Share

Yanzi Datang

Penulis: Any Anthika
last update Tanggal publikasi: 2026-03-18 14:57:38

Pria dan wanita itu saling menempel tanpa malu, di meja, di bar, di lantai, di kursi, di sofa.

Semua orang telanjang. Brutal. Tanpa batas.

Ini adalah pesta yang menghancurkan seluruh pemahaman Yeni tentang dunia.

Saat itu juga, dia akhirnya mengerti aturan tempat ini.

Setiap wanita yang masuk ke klub ini, tanpa peduli latar belakang dan identitasnya akan menjadi bagian dari permainan. Siapa pun bisa menyentuh kapan pun.

Ada ratusan orang di bawah s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Yezi (Epilog)

    Saga menyentuh pipi itu, merasa tak ingin mencuci wajahnya seumur hidup.Ia memeluknya erat, hatinya penuh kehangatan.Kini, cinta mereka tenang dan murni.Tidak lagi dipenuhi obsesi dan ekstremitas seperti dulu.Cinta yang mengalir perlahan, hangat setiap hari.Saga menyelimuti tubuh Yeni dengan mantelnya.“Kita lihat sebentar saja, lalu pulang. Kamu tidak boleh terlalu lama kena angin. Kalau kamu sakit lagi, siapa yang akan merawat putra kita?”Anak Yeni benar-benar dingin.Padahal usianya baru sembilan bulan, tapi sikapnya seperti orang tua berumur sembilan puluh tahun.Sungguh.Seharian penuh Yeni menggodanya, namun bocah itu hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi apa pun.Karena Yeni tidak sadarkan diri setelah melahirkan, ia tidak punya kesempatan untuk menyusui. Saat akhirnya sadar, kondisinya sudah tidak memungkinkan.Paling-paling, saat diberi susu botol, jika

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Putra Kita.

    Tak lama kemudian, seorang pengasuh datang membawa seorang bayi mungil. Bayi itu diletakkan di pelukan Saga. Yeni menunduk, jantungnya berdebar kencang.Zinnia menyentuh pipi bayi itu dengan jari kecilnya.“Ibu, adik cantik, kan?”Saga tertawa kecil dan berkata, “Zinnia, bilang tampan. Adikmu ini laki-laki.”“Ah iya. Tapi dia cantik.” Zinnia tertawa.Air mata Yeni kembali jatuh.Sudah delapan bulan sejak dia pingsan. Dan anak itu… sudah delapan bulan hidup di dunia ini. Wajahnya sehat, tenang, dan sangat mirip Saga.Bayi itu tidur dengan damai, tanpa rewel.Patuh… seperti doa yang akhirnya terkabul.Hati Yeni terasa lembut, tapi juga kacau.“Dia benar-benar mirip denganmu.”Saga melirik ke arah bayi yang terbaring di ranjang kecil itu.Hanya sekilas.Itu adalah pandangan pertamanya pada putranya.

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Tuan Muda Kecil

    “Delapan bulan.”“Delapan… bulan?”Yeni terdiam, lalu tersenyum kecil.“…Berarti aku masih hidup.”Saga memeluknya erat, telapak tangannya bergetar.“Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku tahu… kamu pasti bangun.”Dia menunggu terlalu lama. Menggunakan terlalu banyak dokter, terlalu banyak obat, hanya untuk hari ini.Yeni adalah nyawanya.Saat kesadarannya mulai jernih, ingatan pertama yang muncul di benaknya adalah satu hal.Zinnia.Dia langsung menggenggam tangan Saga dengan panik.“…Zinnia?”Saga cepat menenangkannya.“Dia sekolah. Setiap hari datang menjengukmu. Kalau dia pulang dan tahu kamu bangun, dia pasti sangat senang.”Yeni menghela napas lega.Tubuhnya kembali melemas.“Aku capek… tidak punya tenaga.”Saga tersenyum lembut.“Wajar. Selama ini kamu hidup dari infus. Pelan-pelan saja, kamu akan membaik.”

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Saga Benar-benar orang Gila

    Saga menunduk, dahinya menyentuh punggung tangan Yeni.“Kalau dia pulang dan tidak melihatmu, dia tidak akan bicara sepanjang hari… bangunlah…”Napasnya tersengal.“Aku tahu aku terlalu kejam… aku salah… tapi bangunlah.”“Aku lepaskan kamu. Aku tidak akan mengurungmu lagi. Tidak akan mengikatmu. Kamu mau pergi ke mana pun, silakan. Kamu mau meninggalkanku… tidak apa-apa.”Suaranya berubah lirih, nyaris seperti bisikan putus asa.“Asal kamu bangun.”Dia tidak akan meminta apa pun lagi.Asal wanita dengan mata terpejam ini bisa membuka matanya.Bisa kembali melihat dunia.Bisa menghirup udara segar.Bisa berjalan… berlari… tertawa… bermain…Apa pun.Asal dia membuka matanya.Namun tubuh itu tetap diam. Seperti tertidur terlalu dalam, seolah jiwanya telah pergi terlalu jauh untuk kembali.Hanya bercak merah darah di balik selimut, bekas perjuangan hidup

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Penyesalan Datang Terlambat

    “Kirim orang. Cari ke mana pun. Kita harus menemukan Zinnia.”“Rev sudah bergerak. Tapi sudah sepuluh jam berlalu. Kali ini jelas pihak lawan sudah mempersiapkan segalanya.”“Apak Dwi atau Yqnzi yang melakukannya?” tanya Saga dingin.“Bukan,” jawab Leo tegas.“Aku sudah langsung mengecek Dwi. Dia sedang di tokonya saat kejadian. Yanzi juga tidak mungkin, ada bukti dia sedang menjalankan misi di Segitiga Emas, dan ada saksi. Jadi ini bukan mereka.”Ekspresi Saga semakin dingin.“Jangan sampai Yeni tahu Zinnia hilang.”Cangkir di tangan Yeni terlepas dan jatuh ke lantai dengan suara keras.Saga dan Leo terkejut. Saat pintu dibuka, mereka melihat Yeni berdiri di depan pintu.Dahinya basah oleh keringat. Tatapannya gemetar, penuh kemarahan dan kepanikan.“Zinnia…” suaranya lirih.Plak!Tamparan keras mendarat di wajah Saga. Yeni mengerahkan seluruh tenaganya untuk menampar Saga. S

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Zinnia Menghilang

    Sosok Yanzi bergerak cepat.“Kak Yeni, aku pasti akan kembali untuk membawamu pergi.”Tak lama kemudian, ruangan itu hanya menyisakan Yeni dan Saga.Saga menatapnya dari atas ke bawah.“Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal?”Yeni terdiam. Dia tidak tahu harus menjawab apa.Dia ingin berpura-pura tidak tahu apa-apa. Jika Saga melakukan sesuatu yang keterlaluan, cepat atau lambat anak ini akan pergi dengan sendirinya. Saat itu, dia bisa berkata bahwa dia tidak tahu apa pun dan melemparkan seluruh tanggung jawab pada Saga.Hanya saja, dia tidak pernah memperhitungkan kemunculan Yanzi.Di klub malam tadi, dia sudah merasakan janinnya bergerak.Dia tidak ingin mengakui bahwa alasan terbesar mempertahankan anak ini adalah karena dia sudah putus asa pada Saga.Saga yang sekarang membuatnya kehilangan harapan.Namun demi menyelamatkan Yanzi, dia tidak punya pilihan selain mengatakannya.Dan dia bertaruh, bahwa Saga tidak akan menembak, entah karena dirinya… atau karena anak itu.Sekaran

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Bab 87. Saga Kambuh

    “Yeni… sebenarnya berapa banyak hal yang kamu sembunyikan dariku?” tanya Dwi dengan suara bergetar.Pikiran Yeni terasa kosong. Ekspresinya mati rasa.Kehamilan adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Dulu orang bilang tubuhnya dingin dan sulit hamil.. nyatanya, dia tetap hamil.Sekarang Rev mem

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Bab 86. Ingin punya anak

    “Kamu juga tahu apa yang terjadi terakhir kali. Kalau aku tidak mengatakannya, itu demi kebaikanmu.”“Kebaikan apa?” Dwi langsung menolak.“Katakan sejujurnya, apa Saga yang memaksamu?”“Iya.”Jawaban itu keluar begitu mudah.Justru Dwi yang terdiam.“Apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan Sag

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Bab 85. Yeni dipaksa

    Dia tidak akan melupakannya begitu saja. Dia ingin Arini hidup lebih menderita daripada mati.Kebencian di mata Mindo begitu kuat, seolah bisa meledak kapan saja. Dia membenci Saga dan Arini. Keluarga An telah bekerja sama untuk mencelakainya dan Yeni.Hidup mereka dibuat lebih menyedihkan daripada

  • Ranjang Panas Tuan Saga   Bab 74. Dunia mereka berbeda

    “Enak sekali,” jawab Saga.Mendengar pujiannya, Yeni tersenyum bahagia dan kembali menyuapkan satu sendok lagi.Saga tentu saja tidak menolak.Mangkok Yeni hampir sebesar wajahnya, porsinya sangat besar hingga dia jelas tidak mungkin menghabiskannya sendiri. Jadi, tidak masalah baginya membantu beb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status