rendi OP
last update Tanggal publikasi: 2023-02-21 19:51:57

Ketika Martis tiba di markas Herupa, semua anggota Herupa sangat kagum saat melihat Martis berjalan dengan dikelilingi oleh tiga sosok gadis cantik.

Reka berjalan dengan santainya sambil menggandeng lengan Martis. Sedangkan Layla dan Selena, mereka berdua mengekori mereka berdua dari belakang.

Dan ternyata, sebelum mereka berempat kembali ke markas Herupa tadi, Selena dan Layla sempat menunjukkan raut wajah masamnya kepada Martis. Martis yang mengerti akan ekspresi kedua gadis itu kemudian menj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   1136. Tekanan otoritas

    Begitu daun pintu Gerbang Realm Antar-Dimensi terbuka sempurna, gulungan cahaya keemasan bercampur biru perak meluncur keluar, menyelimuti seluruh padang kristal Ujung Utara. Hawa spiritual yang merembes dari balik gerbang felt begitu pekat, setiap detik napas yang dihirup di dekatnya terasa sanggup menaikkan kapasitas energi seseorang secara instan. Namun, reaksi pertama dari rombongan begitu kaki mereka bersiap melangkah masuk justru diwarnai kehebohan yang menggelikan. "T-Tuan Martis, tunggu sebentar!" teriak Estias panik seraya menahan langkah kaki raksasanya di ambang gerbang. Estias buru-buru menyuruh Brakas berdiri di depannya. Dengan jemari batu raksasanya yang kaku, Estias membetulkan letak mantel bulu pelangi berhias bunga matahari di tubuh Brakas, lalu menyisir rambut batu adiknya itu menggunakan telapak tangannya. "Kak Estias, kenapa aku dirapikan seperti mau menghadiri lamaran?!" bisik Brakas seraya berdiri tegap sambil menahan napas konyol. "Kau tidak paham, Br

  • Pengendali Sistem Terkuat   1135. Gerbang antar dimensi

    Raja Iblis Es Purba melebarkan sepasang sayap kristal hitamnya yang membentang puluhan meter. Dengan satu kepakan keras, angin badai es beracun bertiup kencang membelah daratan Ujung Utara. Hujan jarum es hitam bernoda racun malapetaka meluncur deras menyasar ke arah rombongan! "Pasukan Serigala Es meledak saja sudah konyol, ini lagi hujan jarum bertabur racun!" jerit Estias seraya cepat-cepat menarik mantel bulu pelanginya menutupi seluruh kepala raksasanya. "Kak Estias! Mantel kita jangan sampai bolong, nanti hawa dingin masuk!" balas Brakas panik. Tanpa ragu, Brakas langsung melompat dan bersembunyi di bawah ketiak raksasa Estias, membuat kedua raksasa berzirah murni itu terlihat seperti satu gumpalan bulu pelangi raksasa bergelombang yang gemetaran konyol. "HOOH! Paman Batu dan Paman Zirah malah jadi benteng gumpalan bulu!" teriak Ikan Lele Hitam yang bersembunyi aman di balik sanggul anggun Mia. Mia tersenyum tipis, mengibaskan selendang cahaya peraknya ke udara. "Tirai

  • Pengendali Sistem Terkuat   1134. Puncak Altar Es

    Pengumuman dari Ikan Lele Putih tentang Pilar Utara yang bersalju seketika mengubah suasana di lereng Gunung Api Purba yang baru saja pulih. Jika biasanya Estias dan Brakas berdiri gagah bagaikan pilar batu yang tak tergoyahkan, kali ini respons kedua raksasa pelindung itu benar-benar di luar dugaan. "S-Salju Abadi?!" bisik Estias dengan suara beratnya yang mendadak bergetar hebat. Raksasa batu berzirah emas-perak itu memegang dadanya yang dilapisi Zirah Pelindung Dominion Absolut, lalu pelan-pelan merosot duduk di atas batuan pasir hitam. Wajah garangnya mendadak pucat pasi. "Kak Estias... jangan bilang kalau..." Brakas ikut menegang. Ia reflek merapatkan kedua lengan zirah raksasanya ke badan, melipat tubuh tingginya hingga terlihat seperti benteng melingkar yang konyol. "Tubuh batu kita... kalau kena dingin ekstrem Utara... bersin sedikit saja bisa retak-retak!" "Benar, Adikku!" jerit Estias dramatis seraya memegang kepala raksasanya dengan kedua tangan. "Ingatkah kau kejad

  • Pengendali Sistem Terkuat   1133. Dasar lembah

    Aura ketakutan seketika melingkupi pucuk Gunung Api Purba. Kebekuan kristal keemasan yang menahan aliran lahar raksasa itu seakan menjadi penanda batas antara kekuatan mahluk biasa dan sang Pengendali Sistem sejati. Jenderal Iblis Kerak Bumi meraung murka, tubuh lahar raksasanya membesar dua kali lipat akibat penolakan atas kekalahannya. "Manusia sombong! Aku dibuat dari Inti Magma Benua Utama! Kau tidak bisa menghancurkanku!" Sang Jenderal Iblis menerjang langsung ke arah Martis dengan kedua tangannya yang mengepal raksasa, membawa tekanan panas yang sanggup melumuri seluruh kawah menjadi abu dalam sekejap. Namun, Martis hanya menarik napas pelan. Matanya berkilat dengan pendaran sistem yang teramat pekat. "Memutarbalikkan Struktur Elemen: Inti Es Api Murni!" TRING! [Sistem Pengendali Utama: Mengeksekusi Reorganisasi Molekul Magma] [Efek: Mengubah Energi Panas Menjadi Segel Dominion Suci Absolut] WUSZZZZZZZT—BOOOOM! Tanpa sentuhan fisik sama sekali, gelombang aura k

  • Pengendali Sistem Terkuat   1132. Sekte bayangan darah

    Mendengar peringatan dari Sistem tentang ancaman di Pilar Barat, udara di sekitar Altar Lautan Purba kembali menegang. Kraken Purba yang kini bernama Samudra setelah disapa lembut oleh Mia, ia mengeluarkan dengkuran rendah, menegaskan kesiapannya untuk membawa rombongan menembus samudra menuju daratan bagian Barat Benua Utama. "Pilar Gunung Api Purba di Ujung Barat..." gumam Martis seraya menatap batas cakrawala yang memerah di kejauhan. "Pilar itu memegang kendali atas inti magma dan stabilitas tektonik seluruh benua. Jika faksi musuh berhasil menyerap energinya, seluruh Benua Utama bisa runtuh menjadi lautan lahar." "Siapa sebenarnya faksi kegelapan yang berani mendahului kita ke sana, Ayah Martis?" tanya Rian seraya memegang erat Belati Naga Perak Yin di pinggangnya. TRING! [Sistem Pahlawan Api: Analisis Sinyal Musuh di Pilar Barat] [Faksi Penyerang: Sekte Bayangan Darah Purba & Jenderal Iblis Kerak Bumi] [Tujuan Musuh: Memaksa Inti Magma Purba Meletus & Menyerap Energi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1131. Lautan Purba

    Raungan Kraken Purba Terkontaminasi Racun Dominion Malapetaka membelah lautan Ujung Timur dengan getaran yang amat dahsyat. Gelombang air setinggi puluhan meter membumbung tinggi, menghempas dinding-dinding karang raksasa di sekitar tempat rombongan berdiri. Langit di atas Lautan Purba yang semula biru kelam mendadak berubah menjadi keunguan pekat, diselimuti kilatan petir merah darah yang saling menyambar. Dari dasar laut yang mendidih, gurita raksasa berukuran sebesar gunung itu perlahan memunculkan wujudnya. Delapan tentakel utamanya berlapis batu karang hitam yang mengkristal, memancarkan racun spasial berwarna hijau tua yang melelehkan apa saja yang disentuhnya. Mata tunggal raksasa di tengah kepalanya berkilat merah membara, memancarkan keputusasaan dan kegilaan dari ribuan tahun terkunci dalam kontaminasi racun purba. "Semuanya, ayo bertahan di belakang pilar cahaya!" seru Mia dengan wibawa bagaikan seorang permaisuri. Jari-jemari Mia yang lentik menari di udara, memanggi

  • Pengendali Sistem Terkuat   562. Jackson

    Jackson adalah seorang pejuang yang terkenal di kalangannya. Dia dikenal karena kecepatan dan kekuatannya yang luar biasa, tetapi yang paling menonjol adalah kemampuan khususnya. Jackson memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu. Dalam pertempuran, dia bisa melambatkan waktu di sekitarnya, memberi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   976. Orang Picik!

    Martis pun bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang . Sebab, salah satu langkah saja, maka kehidupan di masa depan akan ada dampak buruknya. Maka dari itu, Martis akhirnya berpikir sejenak. Dalam hatinya Martis berkata, 'Sistem, apakah ada kemungkinan aku bisa menghubungi keluargaku di dimensi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   943. Dua petarung

    Kali ini, pada tahapan selanjutnya, yaitu Tapak Ketiga, nampaknya Elnara mengalami sedikit kesulitan. Wajar saja, karena Martis sendiri pun tadi malam cukup kesulitan untuk bisa menguasai Tapak Ketiga ini. "Guru, apakah sesulit ini?" tanya Elnara, ia mulai terengah. "Begitulah. Elnara, jujur sa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status