Share

Bab 4

Auteur: Safira
Setelah bermesraan dengan sengit, Rania kelelahan dan tertidur. Entah kenapa, Daniel tiba-tiba teringat padaku, istri yang menemaninya sejak masa sulit.

Dia pelan-pelan mengambil ponsel dan membuka daftar kontak satu per satu. Saat menemukan kontak dengan tanda tangan "Mencintai Daniel Selamanya", dia pun menghela napas lega, lalu bersikap seolah berbaik hati mengirim pesan kepadaku.

[ Sudah, jangan drama. Aku nggak akan benar-benar menagih uang darimu, cukup kembali dan berikan kulitmu untuk Rania. Dia masih gadis muda. Kalau sampai ada bekas luka, gimana nanti dia menikah? Cepat kembali, aku menunggumu di rumah sakit. ]

Namun, layar ponsel mati dan menyala bergantian, tetap saja tak ada balasan dariku. Dengan kesal, dia mencium pipi Rania seolah melampiaskan emosi.

Aku memaksakan senyum tipis. Di satu sisi terasa menyedihkan, di sisi lain justru terasa melegakan.

Menyedihkan karena aku yang dulu bodoh, benar-benar akan melonjak kegirangan menerima pesan seperti itu. Tak akan pernah terpikir bahwa rasa bersalah setelah berselingkuh itulah hakikat dari "kelembutan" yang sesekali dia tunjukkan.

Sedangkan soal rasa syukur ....

Aku mengusap perutku yang kini rata, lalu tersenyum pucat. 'Nak, untung kamu nggak pernah lahir di keluarga seperti ini.'

Beberapa hari berikutnya, Daniel menemani Rania memilih gaun pengantin dan cincin. Namun saat hendak membayar uang muka, dia mendapati bahwa seluruh asetnya dibekukan.

"Mana mungkin! Meisy ngapain aja pakai kartu yang kuberikan padanya!"

Melihat wajahnya yang diliputi amarah, aku hanya merasa lelah tak berdaya.

Kartu apa?

Sejak menikah, sandi ponsel, sandi rekening bank, bahkan sandi kartu anggota supermarket pun tidak pernah dia beri tahu padaku. Selain uang 2 juta yang rutin dia berikan, mustahil bagiku untuk menyentuh uangnya lebih dari sepeser pun. Kini malah aku yang disalahkan.

"Rania, aku harus pulang cari dia. Kamu tunggu aku di rumah sakit."

"Oke, Kak. Cepat pergi."

Daniel pergi dengan tergesa-gesa. Rania pun segera bangkit dari ranjang, membalikkan badan dan mengobrak-abrik tasnya, entah apa yang sedang dicarinya.

Saat Daniel tiba di rumah, dia benar-benar terpaku oleh pemandangan di hadapannya. Rumah kecil yang dulu hangat dan terang kini hanya tersisa kerangka kosong dan abu.

Melihat lantai yang hangus menghitam, tubuhku seolah kembali dilalap api. Aku gemetaran dan meringkuk. Rasa sakit dan keputusasaan saat tubuhku terbakar habis kembali terasa begitu nyata, membuatku gemetar ketakutan.

"Apa sebenarnya yang terjadi!"

Untuk pertama kalinya, kepanikan muncul di mata Daniel. Di saat yang sama, sebuah pesan dari kantor catatan sipil masuk.

[ Proses perhitungan perceraian sistem pembagian rata akan dilaksanakan pukul 16.00. Mohon hadir tepat waktu. ]

Sorot matanya kembali menyala dengan secercah harapan. Dalam perjalanan mengemudi menuju kantor catatan sipil, dia buru-buru menelepon markas pemadam kebakaran.

"Periksa! Pada hari penganugerahan itu, apakah Meisy pernah melaporkan kebakaran!"

Di seberang sana terdengar dengusan tawa meremehkan. "Ada laporan kebakaran atau nggak? Adik junior kesayanganmu nggak kasih tahu kamu?"

Pandangan Daniel meredup seketika, ekspresinya menjadi kelam dan menakutkan.

Itu suara wakil komandan. Keduanya memang tidak pernah akur. Dan sialnya, hari ini malah dia yang bertugas.

"Jangan banyak omong! Jawab aku!"

"Kamu 'kan sudah mengajukan perceraian dengan skema pembagian rata. Datang saja ke sana, bukankah kamu akan bertemu dengannya?"

Mobilnya tiba-tiba oleng. Daniel buru-buru memutar setir beberapa kali hingga kembali stabil. "Kamu ... kamu tahu dari mana?"

"Bukan cuma aku. Seluruh dunia juga tahu."

Telepon terputus. Daniel memacu mobilnya gila-gilaan menuju lokasi proses perceraian. Di sana sudah berkerumun banyak orang.

Aku melayang di udara, melihat mereka menunjuk-nunjuk fotoku sambil berbisik. "Perempuan ini benar-benar nggak tahu diri. Kapten Daniel mempertaruhkan nyawanya mencari nafkah, malah dia mau cerai."

"Benar. Aku penasaran, berapa banyak uang yang harus dia ganti."

Aku mengepalkan jari dengan diliputi kegelisahan. Namun di tengah kerumunan, aku melihat sahabatku berdiri tegak dengan kepala terangkat. Daniel jelas juga melihatnya. Dia baru hendak memanggil, ketika petugas memanggilnya naik ke panggung untuk proses perhitungan.

Tak lama kemudian, hasil kontribusinya untuk keluarga itu ditampilkan. Angka empat miliar terpampang terang di atas kepalanya.

Kerumunan langsung berseru kagum. "Kapten Daniel bukan cuma berdedikasi pada tugas, tapi juga totalitas untuk keluarga."

"Istrinya memang parasit sejati."

Saat giliran perhitunganku tiba, Daniel panik menoleh ke segala arah, tetapi tetap tidak menemukan bayanganku.

Rania, yang seharusnya berada di rumah sakit, malah muncul di bawah panggung dengan wajah penuh kemenangan.

"Kurasa dia tahu nggak sanggup membayar, jadi nggak berani datang. Sayang sekali, permohonan ini nggak bisa dibatalkan. Begitu perhitungan dimulai, harus bayar dan cerai."

Aku menatap sahabatku dengan cemas, mondar-mandir tak menentu. Rumah dan mobil semuanya dibeli Daniel. Aku tidak bekerja. Mana mungkin aku bisa menandinginya!

Saat semua orang mengira aku benar-benar tidak berani muncul, dada sahabatku bergerak naik turun dengan hebat. Dengan mata berkaca-kaca, dia melangkah cepat ke atas panggung.

Di atas kepalanya, terpampang jelas sebuah angka negatif.

Tawa mengejek yang tajam langsung meledak di seluruh ruangan.

Namun beberapa detik kemudian, Daniel mendongak dengan wajah tak percaya dan hampir gila.
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 9

    "Halo, saya Daniel. Ibu Meisy masih di panti jompo, 'kan?""Tolong jaga dia. Nanti saya akan menjemput."Menjaga ibuku adalah satu-satunya cara penebusan yang bisa Daniel pikirkan.Namun, ucapan perawat berikutnya membuat hatinya benar-benar hancur. "Saya sudah bilang terakhir kali, Bu Winona sudah tidak ada.""Pergi ... pergi ke mana?""Aduh, meninggal karena kecelakaan. Tepat di depan markas pemadam kebakaran. Kapten Daniel, Anda tidak tahu?"Ponsel itu terlepas dari tangannya. Daniel menatap kosong ke depan, tidak sanggup memercayai semua ini nyata.Sahabatku akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia menerjang dan menampar Daniel dengan keras. "Daniel, kamu ini binatang! Ibu Meisy hanya punya kecerdasan setara anak tujuh tahun. Dia nggak mengerti apa-apa, tapi dia tahu harus menyelamatkan Meisy! Dia masih mengira kamu akan menyelamatkan Meisy. Sampai napas terakhirnya di genangan darah, dia masih memanggil namamu!"Dadaku terasa seperti diremas kuat. Aku ingin sekali pergi mencari ibuku

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 8

    Ucapan itu bagai petir di siang bolong. Daniel mendadak membelalakkan mata, sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Meisy meninggal? Bagaimana mungkin?"Nggak mungkin! Hari itu aku sama sekali nggak menerima satu pun laporan kebakaran! Meisy nggak mungkin mati!"Wakil komandan tertawa sinis terhadap atasannya sendiri. "Benar. Kamu memang nggak menerima laporan itu. Tapi adik junior kesayanganmu yang menerimanya.""Seandainya dia sedikit saja lebih cepat. Seandainya saja dia kasih tahu kami ...." Seolah teringat sesuatu yang mengerikan, wakil komandan mengepalkan tinjunya dengan penuh rasa sakit.Aku menatap mereka, lalu menurunkan pandangan.Benar. Sedikit saja lebih cepat, mungkin aku masih bisa diselamatkan. Namun, beberapa menit yang sengaja ditunda itulah yang membuatku mati tercekik di tengah asap pekat."Dia sangat ingin hidup. Dengan tubuh yang sudah melepuh, dia merangkak sampai ke pintu. Tapi pada akhirnya tetap nggak bisa keluar.""Nggak ada orang yan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 7

    Suasana hati orang-orang di bawah panggung ikut naik turun. Melihat angka-angka di layar, mereka akhirnya terdiam dan mengakui perhitungan itu.Sahabatku mencibir dingin beberapa kali, lalu terus mendesak, "Kapten Daniel. Aku masih ingat, dulu waktu mendaftarkan pernikahan, kamu bilang akan mencintainya seumur hidup.""Jadi menurutmu, memberi dia cuma dua juta sebulan dan membiarkannya hidup sesulit itu disebut cinta? Lihat baik-baik. Apa hitungan utangmu sama dia sudah benar!"Daniel mengangkat kepala dengan wajah panik. Benar saja, angka di layar masih kurang lebih dari 400 juta untuk mencapai empat miliar sebelumnya.Dia tiba-tiba teringat sesuatu. Bibirnya mulai bergetar. "Nggak mungkin ... nggak mungkin ....""Kamu masih ingat nggak angka itu?"Air mata sahabatku akhirnya jatuh. Matanya memerah saat mengingat kepedihanku. "Itu biaya kuliahmu selama tiga tahun. Semua itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit! Demi mengumpulkan uang untukmu, dalam setengah tahun berat badannya turun tu

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 6

    Orang-orang yang menonton dari bawah panggung mulai menggerutu, "Itu semua memang kewajiban perempuan yang sudah menikah. Kenapa harus dihitung dengan uang? Laki-laki cari nafkah di luar, perempuan urus rumah. Bukankah itu sudah seharusnya?"Petugas bagian perhitungan dari kantor catatan sipil tersenyum dan bertanya dengan tenang, "Kalau menyewa pembantu rumah tangga, perlu bayar nggak?"Dari bawah terdengar jawaban, "Perlu.""Kalau menyewa petugas kebersihan, perlu bayar nggak?""Perlu juga.""Kalau menyewa perawat, perlu bayar nggak?""Ya, tetap perlu!"Petugas itu melanjutkan dengan nada tetap sopan, "Kalau kalian mengakui semua itu perlu dibayar, berarti pekerjaan tersebut memang bernilai. Lalu kenapa setelah menikah, nilai seorang perempuan, khususnya ibu rumah tangga penuh waktu, malah kalian anggap nggak ada?"Suasana di lokasi mendadak sunyi.Namun, samar-samar masih terdengar isak tangis tertahan. Entah berasal dari sudut mana dan entah dari siapa. Mungkin, itu datang dari set

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 5

    "Mana mungkin! Bagaimana aku bisa berutang uang sebanyak itu pada Meisy! Dia cuma ibu rumah tangga!""Di mana dia? Kenapa malah kamu yang naik menggantikannya! Ini jelas nggak adil!"Daniel menatap angka dua miliar itu dengan wajah tak percaya. Tak lama kemudian, angka itu menurun menjadi nol, lalu terus jatuh hingga berubah menjadi angka negatif. Sementara itu, angka negatif di atas kepala sahabatku malah perlahan naik, bahkan melonjak sampai empat miliar.Kerumunan penonton ikut ricuh. Mereka berteriak bahwa sahabatku naik menggantikanku, jelas-jelas itu kecurangan.Rania bahkan memungut botol air mineral dari lantai dan melemparkannya ke arah sahabatku. "Sistem sampah apa ini. Ternyata cuma alat buat mempermainkan orang. Suruh Meisy keluar dan bayar utangnya!""Iya, bayar! Bayar!" Orang-orang di sekitar ikut menyahut.Botol itu melesat lurus ke arah sahabatku. Aku refleks berdiri di depannya, tetapi hanya bisa menatap kosong saat botol itu menembus tubuhku.Untungnya, Wakil Komandan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 4

    Setelah bermesraan dengan sengit, Rania kelelahan dan tertidur. Entah kenapa, Daniel tiba-tiba teringat padaku, istri yang menemaninya sejak masa sulit.Dia pelan-pelan mengambil ponsel dan membuka daftar kontak satu per satu. Saat menemukan kontak dengan tanda tangan "Mencintai Daniel Selamanya", dia pun menghela napas lega, lalu bersikap seolah berbaik hati mengirim pesan kepadaku.[ Sudah, jangan drama. Aku nggak akan benar-benar menagih uang darimu, cukup kembali dan berikan kulitmu untuk Rania. Dia masih gadis muda. Kalau sampai ada bekas luka, gimana nanti dia menikah? Cepat kembali, aku menunggumu di rumah sakit. ]Namun, layar ponsel mati dan menyala bergantian, tetap saja tak ada balasan dariku. Dengan kesal, dia mencium pipi Rania seolah melampiaskan emosi.Aku memaksakan senyum tipis. Di satu sisi terasa menyedihkan, di sisi lain justru terasa melegakan.Menyedihkan karena aku yang dulu bodoh, benar-benar akan melonjak kegirangan menerima pesan seperti itu. Tak akan pernah t

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status