เข้าสู่ระบบTiga tahun Ruenna Selyn hidup dalam identitas palsu sebagai menantu patuh di keluarga Oleander yang patriarkal. Namun, sebuah kesalahan yang melibatkan Jerry Deluca, aktor eksklusif sekaligus sepupu suami palsunya, memaksa Ruenna masuk ke dalam peran baru sebagai partner intim Jerry di balik layar. Kini, ia terjebak di antara dua pria dewasa dengan tuntutan yang berbeda. Satu menuntut pengabdiannya, yang satu menuntut sentuhannya.
ดูเพิ่มเติมRuenna menelan ludah. Bayangan tentang kesuksesan lewat konten memasak tiba-tiba terasa seperti gelembung yang siap pecah. "Jadi, terima saja tawaran kami," tekan Genio lagi. "Apa untungnya bagi Anda menghapus akun Chef Rue? Membagikan resep adalah cita-cita saya." "Untuk mematikan akses Anda ke publik, agar tidak ada lagi orang-orang seperti Anda yang mengeksploitasi privasi aktor kami di masa depan." "Orang-orang seperti saya?" gumam Ruenna sedikit merasa tersinggung. Di mana-mana ia selalu dipandang rendah. "Sebentar, saya hanya live dan saya tidak tahu jika Jerry seorang aktor!" Genio menatapnya tak percaya. "Jika Anda tidak menonton film-filmnya, Anda memang tidak akan mengenalnya. Jerry tidak pernah muncul di gala premiere atau wawancara mana pun. Dia hanya ada di dalam film." "Tidak ikut gala premiere? Apa dia hanya pemain pendukung? Atau figuran?" gumam Ruenna begitu saja. "Ehm," Genio berdehem, mendengar bos nya disamakan dengan figuran. "Jerry adalah aktor ke
Di menara Aureon, sebuah raksasa teknologi, Altan duduk di depan layar monitor. Alih-alih ruang kerja mewah dengan pemandangan kota, ia kini terjepit di sebuah kabikel yang sempit, dikelilingi oleh bising suara rekan kerja yang sibuk bergosip tentang drama kantor.Kakek Mario benar-benar membuat Altan memulai karier dari nol. Ia ditempatkan di divisi inbound Logistics, bagian paling teknis dan membosankan yang mengurusi alur masuk komponen perangkat keras. Tugasnya? Memeriksa kecocokan nomor seri ribuan unit base station.Saat Altan tengah menatap layar monitor, ponselnya bergetar di atas meja. Ia segera menyambar ponsel itu dan berjalan cepat menuju pintu darurat. Ia menaiki anak tangga menuju rooftop, satu-satunya tempat di mana ia bisa bernapas lega. Angin kencang menyapu rambut Altan saat ia menggeser tombol hijau. Ia berdiri di tepi pagar pembatas, menatap gedung-gedung beton yang seolah mengejek posisinya saat ini."Halo, Babe. Kau tidak tahu betapa menderitanya aku saat ini,"
Keesokan paginya, Ruenna berpapasan dengan Altan yang juga baru keluar dari kamarnya. "Lihat siapa yang sudah bangun," cemooh Altan, memasukkan satu tangannya ke saku celana. "Kau semakin pandai berdandan memakai barang-barang mahal." Ruenna mengabaikan ejekan itu. Ia hanya ingin berjalan melewati pria itu dan turun ke dapur membantu Livia menyiapkan sarapan. Namun, Altan dengan sengaja menggeser tubuhnya, menghalangi jalan Ruenna. "Dengar," suara Altan merendah, kehilangan nada main-mainnya. Matanya menatap tajam, penuh peringatan. "Jangan coba-coba mengadukan perselingkuhanku pada Kakek Mario," bisiknya. Meski merasa takut dengan intimidasi Altan, Ruenna mencoba membalas, "Anda takut?" "Takut?" ulang Altan. "Darah itu lebih kental dari air. Kakek tak akan membuangku demi cucu menantu palsu sepertimu." Ruenna menelan ludah. Benar juga. "Dari penggabungan dua perusahaan, Harmlock lah yang paling diuntungkan. Jika kau bertingkah, kedua keluarga mungkin akan membatalkan
Ruenna bergegas pergi dari Griya perawatan Demensia Brighton Memory Care itu dengan perasaan tidak menentu. Ia tidak menuju kediaman tuan Harmlock, melainkan langsung gedung tempat Aras bekerja. Ruenna harus menemui ayahnya itu. Sang sponsor perawatan neneknya. "Biaya perawatan Nenek dihentikan!" seru Ruenna begitu dipersilahkan masuk oleh sekretaris Aras. "Mengapa Anda melakukannya?" Aras yang sedang meneliti dokumen di meja kerjanya hanya mengangkat pandangannya sekilas. Tidak ada binar kebapakan. Bagi pria yang tak lagi muda itu, Ruenna hanyalah noda dari masa lalu yang kebetulan berguna untuk menutupi pelarian putri sahnya, Fiorella. “Aku sudah mengatakannya padamu,” Aras meletakkan pulpennya. “Jangan mencari masalah dengan Altan,” lanjutnya. "Sampai kapan?" Ruenna melangkah maju, menumpukan kedua tangannya di meja ayahnya. "Anda sebenarnya tahu di mana Fiorella, kan?" Aras menyandarkan punggungnya, wajahnya tetap datar tak berdosa. "Untuk itulah aku membayar mahal pe






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.