LOGINSeorang ahli luar biasa dari desa, dengan sebuah giok misterius yang bisa meramal masa depan... Lucas memiliki tugas lain yang lebih berat, yaitu mengawal siswi sekolah yang cantik! Bahkan, itu adalah perintah dari ayah sang gadis itu! Meskipun Lucas tidak ingin berurusan dengan si gadis yang sangat sulit diatur ini, tetapi perintah dari orang tua sulit untuk ditolak, menjadi pengawal pribadi sang nona besar... Inilah dia, pengawal paling hebat, MAS TAMENG!
View MoreRaymond si pria muda tampan berbodi bagus ini senyum ceria, malam ini adalah malam sakral baginya dan Rahma, istrinya. Ulang Tahun ke 4 mereka sebagai suami istri.
Raymond hanyalah sales sebuah dealer mobil yang dikatakan sulit laku, karena jual mobil-mobil asal negeri Tiongkok.
Sial…masih separuh jalan lagi sampai rumah, Raymond terpaksa berteduh, hujan yang tadi sudah gerimis, kini turun dengan derasnya.
Tiba-tiba ponsel jadulnya bunyi, ada chat masuk. Raymond pikir istrinya yang ngontak karena ini sudah pukul 21.00 lewat, tapi saat di buka, ternyata dari nomor tak di kenal.
“Hmm…siapa pengirimnya, kok ada lampiran fotonya,” batin Raymond, kaget saat membuka kiriman tiga buah foto tersebut.
Matanya melotot, jantungnya berdegup kencang. Foto itu perlihatkan seorang wanita cantik dengan rambut panjangnya dan gaun malamnya yang berwarna merah menyala sangat seksi, sampai perlihatkan pakaian dalamnya yang membayang.
Siapapun laki-laki normal pasti tergoda!
Walaupun gambar ini sedikit buram, karena di ambil secara sembunyi-sembunyi dan tempatnya seperti-nya sebuah pub atau klub malam, tapi wajahnya masih bisa di kenali.
Si wanita ini tak sendirian, ada seorang pria setengah tua yang terlihat merangkul si wanita seksi ini dan mengecup pipinya dengan mesra.
Wanita itu mirip sekali dengan…Rahma istrinya.
Raymond…serasa tak menjejak bumi, tubuhnya seketika mematung.
Benarkah itu Rahma…kenapa dia begitu dekat dan akrab dengan pria setengah tua necis dan terlihat sangat kaya raya itu?
Jadi…isu-isu miring yang selama ini dia dengar, sejak karir istrinya melejit dan kalahkan dirinya, di peroleh Rahma dengan cara selingkuh…apakah benar adanya?
Saking marahnya, Raymond letakan begitu saja kue berharga 145 ribu di sebuah halte tempatnya berteduh tadi. Dan tak peduli hujan deras, ia tancap gas pulang ke rumah mereka.
Raymond tak melihat mobil istrinya di garasi, artinya Rahma belum pulang!
Hatinya yang emosi kini dia redam, dengan berpikir positif, paling wanita di foto itu hanya mirip.
Tapi…kenapa 3 foto itu dikirim ke dia…apa maksudnya? Pikirnya dengan galau.
Pukul 23.45 menitan terdengar mobil datang, Rahma istrinya membuka pintu dan langsung menuju kamar.
Mereka berdua memang bawa kunci rumah masing-masing.
Melihat Raymond sudah ‘tidur’ dengan memunggunginya, Rahma hanya hela nafas, dia lalu ke toilet dan hapus make up cetar-nya.
Padahal Raymond aslinya belum tidur, hatinya masih galau dan panas dengan foto itu.
Tak sampai 15 menitan usai merebahkan diri di sisinya, dengkur halus Rahma terdengar. Raymond berbalik dan melalui siluet lampu tidur dia melihat wajah istrinya seperti orang yang sangat kelelahan…!
“Hmm…dia lupa dengan ulang tahun ke 4 pernikahan? Tapi…kenapa dia begitu terlihat lelah..?” kembali batin Raymond berkata, rasa curiga makin menjadi-jadi.
Paginya di meja makan…
Raymond masih terngiang-ngiang dengan kiriman 3 foto yang belum ia hapus, saat melihat istrinya kini terlihat makin cantik dengan blouse warna krimnya.
Di tambah rambut panjang yang sengaja dikritingin dan diberi warna coklat melewati bahunya, plus parfum mahal, cantik sekali Rahma ini di tambah kulit tubuhnya yang putih dan mulus serta semampai.
Rahma memang terlahir blasteran, ayahnya asli Australia, ibunya Sunda.
Mulut Raymond sudah gatal ingin bertanya, kemana saja istrinya hampir pukul 00.00 baru pulang tadi malam.
Tapi mulutnya kalah start, bibir Rahma yang di lapisi lipstick merah menyala duluan bicara.
“Bang, siang nanti mama tiriku dan kakak perempuanku datang dari Australia, mereka akan nginap di tempat kita selama di Jakarta. Katanya rumah mereka sedang di renovasi, jadi sementara pulang ke tanah air dulu, sekalian travelling,” cetus Rahma, sambil memotong roti dan memakannya perlahan.
Raymond diam saja, dia menunggu, apakah istrinya ingat hari ini genap 4 tahun mereka jadi suami istri?
Tapi…sampai Rahma pamit duluan ngantor, tidak ada sama sekali ucapan istrinya tentang ultah itu. Raymond hanya hela nafas panjang.
Padahal ini hari Minggu, tapi Rahma tetap kerja!
“Oh ya…aku mungkin pulang malam lagi, soalnya aku menemani bos di kantor metting dengan klien kakap, yang akan bangun pusat perbelanjaan di Kalimantan,” cetus Rahma lagi sebelum berlalu dari hadapan Raymond.
Si lelaki tak berdaya karena kalah karir dan penghasilan.
Dan kali ini Rahma tidak bawa mobil, tapi di jemput sebuah mobil….mewah!
Raymond hanya bisa mengangguk dan tidak ada ‘kuasa’ melarang. Ia tahu diri, saat ini, 90 persen kebutuhan rumah tangga mereka uangnya dari kantong Rahma.
Sejak karir Rahma melejit, mereka naik pangkat dari keluarga sederhana ke keluarga kelas menengah elit.
Kebutuhan hidup mereka pun otomatis menyesuaikan…mau tak mau, Rahma lah yang dominan keluar biaya!
Raymond bersihkan bekas makanan mereka, hal kecil yang dulunya dilakukan Rahma, kini dialah yang melakukannya, mereka memang tak memiliki pembantu.
Sesaat ia merasa harga dirinya jatuh ke titik rendah…!
**
BERSAMBUNG
"Dua gadis cantik, apakah aku beruntung bisa duduk di sini dan mengajak kalian minum sesuatu?"Melly yang sedang bingung mendengar suara dari samping. Begitu menoleh, dia melihat seorang pria yang tampak sangat rapi.Jika seorang pria disebut "rapi", itu berarti dia sangat sempurna, dan bukan tipe wajah cantik seperti pria muda yang lembek.Pria ini memiliki tubuh yang bagus, tinggi dan proporsional, wajah yang tampan, memberi kesan yang sangat bersih dan penuh selera. la mengenakan jas kasual dengan kancing terbuka secara alami, memberinya kesan santai, dan terasa sedikit "cool".Pria seperti ini bisa disebut pembunuh hati para gadis!Namun, Melly sama sekali tidak tertarik padanya, pikirannya sedang kacau, dan kini ada orang lain yang datang menambah keributan. Dia masih bingung harus menangani "cowok tampan" tadi seperti apa. Seketika, dia memutar bola matanya dan menunjuk ke pria tampan tadi, berkata: "Kamu tidak lihat ada pria lain di sini?"Niat Melly a
"Eh..."Rainy berpikir sejenak, dan memang benar begitu!Sepertinya Melly benar-benar cemburu dengan Mas Tamengn kalau tidak, kenapa dia bisa punya ide seperti ini?Tapi, apakah ini akan efektif?Tak lama kemudian, pelayan datang dengan seorang pemuda tampan berpenampilan seperti bintang film.Dalam pandangan pelayan, para gadis mahasiswi seperti ini biasanya tidak suka pria kekar dan kekuatan, mereka lebih suka cowok muda dengan penampilan yang lebih lembut."Permisi, apakah kalian berdua puas dengan yang ini?"Pelayan bertanya sambil membungkukkan badan.Melly terdiam, apakah dengan seperti ini bisa membuat Lucas cemburu? Sepertinya dia bahkan tidak lebih tampan daripada Lucas!Apa sih tempat seperti ini? Orang yang punya penampilan seperti itu malah jadi penghibur, nggak malu apa? Tidak heran tadi wanita dewasa itu memilih Lucas dan tidak memilih teman pria di bar ini."Jika kalian puas, ini daftar harga..."Pelayan memberikan sebuah da
"Suna, aku naik taksi tapi lupa bawa dompet buat bayar. Tolong aku dong, aku lagi di depan hotel sekarang..."Willy buru-buru bicara tanpa jeda, takut Suna menutup teleponnya.Hah? Mendengar alasan Willy, Suna hampir tertawa terbahak-bahak.Kamu lupa bawa dompet? Dompetmu sekarang ada di tangan Lucas!Tapi bukankah dompet Lucas tadi ada di tangan Willy? Kenapa dia bisa kehabisan uang?Memikirkan hal itu, Suna sengaja memasang nada kesal dan berkata, "Willy, jangan coba-coba memainkan trik murahan seperti ini. Bukannya dompet Lucas sudah kamu ambil? Kenapa sekarang kamu tidak punya uang?""Uang... uang itu sudah aku kasih tip ke petugas pintu..."Willy langsung merasa tertekan saat membahas hal itu lagi."Kamu pikir aku bakal percaya?!"Suna merasa sangat puas. Mau pamer, ya? Sekarang kena batunya! "Aku sibuk. Sudah, ya. Sampai jumpa!"Suna langsung menutup telepon tanpa basa-basi dan bahkan mematikan ponselnya, membiarkan Willy menyelesaikan m
"Bro, keren, punya cara!"Willy menepuk bahu Lucas dan berkata, " Sobat, aku belajar sesuatu yang baru. Kita lihat nanti, panjang umur persahabatan!""Haha..."Lucas menatap Willy dengan senyum tipis yang hampir tak terlihat di sudut bibirnya. "Cara aku masih banyak. Kamu bisa pelan-pelan mengenalnya."Suna, yang memperhatikan tindakan Willy menepuk Lucas, mengernyit sedikit. Dia ingin mengingatkan Lucas, tetapi dia ragu akan niat sebenarnya Willy.Mengacu pada hubungan antara keluarga Suna dan Willy, Suna juga tidak ingin secara terang-terangan membuat Willy kehilangan muka. Jika hal ini sampai ke orang tua mereka, dia akan dianggap tidak dewasa dan membela orang luar.Karena itu, Suna benar-benar serba salah. Di satu sisi, dia tidak ingin Lucas dirugikan. Di sisi lain, dia tidak yakin apakah Willy benar-benar berniat jahat terhadap Lucas.Willy mendengus ringan. Dia menganggap perkataan Lucas hanyalah basa-basi. Dia pun tak mau berlama-lama di sana.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews