Share

Bab 129

Penulis: Wardana
last update Tanggal publikasi: 2026-03-29 10:00:28

"Bos, kamu ini pakai 'melalui jalur belakang' ya, hehe. Sepertinya, ibu Tania lumayan suka sama kamu!"

Kevin menatap Lucas dengan tatapan penuh arti, "Hehe, kamu memberi resep itu, langsung bikin kamu lebih dekat sama ibu Tania!"

"Aku lihat kamu tiap hari makan bakar-bakaran, rasanya biasa aja. Aku perbaiki biar aku juga nyaman makan."

Lucas menepuk kepala Kevin, "Kamu mikir apa sih?"

"Hehe, tidak ada, tidak ada."

Kevin menggeleng, “Ya sudah, kalau untuk diri sendiri juga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 130

    "Katanya kabar baik tidak ke mana-mana, tapi kabar buruk nyebar sejauh mungkin. Bahkan anak-anak kelas 3-C sebelah sudah pada dengar soal aksi gila Lucas!Siang itu, Tania sebenarnya pengen tidur sebentar, tapi dia tidak bisa tidur. Di kepalanya terus keputar muka Lucas yang menyebalkan itu.Dia mengusap pelipisnya yang agak pegal dan matanya yang masih merah gara-gara habis nangis. Dia coba buka buku buat baca sebentar, tapi malah dengar suara orang ngobrol tidak jauh dari situ. Kayaknya ada yang nyebut nama Lucas.Jantung Tania langsung berdegup tidak karuan. Dia sendiri juga tidak ngerti kenapa dia perhatian banget sama nama itu. Mungkin dia cuma takut orang-orang lagi ngomongin soal Lucas yang ngejar-ngejar dia?"Eh, kamu tahu tidak? Barusan aku ke toilet, terus lihat anak baru di kelas 3-A sebelah, yang baru pindahan itu, dia nendang kursinya Ryan sampe kebalik! Ryan jatuhnya langsung kayak kepiting terbalik!"Cowok itu cerita dengan semangat ke temen-temenn

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 129

    "Bos, kamu ini pakai 'melalui jalur belakang' ya, hehe. Sepertinya, ibu Tania lumayan suka sama kamu!"Kevin menatap Lucas dengan tatapan penuh arti, "Hehe, kamu memberi resep itu, langsung bikin kamu lebih dekat sama ibu Tania!""Aku lihat kamu tiap hari makan bakar-bakaran, rasanya biasa aja. Aku perbaiki biar aku juga nyaman makan."Lucas menepuk kepala Kevin, "Kamu mikir apa sih?""Hehe, tidak ada, tidak ada."Kevin menggeleng, “Ya sudah, kalau untuk diri sendiri juga tidak masalah.”Lucas hanya tersenyum dan menggeleng, tidak membalas. Di mata Kevin, dia pasti lagi ngejar Tania, kan?Tapi Lucas tidak ada niat buat jelasin. Toh, hari ini dia sudah sesumbar di depan Tania, kalau dijelasin malah tidak masuk akal.Pas jam istirahat siang, area kelas 3 SMA lebih tenang dibanding kelas 1 dan 2 yang ramai dan berisik.Lucas dan Kevin berdiri di ujung koridor dekat jendela. Sinar matahari bulan Maret yang terang tapi tidak terlalu panas menyinari tub

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 128

    Waktu Pak Wadi cari Lucas sebenarnya nggak ada urusan penting, cuma mau nanya soal Roy yang datang ke Lucas. Dia penasaran, apa benar cuma buat bikin catatan aja, atau ada urusan lain. Kalau ada masalah serius, dia siap minta kepala sekolah buat bantuin.Setelah tahu tidak ada yang serius, Wadi pun lega. Soal nyuruh Tania nulis surat pernyataan juga tidak jadi. Dia sudah bisa lihat kalau Lucas memang sengaja melindungi Tania. Jadi, dia ngerasa tidak perlu jadi pihak jahat. Lagi pula, Lucas masih pegang "rahasia" soal dia.Meskipun di sekolah swasta urusan asmara antar staf tidak seketat di sekolah negeri, kalau sampai ketahuan dewan direksi, posisi Wadi bisa bahaya. Mereka bayar mahal buat dia urus sekolah, bukan buat main perempuan.Makanya, sebelum pergi, Wadi masih sempat tepuk pundak Lucas sambil bilang, jangan terlalu berlebihan soal dia sama Tania, setidaknya jangan sampai bikin dia susah di sekolah.Lucas cuma bisa senyum kecut. Tidak banyak yang bisa dijelask

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 127

    Tania cukup terkejut, bukan hanya karena Pak Wadi dengan mudah melewatkan kejadian barusan, tapi lebih karena kata-kata Pak Wadi setelahnya. Dia bilang suruh Lucas nanti cari dia lagi!Apa ini benar-benar kata-kata dari Pak Wadi?Bukankah dia biasanya sangat menentang hubungan terlalu dekat antara siswa laki-laki dan perempuan? Tapi kok hari ini...Tania menghela napas pelan lagi. Apa ini semua karena status Lucas?Dengan pikiran yang agak kosong, dia kembali ke kelas tanpa melakukan apa-apa. Dia duduk di kursinya, diam-diam memikirkan semua yang terjadi beberapa hari ini. Rasanya kepala jadi penuh. Dia juga nggak yakin, Lucas benar-benar suka sama dia atau nggak!Secara diam-diam, dia melirik ke luar jendela kelas. Di sana, dia melihat Lucas sedang mengobrol santai dengan Pak Wadi. Tania mendengus pelan. Kalau kamu bukan anak orang kaya, kita lihat apa kamu masih bisa begitu!Terhadap Lucas, sebenarnya Tania punya perasaan campur aduk. Dia merasa takut sekal

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 126

    Melihat kapten yang penuh aura siswa, Roy menghela napas. Dia selalu menganggapnya sebagai pilar utama, seperti jiwa dari kekamumpok mereka. Tapi sekarang, dia lebih terlihat seperti siswa SMA kelas tiga biasa."Pagi, siang, dan malam, minum ini masing-masing sekali. Dipanaskan di microwave juga bisa, nggak dipanasin juga nggak masalah. Aturannya nggak ribet, pantangannya juga cuma satu: jangan minum alkohol."Lucas menyerahkan sekantong ramuan obat yang sudah direbus ke Roy. Saat itu, di kelas hanya ada dua siswa yang sedang piket bersih-bersih, jadi tidak ada yang memperhatikan apa yang sebenarnya Lucas ambil dari sini."Alkohol sih udah lama nggak aku sentuh. Badan aku juga nggak kuat kalau minum," kata Roy sambil tersenyum pahit. "Ini cukup buat seminggu, kan?""Iya, ini untuk seminggu," jawab Lucas sambil mengangguk. "Seminggu lagi, aku cek lagi perkembangan badan kamu, baru aku racik obat yang sesuai.""Baiklah, kalau gitu aku pulang dulu. Terima kasih bang

  • Perisai Dewa Tak Tertembus   Bab 125

    "Dia pengen ketemu kamu sekali, tapi aku belum kasih jawaban, cuma bilang bakal coba bantu hubungi kamu.""Aku nggak tahu kamu lagi ngerjain misi apa kali ini, juga nggak enak nanya-nanya. Kalau kamu nggak sempat, ya nggak usah dipaksa.""Misi..."Lucas senyum kecut sambil garuk-garuk hidung. "Aku sendiri juga nggak ngerti misi kali inituh apaan. Aku masih bingung banget. Tapikarena dia penyelamat nyawamu, gimana mungkin aku nggak mau ketemu? Ketemu lah, pasti!""Hah? Jangan maksain diri..."Roy terharu. Dia tahu kalau Lucas itu bukan orang yang suka ngurusin hal-hal tidak penting. Kalau bukan karena dia, Lucas mana mungkinpunya waktu buat ketemu orang asing."Maksain apaan? Lagi gabut juga."Lucas ketawa, "Lagian sekarang aku ada kamu, kapten polisi di belakangku. Urusan di KotaValeria jadi gampang banget lah.""Kalau gitu, tentuin aja waktunya."Roy tidak banyak basa-basi. Hubungannya sama Lucas sudah tidak perlu banyak ngomo

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status