Share

Bab 22

Author: Kael_99
Sherine sebenarnya sempat terpikir, lebih baik segera membawa barang-barangnya pergi, jangan sampai terlihat seperti menumpang di rumah orang lain. Namun, dia bukan orang lokal Kota Herburt. Jika pergi sekarang, dia memang tidak tahu harus ke mana.

Selain itu, barang-barangnya terlalu banyak. Ada pakaian, kosmetik, dan segala perlengkapan wanita ... tidak semudah pria yang bisa tinggal di mana saja hanya dengan membawa ponsel dan sebungkus rokok.

Vila ini luas dan mewah, renovasinya juga desain
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Arif Wicaksono
bagus oke ceritanya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 638

    Ghanief tidak ingin cucunya ikut terseret dalam urusan ini. Itu adalah kekhawatiran seorang kakek yang sangat wajar.Sebaliknya, Gisela yang tidak tenang karena memikirkan keselamatan Ghanief juga tak bisa dihindari.Baik Bradford maupun Gisela sama sekali tidak menyadari, saat mereka pergi, dari celah tirai sebuah kamar di lantai dua rumah Keluarga Massaid, tampak sepasang mata yang agak menyeramkan."Tenang saja, kakekmu nggak akan kenapa-kenapa. Kalau ada situasi apa pun, hubungi aku secepatnya. Aku pasti akan membantumu." Melihat Gisela duduk di mobil tanpa berkata apa-apa, Bradford pun langsung menghibur.Hati Gisela yang tadinya agak murung, entah kenapa langsung terasa jauh lebih ringan setelah mendengar suara Bradford. Perubahan aneh itu bahkan membuat Gisela sendiri merasa heran."Terima kasih. Bradford, kenapa kamu baik sekali padaku? Apa kamu benar-benar ingin jadi cucu menantu kakekku?" Gisela menyentuh bibir merahnya sambil langsung mendekat ke hadapan Bradford.Urusan Gha

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 637

    "Kak Gisela, tolong minta orang untuk siapkan kertas dan pena." Menghadapi pertanyaan Erdin, Bradford langsung bertindak.Setelah mendengarnya, Gisela segera menyuruh pelayan mengambilkan barang yang dibutuhkan Bradford.Tidak sampai tiga menit, Bradford sudah menyalin seluruh bagian Jarum Penenang Jiwa yang telah lama hilang. Baik urutan titik akupunktur, maupun sudut dan kedalaman tusukan jarum, semuanya dia tulis dengan sangat jelas.Sampai saat Bradford menyerahkan kertas itu ke tangan Erdin, profesor yang sangat dihormati itu masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.Erdin benar-benar tidak menyangka bahwa harta yang selama ini dia dambakan siang malam, justru bisa dia dapatkan dengan cara seperti ini."Kak Gisela, aku punya satu resep. Minum tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut, maka pemulihan Pak Ghanief akan menjadi lebih baik." Pada saat yang sama, Bradford juga tidak lupa menuliskan resep penunjang pemulihan untuk Ghanief.Gisela yang sebelumnya hanya men

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 636

    Setelah memperkenalkan diri, Erdin tiba-tiba menjadi ragu-ragu. Jelas, dia merasa permintaannya itu agak memaksa orang lain."Profesor ingin belajar Jarum Penenang Jiwa itu, 'kan?" Bradford langsung menebak isi hati Erdin.Faktanya, meskipun sudah lama mendalami dunia pengobatan tradisional, tidak ada dokter yang bisa menolak godaan Jarum Penenang Jiwa. Erdin pun tidak terkecuali.Namun, Erdin juga tahu orang biasa yang mendapatkan teknik sakti yang telah lama hilang seperti ini pasti akan menganggapnya sebagai harta paling berharga."Kalau Dokter Bradford bersedia membagikannya, aku rela menyumbangkan seluruh tabungan hidupku!" Demi menggerakkan hati Bradford, Erdin tak segan menjanjikan uang dalam jumlah besar. Dengan status Erdin, Tabungan selama setengah hidupnya paling sedikit berjumlah 20 sampai 40 miliar.Di mata orang awam, Bradford hanya menusukkan beberapa jarum pada tubuh Ghanief. Namun di mata Erdin, beberapa tusukan itu cukup untuk membuatnya menyerahkan segalanya.Begitu

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 635

    Setelah Bradford dan Gisela pergi, senyuman di wajah Ghanief perlahan menghilang. Dia menyandarkan tubuhnya dengan miring di kepala ranjang, entah sedang memikirkan apa ...."Dokter Bradford, kita bertemu lagi!"Baru saja Bradford dan Gisela keluar dari kamar, sebuah suara yang familier terdengar di telinga mereka. Bradford menoleh mengikuti arah suara. Wajahnya memperlihatkan sedikit keterkejutan.Orang yang menyapa barusan ternyata adalah dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hardara, Chaiden!Dokter pengobatan tradisional yang berdiri di samping Chaiden adalah profesor pengobatan tradisional yang pernah bertemu sekali dengan Bradford di acara pertukaran sebelumnya.Sebagai salah satu pakar penyakit jantung dan otak terbaik di wilayah Hardara, Chaiden tentu termasuk dalam daftar undangan Keluarga Massaid."Ya, memang kebetulan sekali!" Bradford tersenyum sambil membalas.Sebelumnya, karena mengenakan topi dan masker, Bradford tidak mengenali mereka berdua. Dibandingkan para profesor

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 634

    "Kakek ini bicara apa sih? Kakek pasti bisa panjang umur sampai ratusan tahun, nggak boleh bicara seperti itu!" Setelah mendengarnya, Gisela langsung mengerucutkan bibirnya."Pak Ghanief, kondisi tubuhmu sekarang pada dasarnya sudah nggak ada masalah besar. Hal lain aku nggak berani jamin, tapi hidup 20 atau 30 tahun lagi seharusnya bukan masalah." Bradford juga ikut menenangkan Ghanief."Jangan pikir macam-macam, maksudku bukan itu. Kali ini aku nggak mati, aku juga nggak akan melakukan hal bodoh lagi. Karena langit memilih membiarkanku yang tua ini tetap hidup, tentu aku harus bertarung dengan beberapa orang sampai tetes darah terakhir." Ghanief melambaikan tangan sambil menjelaskan.Saat berbicara, sorot matanya berkilat-kilat. Jelas, dia sudah mengambil keputusan yang bulat."Kakek, biar aku pulang dan bantu Kakek." Melihat rambut Ghanief yang sudah memutih seluruhnya, Gisela langsung mengutarakan isi hatinya."Nggak, kamu nggak boleh pulang ke rumah. Kamu cukup fokus pada urusanmu

  • Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin   Bab 633

    "Haha, bagus kalau sudah cerai!"Siapa sangka, setelah mendengar kata "cerai", mata Ghanief langsung berbinar-binar. Soal Bradford yang mengatakan sudah punya pacar pun seolah-olah langsung diabaikan oleh Ghanief.Walaupun Ghanief tidak menyangka Bradford sudah bercerai di usia semuda itu, hal ini justru sesuai keinginannya.Saat berbicara, pandangan Ghanief terus bolak-balik antara Bradford dan Gisela. Ekspresinya semakin lama semakin puas."Kakek, jangan asal ngomong!" Gisela akhirnya menyadari ada yang tidak beres."Kakek nggak bilang apa-apa kok. Hehe, anak muda memang gampang malu. Kakek paham, Kakek sangat paham!" jawab Ghanief sambil tersenyum menyipit.Saat ini, Ghanief jelas sudah tenggelam dalam khayalannya sendiri. Faktanya, dalam pandangan Ghanief, Bradford pasti punya niat terhadap Gisela.Bukan saudara, bukan kenalan lama, baru pertama kali bertemu sudah memberi keuntungan sebesar itu kepada Gisela. Kalau bukan ada maksud, itu baru aneh.Ghanief sangat percaya diri pada p

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status