Share

Bab 9

Penulis: Safira
"Halo, saya Daniel. Ibu Meisy masih di panti jompo, 'kan?"

"Tolong jaga dia. Nanti saya akan menjemput."

Menjaga ibuku adalah satu-satunya cara penebusan yang bisa Daniel pikirkan.

Namun, ucapan perawat berikutnya membuat hatinya benar-benar hancur. "Saya sudah bilang terakhir kali, Bu Winona sudah tidak ada."

"Pergi ... pergi ke mana?"

"Aduh, meninggal karena kecelakaan. Tepat di depan markas pemadam kebakaran. Kapten Daniel, Anda tidak tahu?"

Ponsel itu terlepas dari tangannya. Daniel menatap kosong ke depan, tidak sanggup memercayai semua ini nyata.

Sahabatku akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia menerjang dan menampar Daniel dengan keras. "Daniel, kamu ini binatang! Ibu Meisy hanya punya kecerdasan setara anak tujuh tahun. Dia nggak mengerti apa-apa, tapi dia tahu harus menyelamatkan Meisy! Dia masih mengira kamu akan menyelamatkan Meisy. Sampai napas terakhirnya di genangan darah, dia masih memanggil namamu!"

Dadaku terasa seperti diremas kuat. Aku ingin sekali pergi mencari ibuku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 9

    "Halo, saya Daniel. Ibu Meisy masih di panti jompo, 'kan?""Tolong jaga dia. Nanti saya akan menjemput."Menjaga ibuku adalah satu-satunya cara penebusan yang bisa Daniel pikirkan.Namun, ucapan perawat berikutnya membuat hatinya benar-benar hancur. "Saya sudah bilang terakhir kali, Bu Winona sudah tidak ada.""Pergi ... pergi ke mana?""Aduh, meninggal karena kecelakaan. Tepat di depan markas pemadam kebakaran. Kapten Daniel, Anda tidak tahu?"Ponsel itu terlepas dari tangannya. Daniel menatap kosong ke depan, tidak sanggup memercayai semua ini nyata.Sahabatku akhirnya tidak bisa menahan diri. Dia menerjang dan menampar Daniel dengan keras. "Daniel, kamu ini binatang! Ibu Meisy hanya punya kecerdasan setara anak tujuh tahun. Dia nggak mengerti apa-apa, tapi dia tahu harus menyelamatkan Meisy! Dia masih mengira kamu akan menyelamatkan Meisy. Sampai napas terakhirnya di genangan darah, dia masih memanggil namamu!"Dadaku terasa seperti diremas kuat. Aku ingin sekali pergi mencari ibuku

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 8

    Ucapan itu bagai petir di siang bolong. Daniel mendadak membelalakkan mata, sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Meisy meninggal? Bagaimana mungkin?"Nggak mungkin! Hari itu aku sama sekali nggak menerima satu pun laporan kebakaran! Meisy nggak mungkin mati!"Wakil komandan tertawa sinis terhadap atasannya sendiri. "Benar. Kamu memang nggak menerima laporan itu. Tapi adik junior kesayanganmu yang menerimanya.""Seandainya dia sedikit saja lebih cepat. Seandainya saja dia kasih tahu kami ...." Seolah teringat sesuatu yang mengerikan, wakil komandan mengepalkan tinjunya dengan penuh rasa sakit.Aku menatap mereka, lalu menurunkan pandangan.Benar. Sedikit saja lebih cepat, mungkin aku masih bisa diselamatkan. Namun, beberapa menit yang sengaja ditunda itulah yang membuatku mati tercekik di tengah asap pekat."Dia sangat ingin hidup. Dengan tubuh yang sudah melepuh, dia merangkak sampai ke pintu. Tapi pada akhirnya tetap nggak bisa keluar.""Nggak ada orang yan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 7

    Suasana hati orang-orang di bawah panggung ikut naik turun. Melihat angka-angka di layar, mereka akhirnya terdiam dan mengakui perhitungan itu.Sahabatku mencibir dingin beberapa kali, lalu terus mendesak, "Kapten Daniel. Aku masih ingat, dulu waktu mendaftarkan pernikahan, kamu bilang akan mencintainya seumur hidup.""Jadi menurutmu, memberi dia cuma dua juta sebulan dan membiarkannya hidup sesulit itu disebut cinta? Lihat baik-baik. Apa hitungan utangmu sama dia sudah benar!"Daniel mengangkat kepala dengan wajah panik. Benar saja, angka di layar masih kurang lebih dari 400 juta untuk mencapai empat miliar sebelumnya.Dia tiba-tiba teringat sesuatu. Bibirnya mulai bergetar. "Nggak mungkin ... nggak mungkin ....""Kamu masih ingat nggak angka itu?"Air mata sahabatku akhirnya jatuh. Matanya memerah saat mengingat kepedihanku. "Itu biaya kuliahmu selama tiga tahun. Semua itu dia kumpulkan sedikit demi sedikit! Demi mengumpulkan uang untukmu, dalam setengah tahun berat badannya turun tu

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 6

    Orang-orang yang menonton dari bawah panggung mulai menggerutu, "Itu semua memang kewajiban perempuan yang sudah menikah. Kenapa harus dihitung dengan uang? Laki-laki cari nafkah di luar, perempuan urus rumah. Bukankah itu sudah seharusnya?"Petugas bagian perhitungan dari kantor catatan sipil tersenyum dan bertanya dengan tenang, "Kalau menyewa pembantu rumah tangga, perlu bayar nggak?"Dari bawah terdengar jawaban, "Perlu.""Kalau menyewa petugas kebersihan, perlu bayar nggak?""Perlu juga.""Kalau menyewa perawat, perlu bayar nggak?""Ya, tetap perlu!"Petugas itu melanjutkan dengan nada tetap sopan, "Kalau kalian mengakui semua itu perlu dibayar, berarti pekerjaan tersebut memang bernilai. Lalu kenapa setelah menikah, nilai seorang perempuan, khususnya ibu rumah tangga penuh waktu, malah kalian anggap nggak ada?"Suasana di lokasi mendadak sunyi.Namun, samar-samar masih terdengar isak tangis tertahan. Entah berasal dari sudut mana dan entah dari siapa. Mungkin, itu datang dari set

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 5

    "Mana mungkin! Bagaimana aku bisa berutang uang sebanyak itu pada Meisy! Dia cuma ibu rumah tangga!""Di mana dia? Kenapa malah kamu yang naik menggantikannya! Ini jelas nggak adil!"Daniel menatap angka dua miliar itu dengan wajah tak percaya. Tak lama kemudian, angka itu menurun menjadi nol, lalu terus jatuh hingga berubah menjadi angka negatif. Sementara itu, angka negatif di atas kepala sahabatku malah perlahan naik, bahkan melonjak sampai empat miliar.Kerumunan penonton ikut ricuh. Mereka berteriak bahwa sahabatku naik menggantikanku, jelas-jelas itu kecurangan.Rania bahkan memungut botol air mineral dari lantai dan melemparkannya ke arah sahabatku. "Sistem sampah apa ini. Ternyata cuma alat buat mempermainkan orang. Suruh Meisy keluar dan bayar utangnya!""Iya, bayar! Bayar!" Orang-orang di sekitar ikut menyahut.Botol itu melesat lurus ke arah sahabatku. Aku refleks berdiri di depannya, tetapi hanya bisa menatap kosong saat botol itu menembus tubuhku.Untungnya, Wakil Komandan

  • Penghargaan yang Diterima Saat Sang Istri Dilahap Api   Bab 4

    Setelah bermesraan dengan sengit, Rania kelelahan dan tertidur. Entah kenapa, Daniel tiba-tiba teringat padaku, istri yang menemaninya sejak masa sulit.Dia pelan-pelan mengambil ponsel dan membuka daftar kontak satu per satu. Saat menemukan kontak dengan tanda tangan "Mencintai Daniel Selamanya", dia pun menghela napas lega, lalu bersikap seolah berbaik hati mengirim pesan kepadaku.[ Sudah, jangan drama. Aku nggak akan benar-benar menagih uang darimu, cukup kembali dan berikan kulitmu untuk Rania. Dia masih gadis muda. Kalau sampai ada bekas luka, gimana nanti dia menikah? Cepat kembali, aku menunggumu di rumah sakit. ]Namun, layar ponsel mati dan menyala bergantian, tetap saja tak ada balasan dariku. Dengan kesal, dia mencium pipi Rania seolah melampiaskan emosi.Aku memaksakan senyum tipis. Di satu sisi terasa menyedihkan, di sisi lain justru terasa melegakan.Menyedihkan karena aku yang dulu bodoh, benar-benar akan melonjak kegirangan menerima pesan seperti itu. Tak akan pernah t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status