LOGINDemi membiayai perawatan neneknya, Ruenna terpaksa berpura-pura menjadi Fiorella, menantu palsu di keluarga konglomerat Oleander. Namun, sebuah kecerobohan saat live streaming mengubah hidup Ruenna. Siaran langsungnya sebagai vlogger masak pemula mendadak viral karena tak sengaja memunculkan Jerry Deluca, seorang aktor film. Insiden itu pun menjebak Ruenna dalam kontrak kencan satu bulan bersama Jerry. Kini di bawah satu atap, sang suami palsu mendadak berpura-pura baik demi rencana tersembunyi, menghamili Ruenna hingga melahirkan ahli waris Oleander. Sementara Jerry, mulai menginginkan Ruenna setelah permainan panas yang mereka lalui bersama. Di antara pernikahan palsu yang manipulatif dan dapur yang menyimpan gairah rahasia, siapakah yang akhirnya akan menjinakkan Ruenna?
View MorePakaian serba hitam milik asisten pribadi Yasemin melekat di tubuh Ruenna. Kacamata berbingkai tebal, masker, dan topi bucket warna krem menutupi hampir seluruh wajahnya. Di lengannya, ia mencengkeram erat tas brand luxury milik Yasemin, mencoba bersikap layaknya seorang asisten aktris. "Ingat, tetap di belakangku," bisik Yasemin. Langkah kaki Yasemin bergema pelan di sepanjang koridor privat. Di depan pintu ganda Presidential ICU Suite, dua pengawal pribadi membungkuk dan membukakan jalan untuknya. Yasemin melangkah masuk ke ruang tunggu keluarga. Kakek Mario dan Jihan menyambut kedatangannya. Tepat di samping mereka, dinding kaca tebal memisahkan ruang tunggu itu dengan ruang perawatan intensif di sebelahnya. "Selamat siang, Pak Mario, Tante Jihan..." Yasemin menyapa dengan nada suara penuh simpati yang terucap sempurna. "Saya sangat terkejut mendengar kabar kecelakaan Jerry. Saya datang mewakili tim produksi untuk menyampaikan rasa prihatin kami." Jihan mengangguk le
Ruenna tak beranjak meninggalkan rumah sakit. Ia memilih duduk membisu di sudut ruang tunggu umum, menatap kosong pada layar televisi besar tergantung. Layar TV beralih ke siaran berita langsung dari lokasi kecelakaan di jalan tol. Kamera menyorot bangkai mobil di balik garis kuning polisi, diiringi baris teks di bagian bawah, 'Aktor Jerry Deluca Mengalami Kecelakaan'.Ruenna hanya bisa terdiam. Di tengah tatapan kosongnya pada layar tv, ponsel di genggamannya berdering. Pusat penitipan lansia tempat ia membawa sang nenek siang tadi meneleponnya. Ruenna menarik napas panjang, berusaha menata suaranya yang gemetar sebelum mengangkat panggilan. Petugas di sana menanyakan keberadaan Nenek Sofia yang belum juga dijemput. "Maafkan saya..." bisik Ruenna seraya mengusap sudut matanya. "Bisakah Nenek Sofia menginap di sana untuk beberapa hari ke depan? Saya sedang menghadapi situasi darurat. Saya akan segera mentransfer biaya di muka."Setelah memastikan sang nenek aman dan menutup telepon
Suasana ballroom hotel berbintang itu heboh oleh gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari ratusan kru serta para pemeran. Di layar LED raksasa yang membentang di panggung, pemutaran rekaman bloopers selama berbulan-bulan masa syuting tengah berlangsung. Momen-momen kekonyolan di balik layar, adegan salah ucap, hingga aksi jahil antar kru mencairkan seluruh kelelahan setelah tahap pengambilan gambar utama resmi dinyatakan usai. Beberapa saat sebelumnya, sesi pidato ucapan terima kasih dari sutradara dan produser eksekutif telah ditutup dengan pembagian cenderamata eksklusif edisi terbatas untuk mengapresiasi kerja keras seluruh tim. Denting gelas, garpu piring porselen, dan aroma hidangan mewah melengkapi riuhnya pesta penutupan siang itu. Saat perhatian semua orang masih teralih pada tayangan video kekonyolan di layar besar, Jerry sebagai pemaran utama, secara perlahan berbalik dan melangkah keluar tanpa menunggu seluruh rangkaian acara usai. Pria itu menyandarkan punggungnya
Di restoran yang sama, ruangan yang sama, Ariana melangkah masuk bersama kedua buah hatinya. Bee dan Boo yang melihat sosok sang ayah langsung membelalakkan mata berbinar. "Papa!" seru keduanya serempak. Kedua balita cerdas itu berlari kecil menghampiri Nicholas dan saling berebut demi menjadi yang pertama diangkat ke dalam dekapan. Nicholas dengan mudah merengkuh tubuh Bee dan Boo sekaligus. Ariana yang menyaksikan pemandangan itu menghela napas panjang. "Tidak hanya menyabotase CCTV rumahku," ucap Ariana tanpa basa-basi, "kau juga menyabotase pengasuh anakku?" "Aku melakukannya demi menjaga hubungan baik denganmu," jawab Nicholas santai, sesantai ia mengayun-ayunkan kedua balitanya. Membuat Bee dan Boo berseru senang dalam ayunan lengan ayahnya. "Hubungan baik apa?!" protes Ariana. "Aku tidak mengganggumu, kan?" balas Nicholas datar. "Justru itu!" Ariana berusaha menahan volume suaranya. "Harusnya kau mengatakannya padaku baik-baik kalau kau ingin bertemu mereka." N
"Sebentar, aku butuh waktu untuk berpikir," sahut Ruenna pelan. "Hanya latihan, kan? Maksudku... ini murni latihan akting?" Jerry mengangguk singkat. "Ya." Ruenna menarik napas dalam. Baginya, berakting bukan hal baru. Setiap hari ia berakting menjadi Fiorella yang anggun di depan keluarga Ol
Ruenna menelan ludah. Bayangan tentang kesuksesan lewat konten memasak tiba-tiba terasa seperti gelembung yang siap pecah. "Jadi, terima saja tawaran kami," tekan Genio lagi. "Apa untungnya bagi Anda menghapus akun Chef Rue? Membagikan resep adalah cita-cita saya." "Untuk mematikan akses Anda
Di menara Aureon, sebuah raksasa teknologi, Altan duduk di depan layar monitor. Alih-alih ruang kerja mewah dengan pemandangan kota, ia kini terjepit di sebuah kabikel yang sempit, dikelilingi oleh bising suara rekan kerja yang sibuk bergosip tentang drama kantor. Kakek Mario benar-benar membuat A
Keesokan paginya, Ruenna berpapasan dengan Altan yang juga baru keluar dari kamarnya. "Lihat siapa yang sudah bangun," cemooh Altan, memasukkan satu tangannya ke saku celana. "Kau semakin pandai berdandan memakai barang-barang mahal." Ruenna mengabaikan ejekan itu. Ia hanya ingin berjalan melewa












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore