เข้าสู่ระบบSetelah beberapa saat, Bradford perlahan melepaskan kedua wanita itu.Setelah menyerahkan Elaine dan Sherine kepada Kendrick, Bradford membawa Tina berjalan ke hadapan Pandji.Kedatangan gadis ini memang tepat waktu. Berdasarkan informasi yang Bradford dapatkan, Tina juga memiliki dendam besar dengan Keluarga Ranggani di Kota Kyora."Kepala Keluarga Ranggani, apa kamu mengenali gadis ini?" Detik berikutnya, Bradford tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang membuat Tina benar-benar bingung."Apa maksudmu?" Pandji mengamati Tina cukup lama, tetapi tidak memiliki kesan apa pun."Tina, keluargamu dulu dibantai sampai habis. Orang di balik semua itu adalah dia! Sekarang, aku serahkan dia kepadamu!"Setelah menyegel titik-titik akupunktur di seluruh tubuh Pandji dengan santai, Bradford langsung mendorong pria itu ke depan Tina."Ka ... kamu keturunan mereka ...." Ucapan Pandji terhenti."Oh ya, Tobias itu juga anak buahmu, 'kan? Aku yang bunuh dia," ucap Bradford tiba-tiba. Setelah mengatakan i
Setelah Bradford menyembuhkan Waldo, Renhad langsung menyimpan dendam terhadapnya. Demi mencari tahu latar belakang Bradford, Renhad segera memerintahkan orang untuk menyelidikinya.Sebagai keluarga konglomerat kelas satu di Kota Kyora, jaringan intelijen Keluarga Kasim jelas bukan pajangan semata.Karena kebetulan yang tak disengaja, anak buah Renhad benar-benar berhasil menemukan jejak sampai ke Kota Herburt.Karena sebelumnya sudah menerima instruksi, anak buah Renhad langsung menculik Elaine dan Sherine yang memiliki hubungan dekat dengan Bradford, lalu membawa mereka ke Kota Kyora. Sedangkan Tina hanyalah bonus tambahan saat mereka menculik Sherine.Awalnya Renhad hanya ingin memiliki satu kartu tambahan untuk membalas Bradford, tetapi siapa sangka sekarang itu justru menjadi harapan penyelamat tiga keluarga besar.Renhad juga tidak pernah membayangkan bahwa hanya dalam dua hari, Bradford berubah dari seorang tabib sakti menjadi algojo pembawa maut demi membalas dendam!Rifaldi ya
"Kalau memang harus menyalahkan seseorang, salahkan saja darah tiga keluarga besar yang mengalir dalam tubuh kalian!"Mendengar keributan itu, Bradford segera mengakhiri obrolannya. Begitu kata-kata itu terlontar, itu sama saja dengan vonis mati bagi tiga keluarga besar.Bahkan beberapa orang dari tiga keluarga yang mentalnya lebih lemah sudah mulai berlutut dan bersujud memohon ampun kepada Bradford."Anak Muda, aku akui hari ini kamu menang. Dulu kami memusnahkan seluruh Keluarga Saputra. Kalau kamu ingin balas dendam, aku nggak punya alasan untuk membantah. Mau membunuh atau menyiksa kami, terserah padamu.""Tapi nggak semua orang bersalah. Aku mohon, lepaskan anggota keluargaku. Aku mohon padamu!" Melihat keadaan sudah tak bisa diselamatkan, Pandji berlutut dan merangkak sampai ke hadapan Bradford.Melihat itu, Dante juga ikut bersujud seperti dirinya. Demi membuat Bradford melepaskan anggota keluarga mereka, panggilan mereka kepada Bradford pun menjadi lebih sopan."Jangan buang t
Sambil berbicara, pria berpakaian hitam itu sudah membawa seluruh Pengawal Naga berdiri di sisi Bradford.Ucapan pria itu langsung membuat orang-orang tiga keluarga besar saling memandang."Bukannya dia pemimpin Keluarga Ardhanesa? Apa itu Istana Naga?""Mana aku tahu! Jadi dia sebenarnya datang buat bantu siapa? Memangnya dia bisa mengalahkan sisa keturunan Keluarga Saputra itu?"Tepat pada saat itu, pria berpakaian hitam yang memiliki status sangat dihormati itu kembali melakukan sesuatu yang membuat semua orang tercengang."Kendrick memberi hormat kepada Ketua!" Begitu mendekati Bradford, pria itu sontak membungkuk hormat tanpa ragu sedikit pun. Nada suaranya dipenuhi rasa hormat yang membuat semua orang syok.Awalnya orang-orang tiga keluarga besar mengira Kendrick datang sebagai penyelamat mereka. Sekarang baru mereka sadar, ternyata pria itu justru bawahan dari sisa keturunan Keluarga Saputra! Untuk sesaat, seluruh anggota tiga keluarga besar benar-benar terpaku di tempat.Bradfo
Detik berikutnya, dia segera kembali memasang ekspresi marah."Sobat, tindakanmu hari ini sudah keterlaluan!"Sesuai dugaan Pandji, Rifaldi akhirnya tidak bisa tinggal diam. Meskipun Keluarga Ardhanesa jarang ikut campur dalam perselisihan antar keluarga konglomerat, menghadapi kemungkinan tiga keluarga besar ini dimusnahkan, jelas mereka sulit untuk benar-benar menutup mata.Keluarga Ardhanesa selalu menganggap diri mereka sebagai pelindung Kota Kyora. Kalau tiga keluarga besar benar-benar dibantai habis, kekacauan besar pasti akan terjadi.Saat ini, Bradford sudah membuktikan sendiri bahwa dia memang memiliki kemampuan untuk melakukan itu!Situasi seperti itu jelas bukan sesuatu yang ingin dilihat oleh Keluarga Ardhanesa. Karena itulah Rifaldi yang sejak tadi hanya mengamati dengan dingin akhirnya berdiri.Setelah berkata demikian, tubuh Rifaldi sedikit bergerak. Detik berikutnya, dia sudah muncul tepat di depan Bradford."Kapten Rifaldi, selamatkan kami!"Zulhan dan Winar langsung m
Gerakan Bradford terlalu cepat, sampai-sampai keduanya bahkan tidak sempat bereaksi. Karena terkejut, dua ahli tingkat puncak itu langsung menyerang dengan penuh amarah.Para anggota inti tiga keluarga besar mendongak satu per satu. Meskipun mereka tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi, mereka tetap ingin menyaksikan nasib tragis Bradford secepat mungkin.Pewaris terakhir Keluarga Saputra ini, hari ini benar-benar telah menginjak harga diri tiga keluarga besar sampai lumat. Kalau mereka tidak bisa membuatnya menyerah, tiga keluarga besar juga tidak perlu lagi bertahan di Kota Kyora.Namun, yang tidak disangka oleh orang-orang itu adalah pertarungan berlangsung sangat singkat.Duar! Ledakan keras terdengar dan panggung seremoni langsung dipenuhi debu beterbangan.Saat semuanya menghilang, para anggota inti tiga keluarga besar seperti dicekik mendadak hingga tak mampu mengeluarkan suara sedikit pun.Zulhan dan Winar yang selama ini dianggap tak terkalahkan oleh anggota inti tiga kelu
Setelah diperkenalkan dengan begitu resmi oleh Bramo, raut wajah Baron jelas terlihat membaik. Meskipun, semburat ejekan di wajahnya sama sekali belum menghilang."Bramo, di zaman sekarang ini banyak penipu, apalagi yang sengaja mengincar orang tua. Jumlahnya malah lebih banyak lagi," kata Baron den
Nama lengkap ibu Aulia adalah Citra Rahayu. Dia adalah wanita yang baik hati dan sederhana. Sebenarnya, dia juga memiliki paras yang tidak kalah menarik. Hanya saja, karena terbaring di tempat tidur lebih dari setahun, penampilannya menjadi tampak menua.Kini, dia telah berhasil diselamatkan dan ang
Tak lama kemudian, terdengar bunyi "ting" dari lift di luar pintu, menandakan pintu lift terbuka, disusul suara langkah kaki yang berantakan.Tak lama, tampak seorang pria paruh baya berusia 40-an masuk lebih dulu. Dia mengenakan setelan jas kasual abu-abu dengan rambut klimis disisir rapi ke belaka
"Dua puluh satu, dua puluh dua, dua puluh tiga, dua puluh empat, dua puluh lima ...."Di Gang Jarayu, tiga gadis kecil sedang bermain lompat karet bersama. Sambil melompat, mereka berhitung dan menyanyikan lagu-lagu anak-anak, mengisi gang kumuh yang suram itu dengan keceriaan.Salah satu dari gadis







