LOGINSeorang wanita suci dari kerajaan Avenus, tiba-tiba mati. Kabar tersebut menggemparkan setiap sudut kerajaan. Sedangkan di dunia lain, tepatnya dunia modern. Istri dari pria terkaya juga mengalami kecelakaan maut yang menyebabkannya koma selama tujuh hari. Dokter sudah lepas tangan dan mengatakan pada sang suami, agar segera menyiapkan pemakaman. Namun siapa sangka, tepat sehari sebelum dimakamkan, istri sang CEO terbangun. "Di mana aku? Tempat apa ini?" ujar Aila, istri dari Kyle Gerald, sang CEO dengan kekayaan nomor satu di Negara A.
View MoreDi sebuah rumah besar nan mewah, seorang pria tinggi yang tampan, tampak menatap wanita berambut coklat di depannya dengan dingin. Matanya memancarkan rasa jijik dan kebencian. Sedangkan si wanita hanya bisa menunduk sedih.
"Su-Suamiku, hati-hati di jalan," ujar wanita itu dengan ragu-ragu. "Aila, tidak perlu menunjukkan perhatian yang tidak perlu. Kau hanya membuatku muak. Jika kau begitu perduli padaku, menghilang saja dari hidupku selamanya," ujar pria yang dipanggil Suami oleh wanita bernama Aila itu. Setelah melontarkan kata-kata kejam, si pria dengan rambut hitam yang sedikit dihiasi warna merah itu, pergi meninggalkan Aila yang tengah menahan tangis. "Hiks...Hiks...Kyle, jika saja keinginanmu menjadi nyata, aku akan dengan senang hati menghilang dari hidupmu," ujar Aila dengan nada lirih. Tak lama kemudian, kepala Pelayan datang dan mengatakan kepada Aila, kalau mobil sudah disiapkan. Hari itu, Aila berniat mengunjungi salah satu panti asuhan untuk mengurus donasi. "Nyonya muda, harap anda berhati-hati di jalan," ujar kepala pelayan. "Terima kasih, Pak Dana," Aila tampak tersenyum sangat manis. Saat melihat Aila masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja perasaan gelisah memenuhi hati Pak Dana."Semoga saja Nyonya muda pulang dengan selamat," gumamnya. Siapa sangka, satu jam setelah keberangkatan Aila, panggilan darurat dari rumah sakit langsung diterima oleh Pak Dana. Pihak rumah sakit mengatakan, Nyonya muda keluarga Gerald mengalami kecelakaan maut yang membuatnya dalam keadaan koma untuk saat ini. "Tuan, bisakah bawa saya juga bersama anda," ujar Pak Dana. "Hum. Ikut saja," jawab Kyle yang baru saja pulang dari kantor. Setibanya mereka di rumah sakit, Dokter menjelaskan kalau sebagian besar organ dalam Aila telah rusak akibat benturan yang kuat. "Maafkan aku, Kyle. Aku hanya bisa mengatakan, jika dalam tujuh hari Istrimu belum sadar, siapkan saja pemakamannya," ujar Dokter muda bernama Adam. Mendengar hal itu, Kyle tiba-tiba merasa dadanya sedikit berdenyut. "Aku tidak bermaksud mengatakan kata-kata keji itu sebelumnya," gumam Kyle. Sedangkan di dunia lain sana, tepatnya di kerajaan Avenus. Seorang wanita cantik dengan rambut coklat bergelombang, tampak mengenakan gaun merah dengan tudung putih menyamarkan wajah cantiknya. "Wanita suci, waktunya anda melaksanakan perintah Dewa," ujar salah seorang pendeta kuil. "Aku akan segera ke altar," sahut sang wanita suci. Begitu pendeta meninggalkan wanita suci sendirian, sang wanita suci menatap cermin di depannya sembari menghela nafas pelan. "Wanita suci. Semua orang memanggilku begitu. Tidak punya nama. Tidak ada cinta dalam hidupku. Tidak ada keluarga. Bahkan aku tidak memiliki tujuan lain dalam hidupku selain mengabdi pada Dewa sialan yang bahkan tidak pernah ku lihat wujudnya," gerutu si wanita suci. Setelah selesai menggerutu, wanita suci langsung berjalan keluar menuju altar. "Kenapa kau lama sekali datangnya," bisik Uskup agung. "Maafkan saya, Uskup agung. Tadi, saya sedikit melamun," sahut si wanita suci. "Segera ke altar dan meramal lah! Donasi hari ini tergantung padamu," bisik Uskup Agung lagi. Dalam hati, wanita suci menggerutu."Dasar munafik. Terus menerus menggunakan ku untuk menghasilkan uang donasi dari para bangsawan! Mati saja dan pergilah ke neraka!" Setelah wanita suci berdiri di tengah-tengah altar yang dikelilingi para bangsawan, ia mulai mengangkat kedua tangannya ke arah langit. "Ohhh~ Dewa Aventos. Tunjukkan pada hambamu yang taat ini, bagaimana masa depan para hambamu yang lain!" seru sang wanita suci. Tak lama kemudian, cahaya yang sangat terang mulai turun dan menyinari tepat di atas sang wanita suci. Bersamaan dengan itu, rasa kantuk yang sangat berat mulai menghujani wanita suci tersebut. "Ada apa ini? Kenapa aku sangat mengantuk?" ujar wanita suci. Menyadari kekuatan ilahi nya menipis, si wanita suci baru mengingat kalau hari ini dia sudah meramal begitu banyak orang. Selain itu, dia juga melakukan pemberkatan berkali-kali, yang membuatnya sangat kekurangan waktu istirahat. "Ahhh~ apa mungkin, aku akan mati karena kelelahan bekerja?" gumam si wanita suci. Dan benar saja. Tepat setelah ia melihat masa depan para bangsawan, si wanita suci langsung ambruk dengan darah yang menyembur banyak dari mulutnya. "Persetan dengan kerajaan ini. Karena kalian, para bangsawan yang serakah. Kerajaan ini akan segera runtuh," ujar sang wanita suci tepat sebelum kematiannya. Di lain sisi, enam hari telah berlalu di dunia modern. Aila tak kunjung bangun. Dokter sendiri mengatakan, kalau tidak ada tanda-tanda Aila akan terbangun. Kyle pun terpaksa menyiapkan pemakaman. "Tuan, apakah Nyonya benar-benar mati?" tanya kepala Pelayan. "Kata Adam, begitu hari ketujuh, semua tanda kehidupn Aila akan menghilang," sahut Kyle. "Bahkan Dokter Adam pun tidak bisa menyelamatkan Nyonya muda. Tidak bisakah keajaiban terjadi," ucap Pak Dana dengan raut sedih. "Andai saja keajaiban benar-benar terjadi. Walau aku membencinya, aku juga tidak mengharapkan kematiannya secepat ini," batin Kyle. Seolah langit menjawab doa Kyle. Malam harinya, Kyle yang baru saja tiba di mansion, terpaksa kembali ke rumah sakit karena mendapat panggilan dari dokter kalau Aila sudah sadar. "Dimana aku? Tempat apa ini?" ujar Aila yang tampak ling-lung. Saat Kyle datang, ia tercengang melihat Aila duduk di ranjang pasien dengan wajah pucat pasi. "A-Aila, kau sudah sadar," ujar Kyle dengan suara yang sedikit bergetar. "Aila? Aku?" tanya Aila sambil menunjuk ke dirinya sendiri. Pak Dana dan Kyle saling melirik ke arah satu sama lain, lalu Pak Dana pergi untuk memanggil Dokter. "Aila, kau tidak perlu berpura-pura seperti ini untuk menarik pehatianku," ujar Kyle. "Haa?! Menarik perhatianmu?! Memangnya kau siapa? Kaisar saja tidak ku perdulikan," jawab Aila dengan raut nyolot. "Kau!" Kyle tampak menunjuk ke arah Aila dengan kesal. "Tuan, Dokter di sini," ujar Pak Dana yang baru saja tiba bersama Dokter Adam.Aila tidak suka dengan sikap Mary. Mary jelas-jelas menghinanya, dan di saat yang bersamaan, Mary membuat semua orang berpikir Aila adalah perempuan yang berpikiran sempit. Tapi ekspresi Mary tidak tampak seperti orang yang menindas, melainkan orang yang ditindas."Dasar rubah licik berlidah licin," batin Aila.Dengan tampang malang, Mary mencoba memojokkan Aila."Kak, jangan cemburu. Aku dan Kak Kyle tidak seperti yang kau pikirkan." "Mary, kenapa kau berpikir aku cemburu pada hubunganmu dan Suamiku? Memangnya, kau itu siapa?" tanya Aila sembari mendekati Mary dan menatap langsung ke matanya Mary. Mary mulai gugup."It-Itu....semua orang juga tahu, kalau aku teman masa kecil Kak Kyle. Bagi Kak Kyle, aku sudah seperti adik kandungnya. Jadi...." "Jadi, sebagai seorang wanita yang dianggap Adik kandung oleh suami
Tanpa pengawasan dari Kyle, Aila membuat masalah dengan salah satu keponakan Tuan Rahman, yaitu Nona Gia. "Bagaimana bisa seorang Nyonya muda bicara sembarangan begitu!" seru Gia. "Sembarangan? Kenapa kau begitu yakin kalau aku berkata sembarangan?" sahut Aila. Teriakan Gia tadi, memicu rasa penasaran sebagian besar orang yang hadir di pesta amal. Mereka tidak menghampiri secara langsung, tapi telinga mereka terpasang dengan baik untuk mendengar percakapan keduanya. Melihat bagaimana reaksi setiap tamu yang menyimak dalam diam, Aila pikir dunia yang ia tempati saat ini akan berbeda. Rupanya, sama saja dengan dunia sosialita di kerajaan avenus dulu.
Melihat Kyle tampak terpaku, Aila berjalan terburu-buru untuk menghampirinya. Dan begitu Aila berada tepat di depan mata Kyle, Aila melambaikan tangannya untuk menyadarkan Kyle. "Halo, Kyle. Ada apa?" ujarnya. Kyle langsung sadar dan berdehem pelan."Ekhem...tidak apa-apa. Ayo berangkat!" Setelah itu, Kyle membukakan pintu mobil untuk Aila, karena kejadian dimana Aila merusak pintu mobilnya masih menjadi trauma. "Terima kasih," ujar Aila sembari masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan, Aila terus membayangkan akan seperti apa acara amal di dunia barunya ini. Aila sedikit berharap kalau dia ak
Gaun yang tidak datang tepat waktu, membuat Aila terpaksa menghubungi Kyle. Tapi Kyle begitu sibuk, sampai tidak pernah mengangkat panggilan dari Aila barang sekali pun. Hal itu membuat Aila mati-matian menahan kekesalan, dan berakhir pergi ke kantor Kyle untuk memastikan sendiri. "Ny-Nyonya muda, ada urusan apa anda kemari?" tanya security. "Aku ingin ke ruang pribadi Kyle," sahut Aila. "Tapi, Nyonya muda. Pak Kyle sedang tidak ada di kantor. Pak Kyle baru saja keluar untuk mengurus sesuatu," jelas security. "Kalau begitu aku akan menunggunya di ruangannya. Suruh seseorang mengantarku!" titah Aila. Setelah itu, salah satu karyawan mengajukan diri. Saat Aila tiba di sebuah lift, Aila tampak bersemangat karena ia tahu betul apa gunanya.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.